
Semalam benar-benar menjadi malam yang cukup panas bagi Aksara dan Arsyilla. Pasangan yang baru saja menggelar resepsi pernikahan itu terjaga hingga malam. Berawal dari sekadar mandi, berubah menjadi mandi panas. Hingga hampir satu jam keduanya berada di kamar mandi, menikmati ritual layaknya pengantin baru.
Tidak ada kata yang lebih nikmat menutup pergulatan panas dengan tidur bersama. Ya, di atas ranjang di kamar presidential suite itu Aksara dan Arsyilla saling memeluk. Membiarkan malam membuai mereka dalam mimpi indah bersama.
Hingga pagi pun tiba. Sapa sang surya seakan mengusik tidur keduanya. Perlahan Arsyilla pun mengerjap. Wanita itu membuka kelopak matanya perlahan-lahan hingga akhirnya dia mengangkat sedikit wajahnya dan melihat sang suami yang masih terlelap.
Barulah Arsyilla ingat bahwa semalam mereka menginap di hotel. Arsyilla pikir kali ini mereka berada di dalam kamar unit apartemennya. Lantas Arsyilla sedikit bergerak dan menatap wajah suaminya itu. Pria tampan yang seakan telah memenuhi relung hati dan jiwanya.
Saat Arsyilla tengah asyik menatap wajah suaminya yang masih terlelap, rupanya suaminya itu perlahan mengerjap. Membuka suara yang serak khas orang bangun tidur kepada Arsyilla.
"Pagi Honey," sapa Aksara dengan tiba-tiba.
Perlahan Arsyilla pun beringsut, membuang mukanya dengan cepat. Agaknya suaminya mungkin sudah terbangun hanya saja masih memejamkan matanya, sehingga sekarang suaminya itu bisa menyapanya.
"Kamu lihatin aku yah? Kenapa, suamimu ini walau tidur tetap good looking yah?" goda Aksara kali ini.
"Apaan sih Kak, aku cuma lihat kamu sebentar aja kok," balas Arsyilla kali ini.
Nyatanya Aksara justru terkekeh dan kembali merengkuh tubuh istrinya dalam pelukannya.
"Mau bangun sekarang atau agak nanti? Kita di hotel, tidak perlu bikin sarapan. Atau mau mandi bareng lagi?" tanya Aksara kali ini.
Dengan cepat pun Arsyilla menggelengkan kepala. Wanita itu sangat tahu bahwa mandi bersama dengan suaminya bukan hanya sekadar mandi. Melainkan mandi panas yang panasnya melebihi berendam di dalam jacuzzi.
"Enggak, mandi sama kamu ya ada justru mandi panas," sahut Arsyilla kali ini.
"Mandi panas, tapi enak kan? Mandi panas tapi nikmat kan?" sahut Aksara. Pria itu terkekeh geli dan kian mengeratkan pelukannya di tubuh Arsyilla.
__ADS_1
"Issshhhs, Kakak pagi-pagi udah nakal aja. Sebel deh," balas Arsyilla kali ini.
Aksara justru tertawa. Menggoda istrinya itu begitu menyenangkan baginya. Lantas Aksara mengurai pelukannya dan melabuhkan kecupan di kening istrinya itu.
"Ya sudah, aku mandi dulu yah ... nanti mandinya gantian aja. Aku tahu kamu juga capek dan kurang istirahat. Kita gantian mandi, biar bisa sarapan sehabis ini," ucap Aksara kali ini.
Lantas Aksara pun segera bangun dan memilih berjalan menuju kamar mandi. Sementara Arsyilla memilih bermain sebentar dengan handphonenya. Mengecek grup WhatsApp yang berisikan rekan-rekan sesama dosennya. Rupanya beberapa foto dibagikan di dalam grup chat itu.
Sebagai bentuk terima kasih, Arsyilla pun turut mengirimkan pesan ucapan terima kasih kepada rekan-rekannya yang sudah berkenan hadir dan memberikan selamat untuk pernikahannya dengan Aksara.
Waktu berlalu hampir dua puluh menit, Aksara sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar. Pria itu kian menawan saja tiap kali usai mandi, membuat Arsyilla tidak bosan memandangi suaminya yang memang good looking itu.
Sedikit menghiraukan Aksara, dengan cepat Arsyilla memilih untuk menuju ke kamar mandi. Membersihkan dirinya dan setelahnya keluar untuk sarapan karena Arsyilla pun sudah begitu kelaparan pagi ini. Perutnya sudah bertalu-talu karena semalam memang dirinya tidak makan. Sehingga pagi ini rasanya ingin sekali sarapan dan menenangkan perutnya yang memang sudah minta diisi. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh menit, Arsyilla juga sudah keluar dari kamar mandi.
