
Malam hari di kota Solo itu seakan menjadi malam yang bergelora bagi Aksara dan Arsyilla. Bagaimana tidak, melakukan Field Trip dengan mahasiswa dari kampus, tetapi Aksara agaknya memiliki seribu satu cara untuk bisa dekat dengan istrinya itu. Bahkan Aksara rela pindah kamar dan mencari kamar hotel dengan connecting door asalkan bisa menghabiskan sedikit waktu dengan istrinya.
Kali ini, seakan menjadi reward yang fantastis yang baru saja dia dapatkan dari sang istri. Bagaimana tidak, setelah beberapa hari berpuasa, akhirnya Aksara bisa berbuka dengan yang manis. Benar-benar manis, melebihi gula yang paling sekali pun.
Pria itu tersenyum lebar dan merengkuh tubuh istrinya dalam pelukannya, menyandarkan kepala sang istri yang di dada bidangnya yang masih polos.
“Makasih ya Sayang … rewardnya luar biasa. Benar-benar mantap jiwa,” ucapnya.
Tanpa mampu berkata, Arsyilla mencerukkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
"Iya Kak … walaupun aku deg-degan sebenarnya," balasnya.
"Kamu itu apa-apa deg-degan sih. Padahal kan ya aman-aman saja," sahut Aksara sembari mengacak gemas puncak kepala istrinya itu.
"Tetap saja Kak, harusnya Field Trip kan fokus urus kegiatan kampus. Untung gak ada yang nyariin aku juga kan ya?" tanyanya.
Aksara lantas mengambil handphone Arsyilla yang terletak di nakas samping tidurnya, dan memberikannya kepada istrinya.
"Coba, kamu lihat dulu. Ada tidak yang mencari kamu," ucap Aksara.
Arsyilla menerima handphone itu dan mengecek setiap pesan dan juga riwayat panggilan telepon. Untung saja tidak ada yang mencarinya. Setidaknya perasaannya menjadi lebih aman.
"Ada?" tanya Aksara lagi.
Dengan cepat Arsyilla menggelengkan kepalanya, "Untung enggak ada," sahutnya.
"Mau tidur sekarang atau mau makan malam Sayang?" tawar Aksara kepada istrinya itu.
"Jam berapa sih ini Kak?" tanyanya kepada suaminya.
"Baru jam 20.00 malam kok. Kalau kamu laper, aku bisa belikan makanan via pesan antar aja buat kamu," sahut Aksara.
"Oh, baru jam 20.00 yah, kukira udah malam … tapi, aku capek Kak," keluh Arsyilla pada akhirnya.
__ADS_1
"Lalu, gimana kamu mau tidur atau lapar? Jangan tidur dengan perut kosong Sayang," sahut Aksara lagi.
Itu semua Aksara lakukan karena tidak ingin membuat istrinya tidur dengan perut kosong yang justru membuatnya sakit. Lebih baik mengisi perut terlebih dahulu, perut dalam keadaan perut terisi jauh lebih melegakan.
"Hmm, ngantuk Kak," balas Arsyilla lagi. Wanita itu justru bergelung dalam selimut dan memejamkan matanya. Rasanya justru untuk tidur jauh lebih enak, dibandingkan harus bangun dan mengisi perutnya terlebih dahulu.
"Bangun dulu Sayang… aku pesankan makan," pinta Aksara kali ini.
Rupanya Aksara tidak akan membiarkan istrinya itu tertidur dengan perut kosong. Lagipula, usai kegiatan panas keduanya sudah pasti perut Arsyilla pun kosong. Sekalipun sore sudah memakan Selat Solo, tetap saja perutnya tidak terisi sepenuhnya.
Akhirnya, Aksara berselancar dengan aplikasi di handphonenya. Memilih makanan khas Solo yang bisa dipesan antar. Aksara membiarkan sejenak Arsyilla yang masih bergelung di bawah selimut putih dan tebal itu.
Hingga akhirnya pria itu menyingkap selimut yang dikenakan istrinya.
"Yuk, bangun dulu yuk … pakai baju kamu dulu, abis ini makan malam dulu, aku udah pesankan makan," ucapnya.
