Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Empat Bulanan I


__ADS_3

Tidak berselang lama setelah pindahan ke rumah baru, Arsyilla mendapatkan telepon dari Mamanya yaitu Mama Khaira terkait acara empat bulanan yang ingin diselenggarkan Mama Khaira dan Papa Radit untuk mendoakan keberkahan dan keselamatan bagi calon bayi yang berada di dalam kandungan Khaira.


“Halo Syilla,” sapa Mama Khaira melalui panggilan telepon siang itu.


“Ya, halo Ma,” sahut Arsyilla melalui telepon itu.


“Weekend ini ke rumah Mama ya Sayang … Mama dan Papa ingin membuatkan acara empat bulanan untuk kamu. Hanya sebatas pengajian saja di rumah,” balas Mama Khaira.


“Ya, Ma … nanti hari Sabtu Syilla ke rumah Mama sama Kak Aksara. Mama juga sekalian telepon Bunda Kanaya ya Ma … biar Bunda dan Ayah bisa sekalian datang dan mendoakan untuk Dedek Bayi,” sahut Arsyilla.


Dari seberang sana, Mama Khaira pun menganggukkan kepalanya, “Iya Syilla … Mama sudah mengobrol sebelumnya sama Bunda kamu, dan Mama yang meminta supaya acara empat bulanan kehamilan kamu diselenggarakan di rumah kita,” balas Mama Khaira.


“Baik Ma, makasih banyak,” sahut Arsyilla.


Usai menerima telepon dari Mamanya, kemudian Arsyilla bergabung dengan suaminya yang sedang rebahan di kamar. Walaupun sudah tinggal di rumah baru, mungkin karena belum memiliki momongan sehingga Aksara dan Arsyilla pun masih santai.


“Kak, nanti hari Sabtu kita datang ke rumah Mama. Mama dan Papa mau buat acara empat bulanan buat aku dan Dedek Bayi,” cerita Arsyilla kepada suaminya itu.


“Oke, siap … nanti kita ke rumah Mama dan Papa,” sahut Aksara.


Pria itu kemudian mengusapi perut istrinya itu, “Enggak terasa sudah empat bulan ya Honey … menunggu beberapa bulan lagi, kita akan bertemu dengan Dedek Bayi,” sahut Aksara.


“Bener Kak … kadang enggak berasa sih. Cuma ya kadang sudah pengen ketemu sama Dedek Bayi,” sahut Arsyilla.


“Ditahan dulu, Honey … biar Dedek Bayi cukup bulan dan sempurna dulu,” sahut Aksara.


Sebab, memang terkadang ada rasa dari calon orang tua untuk bisa bertemu dengan babynya sesegera mungkin, tetapi yang terpenting adalah bayi di dalam rahim bisa tumbuh sehat, lengkap, dan juga sempurna.


***


Akhir pekan tiba …


Pagi hari usai sarapan, Aksara dan Arsyilla bersiap bersama untuk datang ke kediaman Mama Khaira dan Papa Radit. Keduanya memang memilih datang pagi, karena menjelang sore nanti akan dilakukan pengajian dan syukuran untuk kehamilan Arsyilla yang berusia empat bulan. Supaya tidak kecapekan, Aksara dan Arsyilla memilih untuk berangkat lebih cepat.

__ADS_1


Membutuhkan waktu 20 menit bagi keduanya untuk tiba di kediaman Mama Khaira, sampai akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Aksara sudah tiba di rumah mertuanya. Aksara membantu Arsyilla keluar dari mobil dengan menggandeng tangan istrinya itu.


“Pagi Mama dan Papa,” sapa keduanya bersamaan begitu memasuki rumah Papa Radit dan Mama Khaira.


“Masuk-masuk Nak … langsung masuk,” sahut Mama Khaira dari dalam rumah.


Arsyilla mengedarkan pandangannya melihat orang-orang yang sibuk menghias kediaman rumah orang tuanya itu. Di bagian ruang tamu dihias dengan berbagai jenis bunga kesukaannya, ada orang-orang yang membungkus snack dan juga buah tangan untuk tamu undangan. Rumah yang biasanya tenang, kini begitu penuh dengan orang-orang yang masih mempersiapkan untuk acara sore hari nanti.


“Perlu dibantuin apa Ma?” tanya Arsyilla yang mendatangi Mamanya yang sedang mengarahkan penata bunga untuk mempercantik bagian ruang tamu.


“Tidak perlu Sayang … kamu duduk saja. Ajak Aksara duduk,” balas Mama Khaira.


Akan tetapi, Arsyilla sendiri rasanya tidak enak. Semua orang di rumahnya sedang sibuk dan mengerjakan sesuatu, tetapi dirinya sendiri justru hanya duduk-duduk saja.


Melihat Arsyilla yang masih berdiri, kemudian Mama Khaira menuntun putrinya itu. “Jangan bengong, Syilla … kamu kan baru hamil. Banyak istirahat dulu saja, tidak perlu repot-repot membantu Mama. Tidak apa-apa,” sahut Mama Khaira.


Kemudian Mama Khaira membawa Arsyilla ke dalam kamarnya, menyuruh putrinya itu untuk beristirahat sejenak. Kemudian Arsyilla memilih untuk duduk-duduk dan rebahan di dalam kamarnya. Sementara Aksara mengobrol dengan Papanya.


