
Agaknya setelah Bunda Kanaya dan Ayah Bisma membongkar teka-teki tentang siapa Thania, Arsyilla merasa lega. Ya, itu artinya dia tahu kebenaran yang sesungguhnya dari gadis kecil berusia 4 tahun yang pernah dia kira sebagai putri Aksara itu. Kini, seakan semua pertanyaan di dalam otaknya sudah terjawab.
“Masih ada yang ingin kamu tanyakan lagi tentang Thania?” tanya Ayah Bisma kali ini.
Bagi Ayah Bisma sendiri bahwa Arsyilla adalah menantunya, anggota keluarganya sehingga tidak masalah jika Arsyilla bertanya semua hal terkait keluarga Pradhana. Justru Ayah Bisma senang saat Arsyilla berani bertanya, itu artinya Arsyilla telah memposisikan dirinya sebagai seorang anak di dalam keluarga besar Pradhana.
“Syilla rasa sudah cukup sih Ayah … maaf yah Ayah dan Bunda, dulu Syilla benar-benar tidak tahu dan mengira Kak Aksara itu single Daddy. Soalnya, waktu tidak sengaja bertemu dengan Kak Aksara dan Thania di toko buku. Waktu itu, Thania manggil Kak Aksara itu Daddy. Orang awam pun pasti berpikir, mungkin itu seorang anak bersama Daddynya,” balas Arsyilla.
Mendengar pengakuan Arsyilla, Bunda Kanaya dan Ayah Bisma pun tertawa. Tidak mengira bahwa menantunya itu memiliki pemikiran yang begitu sederhana. Namun, Ayah Bisma dan Bunda Kanaya pun memahami bahwa siapa saja orang yang bertemu Aksara bersama Thania akan mengira bahwa keduanya adalah seorang Ayah dan anaknya.
“Tidak apa-apa, Syilla … banyak orang yang beranggapan demikian. Dulu, teman-teman Bunda di Jaya Corp juga mengira kalau Thania itu putrinya Aksara. Bunda justru minta maaf karena anak Bunda itu tidak menjelaskan semua secara gamblang dan detail kepadamu,” sahut Bunda Kanaya.
Rasanya memang Bunda Kanaya begitu sebal karena Aksara nyatanya tidak bercerita secara detail dan gamblang kepada Arsyilla. Memang Aksara berkata jujur bahwa Thania adalah keponakannya, tetapi melihat bahwa tidak pernah terlihat sosok orang tua Thania, sudah pasti Arsyilla pun bertanya-tanya.
“Aksara, lain kali kalau cerita jangan sepotong-potong. Kasihan Arsyilla yang justru tahu siapa Thania itu setelah sekian lama,” ucap Ayah Bisma yang memperingatkan putranya.
Merasa tengah ditegur sang Ayah, Aksara pun mengangguk dan tersenyum. Aksara menyadari memang dirinya hanya sekadar menjawab pertanyaan Arsyilla dan tidak bercerita. Maka dari itu, terjadi salah persepsi bagi pasangan suami istri itu. Komunikasi itu adalah tentang membangun hubungan. Terkadang suami berbicara hanya intinya saja, tetapi istrinya ingin tahu bagaimana prosesnya, bagaimana semua itu terjadi, hingga akhirnya baru bisa menarik satu kesimpulan.
“Iya Pa … maafkan Aksara,” jawab Aksara.
“Tuh Kak … kalau ada apa-apa cerita. Kan tidak harus tentang kamu. Ceritain tentang Bunda, Ayah, Thania, atau Airlangga kan tidak masalah,” sahut Arsyilla dengan cepat.
“Iya Syillaku Sayang … besok aku ceritain semuanya,” balasnya.
Bunda Kanaya pun tersenyum melihat interaksi anak dan menantunya itu. Benar bahwa pernikahan keduanya masih baru, masih hitungan bulan, tetapi terasa lucu karena Aksara yang terkadang hanya berbicara sepotong-sepotong, sementara Arsyilla hanya menerima pembicaraan Aksara berdasarkan persepsinya sendiri. Setelahnya, Bunda Kanaya mengambil handphone di dalam hand bag miliknya, mengakses bagian Whatsapp dan kemudian mencari nama Airlangga di sana. Tanpa menunggu waktu lama, Bunda Kanaya menekan icon video dan berniat melakukan videocall.
Airlangga
Berdering
“Siapa Ma?” tanya Ayah Bisma.
__ADS_1
“Mau videocall sama Rangga, Pa … sekalian biar Syilla kenalan sama adik iparnya,” balas Bunda Kanaya.
Hingga tidak menunggu waktu lama, panggilan video itu pun diterima. Terlihat wajah tampan Rangga, si calon Dokter yang terlihat di layar handphone Bunda Kanaya.
“Halo Bunda,” sahut Rangga.
“Halo Nak, baru ngapain Nak?” tanya Bunda Kanaya melalui panggilan video itu.
“Rangga baru sampai di apartemen, Bunda … tadi abis kuliah di kampus,” jawabnya.
“Ini Rangga … ada yang mau kenalan sama kamu,” ucap Bunda Kanaya.
