
Begitu weekend tiba, usai sarapan Aksara siap membawa Istri dan Baby Ara untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Ini akan menjadi kali pertama bagi Aksara untuk membawa Arsyilla dan Ara untuk mengunjungi kediaman Bunda Kanaya dan Ayah Bisma, usai persalinan Arsyilla. Lantaran memulihkan diri, dan juga peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa Aksara, baru kali ini Aksara membawa Arsyilla dan bayi kecilnya untuk mengunjungi kediaman Oma dan Opanya.
“Mau berangkat sekarang?” tanya Aksara yang usai memasukkan beberapa tas yang berisikan keperluan Ara dan membawa serta baju bayi.
Dulu, ketika hanya berdua, pergi tingga membawa diri dan tas yang berisi uang dan handphone. Akan tetapi, setelah memiliki baby, banyak sekali hal yang harus dibawa keduanya mulai dari diapers, baju ganti untuk baby, tissue basah dan kering, pumping, kantong ASIP, Ice gell untuk ASIP, dan berbagai peralatan lainnya. Aksara pun sampai heran karena yang harus dibawa begitu banyak.
“Banyak juga ya Honey … perlengkapan perangnya Ara,” balasnya dengan tertawa dan menggelengkan kepalanya.
“Iya Kak … bepergian bawa baby ya kayak gini … belum nanti kalau Ara sudah MPASI, bakalan lebih ribet deh,” balasnya.
Saat bayi sudah tahap MPASI, terkadang Ibu harus mendapatkan slow cooker, blender, bahkan berbagai sayur dan bahan olahan untuk membuat MPASI. Terkesan ribet, tetapi memang begitulah saat bepergian dengan membawa baby.
“Ya ampun, segitunya ya Bunda … Ayah jadi tahu,” jawab Aksara lagi.
Arsyilla yang melihat suaminya geleng-geleng kepalanya, nyatanya justru tertawa. “Dijalani aja Ayah … semua ada masanya kok. Kali ini, Ara yang masih harus diasuh dan memiliki perlengkapan tempur yang kecil-kecil printilan gini dan banyak, nanti kalau dia sudah dewasa, kita sudah enak kok,” balas Arsyilla.
“Benar Honey … nanti kalau Ara sudah besar, malahan kita yang kangen mau urus dia dan menimang-nimang dia,” balas Aksara.
Sepenuhnya Aksara setuju dengan apa yang diucapkan Arsyilla, bahwa semua ada masanya. Jadi, nikmati masa bayi putrinya sebelum masa itu terlewatkan begitu saja. Melihat tumbuh kembang dan setiap capaian dari bayinya akan terasa begitu mengasyikkan.
“Ya sudah, berangkat yuk Ayah … daripada nanti kesiangan dan jalanan menjadi macet,” ajak Arsyilla kali ini.
“Yuk, Queen & Princess-nya Ayah,” sahutnya dengan membawa Arsyilla dan Baby Ara ke dalam mobil.
Dengan perlahan, Aksara segera mengemudikan mobilnya. Membelah jalanan di Ibukota yang belum begitu macet itu. Terkadang Arsyilla melirik ke suaminya yang serius mengemudikan mobilnya itu.
“Kak, itu kakinya untuk menginjak pedal dan rem tidak sakit kan Kak?” tanyanya.
__ADS_1
“Enggaklah Sayang, sudah sepenuhnya pulih,” balas Aksara melirih Arsyilla yang duduk di bangku belakang bersama dengan Ara.
“Aku jadinya kayak Driver ya Honey?” canda Aksara kali ini. Sebab, di depan hanya dirinya yang mengemudi, sementara Arsyilla dan Ara duduk di belakang.
“Untuk keselamatan, Ayah … jadi begini dulu yah,” balas Arsyilla.
“Iya … tidak masalah. Ini juga sudah mau sampai rumahnya Ayah dan Bunda kok,” jawab Aksara.
Memang saat itu, hanya perlu satu kali pertigaan lagi dan mereka sudah sampai di kediaman Bunda Kanaya dan Ayah Bisma. Aksara membantu Arsyilla turun dari mobil, dan menyandang tas yang berisikan perlengkapan milik Ara.
“Permisi,” ucap keduanya yang sudah berdiri di depan pintu masuk ke dalam rumah Ayah Bisma dan Bunda Kanaya.
“Masuk-masuk … wah, cucunya Opa datang nih,” sambut Ayah Bisma yang kemudian membuka tangannya dan menggendong Ara itu.
