
Sejenak melupakan perihal Ravendra, Aksara dan Arsyilla terus berusaha untuk menciptakan dan menjaga keharmonisan rumah tangga mereka berdua. Lagipula, keduanya sudah berjanji untuk saling menjaga dan terus saling mencintai satu sama lain. Sehingga, mereka memilih bersikap santai, kendati demikian tetap saja mereka berdua harus waspada.
“Kapan mau medical check up, Honey?” tanya Aksara kali ini kepada istrinya itu.
“Kapan yah Kak … aku ngikut aja sih. Kamu enggak sibuk kapan?” tanya Arsyilla kali ini.
“Sebentar … aku telepon Ayah dulu yah, tanya Dokter Spesialis Kandungan yang bagus dan menjelaskannya detail. Kan kita sama-sama awam, jadi kalau dapat Dokter yang bagus kan justru malahan bagus dan kita bisa sekalian belajar,” ucap Aksara kali ini.
Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Iya … telepon sekarang aja Kak. Biar kita juga bisa bergerak cepat,” balas Arsyilla.
Aksara pun justru tertawa, “Kamu enggak sabaran yah? Kalau biasanya nih Sayang … pasangan yang mau punya baby harus rajin-rajin tuh berhubungan. Masalahnya, kamu keberatan enggak?” tanya Aksara sembari menggerakkan alisnya yang membuat pria itu terlihat nakal.
“Mana ada … alasannya kamu aja, Kak. Mau enak-enaknya,” balas Aksara sembari menyipitkan kedua matanya kepada suaminya itu.
“Swear! Aku enggak bohong,” kilah Aksara kali ini.
Akan tetapi, Arsyilla dengan cepat menggelengkan kepalanya, “Aku sih enggak percaya karena aku udah tahu kamu luar dalam. Daripada menebak-nebak, lebih baik nanti dengarkan dulu advice dari Dokter,” balas Arsyilla.
Aksara pun kemudian menganggukkan kepalanya, “Oke deh … nurut sama Bu Dosen,” balasnya yang tentu membuat Arsyilla begitu sebal dan gemas secara bersamaan kepada suaminya itu.
Usai bercanda dengan istrinya, Aksara segera mengambil handphonenya dan tujuan kali ini adalah menghubungi Ayahnya untuk bertanya Dokter Spesialis Kandungan atau Obgyn yang bagus. Setidaknya Ayah Bisma masih praktik di Rumah Sakit, sehingga paling tidak Ayah Bisma tahu Dokter mana saja yang bagus dan bisa memberikan penjelasan yang detail untuk Aksara dan juga Arsyilla.
Ayah Bisma
Memanggil
“Halo, selamat malam Ayah,” sapa Aksara kali ini kepada Ayahnya melalui panggilan telepon.
“Ya halo … ada apa Aksara?” balas Ayah Bisma.
“Begini Ayah … kami mau bertanya, di Rumah Sakit tempat Ayah bekerja, Dokter Obgyn yang bagus siapa ya Ayah?” tanya Aksara secara langsung. Tidak perlu bertele-tele kepada Ayahnya.
“Oh … ada Dokter Rinta, masih muda dan dulu dia bekerja di Singapura. Untuk pasangan muda seperti kalian biasanya nyaman dengan Dokter yang masih muda,” balas Ayah Bisma.
“Menjelaskannya detail enggak Ayah?” tanya Aksara lagi.
“Detail sih … kenapa, apa sudah ada berita baik?” tanya Ayah Bisma kali ini.
__ADS_1
“Enggak Ayah … kami mau program hamil dan medical cek up dulu kok, Yah … sudah waktunya untuk memiliki buah hati. Lagipula, Aksara juga sudah lulus kuliah. Sudah waktunya mempersiapkan diri menjadi seorang Ayah,” balas Aksara.
Di seberang sana, Ayah Bisma tampak tersenyum. Putranya itu kian dewasa dan memikirkan banyak hal sebagai seorang suami dan calon Ayah. Tentu saja Ayah Bisma merasa begitu bahagia sekarang.
“Ya, itu bagus Aksara … persiapkan semuanya dengan matang. Persiapan yang matang sangat bagus untuk pasangan muda seperti kalian,” ucap Ayah Bisma kali ini.
“Iya Ayah … nanti bisa minta tolong kirimkan jadwal praktiknya Dokter Rinta enggak Ayah?” tanya Aksara kini.
“Oke, Ayah akan kirimkan ke kamu yah,” balas Ayah Bisma.
“Ya Ayah … makasih,” ucap Aksara dan kemudian mengakhiri panggilan selulernya.
Usai menelpon Ayah Bisma, rupanya tidak berselang lama Ayah Bisma mengirimkan jadwal praktik Dokter Rinta kepada Aksara.
[To: Aksara]
[Ini jadwal praktik Dokter Rinta.]
[Untuk pemeriksanaan sore, bisa daftar paginya supaya mendapat nomor antrian.]
[Salam untuk Syilla yah … semoga Ayah dan Bunda akan segera mendapatkan kabar baik dari kalian berdua.]
“Iya boleh … lebih cepat lebih baik,” balas Arsyilla.