Dengan berat hati, Arsyilla pun terbangun. Bahkan Aksara turut membantu istrinya itu untuk mengenakan pakaiannya. Pria itu memperlakukan istrinya dengan sangat manis.
"Aku bisa sendiri, Kak," sahut Arsyilla yang benar-benar merasa malu sebenarnya.
Selang hampir 15 menit, Aksara meminta izin kepada Arsyilla untuk turun ke lobby terlebih dahulu. Pria itu bersikap santai dan biasa saja. Berusaha membawa diri seadanya.
Rupanya di Lobby tanpa sengaja Aksara justru kembali bertemu dengan Pak Bagas. Pria itu terlihat baru saja masuk ke dalam lobby.
"Mau kemana Aksara?" tanya pria yang berprofesi sebagai dosen itu.
"Ambil makan, Pak ... tadi pesan antar ke mari," balas Aksara.
"Tidak ikut makan dengan anak-anak di Angkringan depan hotel itu tadi?" tanya Pak Bagas lagi.
"Tidak, Pak... tadi istirahat karena kecapean dan besok harus bangun pagi ke stasiun," balas Aksara.
Setelah itu, Aksara meminta izin keluar dari lobby dan berpamitan dengan dosennya itu. Aksara dengan cepat menerima kantong plastik yang diantar oleh Abang Ojek berjaket hijau itu. Setelahnya Aksara kembali ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Sayang, ayo makan dulu," ucap Aksara perlahan.
"Kok lama Kak?" tanya Arsyilla.
"Iya di bawah ketemu Pak Bagas tadi, ditanyai kenapa enggak makan di Angkringan depan sama anak-anak," cerita Aksara.
Kemudian Aksara membuka makanan yang dibungkus dengan daun pisang itu dan menyuapkannya untuk Arsyilla.
"Yuk, makan ... aku suapin," ucap Aksara.
"Apa ini Kak?" tanya Arsyilla.
"Nasi Liwet khas Solo, Sayang. Sudah sampai Solo harus makan Nasi Liwet ini," balasnya.
"Aromanya udah enak banget. Cuma nasinya gurih, sayurnya pakai santan, gemuk aku nanti, Kak," keluh Arsyilla.
Mendengar ucapan Arsyilla, nyatanya Aksara justru tertawa, "Gak apa-apa. Gemuk gak masalah. Aku terima kamu apa adanya. Yuk, aku suapin," balas pria itu.
Sembari tersenyum, Arsyilla membuka mulutnya dan menerima setiap suapan dari suaminya itu. Arsyilla lantas membuka bungkusan yang satunya dan menyuapkannya untuk suaminya.
"Kamu juga makan, Kak ... kamu pasti juga laper," balas Arsyilla.
"Makasih Sayang," balas Aksara.
Beberapa saat waktu berlalu, keduanya memilih untuk benar-benar menikmati Nasi Liwet khas Solo yang gurih dan enak itu. Bahkan keduanya memilih makan sambil menyuapi satu sama lain.
"Makasih yah, buat jatahnya malam ini. Sering-sering beri pertanyaan pas kuliah yang berhadiah kayak gini, Sayang. Biar aku jawabnya makin semangat," balas Aksara.
Arsyilla pun menyipitkan kedua matanya melihat suaminya itu, "Kalau aku tidak capek, tidak pas halangan, ya aku kasih kok Kak ... kan sistem tubuh wanita itu beda, kadang capek banget usai begitu justru tambah capek," jelas Arsyilla.
"Iya-iya Sayang... tenang aja. Lagipula aku enggak memaksa kamu kok. Penting satu tahun ini, anggap saja kita fase pengantin baru, Sayang. Sebelum nanti kalau punya baby sudah akan berubah kan," jawab Aksara.
"Iya Kakak, tenang aja. Cuma ya aku minta maaf karena kadang memang kecapekan," sahut Arsyilla.
__ADS_1
"Iya dimaafin. Makan lagi ya, aku gak mau kamu tidur dengan perut kosong pokoknya. Gemuk enggak apa-apa. Aku cinta kamu apa adanya," tegas Aksara kepada istrinya itu.
Bagi Aksara, dia memang mengharuskan istrinya harus gemuk atau pun kurus. Sebab, cintanya kepada sang istri apa adanya. Tinggal terpengaruh dengan berat badan sang istri.