
Berada di ruangan yang begitu gelap, dengan tangan dan kaki yang terikat dengan tali, sementara wajah Arsyilla mulai lebam di sana. Sungguh Arsyilla tidak mengira bahwa Tiara bisa benar-benar melakukan tindakan keji seperti ini kepadanya. Padahal dirinya tidak pernah berhubungan langsung dengan Tiara. Mereka hanya bertemu saat di Lombok. Itu pun hanya sebatas menyapa. Sementara urusan projek pekerjaannya dengan Aksara, Arsyilla sama sekali tidak tahu menahu.
Akan tetapi, yang membuat Arsyilla bertanya-tanya lantas siapa pria yang membawanya hingga ke sini. Arsyilla masih ingat dengan pasti bahwa yang membawanya dengan mobil adalah seorang pria, tetapi bagaimana bisa sekarang justru Tiara yang muncul di hadapannya. Mungkinkah ada persekongkolan antara Tiara dengan pria tersebut.
Entah berapa lama, Arsyilla berada di ruang gelap, pengap, dan minim pencahayaan itu. Arsyilla masih saja menangis, tetapi wanita itu sama sekali tidak bersuara, hanya air matanya yang terus berlinang begitu saja.
“Sudah berapa lama kamu di sini? Suamimu masih belum datang juga yah? Atau kita buat tawaran yang adil. Aku akan mengeluarkanmu dari sini hidup-hidup asalkan tinggalkan suamimu itu,” ucap Tiara kini.
Seolah wanita itu sudah tidak memiliki akal sehat. Begitu terlihat dengan jelas bahwa Tiara begitu terobsesi dengan Aksara. Mendengarnya saja Arsyilla bergidik ngeri rasanya. Lebih baik Arsyilla kehilangan nyawanya sendiri daripada harus meninggalkan suaminya. Sungguh, Arsyilla tidak akan bisa melepaskan Aksara.
“Siksaan kamu tidak akan terhenti di sini, karena ada seorang tamu yang pasti akan sangat membuatmu terkejut,” ucap Tiara kali ini.
Arsyilla hanya mampu memejamkan matanya perlahan, siapa lagi yang ingin mencelakainya kali ini. Perasaan tidak enak langsung menghantui Arsyilla kali ini. Wanita yang menahan rasa sakit dan perih di badannya itu hanya bisa berdoa semoga saja kali ini, Tuhan masih berbelas kasihan kepadanya dan segera datang seseorang yang akan menyelamatkannya. Semoga saja, tidak sampai menunggu waktu terlalu lama, suaminya akan segera tiba dan menyelamatkannya.
Sampai pada akhirnya terdengar suara telapak kaki yang terdengar, hingga pintu yang semula tertutup itu perlahan pun terbuka. Tampak seorang pria dengan mengenakan kemeja jaket, celana panjang berwarna hitam, dan masker berwarna hitam yang menutupi wajahnya.
Melihat sosok itu, Arsyilla terperanjat. Dia adalah pria yang sudah hampir menabraknya di pintu keluar Mall tadi, dan Arsyilla yakin bahwa pria yang telah menyekapnya dan membawanya kemari.
Tiara berjalan mendekat ke arah Arsyilla, kemudian kembali melepas kain yang menyumbat mulut Arsyilla itu.
“Tentu kamu ingin tahu siapa dia bukan?” tanya Tiara.
“Buka maskermu, Kak,” perintah Tiara kepada pria itu.
Pria itu menganggukkan kepalanya, dan perlahan membuka masker yang saat ini dia pakai, perlahan-lahan, pria itu menarik masker yang menutupi area bawah mata sampai ke dagunya. Betapa terkejutnya Arsyilla rupanya pria itu adalah pria yang cukup Arsyilla kenal.
__ADS_1
“Pak Bagas,” ucapnya dengan menggelengkan kepalanya.
Pria itu mnyeringai dan menganggukkan kepalanya, “Ya, saya Bu Arsyilla,” jawab Bagas.
Tiara tampak menatap tajam kepada Arsyilla, “Kamu pasti terkejut bukan? Kenapa Kak Bagas bisa ada di sini? Itu karena kamu sudah mematahkan hatinya berkali-kali. Dari semasa kamu berpacaran dengan Ravendra Wardhana, dan lantas menikahi Aksara, mahasiswa kamu sendiri,” ucap Tiara.
“Padahal kamu tahu jika Kak Bagas sudah menyukaimu sejak lama … memberi perhatian kepadamu, tetapi kamu menikahi mahasiswamu sendiri,” sambung Tiara lagi dengan menarik rambut Arsyilla.
“Ralat, mantan mahasiswa karena Kak Aksara sudah lulus,” jawab Arsyilla kini.
Tiara melepaskan tangannya dari rambut Arsyilla kemudian berjalan mendekat ke arah Bagas, “Kak … aku berikan waktu kamu bisa melampiaskan rasa sakit hatimu kepada wanita ini. Apa saja bisa kamu lakukan kepadanya,” ucap Tiara kali ini.
Arsyilla merintih sembari menggelengkan kepalanya, “Tidak, jangan,” isakan tangis kembali terdengar dari mulut Arsyilla.
