
Tidak terasa, perjuangan Aksara telah sampai di momen di saat dirinya hendak mengajukan skripsi miliknya yang terdiri dari Bab 1 hingga Bab 5 untuk mengikuti ujian skripsi. Rasanya hampir lima bulan ini, dirinya berjuang dengan maksimal dan tentunya dengan bimbingan pribadi dari sang istri yang membuat Aksara lebih mudah memahami kerangka dalam membangun sebuah skripsi.
Bahkan untuk hasil penelitian saja, Aksara dulu rela begadang beberapa malam untuk mengolah data dan mendapatkan hasil uji yang sesuai dengan harapannya. Rasanya sekarang benar-benar lega rasanya. Mengingat perjuangan selama mengerjakan skripsi rasanya benar-benar berat. Harus konsultasi dan melakukan beberapa kali revisi.
“Kapan mendaftar ujian skripsi Kak?” tanya Arsyilla kini.
“Besok, Honey … lega aku, akhirnya skripsi ini tinggal diuji, dan dicetak nanti. Aku boleh menuliskan nama kamu di bagian kata pengantar dan ucapan terima kasih di awal skripsi enggak?” tanya Aksara.
Hal itu memang wajar karena orang-orang yang menyusun skripsi akan mengucapkan terima kasih di dalam halaman awal usai kata pengantar. Aksara pun ingin melakukan hal yang sama. Kali ini rasanya Aksara ingin menuliskan nama sang Istri sekaligus Dosennya itu sebagai salah satu daftar orang yang berjasa baginya. Terlebih dukungan dan bantuan dari Arsyilla untuk sang suaminya benar-benar all out. Dari menjelaskan, memberikan contoh, sampai memotivasi suaminya itu supaya bisa segera lulus.
“Kamu mau nulis apa coba?” tanya Arsyilla kemudian.
“Spesial thanks to My Sexy Lecturer,” celetuk Aksara dengan tiba-tiba. Aksara memang suka bercanda, terlebih dengan Arsyilla. Rasanya Aksara suka sekali mengumbar kalimat candaan kepada istrinya itu.
Ucapan sang suaminya sukses mendapatkan cubitan di pinggangnya hingga Aksara pun mengaduh dan memegangi pinggangnya. Namun, pria itu tertawa tergelak. Tidak mengira dirinya yang dulu diam, di apartemen hanya sekadar untuk tidur, sekarang dia memiliki istri yang bisa diajak bercanda kapan pun dia mau.
“Nakal banget sih Kak … mana ada orang nulis begitu, gak usah saja kalau kayak gitu,” balas Arsyilla dengan mengerucutkan bibirnya.
Aksara pun segera merangkul bahu istrinya itu dan mengacak rambut istrinya dengan gemas, “Bercanda Sayang … i just kidding. Enggak, nanti aku tulis yang spesial buat kamu. Jadi, aku tuliskan namamu di Skripsiku yah?” jawab Aksara.
“Terserah saja Kak ... sebenarnya sih gak usah, kelihatan sekali aku Dosenmu loh." Arsyilla menjeda perkataan sejenak kemudian kembali berbicara dengan suaminya itu, "Perkataanku terbukti kan Kak, kalau kita mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, sudah pasti akan selesai bahkan kamu cuma membutuhkan waktu lima bulan saja. Masih ada sisa waktu hingga wisuda nanti,” balas Arsyilla.
Aksara kemudian menganggukkan kepalanya, “Iya Sayang … akhirnya, aku lega. Makasih ya … kamu benar-benar mendukung aku luar dalam. Jadinya aku semangat terus deh,” ucapnya.
“Isshss, sebel deh … kamu kalau bicara melantur kayak gitu,” balas Arsyilla lagi.
“Udah-udah … jangan ngambekan lagi. Kamu tuh tambah cantik kalau ngambek, bikin pengen godain kamu terus,” jawab Aksara yang kian tidak jelas saja.
__ADS_1
“Usai ujian skripsi, jalan-jalan yuk Kak?” ajak Arsyilla kali ini kepada suaminya itu.
Tentu Arsyilla mengajak suaminya jalan-jalan karena hampir lima bulan ini, dirinya hanya mengunjungi Ibukota saja. Ruang gerak mereka hanya sebatas unit apartemen, kampus, rumah Bunda Kanaya, dan rumah Mama Khaira. Waktu yang ada dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan skripsi soalnya Aksara pun juga masih bekerja.
