Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Graduations Day


__ADS_3

Hari wisuda seakan menjadi sebuah resepsi yang harus dirayakan dan disambut dengan hati yang penuh dengan sukacita. Padahal, kenyataannya wisuda hanyalah ceremoni belaka. Kemeriahan dan sukacita di hari wisuda nyatanya berbanding terbalik dengan keadaan setelahnya, di mana tak jarang para lulusan sarjana yang masih fresh graduated nyatanya justru kesusahan mendapatkan pekerjaan pasca wisuda.


Namun, hal yang berbeda dirasakan oleh Aksara. Ya, pria itu diwisuda dalam kondisi dia sudah memasuki dunia kerja, stabil secara finansial, dan dia juga sudah beristri. Secara logika, dia sudah tidak perlu memikirkan hari esok harus melakukan wawancara pekerjaan, berjibaku mengantri mencari lowongan pekerjaan, menabung, dan sebagainya karena Aksara sudah berada di fase sudah memasuki dunia kerja. Akan tetapi, kehidupannya juga tidak mulus. Dia mengalami ketertinggalan di dunia pendidikan karena memilih hiatus kuliah untuk bekerja. Sehingga hari ini menjadi hari yang juga bersejarah bagi Aksara.


Pagi itu Aksara bangun dengan mengantarkan Arsyilla berias di make up artist langganannya. Sementara Aksara memilih kembali ke unit apartemennya tentu untuk bersiap juga. Baru saja menginjakkan kaki di apartemen, Aksara sudah membaca deretan pesan dari istrinya itu.


[To: A]


[Kak, semua baju dan toga kamu sudah aku siapkan di dekat meja rias. Tinggal dipakai aja Kak.]


[Sampai ketemu nanti di Auditorium Universitas.]


[Happy Graduations, Hubby]


Aksara pun tersenyum membaca deretan pesan yang dikirimkan istrinya itu. Pria itu kemudian bersiap dengan mengenakan kemeja putih, celana hitam, tidak lupa mengenakan dasi. Sementara untuk toganya dia akan pakai begitu sudah tiba di universitas saja. Aksara bahkan mengenakan pomade untuk menata rambutnya supaya lebih rapi.


Setelah siap dengan semua persiapan, Aksara memilih untuk menuju ke kampusnya, tujuannya adalah menghadiri wisuda hari ini. Sementara Bunda Kanaya dan Ayah Bisma akan turut datang dan bertemu dengan Aksara di kampusnya.


Beberapa menit menunggu, akhirnya Aksara pun bertemu dengan Ayah dan Bundanya. Bunda Kanaya tidak kuasa meneteskan air mata begitu melihat putranya kali ini berjalan ke arahnya dengan mengenakan toga berwarna hitam dan topi toga yang bertengger di kepalanya.


“Akhirnya … putranya Bunda diwisuda juga. Mas bayi Aksara … akhirnya sudah diwisuda,” ucap Bunda Kanaya sembari memeluk putranya itu.


Aksara pun tersenyum dan membalas pelukan Bundanya. “Maaf … selama bertahun-tahun baru hari ini Aksara bisa diwisuda,” balasnya.


Usai itu, giliran Ayah Bisma yang memeluk putranya itu, “Tidak masalah kamu terlambat di wisuda … tetapi, sudah membuktikan bahwa kamu bisa menyelesaikannya. Ayah bangga padamu,” ucap Ayah Bisma.


“Terima kasih banyak Ayah … Aksara akan selalu berjuang dan menjadi pria yang bertanggung jawab,” jawabnya dengan yakin.


“Mana Syilla, Aksa?” tanya Bunda Kanaya.


“Syilla mungkin sudah berada di dalam bersama Dewan Dosen Bunda … kami harus terpisah kali ini,” balas Aksara dengan menghela nafas yang terasa berat.


Sebenarnya Aksara ingin bersama dengan istrinya itu. Akan tetapi, bagaimana mau dikata jika istrinya harus menjalankan tugas negara yaitu berkumpul dengan Dewan Dosen di saat wisuda, sementara dirinya bersama dengan para wisudawan dan wisudawati lainnya.


“Sabar … suka duka menjadi Istrinya Dosen seperti itu,” ucap Ayah Bisma sembari menepuki bahu putranya itu.


Setelahnya, Ayah Bisma, Bunda Kanaya, dan Aksara memasuki auditorium kampus dan Aksara berkumpul dengan wisudawan dan wisudawati di bagian Teknik Arsitektur. Pria itu melirik ke kanan dan ke kiri, tujuannya adalah untuk mencari di mana sosok Istrinya itu. Merasa benar-benar mencari Arsyilla, akhirnya Aksara mengeluarkan handphone dari saku celananya dan kemudian mengirimkan pesan kepada istrinya itu.

__ADS_1


[To: Honey]


[Honey, kamu sudah di auditorium?]


[Kamu sekarang di mana?]


[Aku sudah duduk di auditorium, menunggu prosesi wisuda.]


[Aku sudah kangen kamu.]


Hingga tidak berselang lama, pesan-pesan itu terbalas juga oleh Arsyilla. Wanita itu membalas pesan untuk suaminya.


[Kak, aku sudah diauditorium.]


[Kita baru bisa ketemu usai prosesi selesai.]


