Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Filosofi Sebuah Rumah


__ADS_3

Rumah bukan sekadar tempat bernaung, tetapi rumah juga adalah tempat untuk berlabuh dan juga mengisi tangki air cinta antara suami dan istri. Bukan hanya bangunan yang tertata dari batu bata dengan campuran pasir dan semen, tetapi rumah dengan fondasinya yang kokoh dimulai dari perasaan cinta antara kedua pasangan yaitu suami dan istri yang sama-sama saling mencintai, saling menghormati sebagai individu atau pribadi, saling menghargai, dan saling setia.


“Yuk, kita room tour. Aku akan tunjukkan semua ruangan di rumah ini kepadamu,” ucap Aksara dengan masih menggandeng tangan istrinya itu. Tak sedetik pun Aksara melepaskan genggaman tangannya dari tangan Arsyilla.


Dengan detail Aksara menunjukkan ruangan demi ruangan di rumah itu. Menunjukkan hasil karyanya yang sudah mendesain rumah tersebut dengan sedemikian rupa.


"Ini ruang tamu, Honey … nanti kita bisa bersantai di sini sambil minum Teh Jahe hangat kesukaanmu,"ucap Aksara.


Arsyilla pun tersenyum dan memperhatikan ruang tamu yang memang memiliki konsep yang indah itu. Terlihat minimalis, sofa yang berwarna abu-abu terlihat sangat padu dengan desain ruang tamu tersebut.


“Bagus banget sih … punya suami Arsitektur rupanya benar-benar berguna saat ini,” balas Arsyilla. Wanita itu sedikit bercanda, karena memang memiliki suami seorang Arsitek membuat ruangan terasa lebih padu dan enak dipandang.


“Buat kamu, Honey. Aku mau berikan yang terbaik buat kamu. Masak aku kerahkan segala daya dan tenaga untuk setiap projek yang aku pegang, tetapi buat kamu sendiri masak aku tidak mengerahkan segala daya dan upayaku sih Honey,” sahut Aksara.


Arsyilla yang tengah merasa berbahagia kemudian segera melingkarkan tangannya memeluk pinggang suaminya itu. Bagi Arsyilla, suaminya itu telah benar-benar menunjukkan yang terbaik untuk dirinya.


“Kalau desain interiornya ini Kak?” tanya Arsyilla.


“Aku memakai desainer interior, Honey. Jaya Corp itu perusahaan konstruksi besar dan juga memiliki banyak karyawan yang membidangi rancangan bangun dan desain interior. Jadi ya aku menggunakan jasa mereka,” balas Aksara.

__ADS_1


Rupanya kali ini Aksara menunjukkan pentingnya koneksi yang dia miliki bahwa bekerja dan menjadi putra dari pemilik Jaya Corp tentu memudahkan Aksara untuk mendapatkan para pekerja dan staf ahli yang akan membangun istana cinta untuknya.


“Wah, keren banget sih … kayaknya nanti kalau aku bosen menjadi dosen, aku bisa deh bekerja di Jaya Corp,” balas Arsyilla.


Setelahnya kemudian Aksara menuntun Arsyilla untuk melihat dapur yang berada di tempat tersebut, “Ini dapurnya Honey … di dapur ini, kamu bisa memasak, dan aku bisa membantu untuk mencuci piring. Kita kerjakan pekerjaan di dapur bersama-sama,” ucap Aksara.


“Sweett banget sih Kak … kelihatannya kita menempati rumah baru berdua saja gimana Kak? Nanti kalau Dedek Bayi baru lahir, baru menggunakan ART,” ucap Arsyilla.


“Iya … menurut kamu enaknya bagaimana, Honey. Aku tidak keberatan. Hanya saja, aku tidak mau jika kamu kecapekan. Prioritaskan untuk kesehatan kamu dan Dedek Bayi,” balas Aksara.


“Iya Kak … makasih. Aku juga sekuatnya dan semampunya aja sih. Sorry juga, kalau aku banyak rebahin pas hamil ini,” ucap Arsyilla sembari menunjukkan wajah nyengir kepada suaminya itu.


“Tidak apa-apa Bumilku yang cantik dan sexy ini. Kamu rebahan juga tidak apa-apa. Senyamannya kamu saja, Honeyku,” balas Aksara.


“Ini kamar kita, Honey … lihatlah, tidak semua didominasi warna abu-abu. Bahkan headboardnya aku membelikan warna pink untukmu. Manis bukan?” ucap Aksara sembari menunjuk head board berwarna pink itu.


Kali ini nyatanya Arsyilla tak bisa lagi membendung air mata yang sejak tadi sudah dia tahan. Air mata yang membuatnya bahagia tentunya, bukan air mata kesedihan.


“Manis banget sih Kak … kamu jago banget bikin aku menangis karena bahagia dan terharu seperti sekarang ini,” balas Arsyilla.

