Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Mengunjungi Mertua


__ADS_3

Saat Aksara tengah fokus membelah ramainya jalanan Ibukota di sore hari yang lebih ramai itu, tiba-tiba saja handphone Aksara berdering. Sontak dia mengambil handphone itu dari saku celananya, dan melihat siapa yang menelponnya. 


Bunda Kanaya


Memanggil


Oleh karena itu, Aksara segera menepikan mobilnya dan menerima panggilan dari Bunda Kanaya itu.


“Kamu baru di mana, Aksara?” tanya Bunda Kanaya melalui sambungan seluler itu.


“Masih di jalan, Bunda … abis jemput Syilla di kampus,” jawabnya.


“Oh, mampir ke rumah ya, Nak … kita makan malam bersama. Bunda dan Ayah juga pengen semakin kenal dengan menantu, Bunda,” terdengar Bunda Kanaya terkekeh melalui sambungan telepon itu. 


Aksara kemudian menoleh guna melihat wajah Arsyilla, seolah meminta Arsyilla untuk mau menerima permintaan dari Bundanya itu.


“Syilla, kecapean loh Bunda … baru pulang mengajar.” Aksara menjawab sembari melirik Arsyilla yang duduk dengan tenang di kursi co-driver itu.


Akan tetapi, agaknya Kanaya tidak menerima penolakan. Wanita itu tetap meminta Arsyilla dan Aksara untuk datang ke rumahnya sekarang juga.


Kemudian, Aksara menaruh kembali handphone dan mulai bertanya kepada Arsyilla, “Gimana, Bunda meminta kita makan malam di sana,” ucapnya.


Rupanya kali ini tanpa harus berdebat dan adu mulut, Arsyilla sudah mengangguk, “Ya sudah, ayo …” balasnya. “Euhm, tetapi mampir ke toko kue dulu yah … dulu kamu kan datang ke rumahku dengan membawa buah tangan, sekarang biar aku membalasnya. Kue kesukaan Bunda dan Ayah apa?” tanyanya kali ini kepada Aksara.


“Tidak ada kue yang secara khusus disukai Ayah dan Bunda, mereka suka segala jenis kue kok,” jawab Aksara.


Akan tetapi, Arsyilla justru menyipitkan matanya menatap Aksara yang kembali fokus mengemudikan stir mobilnya itu.


“Jangan-jangan kamu tidak tahu apa kue kesukaannya Ayah dan Bunda,” terkanya kali ini.

__ADS_1


Aksara pun justru tertawa, “Sebagai anak yang berbakti, sudah pasti aku sangat tahu kesukaan Ayah dan Bunda. Akan tetapi, memang Ayah dan Bunda suka semuanya. Apa saja juga pasti akan dimakan kok sama Ayah dan Bunda. Cuma, Ayah itu punya masakan yang sangat disukainya, Ikan Kuah Asam Pedas, itu masakan kesukaan Ayah,” cerita Aksara kali ini kepada Arsyilla.


Mendengarkan cerita dari Aksara, sesekali Arsyilla pun mengangguk. Kemudian Arsyilla menunjuk sebuah toko kue yang berada di tepi jalan sebelum masuk ke area perumahan keluarga mertuanya.


“Tolong mampir di situ dulu yah,” pintanya kali ini.


Aksara pun mengangguk, “Iya,” jawabnya.


Dengan cepat Arsyilla memasuki toko kue itu, dan kali ini dia memilihkan Bolu Mandarin untuk Ayah Bisma dan Bunda Kanaya. Menurut pengamatannya, mertuanya termasuk sosok yang klasik, maka Kue Bolu Mandarin yang klasik pun menjadi pilihan Arsyilla.


Lain dengan Arsyilla, kini Aksara justru tengah memandangi Cupcake berwarna-warni dengan hiasan Unicorn, pria itu bahkan memilih satu cupcake dan meminta untuk membungkusnya secara terpisah.


Dalam diam, Arsyilla pun bergumam.


Pasti beli buat Thania. Seorang Daddy yang baik. Ah, iya karena terlalu fokus dengan masalahku, aku sampai lupa kalau pria itu adalah Daddynya Thania.


Dengan diam, Arsyilla pun membayar kue yang dia pilih dan meminta untuk membungkusnya dengan rapi. Setelah itu, Arsyilla memilih keluar terlebih dahulu dari toko kue menunggu Aksara di luar.