“Bunda, lihat nih siapa yang datang … ada Cucu cantiknya kita nih yang datang.” Ayah Bisma sembari masuk ke dalam rumah dan sedikit berteriak supaya Bunda Kanaya yang tengah berada di dapur bisa menyambut kedatangan anak, mantu, dan cucunya.
“Wah, Cucu cantiknya Oma … tadi baru saja Oma dan Opa ngobrolin kamu. Sekarang Princess Aurora sudah di sini yah,” ucap Bunda Kanaya yang begitu bahagia melihat Ara.
“Iya … enggak apa-apa dong. Main ke rumah Oma dan Opa. Ini baru pertama kali loh si Princess main ke rumahnya Oma dan Opa,” sahut Bunda Kanaya.
Aksara dan Arsyilla pun tersenyum melihat Ayah Bisma dan Bunda Kanaya yang bergantian untuk menimang Ara itu. Lebih lucu karena Bunda Kanaya justru memanggil Ara dengan sebutan Princess.
“Minggu depan imunisasi jangan lupa yah … Opa tunggu di klinik,” balas Ayah Bisma.
“Oh, iya … untung diingatkan sama Opa. Hampir saja lupa,” jawab Arsyilla yang memang nyaris lupa jika minggu depan adalah jadwal imunisasi untuk Ara.
“ASI-nya lancar kan Syilla?” tanya Bunda Kanaya kini.
__ADS_1
“Lancar Bunda, semoga cukup buat Ara sampai Ara usia 2 tahun nanti,” jawab Arsyilla.
“Itu Bunda belikan lagi ASI booster buat kamu, dan kemarin Bunda belikan Cokelat Almond, niatnya mau Bunda titip ke Aksara, malahan lupa. Untung kamu ke sini,” ucap Bunda Kanaya.
Aksara yang sedari tadi diam, akhirnya pun turut berbicara. “Aksara tidak dibelikan apa-apa Bunda?” tanyanya.
“Kamu sudah dewasa, Aksara … emangnya kamu mau apa dari Bunda?” tanya Bunda Kanaya dengan tertawa.
Tidak perlu menunggu lama Aksara pun menggelengkan kepalanya, “Enggak … Aksara cuma bercanda kok,” balasnya.
“Sudah … sana, kalian kalau mau jalan-jalan, mau pacaran lagi, silakan saja. Biar si Princess sama Oma dan Opanya,” ucap Bunda Kanaya kini.
“Bunda ini bisa saja … kalau Ara minta ASI gimana?” tanya Ayah Bisma.
“Bawa ASIP enggak Syilla?” tanya Bunda Kanaya kepada menantunya itu.
“Enggak Bunda … soalnya ya nanti dinenenin aja. Cuma, Syilla bawa pumping karena cepet banget penuhnya,” balasnya.
“Iya Syilla … kalau masa-masa meng-ASI-hi seperti itu. Sudah diminum bayinya, tidak berselang lama sudah penuh lagi. Mending cepat-cepat dipumping, daripada nanti bikin bengkak dan memicu peradangan pada jaringan ASI,” balas Bunda Kanaya.
Mendengar ucapan dari Bunda Kanaya, Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Benar Bunda … daripada nanti Mastitis, justru Syilla yang sakit dan repot sendiri nanti,” jawabnya.
“Kalau mau jalan-jalan di taman atau istirahat sebentar di kamar Aksara, silakan saja … nanti kalau Ara menangis kan nyariin Bundanya gampang,” ucap Bunda Kanaya kini.
Aksara rupanya segera berdiri. Pria itu mengulur tangannya kepada Arsyilla, “Yuk, Honey … istirahat dulu saja. Oma dan Opa main sama Ara dulu,” ucap Aksara dengan tertawa.
“Kami nitip Ara ya Oma dan Opa,” ucap Aksara dengan sopan kepada Ayah dan Bundanya.
__ADS_1
“Iya-iya, percaya saja sama kami … duh, jadi kangen punya baby ya Ayah. Dulu, kita dianugerahkan dua putra sama Tuhan, dan sekarang Tuhan anugerahkan dua cucu perempuan yang cantik-cantik,” ucap Bunda Kanaya kini.
Aksara dan Arsyilla yang turut mendengarkan ucapan Bunda Kanaya pun turut tersenyum. Dulu, memang keluarga Pradhana dianugerahi dua putra yaitu Aksara dan Airlangga. Harus menunggu puluhan tahun, barulah Bunda Kanaya dan Ayah Bisma memiliki bayi perempuan, walaupun itu adalah cucunya.