Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Lebih Suka Daddy!


__ADS_3

“Syilla … ini juga beberapa hadiah untuk Baby Ara,” ucap Bunda Kanaya sembari memberikan berbagai hadiah untuk cucunya itu.


Memang bentuk kasih sayang Nenek dan Kakek itu terkadang diwujud nyatakan dengan memberikan hadiah untuk cucunya. Itu pula yang dilakukan Bunda Kanaya kali ini, dengan memberikan banyak hadiah untuk Ara.


“Banyak banget sih Bunda,” sahut Arsyilla sembari memperhatikan satu per satu hadiah yang diberikan Bunda Kanaya kepada putrinya itu.


“Tidak apa-apa, Syilla … untuk Cucunya Oma,” balas Bunda Kanaya.


Kemudian Rangga beringsut, dan dia memberikan sebuah paper bag kepada Arsyilla. “Kak Syilla, ini sedikit hadiah dari Rangga untuk Baby Ara. Namanya siapa sih Kak?” tanya pemuda itu.


“Namanya Aurora,” balas Arsyilla sembari menerima paper bag itu. “Makasih banyak ya Om Rangga, Baby Ara sudah dikasih hadiah,” balas Arsyilla yang tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada adik iparnya itu.


“Nama lengkapnya siapa Syilla?” tanya Ayah Bisma yang kali ini ingin tahu nama lengkap cucunya itu.


“Aurora Kirana Prameswari,” balas Arsyilla dengan tersenyum.


“Wah, bagus sekali namanya Baby Ara ini,” balas Bunda Kanaya.


Thania yang sedari duduk di dekat Aksara pun tampak mengamati adik sepupunya yang masih bayi itu. Terlihat kagum dengan bayi kecil yang digendong Daddy-nya itu.


“Kenapa Thania?” tanya Aksara kepada keponakannya itu.


“Babynya kecil,” sahut Thania sembari menunjuk Ara.


“Iya Thania … dulu Thania waktu baby juga sekecil itu,” jawab Bunda Kanaya yang memberikan pengertian kepada cucunya itu.


Thania menganggukkan kepalanya, dan menyentuh tangan Baby Ara yang saat itu tidak mengenakan sarung tangan, menyentuhkan jari telunjuknya di sana. Kemudian Thania mengedikkan bahunya.


“Hii, babynya kecil … Thania takut,” ucapnya dengan merasa takut menyentuh tangan Ara yang terasa begitu kecil itu.


Melihat Thania yang seakan sejak tadi menempel kepada Aksara, Rangga pun memanggil putrinya itu.


“Thania, sini … ikut Papa yuk. Sini, dipangku Papa,” ucapnya.


Arsyilla yang mengamati interaksi adik iparnya dan juga Thania, sebenarnya merasa geli. Sebab, Rangga masih sangat muda, bahkan dari wajahnya mungkin saja Rangga lebih muda dari Shaka. Akan tetapi, pria semuda itu sudah memiliki anak berusia 4 tahun. Akan tetapi, Arsyilla hanya menyimpan semua itu dalam hatinya, dan tidak berniat untuk membuka mulutnya sekarang ini.


Namun, hal yang mengejutkan justru yang terjadi. Rupanya justru Thania menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“No, Thania gak mau sama Papa … Thania maunya sama Daddy,” jawab Thania saat itu.


Tentu saja Arsyilla terkejut karena biasanya seorang anak perempuan akan begitu menempel dengan Papanya. Sama seperti dulu dirinya yang sangat menempel dengan Papa Radit, seakan tak ingin berpisah jauh Papanya sendiri. Akan tetapi, yang terlihat kali ini justru Thania seakan tidak mendekat sama sekali dengan Papanya. Bahkan terlihat seperti ada pemisah antara Thania dan Rangga. Bahkan keduanya seakan tidak ada interaksi sama sekali.


“Kak, sini Baby Ara biar sama aku,” pinta Arsyilla kali ini.


Aksara pun segera memindah Baby Ara yang selalu dalam timangannya, dan kini sudah beralih ke tangan Arsyilla. Setelah Aksara memindahkan Baby Ara, kemudian Thania segera kian mendekat dan seolah ingin digendong oleh Aksara.


“Thania lebih suka sama Daddy, daripada sama Papa,” ucapnya.


Aksara tidak berkomentar apa pun. Namun, kedua tangannya terbuka dan menggendong Thania sesaat. Tentu saja, Arsyilla kian bingung dibuatnya. Apa yang terjadi sebenarnya, sampai Thania tidak mau diajak oleh Papanya sendiri, dan secara jujur mengakui bahwa Thania lebih suka bersama Daddy Aksara.


Sementara Rangga berusaha tenang, tetapi kedua matanya tampak memindai pada Kakaknya yang sedang menggendong putri kandungnya sendiri. Seolah ada percikan rindu yang tertahan di sana. Berusaha menyelami apa yang sebenarnya terjadi antara Aksara, Airlangga, dan Thania.


“Sini, Baby Ara ikut Oma yuk,” pinta Bunda Kanaya saat ini.


Arsyilla tidak keberatan, tanpa menunggu waktu lama, Baby Ara sudah berada dalam gendongan Bunda Kanaya. Terlihat bagaimana Bunda Kanaya menggendong cucunya, dan mendekatkan Baby kecil itu kepada suami dan putra bungsunya.


