
Beberapa hari telah berlalu, di akhir pekan ini pagi-pagi Aksara mengajak istrinya itu jalan-jalan pagi di area taman yang berada beberapa meter di arah apartemennya. Walau sebenarnya Arsyilla begitu mager dan hanya ingin berada di kamar saja. Akan tetapi, wanita hamil itu akhirnya menuruti suaminya untuk berjalan-jalan pagi di area taman yang dekat apartemen itu.
“Jalan-jalan pagi biar sehat, Honey,” ucap Aksara kali ini.
“Padahal aku mager,” sahut Arsyilla sembari mengikuti suaminya itu berjalan.
Terlihat Aksara yang menatap sekilas ke wajah Arsyilla, “Bumilku ini begitu hamil sukanya mager deh. Berteman sama ranjang terus,” canda dari Aksara kali ini.
Memang bawaan orang hamil itu bermacam-macam, sementara Arsyilla sendiri justru menjadi mager dan suka berteman dengan ranjang. Seakan begitu mendapatkan ranjang yang bersih, empuk, di tambah dengan AC yang dingin membuat Arsyilla begitu suka rebahan di atas ranjang.
“Bawaan dedek bayinya mungkin, Kak,” sahut Arsyilla.
Hal itu bisa Arsyilla ucapkan karena teman-temannya yang pernah hamil, pernah bercerita bahwa terkadang bayi yang kita kandung punya bawaan sendiri-sendiri. Arsyilla menggunakan hal itu sebagai jawaban mungkin yang membuatnya malas bergerak atau mageran adalah babynya.
“Masak? Dedek bayinya bikin Bunda mageran yah? Ayo, dedek bayinya yang semangat biar Bunda kamu juga sehat,” balas Aksara kali ini.
Sebenarnya bukan hanya mager yang membuat Arsyilla malas kemana-mana, tetapi di Jakarta, pagi hari rasanya sudah begitu terik. Sehingga memang Arsyilla merasa bahwa lebih baik berada di unit apartemennya. Memandang panorama kota Jakarta itu dari jendela kamar super besar di unitnya, dan melakukan kegiatan di dalam apartemennya.
Hingga akhirnya, Arsyilla yang sudah beberapa saat berjalan bersama suaminya itu perlahan pun menyeka keringat yang mulai membasahi keningnya.
“Duduk dulu yuk Kak,” ajak Arsyilla kali ini.
Aksara mengangguk, pria itu menggandeng tangan istrinya dan membawanya duduk di salah satu bangku taman berwarna putih yang berada di taman itu.
“Mau sarapan sekalian? Itu ada beberapa penjual,” tunjuk Aksara kepada beberapa penjual yang berjualan di sepanjang taman itu.
“Bentar Kak … masih capek. Mana baru jam 08.00 pagi saja sudah panas kayak gini. Pengen deh sesekali ke tempat yang dingin gitu,” keluh Arsyilla kali ini.
“Mau jalan-jalan? Baby moon yuk, ke Jogjakarta,” ajak Aksara kali ini kepada istrinya itu.
Tampak Arsyilla hanya tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya. Sebenarnya dirinya juga mau saja jalan-jalan. Hanya saja belum liburan semester, sehingga Arsyilla masih harus mengajar. Selain itu, kehamilannya baru berada di usia 9 minggu, masih belum aman untuk terbang dengan kehamilan yang masih muda. Terlalu riskan dan berisiko.
“Tunggu trimester kedua saja Kak … biar kalau naik pesawat itu aman,” jawab Arsyilla.
__ADS_1
“Ya sudah, trimester kedua ya nanti kita babymoon berdua. Kalau Ayahnya mau nengokin dedek bayinya boleh enggak sih Honey?” tanya Aksara dengan tiba-tiba.
Sontak Arsyilla membelalakkan kedua matanya dan menatap ke arah suaminya itu, “Isshss, di tempat umum, bicaranya kayak gitu sih Kak,” keluh Arsyilla saat itu.
Akan tetapi, Aksara justru bersikap cuek dan juga mengedikkan bahunya, “Kan cuma bertanya, Honey. Sudah puasa beberapa minggu. Ayahnya dedek bayi pusing nih,” sahut Aksara kali ini.
Tidak marah, nyatanya Arsyilla justru tertawa. Begitu lucu rasanya mendengar suaminya yang sudah mengeluh pusing.