***
Keesokan harinya …
Aksara dan Arsyilla kini sudah berada di Rumah Sakit dan tujuannya adalah untuk melakukan medical cek up. Mempersiapkan kehamilan sejak dini, supaya hasilnya pun juga lebih baik. Setidaknya tubuh mereka dan sistem reproduksi mereka juga harus dipersiapkan terlebih dahulu.
“Lucu ya Kak … tuh kalau para Istri hamil, suaminya jadi lebih sayang kayak gitu,” ucap Arsyilla sembari mengamati beberapa pasangan suami istri di mana sang istri tengah berbadan dua.
“Kalau aku setiap hari sudah sayang banget sama kamu, Honey … kalau aku kamu hamil, rasa cinta dan sayangku justru akan terbagi,” sahut Aksara.
Arsyilla mengernyitkan keningnya mendengar jawaban dari suaminya itu, “Terbagi bagaimana Kak?” tanyanya.
“Terbagi untuk kamu dan calon buah hati kita. Jadi, ya begitu deh … cuma tenang saja cinta dan sayangku buat kamu kalau terbagi, justru kian bertambah,” sahut Aksara.
__ADS_1
Arsyilla terkekeh geli mendengar jawaban suaminya itu. Terkesan lebay dan begitu hiperbola, hanya saja di saat bersamaan justru dirinya senang mendengar ucapan suaminya tersebut.
Beberapa menit menunggu, dan sekarang mereka dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.
“Ibu Arsyilla,” panggil seorang perawat.
Mulailah perawat itu menimbang berat badan Arsyilla, tekanan darah, dan juga tujuan untuk periksa. Sampai akhirnya, mereka pun masuk ke dalam ruangan dan disambut oleh seorang Dokter yang cukup muda spesialis kandungan yang bernama Dokter Rinta.
“Halo, selamat datang … saya Dokter Rinta,” sapa sang Dokter dengan ramah.
“Halo Dok,” sahut Arsyilla dan Aksara bersamaan.
“Ingin medical cek up dan persiapkan kehamilan ya Bu?” tanya Dokter Rinta secara langsung.
“Iya Dok,” sahut Arsyilla.
“Nanti Bu Arsyilla bisa lakukan berbagai tes menyeluruh dan sekarang kita lihat dengan USG kondisi rahim Ibu yah,” ucap Dokter Rinta kali ini.
Melakukan pemeriksaan dengan USG untuk mengetahui kondisi rahim, setelahnya Dokter Rinta meminta Arsyilla melakukan serangkaian tes seperti TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus - virus-virus ini cukup berbahaya dan bisa meningkatkan risiko keguguran dan bayi terlahir cacat), Tes fungsi Tiroid yang bisa mendeteksi tidak ada kesulitan yang berkaitan dengan kesuburan, dan juga Tes Gula Darah untuk mendeteksi bahwa calon Ibu tidak mengidap diabetes.
Seorang perawat membantu Arsyilla berbaring, dan USG Gell yang berwarna bening dan menimbulkan sensasi dingin di kulit itu dioleskan di atas perut Arsyilla. Lantas Dokter Rinta segera menggerakkan transducer di tangannya.
“Ya, ini adalah penampangan rahim Bu Arsyilla yah. Rahim ini dalam kondisi normal hanya sebesar buah alpukat Bu, tetapi saat ada janin nanti, rahim bisa membesar mengikuti pertumbuhan janin,” jelas Dokter Rinta.
“Iya Dok, bagaimana kondisi rahimnya?” tanya Arsyilla kini.
“Dari ukuran, bentuk, dan posisi rahim tidak ada masalah Bu Arsyilla. Artinya siap untuk dibuahi. Hanya saja untuk program hamil seorang calon Ibu bisa mempersiapkan diri dengan mengonsumsi makanan yang tinggi asam folat, berolahraga, mengurangi konsumsi kafein, dan juga menghindari stress,” jelas Dokter Rinta kini kepada Arsyilla.
“Baik Dok,” sahut Arsyilla dengan singkat.
“Sebelumnya apa pernah melakukan pemakaian kontrasepsi?” tanya Dokter Rinta.
Arsyilla pun tampak menganggukkan kepalanya, “Iya Dok … cuma suami yang memakai kontrasepsi,” balas Arsyilla.
Mendengar jawaban Arsyilla, Dokter Rinta pun tersenyum, “Mulai tidak perlu memakai pengaman ya Bu. Calon Ayah juga harus beristirahat, jangan merokok, dan mengonsumsi sayuran yang mengandung vitamin K yah,” ucap Dokter Rinta kini.
“Baik Dok,” sahut Aksara kali ini.
__ADS_1
“Baiklah, usai ini kita bisa lakukan tes TORCH dan sebagainya yah, jika jadwal menstruasi mulai terlambat dan ada tanda-tanda kehamilan Ibu bisa memeriksakannya lagi ke mari,” jelas Dokter Rinta.
Usai dari pemeriksanaan, Arsyilla justru terlebih senang. Hanya sekadar periksa dan mengetahui dirinya dan suaminya sehat, sekarang hanya tinggal berusaha dan berikhtiar. Semoga saja Allah segera mengaruniakan calon buah hati yang akan kian menyemarakkan kehidupan rumah tangga keduanya.