Satu jam sebelum acara dimulai, Mama Khaira kemudian masuk ke dalam kamar Arsyilla menyerahkan dresscode dengan berupa terusan dari kain lace berwarna hijau toska yang lembut, dan ada kemeja batik berwarna serupa untuk Aksara.


“Iya Ma … Syilla akan ganti baju,” jawabnya.


“Rias wajah kamu sedikit ya Syilla. Biar tidak pucat,” ucap Mama Khaira.


“Siap Ma,” sahut Arsyilla.


Mama Khaira akhirnya meninggalkan Arsyilla sebentar dan memberi waktu bagi putrinya untuk merias diri. Sementara selang sepuluh menit, Mama Khaira kembali masuk ke dalam kamar Arsyilla. Di sana juga Aksara sudah berganti memakai kemeja batik.


“Sudah selesai?” tanya Mama Khaira.


Terlihat Arsyilla yang baru merias dirinya dan duduk di depan cermin, Aksara pun berdiri begitu sudah melihat kedatangan Mama Khaira.


“Mama,” sapanya yang sebenarnya sungkan kepada Mama mertuanya.

__ADS_1


Mama Khaira pun tersenyum dan menatap menantunya itu, “Iya, gimana sudah siap mau menjadi Ayah? Mau dipanggil Ayah atau Papa?” tanya Mama Khaira kepada Aksara.


“Rencananya Ayah saja sih, Ma,” balasnya.


“Iya, tidak masalah … semua panggilan itu bagus dan baik. Yang pasti itu untuk memperjelas bahwa sekarang kita memiliki peran baru sebagai orang tua bagi anak-anak kita,” jelas Mama Khaira.


“Benar Ma,” sahut Aksara. “Aksara turun dulu ya Ma … bergabung sama Papa saja di bawah,” ucapnya.


Pria itu kemudian mengusapi kepala Arsyilla perlahan dan mendaratkan kecupan di puncak kepala Arsyilla, barulah Aksara turun ke bawah.


Melihat sikap manis Aksara, Mama Khaira pun tersenyum menatap putrinya itu, “Aksara sangat mencintai kamu, Syilla … Mama yakin nanti Aksara juga akan menjadi Ayah yang hebat untuk buah hati kalian,” balas Mama Khaira.


“Amin Ma … dulu Syilla berharap bisa memiliki suami seperti Papa Radit, dan Tuhan menjawabnya. Kak Aksara mirip sama Papa Radit. Baik, perhatian, suka godainnya juga sama,” balas Arsyilla.


“Mama selalu berdoa buat kamu, Syilla … cukup semua kesedihan di hidupmu. Selebihinya Mama berharap hidupmu akan penuh dengan kebahagiaan,” balas Mama Khaira.


Wanita itu masih cantik dan terlihat muda di usianya paruh baya pun berkaca-kaca menatap Arsyilla, “Kamu pun semoga bersiap menjadi seorang Bunda yang baik untuk anak kamu. Sehat dan panjang umur selalu,” ucap Mama Khaira.


“Amin Ma … Syilla yakin doa dari Mama akan didengar oleh Tuhan,” jawabnya.


Saat pasangan anak dan Mama itu sedang saling terharu, rupanya Aksara kembali datang dan membuka pintu itu.


“Permisi, Ma … maaf ini Bunda sudah datang,” ucapnya.


“Mari, silakan masuk … ini kamarnya Syilla, Bu Kanaya,” sapa Mama Khaira.


“Terima kasih,” sahut Bunda Kanaya sembari menundukkan kepalanya. Wanita itu kemudian menatap ke arah Arsyilla yang sudah berias dan mengenakan dress pas di badannya. “Masyaallah, cantiknya menantu Bunda … perut kamu juga sudah mulai terlihat, Syilla,” ucap Bunda Kanaya.


Usai saling menyapa, kemudian Mama Khaira dan Bunda Kanaya membawa Arsyilla untuk menuruni anak tangga perlahan. Di ruang tamu, kajian siap di gelar. Aksara juga sudah duduk dan menunggu kedatangan istrinya itu.


Menyadari kehadiran Arsyilla, Aksara pun terpaku menatap sang istri yang di matanya berkali-kali lipat lebih cantik itu. Arsyilla memang cantik, hanya saja di mata Aksara sejak hamil justru Arsyilla kian cantik rasanya. Mama Khaira dan Bunda Kanaya kemudian mendudukkan Arsyilla di samping suaminya itu.


“Kamu cantik banget sih,” ucap Aksara yang berbisik lirih di telinga istrinya.

__ADS_1


Senyuman pun terbit di wajah Arsyilla, wanita itu tersipu malu dengan menundukkan wajahnya. Malu jika orang lain melihatnya yang tengah tersipu malu seperti ini.


Sampai pada akhirnya, kemudian pemuka agama memulai pembacaannya ayat-ayat suci Al’Quran yang dilantunkan untuk Arsyilla dan juga janin dalam kandungannya. Mendengar ayat suci yang dilantunkan dan orang-orang yang turut mendoakan untuknya, kedua mata Arsyilla pun berkaca-kaca. Mendengar orang-orang yang tulus mendoakannya membuat hati Arsyilla begitu tenang. Semoga saja Tuhan mendengar semua doa yang dilantunkan hari ini, dia dan janin dalam kandungannya bisa selalu dalam keadaan sehat.


__ADS_2