
Beberapa jam, usai Arsyilla melahirkan, kali ini Aksara meminta izin kepada istrinya untuk melakukan panggilan video kepada seluruh keluarga besar. Supaya seluruh keluarga bisa melihat bahwa Arsyilla sudah berhasil menuntaskan perjuangannya.
“Honey … kamu sudah agak enakan belum? Boleh aku menghubungi orang tua kita berdua?” tanya kali ini kepada Arsyilla.
Aksara tidak ingin egois. Melainkan dia juga mengutamakan kenyamanan dari istrinya itu. Kali ini Aksara pun bertanya apakah dia boleh menghubungi kedua orang tuanya.
“Iya, boleh Kak,” sahut Arsyilla. “Cuman … bantuin setelin brankarnya ya Kak … biar aku agak duduk, pinggang aku panas,” keluhnya kali ini kepada suaminya.
Aksara menganggukkan kepalanya, dia segera mengambil remote dan mengatur posisi brankar milik Arsyilla itu. “Gimana, sudah nyaman?” tanya Aksara lagi.
“Iya, sudah … makasih Ayah,” balas Arsyilla.
Setelahnya, Aksara duduk di tepian brankar milik Arsyilla, dan dia segera melakukan panggilan video kepada Mama Khaira dan Papa Radit serta Bunda Kanaya dan Ayah Bisma.
“Halo,” sapa Aksara dengan tersenyum menatap pada wajah orang tuanya.
“Halo,” sapa kedua pasangan orang tua itu dengan bersamaan.
“Gimana Aksara, sudah melahirkan?” tanya Mama Khaira terlebih dahulu. Tentu pertanyaan dari Mama Khaira ini sudah mewakili semua pertanyaan dari Bunda Kanaya dan Ayah Bisma juga.
“Alhamdulillah Mama,” balas Aksara.
Kemudian Aksara mengarahkan kamera handphonenya ke wajah Arsyilla. Melihat wajah para orang tuanya, nyatanya justru membuat Arsyilla kembali menangis, sehingga Aksara merangkul istrinya itu, membawa kepala istrinya untuk bersandar di lengannya.
“Kamu hebat, Syilla,” ucap Bunda Kanaya dengan mengangkat Ibu jarinya. Sungguh, apa yang dialami Arsyilla sangat hebat. Perjuangan seorang ibu dalam melahirkan putrinya adalah perjuangan yang sangat luar biasa.
“Makasih Bunda,” balas Arsyilla dengan terisak.
__ADS_1
“Siapa nama cucu kedua Eyang nih?” giliran Papa Radit yang bertanya.
Aksara pun kemudian tersenyum, “Anna, Eyang … dari Princess Anna from Arrendelle,” balas Aksara.
Mendengar nama yang pilih untuk cucu mereka, dua pasangan paruh baya itu tertawa. Tidak mengira bahwa Aksara lagi-lagi akan memilih nama karakter princess untuk nama putri kecilnya dan kali ini nama yang dia pilih adalah Anna.
"Kalian ini bisa-bisanya sih. A4 dong," balas Bunda Kanaya dengan terkekeh geli.
"Makasih Mama, Papa, Bunda, dan Ayah untuk doa dan restunya, Arsyilla dan babynya sehat," balas Aksara.
"Amin," sahut seluruh keluarga itu.
Mereka masih berbicara beberapa saat dengan memanfaatkan panggilan video itu. Walau wajah Aksara dan Arsyilla sama-sama sembab, tetapi kebahagiaan pun tercetak jelas di wajah mereka berdua.
"Aku berterima kasih juga sama kamu yang selalu menjadi suami terbaik buatku. Kamu berhasil menjadi figur Kakak, Suami, dan Ayah terhebat. Makasih Hubby," ucap Asyilla kepada suaminya.
***
Keesokan harinya ….
Persalinan yang normal, serta kondisi Ibu dan bayi yang sepenuhnya sehat membuat Dokter memperbolehkan Arsyilla untuk pulang. Dengan catatan, Arsyilla akan kembali ke Rumah Sakit untuk cek jahitan nanti.
Aksara pun begitu telaten merawat dan menemani Arsyilla. Kini, pria tampan itu tengah membantu mendorong kursi roda untuk istrinya. Di kursi roda itu Arsyilla duduk dengan menggendong Anna, putri kedua mereka.
"Kita pulang ke rumah sekarang ya Honey," ucap Aksara dengan terus mendorong kursi roda itu dengan hati-hati.
"Iya Ayah, aku juga sudah kangen sama Ara. Lucu yah, Aurora dan Anna. Princessnya Ayah dan Bunda," balas Arsyilla.
__ADS_1
"Rumah kita kian ramai, Honey … ada Ara dan Anna, dua putri kecil kita," balas Aksara.
"Di rumah sebesar itu, hanya kamu cowoknya. Harap sabar dengan kami para cewek ya Bapak," ucap Arsyilla dengan terkekeh geli.
Tentu Aksara harus bersabar dengan istri dan anak-anaknya yang semua berjenis kelamin perempuan. Aksara akan menjadi pria paling tampan di rumah.
"Aku raja di rumah kita, Honey," balasnya dengan terus tersenyum.
Hingga akhirnya Aksara membantu Arsyilla untuk memasuki mobilnya. Setelahnya Aksara segera mengemudikan mobilnya, membelah jalanan Ibukota dan membawa istri dan putri kecilnya itu untuk pulang ke rumah.
Pulang ke rumah dengan membawa seorang baby membuat Aksara dan Arsyilla sama-sama bahagia. Begitu memasuki rumah ada Mama Khaira dan Ara yang sudah menyambut mereka.
"Yayah, Nda, Dedek!"
Ara berteriak, anak yang hampir berusia 2 tahun itu senang bisa melihat orang tuanya kembali, serta kali ini orang tuanya pulang dengan membawa serta adiknya yang masih bayi.
"Ara … Bunda kangen," balas Arsyilla.
"Yaya, Aya ngen Nda. (Iya iya, Ara juga kangen Bunda)" balasnya.
Dengan Arsyilla yang menggendong Anna, dan Aksara yang menggendong Anna, keluarga kecil itu terlihat begitu bahagia. Aksara dan Arsyilla akan selalu mengisi tangki air cinta mereka dan mengisi gelas cinta kedua putrinya. Semua momen dalam hidup, hitam dan putih, serta aneka warna lainnya akan mereka sambut bersama. Saling menyayangi dan mempedulikan satu sama lain. Inilah akhir bahagia untuk keluarga Aksara, Arsyilla, Aurora, dan Anna.
"Ini keluarga kita, Honey … dan Aksara hanya untuk Arsyilla selamanya!"
"Iya, Arsyilla pun hanya untuk Aksara selamanya!"
TAMAT!
__ADS_1