“Nih … ada Opa Bisma dan Om Rangga,” ucap Bunda Kanaya yang seolah memberikan kepada Ara yang masih kecil bahwa ada Opa dan Om-nya di sana.


“Panggilnya Uncle aja, Bunda,” pinta Rangga kali ini kepada Bundanya.


Dengan cepat Rangga menggelengkan kepalanya, “No, enggak ah Bunda … kayak Om-Om gitu jadinya. Panggil Uncle saja ya Ara,” balasnya.


Memanfaatkan waktu, Arsyilla memilih beralih ke dapur sebentar dan membuatkan minum untuk keluarganya. Tidak lupa, Arsyilla juga memberikan susu hangat untuk Thania. Di dalam nampan, Arsyilla membawa minuman dan aneka camilan kue kering ke ruang tamu.


“Tidak usah repot-repot Nak,” ucap Ayah Bisma.


“Iya Kak, tidak usah repot-repot,” imbuh Rangga.


“Enggak repot kok, kan cuma minuman. Silakan diminum,” balas Arsyilla sembari mempersilakan keluarganya itu untuk minum.


Kemudian Arsyilla masih melihat Thania yang masih berada di dalam gendongan suaminya itu. “Thania, Tante bikinkan susu hangat rasa Vanilla kesukaan Thania nih,” ucap Arsyilla.


Perlahan Thania pun meminta turun, dia tertarik untuk meminum susu buatan Tantenya itu. Susu hangat rasa Vanilla kesukaannya.


“Makasih Tante Syilla,” ucap Thania dengan suara khasnya yang lucu di telinga Arsyilla.

__ADS_1


Seolah Syilla samar-samar mendengar Rangga yang bertanya lirih kepada Bunda Kanaya. “Thania suka susu hangat rasa Vanilla ya Bunda?” tanyanya begitu lirih.


“Iya,” jawaban Bunda Kanaya pun sama lirihnya.


Kali ini giliran Arsyilla yang memangku Thania, dan membantu Thania meminum susunya. Sementara Aksara memilih duduk di dekat Ayah Bisma.


“Kabarnya gimana Mas?” tanya Rangga sekarang kepada Aksara.


“Baik,” sahut Aksara dengan singkat.


“Kak Syilla melahirkannya normal atau Caesar, Mas?” tanya Rangga kali.


“Normal,” jawab Aksara.


“Oh, pasti sakit banget tuh normal,” sahut Rangga.


Dari percakapan keduanya terlihat bagaimana Airlangga yang berusaha aktif dan bertanya kepada Kakaknya. Sementara Aksara terlihat dingin, raut wajahnya pun datar. Bisa dibilang ini kali pertama Arsyilla melihat suaminya yang seperti ini.


Kecurigaan Arsyilla pun kian menjadi-jadi setelah mengamati semuanya ini. Sudah pasti hubungan antara Rangga dan Aksara dalam keadaan yang tidak baik. Sejujurnya Arsyilla hanya peduli dengan hubungan Kakak Beradik itu. Sementara untuk hubungan Rangga dan Thania itu adalah sepenuhnya masalah pribadi adik iparnya dan Arsyilla tidak ingin terlibat di dalamnya.


“Emang dulu Thania lahirnya normal atau Caesar, Ga?” tanya Arsyilla.


Setidaknya dia akan berusaha mencairkan suasana. Jika suaminya terlampau dingin, Arsyilla yang akan sedikit hangat supaya komunikasi dua saudara itu tidak terputus begitu saja.


“Caesar kok Kak … makanya tadi waktu Bunda bilang normal, sudah pasti sakit banget,” balas Rangga.


“Iya sih … sakit banget,” balas Arsyilla.


Aksara kemudian menaruh tangannya perlahan, dan menggenggam tangan Arsyilla di sana. Dari genggaman tangan Aksara pun ada sesuatu yang ingin Arsyilla pahami di sana. Arsyilla lantas tidak lagi berbicara, dan mendengarkan Bunda Kanaya yang saat itu berbicara dan sedikit bernyanyi untuk Baby Ara.


“Tante Syilla, Thania sudah minum susunya. Makasih Tante,” ucap Thania yang menyerahkan gelas itu kepada Arsyilla.


Arsyilla pun menarik tangannya dari genggaman suaminya, kemudian menerima gelas dari tangan Thania. Menaruhnya di meja, dan kemudian menyeka sisa-sisa susu di bibir Thania dengan menggunakan tissue.


“Sini, Tante bersihin dulu … Thania minumnya sampai belepotan deh,” ucapnya.


“Hehehe, makasih Tante Syilla,” balas Thania. “Daddy, gendong Thania lagi dong … Thania kangen deh sama Daddy,” pinta Thania lagi.

__ADS_1


Mendengar permintaan Thania, Aksara pun langsung berdiri dan juga segera menggendong Thania. Walaupun tidak berbicara apa pun, tetapi Aksara sigap menuruti permintaan Thania itu. Di dalam hatinya, Arsyilla hanya membatin semoga saja Aksara akan menjadi figur Ayah yang baik bagi Ara nanti. Semoga saja, dan hubungan antara Ayah dan anak juga bisa baik dan tidak ada pertikaian di antara keduanya.


__ADS_2