Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
MPASI Pertama


__ADS_3

Bulan demi bulan pun berlalu, dan Ara kini sudah di usia enam bulan. Itu artinya Ara akan menikmati MPASI pertamanya. Fase MPASI adalah di mana seorang bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan mulai bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI. Jenis makanan yang paling baik untuk awal MPASI adalah sayuran seperti labu, wortel, ubi, brokolo. Buah seperti apel, pisang, pir, alpukat. Jika dulu, para Ibu disarankan hanya memberikan satu jenis makanan saja di MPASI pertama bayi. Akan tetapi, sekarang ahli gizi sudah menyarankan supaya bayi mendapatkan makanan empat bintang di menu MPASI pertamanya. Makanan empat bintang yang mengandung Karbohidrat, Protein, Lemak, dan Vitamin.


Sama seperti jenis Ibu lainnya yang excited menyambut MPASI pertama si baby. Arsyilla pun sejak pagi sudah membuatkan MPASI untuk Ara.


"Pagi-pagi sudah heboh banget Honey?" tanya Aksara yang pagi itu berjalan ke dapur dan mendengar suara blender di area dapur.


"Iya Ayah ... mau buatin MPASInya buat Ara. Hari ini, hari pertamanya MPASI. Gak terasa banget, kayaknya baru kemarin dilahirkan sekarang sudah 6 bulan aja usianya," balas Arsyilla.


Aksara pun mendekat dan mengamati bahan apa saja yang dipakai oleh istrinya itu, "Apa saja Honey?" tanyanya.


"Beras organik, Hati ayam, Wortel, dan ini ada bell-cube (salah satu merek butter yang sering digunakan untuk MPASI). Harus empat bintang Ayah, biar sehat dan makin gemoy Aranya,” balas Arsyilla dengan terkekeh geli.


“Wah, sehat banget dong ini putrinya Ayah,” balas Aksara sembari memperhatikan istrinya yang sedang membuat olahan MPASI untuk Ara.


Setelah itu, Aksara pun mengambil air putih dalam sebuah gelas, dan kemudian meminumnya, “Teksturnya harus halus ya Honey?” tanya Aksara.


“Iya Ayah … yang lembut dulu. Lidahnya masih penyesuaian dengan tekstur dan rasa, semoga saja sih Ara mau,” balasnya dengan masih melembutkan MPASI dengan menggunakan saringan agar teksturnya halus dan bisa dinikmati oleh Ara.


Beberapa waktu berada di dapur, kemudian Arsyilla telah selesai membuat MPASI untuk Ara. Arsyilla membagi MPASI itu dalam dua wadah, satu untuk pagi hari, dan satu untuk siang hari. Di sore hari, akan Arsyilla berikan biskuit bayi khusus untuk bayi berusia 6 bulan.


“Hebat banget sih Bunda, semenjak jadi Ibu, keterampilan kamu bertambah loh Honey … aku aja sampai terkagum-kagum sama kamu,” ucap Aksara.


Itu bukan sekadar ucapan, tetapi memang Arsyilla kian telatih untuk menjadi seorang Ibu. Dari yang semula awam dan masih kaku, sampai akhirnya mengubah Arsyilla yang begitu cekatan menjadi seorang Ibu di usianya yang masih muda.

__ADS_1


“Semua Ibu juga akan mengalaminya Kak … aku tuh masih dalam fase belajar. Untuk menjadi seorang Ibu kan juga harus belajar, gak bisa langsung begitu saja menjadi seorang Ibu.” Arsyilla membalas ucapan suaminya itu.


Tidak berselang lama, Arsyilla menata sarapan di meja. Kemudian, dia mengambil Ara dari kamarnya, dan kemudian mendudukkan Ara di baby chair yang sudah diatur sedemikian rupa supaya Ara bisa tiduran dengan posisi duduk, kemudian dia mulai menyuapkan MPASI perlahan-lahan kepada Arsyilla.


“Mam mam yuk Sayang … sudah Bunda buatin menu spesial nih buat Ara. Latihan makan ya putrinya Bunda,” ucapnya sembari mencoba menyuapi Ara.


Sedikit suapan pertama, Ara tampak menunjukkan wajah terkejut, dengan bibirnya yang seolah menerka-nerka rasa apa yang diberikan oleh Bundanya itu. Namun, Arsyilla masih berusaha memberikan MPASI untuk Ara.