Wanita itu berjalan menuju meja rias. Memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan memoleskan lipstik berwarna pink supaya wajahnya tidak terlalu pucat. Lantas Arsyilla menghampiri suaminya yang tengah duduk di sudut sofa.
"Yuk, kasihan Istriku ini sampai kelaparan," goda Aksara kini.
"Semalam di resepsi kita kan malahan kita berdua belum makan, Kak ... laper banget deh sekarang," balas Arsyilla.
Memang pada kenyataannya di pesta resepsi setiap pengantin justru tidak bisa makan karena harus menjamu para tamu undangan, bersalaman, dan juga berfoto. Sampai para pengantin tidak bisa sekadar makan dan minum di pesta pernikahannya sendiri.
Arsyilla dan Aksara pun keluar dari kamarnya menuju restoran yang berada di lantai tiga. Di sana Aksara segera mengambilkan berbagai sarapan untuk istrinya itu. Mulai dari Roti Bakar, Salad Buah, Bubur Ayam, Nasi Goreng, dan juga tidak lupa secangkir Teh Manis untuk istrinya itu.
"Ayo, buruan dimakan ... katanya kamu lapar," ucap Aksara kali ini.
"Iya Kak, aku laper banget. Makasih banyak Hubby," balas Arsyilla kali ini.
__ADS_1
Keduanya pun menikmati sarapan ala hotel itu dengan lahap. Mengisi perut mereka terlebih dahulu, sebelum pulang ke unit apartemennya nanti siang.
Tanpa sepengetahuan keduanya, rupanya ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya dari. Mata dari seorang pria yang sedari tadi memperhatikan Arsyilla dengan sorot matanya yang tajam itu. Perlahan pria itu berdiri, beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju ke meja Arsyilla dan Aksara kini.
"Hei, Syilla ... long time no see," sapa pria itu.
Hanya sekadar mendengar suara pria itu saja rasanya bisa membuat Arsyilla bergidik ngeri. Hingga perlahan, Arsyilla pun menoleh ke arah sumber suara yang terdengar tidak jauh dari tempatnya duduk saat ini.
"Rrr ... Ravendra," ucap Arsyilla dengan lidah yang terasa tercekat.
Sungguh kejutan tak terkira. Arsyilla tak pernah membayangkan bahwa mantan pacarnya itu telah bebas dari menjalani masa tahanannya dan sekarang pria itu ada di hadapannya.
"Iya, aku Ravendra," balasnya dengan menyeringai di depan Arsyilla.
"Ah, sampai aku lupa ... happy wedding yah. Aku tidak mengira, putus dariku membuatmu dengan cepatnya melabuhkan hatimu ke pria lain," lanjut Ravendra dengan tiba-tiba.
Aksara sendiri tampak mengepalkan tangannya dan seolah siap menghadiahi bogem mentah ke arah wajah Ravendra kali ini. Akan tetapi, Arsyilla dengan cepat menggenggam tangan suaminya, memberikan isyarat supaya suaminya itu bisa menahan diri.
"Lebih baik kamu pergi dari sini, Vendra ... aku tidak ingin berhubungan lagi denganmu. Anggap kita tidak pernah saling mengenal setelah ini," balas Arsyilla.
Nyatanya Ravendra justru tertawa, kini pria itu giliran menatap Aksara di hadapannya.
"Loe boleh merebut dia dari sisi gue. Hanya saja, loe perlu tahu bahwa gue bakalan hancurin hidup loe. Gue gak akan membiarkan cowok kalau loe senang begitu aja. Gue akan balas setiap perlakuan loe ke gue," ucap Ravendra kali ini.
Perlahan Aksara menatap Ravendra dengan sorot mata yang tak kalah dalam, "Gue juga bakalan hancurin hidup loe lebih dari ini. Sekali lagi loe berani sentuh Arsyilla, gue gak akan segan buat bikin perhitungan sama loe. Pria berengsek," sahut Aksara kali ini.
Aksara lantas segera berdiri dan menarik Arsyilla untuk mengikutinya. Kehadiran Ravendra yang tiba-tiba seakan menjadi momok tersendiri bagi Arsyilla kali ini. Sebenarnya Arsyilla tidak ingin bertemu lagi orang tuanya, hanya saja karena memang sudah bertemu Ravendra, lebih baik segera berbicara tegas dan meninggalkan tempat itu dengan segera.
__ADS_1