Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Detak Jantung Dedek Bayi


__ADS_3

Beberapa setelahnya, Arsyilla dan Aksara kembali mengunjungi Rumah Sakit untuk memeriksakan kehamilannya. Kali ini, Arsyilla juga merasa lebih tenang. Selain mengajar, Arsyilla juga memilih untuk fokus dengan kehamilannya. Menjalani pergantian minggu demi minggu dengan mempelajari tumbuh kembang janin dari aplikasi kehamilan miliknya di handphone.


Dari aplikasi itu, setidaknya Arsyilla bisa mengetahui ukuran dan perkembangan janinnya. Terlebih ini adalah kehamilan pertama yang membuat Arsyilla ingin banyak tahu. Dirinya yang masih awam membutuhkan banyak informasi terkait tumbuh kembang janin di dalam rahimnya.


“Masih antri dulu ya, Honey,” ucap Aksara yang memperhatikan banyaknya pasien yang mengantri di Poli Kandungan saat itu.


“Iya Kak … santai saja. Aku seneng loh Kak, lihat Ibu Hamil yang perutnya bisa sampai membesar seperti itu,” balas Arsyilla.


Saat itu Arsyilla memang telah memperhatikan para Ibu Hamil dengan usia kandungan yang lebih tua. Sehingga perut mereka sudah menyembul dan begitu membesar.


“Sabar, Honey … nanti semakin bertambah bulan, perut kamu akan sebesar itu. Cuma, jangan insecure saja. Pokoknya kehamilan kali ini dinikmati,” pesan Aksara kepada istrinya.


Sebab memang tidak dipungkiri dengan semakin bertambahnya usia kehamilan akan membuat berat badan kian bertambah. Untuk itulah, Aksara mengatakan supaya Arsyilla tidak insecure dengan dirinya sendiri. Melainkan, Aksara ingin istrinya itu bisa menikmati masa-masa kehamilannya.


Sampai pada akhirnya, nama Arsyilla dipanggil oleh seorang perawat untuk memasuki ruangan pemeriksaan.


“Selanjutnya, silakan Bu Arsyilla Kirana,” panggil perawat tersebut.


Arsyilla pun berdiri dan memasuki ruang pemeriksaan kandungan didampingi oleh suaminya.


“Halo Bu Arsyilla … bagaimana sehat?” sapa Dokter Rinta dengan ramah kepada Arsyilla.


“Iya, Dok … kami sehat,” balas Arsyilla.


“Selama hampir satu bulan ini apakah ada keluhan dan sebagainya?” tanya Dokter Rinta lagi.


Terlihat Arsyilla menggelengkan kepalanya, “Belum sih, Dok … cuma beberapa pekan lalu kalau gak salah intensitas buang air kecil lebih sering. Bikin enggak nyaman aja, Dok,” balas Arsyilla.


“Oh, itu memang benar Bu. Ibu yang baru hamil muda biasanya akan bolak-balik buang air kecil karena produksi hormon hcG (human chorionic gonadotropin) yaitu salah satu hormon kehamilan yang membuat produksi urine bertambah disertai dengan pembesaran ukuran rahim. Selain itu tidak ada lagi?” tanya Dokter Rinta lagi.


“Tidak Dok … cuma lebih sering mengantuk saja,” balas Arsyilla.

__ADS_1


Dokter Rinta mendengarkan setiap ucapan Arsyilla, kemudian kembali berbicara, “Tidak apa ya Bu Arsyilla. Memang Ibu hamil harus istirahat cukup. Sekarang kita lanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan USG yah,” jelas Dokter Rinta.


Arsyilla pun dipersilakan menaiki sebuah brankar. Seorang perawat mulai menyingkap kemeja yang dikenakan Arsyilla, kemudian mengoleskan USG Gell yang memberikan sensasi dingin saat mengenai permukaan kulit Arsyilla. Sementara itu, Dokter Rinta mengetikkan nama Arsyilla di komputer yang terkoneksi dengan USG, tanggal pemeriksaan, dan bersiap dengan transducer di tangannya.


“Baik, kita mulai lihat janinnya yah. Jika, sebulan lalu janin Ibu masih sebesar biji apel hijau. Sekarang, janin Ibu sudah semakin besar. Bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. Kita lihat, ini adalah mata bayi, ini adalah kepalanya, lalu, ini tangan, jari, kakinya. Lengkap ya Bu. Sementara itu, di dalam tubuhnya organ-organ tubuhnya seperti paru-paru, jantung, dan otaknya berkembang dengan pesat,” jelas Dokter Rinta menunjukkan setiap bagian dari tubuh bayi itu kepada Arsyilla.


Aksara pun turut melihat dari monitor. Hati pria itu sungguh-sungguh menghangat bisa melihat perkembangan buah hatinya. Bahkan Aksara merekam tampilan di monitor itu.


“Sekarang, kita ukur detak jantung bayinya ya Bu,” ucap Dokter Rinta.


Mulailah transducer digerakkan dan sedikit menekan di perut Arsyilla mendekatkannya dengan bagian vital dari tubuh manusia yaitu jantung. Kemudian terdengarlah detak jantung si bayi.


Deg … Deg … Deg …


Suara degupan yang disertai dengan suara air. Tanda jantung bayi berdetak dan air ketuban yang menyelimuti tubuh bayi selama di dalam rahim.


Mendengarkan detak jantung bayi mereka membuat mata Arsyilla berkaca-kaca. Bisa mendengarkan detak jantung Dedek Bayi, bisa melihat perkembangannya yang sangat pesat membuat Arsyilla begitu terharu.