“Tahan dulu ya Ayah … nanti kalau kontrol lagi ke Dokter, mending tanya langsung saja,” balas Arsyilla.
“Malu dong Honey tanya begituan. Kamu yang nanyain yah?” Agaknya Aksara tengah mengajak istrinya itu untuk bernegosiasi bersama dan memintanya untuk bertanya kepada Dokter Rinta saat cek kehamilan nanti.
“Ogah … Kakak dong yang tanya, aku kan malu,” sahut Arsyilla kini.
“Aku juga malu, Honey,” balas Aksara dengan cepat.
“Ya sudah, kalau tidak mau tanya ya puasa saja terus,” jawab Arsyilla kali ini dengan ketus.
Mood swing adalah mood atau perasaan yang berubah-ubah. Biasanya wanita hamil akan lebih sering mengalami mood swing karena meningkatnya produksi hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh yang membuat perasaan ibu hamil kian berubah-ubah.
“Udah … gak perlu manyun gitu. Aku kan cuma bercanda. Gitu aja manyun sih,” ucap Aksara kali ini.
Merasa bahwa perasaan istrinya tengah berubah, Aksara pun mencoba menenangkan istrinya itu. Meminta istrinya itu untuk tidak manyun lagi.
“Abis nyebelin,” sahut Arsyilla.
“Nyebelin gimana? Aku salah yah? Sorry yah,” balas Aksara dengan cepat.
“Masak ditempat terbuka ngobrolin kayak gitu sih? Malu Kak,” keluh Arsyilla kali ini.
Tidak ingin istrinya bertambah marah dan berujung ngambek, Aksara pun lantas menggenggam tanga istrinya itu.
“Maaf yah … udah jangan ngambek lagi. Kamu baru mood swing ya Honey? Biasanya aku candain juga gak apa-apa loh,” balas Aksara kali ini.
__ADS_1
Sebab, yang Aksara pikirkan sekarang karena gejolak hormon yang seringkali dialami Ibu hamil yang membuat istrinya itu menjadi mood swing. Tentu saja Aksara tahu karena dulu sebelum kuliah Teknik Arsitektur, Aksara pernah menjadi mahasiswa kedokteran. Setidaknya secara teori, Aksara pernah mempelajarinya.
Kali ini Arsyilla hanya diam, membawa kedua tangannya bersidekap di depan dada. Seakan wanita hamil itu tengah menghiraukan suaminya itu.
“Balik yuk ke apartemen? Nanti aku bikinkan nasi goreng buat kamu,” ucap Aksara kali ini.
Mendengar kata ‘Nasi Goreng’ agaknya membuat Arsyilla menelan salivanya sendiri. Ada rasa ingin menikmati nasi goreng buatan suaminya yang rasanya memang enak itu.
“Yuk,” sahut Arsyilla dengan cepat.
Dalam hati Aksara pun tersenyum. Lain kali agaknya Aksara harus lebih banyak bersabar supaya istrinya tidak lagi manyun dan berubah menjadi ngambek seperti ini.
“Tungguin dong, Honey … jalannya jangan cepat-cepat,” keluh Aksara kali ini.
“Buruan, panas,” sahut Arsyilla sembari membawa telapak tangannya untuk menutupi keningnya. Matanya silau dengan cahaya matahari pagi yang begitu terik itu.
Aksara pun mempercepat langkah kakinya guna bisa menyusul istrinya itu. Begitu telah sampai di samping Arsyilla, terlihat Aksara segera meraih tangan istrinya itu dan menggenggamnya.
"Aku cinta kamu, Bunda. Bumilnya aku … jangan ngambek lagi yah," ucap Aksara kali ini. Seakan Aksara berusaha untuk melegakan rasa kesal yang tengah dirasakan Arsyilla saat ini.
"Hmm, iya," balas Arsyilla dengan cepat.
"Jadi dimaafin?" tanya Aksara.
"Hmm," sahut Arsyilla.
"Jadi dimasakin nasi goreng?" tanya Aksara lagi.
"Hmm," sahut Arsyilla.
"Jadi, Ayah boleh nengokin dedek bayi?" tanya Aksara kali ini.
Sayangnya untuk pertanyaan terakhir tidak ada jawaban dari Arsyilla. Yang ada justru Arsyilla menghadiahi cubitan di pinggang suaminya itu. Satu cubitan kecil yang membuat Aksara seperti mendapat gigitan semut hingga membuat pria itu mengaduh dan mengusapi pinggangnya.
__ADS_1