“Coba dirasakan dulu yah rasanya … biar Ara kenalan sama berbagai makanan sehat,” ucap Arsyilla lagi.


Suapan kedua, ketiga, sampai kelima lancar. Akan tetapi, di suapan keenam, Ara mulai menyemburkan makanannya. Sampai beberapa makanan mengenai baju dan juga tangannya.


Melihat aksi Ara, Aksara pun berdiri dan mengusapi baju dan tangan Ara yang terkena MPASInya.


Aksara pun tersenyum, “Tuh lihat Bunda, dia masih berusaha mencecap rasanya. Lucu banget sih,” balas Aksara.


“Lucu banget Kak … cuma MPASI itu orang tua juga sabar, karena kan bayi kan perilakunya macam-macam. Ada yang mau langsung makan, ada juga yang harus sembur-semburin makanannya. Masih fase kenalan dulu,” ucap Arsyilla.


“Benar banget Honey … enggak apa-apa, nanti aku bantu bersihkan. Kita kan udah janji bakalan jadi partner terbaik untuk mengasuh Ara. Jadi, suamimu ini akan selalu membantumu,” balas Aksara dengan nada suara yang terkesan begitu percaya diri.


“Tuh mau Ayah … disuapin Ayah lagi yah. Nah, gitu Ara Sayang … dicecap rasanya, kenalan dulu, sehabis itu ditelan pelan-pelan ya Sayang,” ucap Arsyilla.


Hingga akhir pekan di pagi hari itu, mereka cukup heboh dengan memberikan MPASI pertama untuk Ara. Separuh mangkok MPASI untuk bayi berusia 6 bulan itu habis dimakan. Setelahnya, Arsyilla juga segera membersihkan peralatan makan Ara. Sementara Aksara membantu mengganti baju Ara dengan yang bersih dan juga mengelap dengan tissue basah untuk bibir dan tangan Ara.

__ADS_1


“Seru ya Honey … bisa menikmati momen seperti ini,” ucap Aksara lagi.


Banyak keseruan yang bisa dia rasakan selama menjadi seorang Ayah. Mulai dari membantu Arsyilla di pagi hari, menemani menyusui bayinya di malam hari, dan sekarang di fase MPASInya. Tidak terasa putrinya sudah setengah tahun, banyak syukur yang Aksara ucapkan dalam hatinya.


“Iya Kak … seru,” balas Arsyilla.


“Ya sudah, kamu istirahat saja … ini weekend, aku aja yang pegang Ara,” balasnya.


Arsyilla pun tersenyum dan memeluk tubuh suaminya dengan tiba-tiba, “Makasih Ayah … kamu baik banget sih. Kamu setelah menjadi Ayah juga keren banget. Kamu bisa aku andalkan dan kita bisa berbagi peran untuk mengasuh Ara. Ara pasti seneng banget dan akan bisa merasakan bahwa Ayahnya sangat sayang dan perhatian kepadanya,” balas Arsyilla.


Aksara pun tersenyum, “Sama-sama Sayang … karena kamu belajar, maka aku pun belajar. Jadi, kita sama-sama belajar jadi orang yang baik bagi Ara. Walaupun indikator baik itu relatif, tetapi mari kita lakukan semua yang kita bisa untuk menjadikan orang yang baik untuk Ara,” balas Aksara.


Dalam berumahtangga, ketika anak kian tumbuh, sebenarnya orang tua juga tumbuh. Baik dalam skill dan juga kesabaran. Melatih bersabar saat anak rewel dan ingin ditenangkan. Melatih kemampuan untuk menjadi Ayah dan Ibu yang hebat. Dari orang-orang tua yang mau belajarlah, setiap anak akan menjadi kasih sayang dan bukti nyata cinta dari kedua orang tuanya.


Happy Reading^^


***


Dear Bestie,


Novel Aksara untuk Arsyilla akan tamat akhir bulan ini yah. Di sisa waktu, kalian ini cerita Aksara dan Arsyilla cukup dengan satu anak saja? Atau kita tambahkan satu anak lagi untuk mereka? Silakan komentar yah.


Love U All,

__ADS_1


Kirana


__ADS_2