"Yuk, sudah?" tanyanya kepada Arsyilla. 


"Iya sudah," jawab Arsyilla yang kemudian memilih untuk memasuki mobil Aksara terlebih dahulu. 


Begitu sampai di dalam mobil, Aksara segera memberikan satu paper bag untuk Arsyilla. "Ini buat kamu," jawabnya sembari menaruh paper bag kecil itu di atas paha Arsyilla. 


Perlahan Arsyilla membuka paper bag itu dan melihat isi dalamnya. 


"Caramel short bread lagi?" tanyanya kali ini kepada Aksara. 


Pria itu mengangguk, "Iya, buat kamu," jawabnya dan kemudian mengemudikan mobilnya lagi menuju kediaman kedua orang tuanya. 

__ADS_1


Arsyilla cukup terpana melihat rumah mewah dengan gaya Mediterania di hadapannya. Lagipula, ini memang kali pertamanya mengunjungi rumah mertuanya. Sehingga, Arsyilla terpana dengan rumah megah yang begitu indah ini. 


"Wah, rumahnya indah sekali. Desain arsitekturnya mengambil konsep Mediterania ala-ala rumah di Yunani sehingga memungkinkan setiap orang yang tinggal di rumah ini akan bermandikan cahaya matahari sepanjang tahun karena rumah ini juga menghadap ke Timur," ucapnya sembari memperhatikan desain rumah mertuanya itu. 


Aksara pun tersenyum, "Dosen arsitektur memang keren yah, bisa langsung menebak konsep desain dan filosofinya," sahut Aksara. 


Arsyilla pun sontak menoleh pada Aksara, "Enggak juga, Dosen kalau enggak banyak belajar konsep desain arsitektur juga gak akan tahu," kilahnya. 


Sebab, bagi Arsyilla sekalipun sudah menjadi Dosen harus tetap belajar. Terlebih desain arsitektur itu ke depannya akan berkembang, jadi untuk mengembangkan dirinya Dosen harus terus belajar. 


Setelah itu, Aksara pun berjalan dan mengetuk pintu rumah orang tuanya itu. 


"Sore Bunda," sapanya begitu Bunda Kanaya membukakan pintu baginya. 


Arsyilla pun mengangguk dan tersenyum, "Selamat sore Bunda," sapanya kepada mertuanya itu. 


Bunda Kanaya justru langsung memeluk Arsyilla, "Sore menantunya Bunda … akhirnya, kamu datang ke rumah ini juga. Ayo, masuk … Ayah kamu sudah menunggu di dalam," ajak Kanaya kepada Arsyilla. 


"Ayah, lihat nih sapa yang datang," ucap Bunda Kanaya sembari menggandeng tangan Arsyilla. 


"Wah, menantu Ayah datang. Dari kampus ya Syilla?" tanya Ayah Bisma. 


"Iya, Paman Dokter … eh, Ayah maksudnya. Maaf." Arsyilla pun menundukkan wajahnya dan merasa malu karena memanggil Ayah mertuanya dengan panggilan lamanya yaitu Paman Dokter. 


Tidak marah, Bunda Kanaya dan Ayah Bisma justru tertawa. 


"Kamu ini bisa saja sih, enggak menyangka pasiennya Ayah sekarang menjadi menantunya Ayah sendiri," ucap Ayah Bisma kini. 


"Masak sih Yah?" tanya Bunda Kanaya kepada suaminya itu. 

__ADS_1


Ayah Bisma pun mengangguk, "Iya … dari bayi, Arsyilla Kirana selalu vaksin di rumah sakit dan Ayah Dokter Spesialis Anaknya. Dari dia bayi, terus adiknya Arshaka juga vaksinasi sama Ayah. Jadi, karena dulu sering ikut Ibu Khaira waktu memvaksin Arshaka, jadi Arsyilla pasti masih ingat Ayah. Iya, enggak Syilla?" tanya Ayah Bisma kepada Arsyilla. 


"Hemm, iya… dulu sering diajak Bunda untuk vaksinasi Shaka juga, dari vaksin wajib sampai tambahan semuanya bersama Dokter Bisma," jawabnya kali ini. 


__ADS_2