Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Rumah Baru


__ADS_3

Memastikan bahwa semua perlengkapan dan barang-barang sudah dipindahkan terlebih dahulu ke rumah baru mereka. Kini Aksara siap untuk mengajak istrinya itu untuk pindah ke rumah yang akan mereka bersama. Rumah yang akan membingkai kisah mereka berdua sebagai suami istri dan sebagai pasangan orang tua baru bagi anaknya nanti.


“Besok siang kita pindahan ke rumah baru kita ya Honey?” ajak Aksara kepada istrinya itu.


“Iya Kak … cuma nanti kalau kangen sama apartemen kita ini gimana?” tanya Arsyilla.


Memang tidak dipungkiri bahwa apartemen milik suaminya itu memiliki berbagai kenangan baginya. Tempat yang dia tempati usai menikah. Mulai dari harus berpisah kamar, belajar mengenal suaminya itu, tempat Aksara untuk berusaha mendekati Arsyilla, dan sampai akhirnya apartemen ini tempat mereka memadu kasih berdua. Bagi Arsyilla, unit apartemen dengan panorama Ibukota ini menjadi tempat yang sangat berkesan baginya.


“Kalau weekend kita bisa kemari, Honey … memadu kasih di sini,” sahut Aksara dengan tersenyum nakal kepada istrinya itu.


“Tuh, modus kan jadinya. Cuma tempat ini berkesan banget buat aku, Kak. Tempat yang aku tinggali setelah rumah Mama dan Papaku. Tempat yang aku tinggali untuk mengenal dan menerima sosok suamiku sendiri.”


Arsyilla mengatakan semua itu dengan mengedarkan pandangannya melihat sisi demi sisi ruangan di apartemen itu.


“Benar, Honey … semula kamu jutek banget sama aku. Aku terkadang sampai geleng kepala melihat kamu yang begitu jutek. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, diri kamu yang sebenarnya bisa aku lihat secara nyata. Seiring dengan berjalannya waktu, aku bisa melihat sisi lain dirimu,” balas Aksara.


Mendengar perkataan suaminya, Arsyilla tampak malu. Teringat lama bagaimana juteknya dia dulu kepada Aksara. Hanya diam, tidak banyak berbicara, dan terkadang hanya membelalakkan matanya. Akan tetapi, setelah semuanya berubah, semua sisi dari diri Arsyilla bisa dilihat olehnya secara nyata.


“Di rumah baru nanti, tentu kita berdua harus melakukan penyesuaian lagi. Nanti di dekat kolam renang kita, aku mau menanam bunga ya Kak,” ucap Arsyilla kepada suaminya itu.


“Iya Honey, boleh kok … nanti kamu menanam bunga, aku bantu menyiraminya. Pokoknya semua kegiatan di rumah, kita lakukan bersama-sama,” balas Aksara.


Usai mengobrol panjang lebar dengan suaminya, Arsyilla kemudian mencerukkan wajahnya di dada suaminya dengan tangan yang melingkari pinggang suaminya. Tidak berselang lama, Arsyilla pun terlelap dalam pelukan suaminya itu.

__ADS_1


Aksara menatap istrinya yang sudah terlelap dalam pelukannya, kemudian melabuhkan kecupan sayang di kening istrinya itu, “Met tidur Honey … besok malam kita sudah menempati rumah baru kita. Istana kita yang penuh dengan cinta. Aku cinta kamu,” ucap Aksara dengan masih mengecupi puncak kepala istrinya itu.


***


Keesokan harinya …


Menjelang siang hari, Aksara dan Arsyilla sudah bersiap untuk pindah ke rumah baru mereka. Sebelumnya terlebih dahulu, Aksara memasukkan koper-koper mereka ke dalam bagasi mobil, dan kemudian dia menggandeng istrinya itu untuk menuju ke parkiran basement.


Petualangan baru mereka akan segera datang. Menghuni rumah baru dengan ukuran yang lebih besar, selain itu mereka juga akan bersiap untuk menyambut buah hatinya tidak lama lagi. Benar-benar pengalaman pasangan suami istri yang luar biasa.