“Siapa Bunda?” tanya Rangga kemudian.
Bunda Kanaya kemudian tampak mengarahkan kamera di arah Arsyilla. Tentu saja gugup, tidak pernah bertemu dan sekarang tiba-tiba bertemu secara virtual melalui panggilan video.
“Halo tebak dia siapa?” tanya Bunda Kanaya dengan nada bergurau kepada putranya itu.
“Ah, aku tahu Bunda … Kakak Arsyilla kan?” tebakannya.
“Hai Rangga, perkenalkan aku Arsyilla … istrinya Kak Aksara,” ucap Arsyilla memperkenalkan dirinya.
“Hai juga Kak Arsyilla … maaf yah, Rangga tidak bisa datang waktu Kakak dan Mas Aksara menikah. Maaf juga baru menyapa dan memperkenalkan diri,” balas Rangga.
“Iya tidak apa-apa,” sahut Arsyilla.
“Wah, tidak kusangka Mas Aksara akhirnya berhasil mendapatkan wanita impiannya. Selamat ya Kak … percayalah bahwa Mas Aksara itu sangat mencintai Kakak,” balas pria itu.
Usai mendengar ucapan Rangga, Arsyilla pun melirik sejenak ke arah suaminya. Bagaimana bisa Rangga tahu? Mungkinkah selama ini, Aksara sering bercerita dengan adiknya itu?
“Sama-sama Rangga … kapan Pendidikan Dokternya selesai? Kalau balik ke Jakarta, bisa main bersama,” sahut Arsyilla.
__ADS_1
“Tahun depan kalau lancar Kak … Bunda di situ ya Kak?” tanya Rangga.
“Iya … bersama Ayah dan Thania juga. Kamu beruntung karena memiliki Thania yang begitu cantik dan pintar, Rangga,” balas Arsyilla.
Tampak Rangga yang tersenyum, “Terima kasih Kak … oke Kak, senang bertemu denganmu. Maaf aku belum bisa menyapa dan mengenalkan diriku secara langsung. Boleh aku berbicara dengan Thania sebentar?”
Kemudian Bunda Kanaya mengarahkan kamera handphonenya ke arah Thania yang sedang dipangku oleh Aksara.
“Hai Princessnya Papa, kamu baru ngapain Sayang?” sapa Rangga kepada putrinya itu.
“Hai Pap, Thania baru main sama Daddy,” sahut Thania.
“Papa juga mau jadi seperti Daddy bisa peluk Thania seperti itu,” sahut Rangga.
“So please come back, Pap … i want to meet you, Papa,” balas Thania.
Terlihat raut wajah Rangga yang berubah. Pria itu tersenyum, tetapi tentu senyuman yang pedih. Jauh dari anak semata wayang, sekalipun untuk melanjutkan studi tetap saja terasa begitu berat.
“Waiting for me ya Thania. I will come back to you My Princess,” jawab Rangga.
Seolah mengalihkan emosi Rangga dan Thania yang bisa sama-sama bersedih dan menangis, Bunda Kanaya pun mengarahkan kamera handphonenya ke arahnya sendiri.
“Baiklah Rangga … jaga diri dan kesehatan di sana yah … Semoga kamu bisa menyelesaikan S2 tepat waktu dan bisa kembali berkumpul bersama Thania. Dia sudah sangat merindukan Papanya,” ucap Bunda Kanaya.
“Iya Bunda … sama seperti Mas Aksara yang harus segera lulus, Rangga pun sama. Rangga akan segera lulus dan kembali ke Tanah Air. Rangga juga sangat merindukan Thania,” balas pria itu.
Hingga panggilan video itu tiba-tiba menjadi hening, dan Rangga yang kini kembali bersuara.
“Bunda, Ayah, dan Mas Aksara, terima kasih sudah mau mengasuh Thania. Rangga janji bahwa Rangga akan segera kembali. Terima kasih banyak Bunda,” jawabnya.
Merasa emosi Bunda Kanaya yang seakan tersulut dan begitu ingin menangis, Arsyilla lantas mendekati Bundanya itu dan mengusap punggung tangan Bunda Kanaya. Bunda Kanaya mengangguk kepada Arsyilla pun, mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja.
__ADS_1
“Iya Rangga … tidak masalah. Bunda, Ayah, dan Mas Aksara berdoa supaya studimu segera selesai. Thania sudah kangen Papanya. Ya sudah ya Nak … Bunda tutup yah. I Love U My Son,” balas Bunda Kanaya dan kemudian melambaikan tangannya ke arah kamera dan mengakhiri panggilan videonya.
Usai itu, Arsyilla pun memeluk Bundanya. Setidaknya Arsyilla tahu bagaimana perasaan Ibu saat ini. Sebab dulu, ada kalanya Mama Khaira menangis-nangis usai melakukan panggilan video kepada Arshaka saat adiknya itu masih kuliah di Singapura. Sedikit pelukan agaknya bisa meredakan perasaan Bunda Kanaya saat ini. Bunda Kanaya pun membalas pelukan Arsyilla dan menenangkan dirinya sejenak.