[Sekali lagi, selamat diwisuda My Hubby.]


Pada akhirnya, seorang MC mulai membuka wisuda yang berlangsung siang itu. Mulailah Rektor dan Guru Besar menaiki podium. Sementara para wisudawan dan wisudawati mulai dipanggil berdasar fakultas dan nama mereka, naik ke podium untuk mendapatkan jabat tangan, mengubah tali di topi toga, dan mendapat plakat wisuda. Pertama yang dipersilakan berdiri adalah wisudawan dan wisudawati dari Fakultas Kedokteran, kemudian dilanjutkan ke Fakultas yang lain. Sampai pada akhirnya, tibalah untuk wisudawan dari Fakultas Teknik Arsitektur.


“Aksara Adhinata Pradhana, S. Ars.”


Begitu nama itu disebut, Aksara berjalan dengan tenang menaiki podium. Pria itu menjabat tangan Rektor dan Guru Besar yang duduk di sana, dan menerima plakat wisuda.


“Selamat ya Aksara,” ucap salah seorang Professor di Fakultas Teknik Arsitektu.


“Terima kasih, Prof.” Aksara membalas dengan sedikit menundukkan badannya.


Turun dari podium, Aksara melihat ke sekelilingnya, barang kali saja istrinya terlihat di podium itu. Sampai pada akhirnya, retina matanya bisa menangkap seorang wanita berparas ayu yang kali ini bertepuk tangan untuknya dan wajahnya terlihat berseri-seri. Sudah pasti dia adalah Arsyilla, saat mata mereka saling bersitatap, Aksara menganggukkan kepalanya. Sebatas memberikan sinyal untuk istrinya itu.


Paling tidak istrinya bisa melihat dan menyaksikan prosesi ketika dirinya diwisuda. Itu sudah lebih dari cukup. Aksara sudah merasa bahagia karena sampai pada akhirnya bisa melihat istrinya.


Usai prosesi wisuda selesai, banyak wisudawan yang melakukan sesi foto-foto. Baik di auditorium mau pun di luar auditorium. Sementara Aksara segera mencari Ayah Bisma dan Bunda Kanaya tentunya untuk menunggu istrinya juga.


“Itu istri kamu,” ucap Bunda Kanaya menunjuk Arsyilla yang sedang berjalan ke arah mereka.


Wanita itu sudah pasti mengenakan kebaya, baju toga, dan juga wajahnya berias kali ini. Aksara nyatanya begitu terpesona dengan istrinya saat itu.

__ADS_1


“Istrinya Aksara cantik ya Bunda,” respons Aksara yang terlihat begitu terkesima dengan Arsyilla kali ini.


“Setiap tahun kamu akan selalu melihat istrinya berias dan mengenakan toga seperti itu, Aksara … karena istrimu adalah Dosen yang setiap tahun menghadiri wisuda mahasiswanya,” balas Ayah Bisma.


“Tapi ini pengalaman pertama Aksara melihatnya, jadi begitu istimewa,” jawabnya.


Sontak saja keluarga itu tertawa, tidak mengira bahwa Aksara begitu mudahnya mengakui bahwa dia terpesona dengan istrinya itu.


“Ayah … Bunda, akhirnya bisa bertemu,” sapa Arsyilla sembari menjabat tangan dan kemudian memeluk Ayah dan Bundanya itu.


“Iya … sejak tadi Bunda nungguin kamu,” balas Bunda Kanaya.


“Maaf Bunda, tadi ada mahasiswa yang ngajakin foto,” balas Arsyilla.


Memang tidak dipungkiri usai prosesi wisuda, banyak mahasiswa yang mengajak Dosennya untuk berfoto bersama. Mengabadikan moment.


“Sekarang, kamu harus foto sama aku dulu. Bunda, tolong fotokan kami berdua yah,” ucap Aksara kini.


Pria itu tanpa segan berdiri di samping Arsyilla dan tangannya menggenggam tangan Arsyilla. Bunda Kanaya tampak mengabadikan momen diwisudanya putranya itu. Begitu manis di mata Bunda Kanaya dan Ayah Bisma.


“Bagus fotonya,” ucap Bunda Kanaya.


“Sekarang ayo kita foto bersama,” ucap Ayah Bisma.


Tampak Ayah Bisma mengeluarkan tripod dan memasang kameranya di sana. Mengatur timer, dan mereka berempat berfoto bersama.


“Bagus … hari ini, kita menghadiri wisudanya Aksara. Semoga tahun depan kita bisa menghadiri wisudanya Rangga,” balas Ayah Bisma.


Aksara lantas melihat foto-foto itu, kemudian berbisik di telinga Arsyilla.


“Honey, boleh enggak aku upload foto ini?” tanya Aksara.


“Jangan Kak … setelah memberikan undangan resepsi kita saja,” balas Arsyilla.


Akhirnya Aksara pun menganggukkan kepalanya, “Baiklah … hari ini aku sudah diwisuda, dan bulan depan kita akan melakukan resepsi. Ah, bahagianya,” ucap Aksara kali ini.


Wisuda bukanlah akhir, tetapi masih banyak planning yang harus mereka capai bersama usai wisuda hari ini.

__ADS_1


__ADS_2