“Tidak Pak Bagas … ingat Pak, Anda seorang pendidik. Tidak seharusnya Anda bertindak asusila seperti ini,” lawan Arsyilla.
Bagaimana mungkin seorang tenaga pendidik justru berpikiran keji seperti Bagas. Sungguh, itu akan merusak citra para tenaga pendidik yang bergelar pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka yang harusnya menjadi suri teladan, justru hendak melakukan tindakan keji seperti ini.
Nyatanya Bagas justru menyeringai, pria itu justru melepaskan tiga buah kancing kemejanya dan menatap Arsyilla dengan sorot mata yang seolah-olah menginginkan wanita itu. Arsyilla sungguh merasa jijik kepada Bagas. Sungguh, dia tidak mengira bahwa rekan dosennya akan berlaku rendah seperti itu.
“Stop Pak Bagas! Saya bisa menuntut Anda dan membuat Anda kehilangan pekerjaan,” ucap Arsyilla lagi kali ini.
Akan tetapi, semua ucapan Arsyilla seakan tidak memberikan pengaruh apa pun untuk Bagas, pria itu kini mencapit dagu Arsyilla dengan ibu jari dan jari telunjuknya, dan berusaha untuk mencium bibir Arsyilla.
Dengan sisa tenaga, dengan kondisi yang sepenuhnya terikat, Arsyilla membungkam bibirnya sendiri dan tidak akan pernah memberikan celah untuk pria itu. Melihat respons Arsyilla, justru membuat Bagas begitu kesal, hingga pria itu akhirnya menampar Arsyilla.
__ADS_1
“Wanita sialan … jual mahal sekali,” umpat Bagas kali ini kepada Arsyilla.
Bukan hanya fisik Arsyilla yang kesakitan, tetapi hatinya pun terasa begitu sakit. Bagaimana pun Dosen yang selama ini dikenal baik, justru bertindak asusila seperti ini.
“Kenapa kamu membiarkan seorang mahasiswa memilikimu? Apa hebatnya mahasiswa itu, hingga kamu berlaku jual mahal seperti ini? Jangan-jangan kamu sudah menggoda mahasiswa itu sebelumnya,” tuduh Bagas kali ini kepada Arsyilla.
“Tutup mulutmu. Asal Pak Bagas tahu, Aksara sudah mencintaiku sejak kami masih kecil dulu,” jawab Arsyilla.
Rupanya ada yang tersulut api saat Arsyilla mengatakan demikian. Ya, Tiara sontak saja melemparkan sebuah kayu ke arah Arsyilla. Ujung kayu yang tumpul itu mengenai pelipis Arsyilla. Refleks, Arsyilla memejamkan matanya, air mata wanita itu kembali pecah. Sungguh, ini adalah siksaan terburuk yang pernah Arsyilla terima.
***
Sementara itu, pencarian Aksara menggapai tempat itu. Dan, sekarang … Aksara menerima telepon dari seseorang yang cukup dia kenal. Orang itu meminta Aksara untuk tidak datang seorang diri karena ada beberapa orang yang berjaga di luar gedung tua itu. Orang itu meminta Aksara untuk menghubungi Polisi, supaya Aksara bisa lebih aman.
“Aksara, gue tahu di mana posisi Arsyilla sekarang. Kebetulan tadi gue lihat Arsyilla di PI, waktu gue mau nyapa dia, rupanya ada seorang pria yang membawa paksa Arsyilla dengan sebuah mobil dan sekarang gue membuntuti mobil itu. Gue harap, lo jangan datang sendirian. Ada beberapa orang yang berjaga di gedung kosong ini. Lebih baik, lo lapor ke pihak yang berwajib sekalian. Gue akan terus mengintai dari luar gedung ini,” ucap pria itu kepada Aksara.
Aksara yang menerima telepon itu pun, sebenarnya tidak sepenuhnya yakin. “Lo yakin enggak bersekongkol kan dengan mereka? Gimana pun gue tahu rekam jejak lo,” ucap Aksara kini.
Pria itu mendengkus, dan membalas ucapan Aksara, “Sumpah! Gue gak terlibat apa-apa dengan kasus ini. Justru gue yang sudah mengikuti Arsyilla dan mengirimkan lokasinya terkini kepada Lo. Orang yang pernah melakukan kejahatan, suatu saat bisa berubah dan bertobat juga, Aksa. Jangan mendiskreditkan orang yang seperti gue,” balas pria itu.
“Gue masih ingat, lo pernah berbicara ingin ngancurin hidup gue dan Arsyilla,” sahut Aksara dengan cepat.
“Gue gak serius dengan ucapan gue. Gue udah tobat, Aksa. Gue serius kali ini. Cepat datang kemari Aksa, jangan terus menerus berdebat. Ingat keselamatan Istri lo nomor satu,” ucap pria itu sembari mematikan teleponnya.
Ya, Aksara sepenuhnya disadarkan bahwa keselamatan istrinya adalah nomor satu. Aksara sudah melapor ke pihak kepolisian. Hanya sebentar lagi, Aksara dan pihak yang berwajib akan sampai di lokasi. Sungguh, Aksara akan benar-benar membalas setiap perbuatan yang dilakukan orang-orang yang dengan beraninya mencelakai Arsyilla.
__ADS_1