“Mau jalan-jalan kemana?” tanya Aksara kemudian.
“Gak perlu jauh-jauh Kak … ke Ancol pun aku mau kok,” balas Arsyilla.
“Kamu ini … kemana pun, kamu mau pasti aku mengabulkannya, Honey … kamu kayak enggak kenal aku saja. Apa pun yang kamu mau, selagi aku bisa pasti aku akan melakukannya buat kamu, buat Syillaku,” sahut Aksara.
“Gampang deh nanti. Sekarang fokus ke ujian dulu. Satu langkah menuju wisuda,” ucap Arsyilla. Tidak ingin menghancurkan fokus sang suami karena Arsyilla pun tentu sangat menginginkan suaminya itu bisa segera lulus.
Aksara lantas menatap wajah istrinya itu, “Kita harus menyiapkan resepsi juga Sayang … kamu mau kan merayakan resepsi pernikahan kita?” tanyanya kali ini.
Dengan cepat Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Iya … aku mau. Kamu pengen konsep apa, Kak?” tanya Arsyilla.
“Aku ikut apa maunya kamu saja. International Wedding Party lucu kelihatannya, Honey. Aku sudah terpesona saat kamu mengenakan Kebaya di saat kita Akad. Kayaknya nanti aku pengen kembali terpesona dengan melihatmu mengenakan Wedding Gown,” ucap Aksara.
“Iya … aku akan melakukannya buat kamu, tetapi dengan syarat pilihin wedding gown buat aku,” pinta Arsyilla kali ini.
Aksara pun menganggukkan kepalanya, “Pasti, aku akan memilihkan Wedding Gown buatmu,” balas Aksara.
***
Beberapa pekan selanjutnya …
“Honey, besok aku ujian skripsi,” ucap Aksara kali ini.
__ADS_1
“Serius Kak?” tanya Arsyilla.
“Iya, sudah dapat jadwal ujiannya,” balas Aksara.
Kemudian Arsyilla pun berdiri dan meninggalkan suaminya terlebih dahulu.
“Mau kemana Honey?” tanya Aksara.
“Mau setrikain kemeja putih kamu, Kak … besok buat ujian kan,” balas Arsyilla.
“Istri idaman banget sih,” sahut Aksara.
Arsyilla tertawa dan berlalu pergi. Wanita itu lantas mengambil kemeja putih milik suaminya dan celana panjang berbahan kain berwarna hitam. Arsyilla ingin membuat suaminya tampil rapi saat ujian skripsi besok. Dia membawa setrikaan dan pelicin pakaian, menyetrika kemeja putih berlengan panjang milik suaminya itu dengan rapi.
Hampir setengah jam, Arsyilla menyetrika kemeja dan celana milik suaminya itu dan menggantungnya kembali di dalam lemari.
“Besok tinggal di pakai Kak, sudah rapi kemeja dan celananya. Besok mau memakai dasi tidak?” tanya Arsyilla lagi.
“Disiapkan saja, Honey. Kalau butuh nanti aku tinggal pakai,” balas Aksara.
Setelahnya Arsyilla segera mencarikan dasi untuk suaminya itu dan tidak lupa menyiapkan jas almamater juga. Sehingga, besok suaminya bisa lebih siap menghadapi ujian skripsi.
“Kak, skripsinya diprint dulu rangkap lima yah … buat Dosen Pembimbing, Dosen Penguji, dan buat kamu sendiri,” ucap Arsyilla.
Sudah tentu Arsyilla tahu menahu perihal ujian skripsi karena dirinya termasuk dalam salah satu Dosen Pembimbing, jadi tahu apa saja yang dibutuhkan para mahasiswa saat menghadapi ujian skripsi.
Aksara lantas memeluk istrinya itu, “Enak banget sih punya istri Dosen, semuanya sudah diurusin kayak gini. Doakan aku besok ya Sayang … usai ini kita next step ke impian kita berdua. Sembari nunggu wisuda, kita wujudkan bersama setiap impian kita,” balas Aksara.
__ADS_1
“Iya Kak,” balas Arsyilla.
Rasanya begitu lega karena esok akan menjadi hari bagi suaminya untuk bisa mengikuti ujian skripsi dan sekaligus Arsyilla tentu akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk suaminya itu.