“Siap menghuni istana kita?” tanya Aksara kepada istrinya itu.


“Iya Hubby,” balas Arsyilla.


“Petualangan baru dan tentunya pengalaman baru untuk kita berdua. Aku gak sabar pengen menempati rumah itu bersamamu,” sahut Aksara.


“Welcome home, Honey … this is our home. Our home sweet home,” ucap Aksara sembari membuka pintu rumah mereka, mempersilakan istrinya untuk memasuki rumah tersebut.


“Thanks Kak … iya, kita akan menjadi home sweet home buat kita berdua,” balas Arsyilla. “Kak, semua ini uangmu?” tanya Arsyilla.


“Tidak Honey … tidak semuanya uangku. Ini adalah hadiah pernikahan untuk kita berdua, dari Bunda dan Ayah. Cuma semua desain dan rancang bangunnya, aku yang membuatnya,” balas Aksara.


Arsyilla tampaknya membelalakkan matanya, tidak mengira bahwa rumah semewah dan sebagus ini adalah hadiah pernikahan dari Bunda dan Ayah mertunya. Terlihat begitu berlebihan, dan membuat Arsyilla tidak enak hati.

__ADS_1


“Apa tidak berlebihan Kak?” tanya Arsyilla kemudian.


“Tidak dong Honey … orang tua memberikan untuk anaknya kok. Tidak apa-apa,” balas Aksara.


“Cuma … enggak enak hati, Kak … ini mewah dan indah banget. Padahal aku tinggal di apartemen atau rumah sederhana saja tidak masalah. Rumah sederhana jika ditempati bersamamu, rasanya akan luar biasa,” balas Arsyilla.


Itu adalah ungkapan isi hati Arsyilla bahwa bersama dengan Aksara, perumahan sederhana pun akan terasa menjadi luar biasa. Bukan mewah dan megahnya sebuah bangunan yang membuat rumah tersebut berharga, melainkan karena penghuni rumah itu yang bisa hidup bahagia bersama, menyemai cinta yang sebenarnya adalah fondasi utama dalam membina rumah tangga.


“Konsep rumah ini dariku, yang membangun Bunda dan Ayah, terus semua furniture dan perabotan ini dari Mama dan Papa. Jadi, semuanya mengambil bagian dalam rumah ini,” balas Aksara.


“Aku justru tidak ikut andil bagian,” sahut Arsyilla.


“Kamu cukup menempati rumah ini, Honey … tidak apa-apa. Santai saja,” balas Aksara.


“Kan ya aku bekerja dan punya uang. Jadi tidak masalah kalau aku turut mengambil bagian di rumah ini,” ucap Arsyilla.


“Kami sengaja mempersiapkan semuanya untuk memberikan hadiah untukku Honey … tanpa memberitahumu supaya kamu suka dengan kejutan ini. Jadi, gimana suka tidak?” tanya Aksara.


Perlahan Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Iya … suka. Makasih Kak untuk semuanya. Aku nanti juga akan berterima kasih kepada Mama dan Papa, Ayah dan Bunda juga. Semua ini sungguh indah dan luar biasa,” balas Arsyilla.


“Iya … semoga betah ya di sini. Kita akan menulis cerita kita berdua di sini, di rumah ini,” balas Aksara.


Arsyilla tanpa banyak bicara langsung mendekap erat tubuh suaminya itu, “Makasih Kak … iya, kita bingkai kisah dan cerita kita di rumah ini. Rumah yang akan memberikan banyak kenangan untuk kita berdua dan juga Dedek Bayi nanti. Beberapa bulan lagi, kita siapkan kamar dan semua perlengkapan untuk Dedek Bayi ya Kak,” balas Arsyilla.

__ADS_1


“Iya Honey … anything for you and for our baby,” jawab Aksara dengan sungguh-sungguh.


Menghuni rumah baru dengan semua ruangan yang akan menjadi tempatnya beraktivitas. Rumah baru yang akan siap memberikan banyak kenangan untuk perjalanan cinta Aksara dan Arsyilla.


__ADS_2