“Masyaallah,” ucap Aksara dengan lirih.


“Terharu ya Bu?” tanya Dokter Rinta yang melihat Arsyilla baru saja menyeka buliran air mata di sudut matanya.


Perlahan Arsyilla menggelengkan kepalanya, “Iya Dok … luar biasa sekali bisa mendengarkan detak jantung si baby. Terharu banget,” sahut Arsyilla.


Dokter Rinta pun tersenyum mendengarkan ucapan Arsyilla, “Memang banyak kejutan yang mendebarkan hati saat masa kehamilan Bu Arsyilla. Bisa mendengarkan detak jantung bayi, melihat pertumbuhannya di dalam rahim, sampai nanti pada akhirnya bisa mendengarkan tangiasannya saat lahir nanti. Luar biasa sekali menjadi Ibu dan mempersiapkan diri menyambut buah hati,” respons dari Dokter Rinta.


“Benar Dok … sekarang saja jadi cengeng kalau ingat dia bertumbuh minggu demi minggu di sini,” balas Arsyilla.


“Jadi, janin Ibu baik yah … semuanya sehat. Mungkin dengan pertumbuhan bayi yang pesat, Ibu akan merasa lebih lelah, karena itu konsumsi makanan yang bernutrisi, buah dan sayur. Hanya saja jangan mengonsumsi semua protein baik hewani dan nabati yang tidak matang karena ada bakteri yang bisa mengakibatkan tokso pada bayi,” jelas Dokter Rinta.


“Ya, baik Dok,” balas Arsyilla.

__ADS_1


Mengakhiri pemeriksaan dengan USG, kemudian perawat mulai membersihkan sisa-sisa USG gell di perut Arsyilla menggunakan tissue. Setelahnya, Arsyilla turun dari brankar itu dan duduk di depan meja Dokter Rinta.


“Ini foto hasil USGnya ya Bu … usia kehamilan 12 minggu. Bulan depan jika posisi bayinya baik, kita bisa melihat jenis kelamin bayinya,” jelas Dokter Rinta lagi.


Tangan Aksaralah yang terulur dan menerima kertas foto persegi hasil USG bayinya itu. Aksara begitu senang bisa melihat foto demi foto perkembangan bayinya itu.


“Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?” tanya Dokter Rinta.


“Sudah Dok … semuanya sudah jelas,” sahut Arsyilla.


“Baiklah, saya akan resepkan vitamin untuk Ibu dan juga kalsium karena bayi akan memasuki masa pembentukan tulang yang sangat pesat. Seharusnya di usia 12 minggu ini, Ibu sudah tidak mengalami mual. Placenta bayi juga sudah berkembang, berhubungan suami istri boleh hanya saja jangan terlalu sering intensitasnya,” tambah Dokter Rinta kali ini.


Mengakhiri pemeriksaan, Aksara dan Arsyilla dalam perjalanan pulang menuju unit apartemennya merasa begitu lega. Di tengah setiap masalah demi masalah yang menimpa mereka, tetapi bayi mereka bisa tumbuh dengan baik.


“Aku senang banget mendengar detak jantung Dedek Bayi tadi,” ucap Aksara kali ini.


“Sama, Kak … aku sampai berlinangan air mata tadi,” balas Arsyilla.


Kemudian satu tangan Aksara terulur dan menyentuh perut Arsyilla di sana, “Sehat-sehat ya Dedek Bayi, nanti kita bertemu saat usia kamu sudah cukup. Kamu tumbuh sehat, lengkap, dan sempurna di dalam rahim Bunda. Ayah sayang banget sama kamu,” ucap Aksara kali ini.


Arsyilla pun tersenyum, kemudian dia melirik ke suaminya itu, “Jadi, hanya Dedek Bayi yang disayang? Bundanya enggak disayang?” goda Arsyilla kali ini kepada suaminya.


Perlahan Aksara pun terkekeh, dan menggenggam satu tangan istrinya itu, “Kalau sama Bundanya tidak sayang dong Honey … tetapi, aku tuh cintaaaa … bangeeett … sama kamu,” ucap Aksara kali ini.


Mulut manis suaminya itu nyatanya justru membuat Arsyilla terkekeh geli. Dengan begitu mudahnya, Aksara bisa menghiburnya. Bahkan hanya dengan ucapan gombal saja, Arsyilla merasa sudah begitu bahagia.


“Bulan depan waktu periksa lagi, semoga bisa lihat Dedek Bayi cowok atau cewek ya Kak. Wah, aku rasanya benar-benar gak sabar deh,” ucap Arsyilla.


“Iya Sayang … sebulan lagi. Cuma kan tadi Dokter Rinta bilangnya kalau babynya dalam posisi yang benar. Ada juga kan Honey, babynya yang sengaja sembunyi jadi tidak ketahuan waktu USG,” balas Aksara.


“Iya sih … cuma udah penasaran. Apa karena ini kehamilan pertama ya Kak, aku jadinya excited dan penasaran banget,” balas Arsyilla.

__ADS_1


“Aku juga kok … kita sama, Honey,” balas Aksara. Apa pun itu, Aksara benar-benar bersyukur dan bahagia dengan kehamilan Arsyilla. Semoga saja, dalam melewati masa-masa kehamilan Arsyilla akan selalu sehat dan bahagia seperti ini. Kalaupun ada drama seputar kehamilan, Aksara juga tidak mempermasalahkannya. Justru Aksara akan selalu mendampingi istrinya itu menjalani setiap masa kehamilannya.


__ADS_2