__ADS_1


Dengan cepat Aksara membawa ibu jarinya menyeka buliran air mata yang membasahi pipi Arsyilla itu, “Jangan menangis … aku cuma ingin melakukan yang terbaik buat kamu. Kamu wanita yang sangat aku cintai seumur hidupku. Pertemuan pertama kita, pertemuan demi pertemuan selanjutnya membuatku yakin bahwa tidak ada pria yang mencintaimu sebesar aku, Honey. Istana ini bukti cintaku kepadamu,” ucap Aksara dengan sungguh-sungguh.


Sekali lagi Aksara menunjukkan bahwa dirinya mencintai Arsyilla dengan cinta yang tulus dan nyata. Cinta yang bukan hanya sekadar janji dan isapan jempol belaka, tetapi cinta yang memberikan bukti nyata bahwa dirinya memang mempersiapkan semua yang terbaik untuk wanita yang paling dicintainya itu.


“Aku percaya Kak … aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada pria yang bisa mencintaiku sebesar kamu. Aku bisa merasakannya dan aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri bahwa cintamu benar-benar nyata,” balas Arsyilla dengan terisak. Suaranya seperti tertahan karena sedang menangis, tetapi sekali lagi itu adalah air mata bahagia. Air mata yang menunjukkan bahwa dirinya begitu dicintai oleh pria yang menjadi suaminya itu. Air mata yang menunjukkan bahwa dirinya serasa diperlakukan sangat istimewa. Hati wanita mana yang tidak ada menangis haru saat diperlakukan dengan begitu baik oleh suaminya sendiri.


“Iya Honey … sejak awal kan aku sudah bilang bahwa aku ingin memberikan kepadamu cinta yang nyata. Cinta yang memberikan bukti dan aku nyatakan bahwa keseharianku setiap hari. Aku ingin memberikan cinta yang seperti. Jika, cinta hanya manis di mulut saja, itu bukan cinta … tetapi hanya bualan palsu,” balas Aksara.


Pria itu kemudian menundukkan wajahnya, dan kemudian meraih dagu Arsyilla. Tidak peduli dengan air mata yang masih berlinang di kedua sisi wajah Arsyilla, Aksara menatap kedua bola mata Arsyilla dengan begitu lekatnya. Seakan-akan di hadapannya hanya ada satu objek dan itu adalah Arsyilla. Lantas, Aksara kian menunduk, membelai sisi wajah Arsyilla dan kemudian melabuhan ciuman demi ciuman, pagutan demi pagutan, dan juga lu-matan demi lu-matan di bibir semanis cerry itu. Mencumbunya dengan dalam, memagutnya dengan lembut, dan Aksara tak segan untuk membuai bibir itu dengan memberikan usapan lidah yang hangat dan basah di sana.


Ketika kedua bibir bertemu, maka yang ada Aksara akan berubah seperti kumbang yang akan menghisap nektar di kedua belah bibir istrinya yang merekah laksana kelopak bunga itu. Mencumbunya, dan merasai sensasi manis berpadu hangat dan basah dari bibir istrinya itu. Pun sama dengan Arsyilla yang membalas ciuman Aksara, tangan wanita itu sedikit bertumpu pada dada Aksara, memegangnya, seolah dia merasakan detak jantung suaminya yang berdebar dan berdetak melebihi ambang batasnya saat mereka saling menyapa dengan bibir.


Oh, itu adalah peraduan yang sangat indah. Itu adalah sapaan terhangat dan termanis yang bisa dirasakan hanya oleh Aksara dan Arsyilla. Di kamar yang akan menjadi peraduan mereka untuk sepanjang usia itu, keduanya saling berciuman, menyampai berbagai rasa yang bersarang di hati, dan tentu rasa itu bernamakan C-I-N-T-A.


Aksara menghela nafas, dan kemudian menarik wajahnya dari wajah Arsyilla. Pria itu tersenyum menatap wajah Arsyilla yang bersemu merah dan kedua mata yang terpejam. Aksara lantas menyentuhkan keningnya dengan kening Arsyilla.


“Aku cinta kamu Arsyilla Kirana … benar-benar cinta kamu. Selamanya, sampai menutup usiaku, aku akan selalu mencintai kamu,” ucap Aksara dengan sungguh-sungguh.


Mendengar pengakuan cinta yang begitu tulus seperti itu, membuat Arsyilla berlinangan air mata. Pengakuan cinta yang membuatnya meleleh layaknya lilin yang berpijar dan perlahan meleleh perlahan-lahan. Pengakuan cinta yang menggetarkan bukan hanya raga, tetapi juga jiwanya.

__ADS_1


“Aku juga cinta kamu, Hubby … sangat mencintai kamu,” balas Arsyilla dengan terisak dan juga memeluk erat suaminya itu.


Sungguh, Arsyilla merasakan besarnya cinta dan kasih sayang yang ditunjukkan Aksara secara langsung kepadanya. Perasaan membuncah yang memenuhi dadanya membuat Arsyilla merengkuh tubuh Aksara dan juga membuat Arsyilla akan memasrahkan diri bahkan hidupnya sepenuhnya kepada pria yang sudah mencintainya dengan begitu luar biasa.


__ADS_2