
Jika ada perasaan yang bisa mengungkapkan perasaan Arsyilla dan Aksara sekarang ini tentu adalah sebuah perasaan lega. Ya, mengetahui bahwa janin dalam rahimnya dalam keadaan sehat dan tumbuh dengan baik membuat kedua calon orang tua baru itu tampak begitu lega dan bahagia.
Bahkan saat mengantri untuk menunggu obat di apotek tak jarang Arsyilla tersenyum sembari mengusapi sendiri perutnya yang masih begitu rata. Kehamilannya baru tujuh minggu, sehingga memang perutnya belum menyembul ke permukaan.
“Kenapa kamu usap-usapin perut kamu?” tanya Aksara.
“Enggak, rasanya senang saja Kak … tidak mengira akan ada kehidupan baru di dalam sini. Hitungannya cepat, begitu kamu lepas pengamanan tidak lama kemudian ada adik bayi di sini,” sahut Arsyilla.
Rasanya memang cukup cepat, usai menjalani resepsi dan keduanya bersatu tanpa menggunakan pengaman, rupanya bakal janin dengan cepatnya ada di dalam perut Arsyilla kali ini. Tentu juga semua ini karena Allah yang sudah mempercayai mereka berdua untuk menjadi orang tua. Sebab, di bawah kolong langit ini semuanya adalah karena kedaulatan dari Allah semata.
Aksara pun menganggukkan kepalanya sembari melirik ke arah istrinya itu, “Iya Honey … cuma aku harus puasa dulu yah. Hormon Prostaglandin nya bisa bikin adik bayinya terancam di dalam sini. Wah, kira-kira aku harus puasa berapa lama?” bisik Aksara kali ini di telinga istrinya itu.
Arsyilla tak kuasa untuk menahan tawa di wajahnya. Wanita itu juga sebenarnya kasihan dengan suaminya, tetapi demi si calon bayi maka mau tidak mau Aksara harus berpuasa terlebih dahulu.
“Sabar ya Kak … demi si baby,” balas Arsyilla.
“Iya-iya … aku akan sabar kok. Demi buah cinta kita berdua,” balas Aksara.
Sekalipun menahan puasa terasa berat. Akan tetapi, Aksara rela menanggung apa pun termasuk berpuasa terlebih dahulu. Asalkan pertumbuhan janinnya di dalam rahim Arsyilla tumbuh dengan baik dan sehat. Usai mengantri untuk mengambil obat di apotek, Aksara lantas mengajak Arsyilla untuk kembali ke unit apartemennya.
“Langsung pulang yah?” ajak Aksara kini.
__ADS_1
“Iya Kak … lagian biar bekas-bekas lukaku ini sembuh dulu,” sahut Arsyilla.
“Kasihan banget kamu, Honey … aku tidak tega melihat kamu seperti ini. Aku berdoa semoga di kehamilan kamu ini, kamu selalu sehat dan bahagia tentunya. Aku akan selalu membahagiakan kamu,” sahut Aksara.
Ya, sebenarnya Aksara sangat tidak tega melihat bekas luka yang mulai pudar di wajah Arsyilla. Untuk itu, Aksara benar-benar berharap bahwa istrinya itu akan selalu sehat dan bahagia di kehamilannya. Aksara tahu mengandung adalah hal yang tidak mudah. Para wanita harus bersusah payah mengandung. Merasakan sakit selama kehamilan, harus mengelola stress dan emosinya, harus mengonsumsi makanan sehat dan mengurangi junk food, serta harus tidur cukup. Selain itu, menjelang waktunya melahirkan bisa saja wanita mengalami kenaikan berat badan yang susah untuk diturunkan, mengalami pembengkakan di area kaki, dan juga sakit bersalin yang sakitnya begitu luar biasa. Oleh karena itu, Aksara benar-benar berharap dirinya bisa selalu membahagiakan Arsyilla.
Begitu telah sampai di apartemennya, Arsyilla segera mengganti pakaiannya. Kini wanita hamil itu hanya menggunakan kaos dan celana pendek saja. Arsyilla tampak duduk di sofa yang menghadap ke pemandangan Ibukota di jendela kaca super besar yang berada di apartemen itu. Wanita itu memegang kertas hasil USG di tangannya. Mengamati embrio yang masih berukuran sebiji apel hijau itu.
“Kamu baru ngapain, Honey?” tanya Aksara.
Terlihat Arsyilla menyunggingkan senyuman di wajahnya dan memperlihatkan kertas foto berukuran persegi itu kepada Aksara.
“Foto USG tadi Kak … ini foto pertama baby kita,” jawab Arsyilla.
Aksara merangkul bahu Arsyilla dan memegang kertas berukuran persegi itu. Tangan pria itu juga tampak mengusapi setitik kecil yang tercetak jelas di hasil USG itu.
“Iya … benar banget, Honey. Ini foto pertama baby kita,” sahut Aksara.
“Dia masih begitu kecil … baru sebiji apel. Namun, aku sudah sangat menyayanginya,” balas Arsyilla.
Melihat sendiri bagaimana embrio yang menghuni rahimnya bertumbuh dengan baik dan mendengar penjelasan dari Dokter Rinta bahwa janinnya akan terus berkembang kelopak mata, mata, hidung, mulut, juga organ-organ tubuh yang lain yang membuat Arsyilla begitu terharu.
__ADS_1
“Benar Honey. Aku juga sudah sayang banget sama dia,” balas Aksara.
“Bentuknya sudah jelas belum sih Kak?” tanya Arsyilla sembari mengamati kertas hasil USG itu. “Sebiji apel masih kecil banget,” lanjut Arsyilla lagi.
Terlihat Aksara yang mendekatkan wajahnya dan mulai meraih kertas foto hasil USG itu, “Bagiku … bentuknya jelas kok Honey. Dia adalah anak kita, buah hati kita. Kita berdua yang menenunnya dengan cinta dan kasih kita berdua. Jenis kelaminnya akan seperti apa tidak masalah bagiku. Yang penting kamu dan adik bayi sehat,” balas Aksara kali ini.
Sekalipun janin Arsyilla masih begitu kecil dan baru berusia 7 minggu. Akan tetapi, bagi Aksara bentuk dari janin itu jelas. Ya, itu adalah bayinya. Bukti cintanya kepada Arsyilla. Buah hati yang mereka tenun berdua dengan cinta.
Mendengar ucapan Aksara, terlihat Arsyilla yang berlinangan air mata. Terlihat Aksara yang mengubah posisi duduknya dan menatap wajah istrinya itu. Ibu jari Aksara bergerak dan menyeka air mata di wajah Arsyilla.
“Hormon kehamilan bikin kamu cengeng ya Honey … jangan banyak nangis yah. Alih-alih melihatmu menangis seperti ini, aku lebih suka melihatmu bahagia. Jadi, berbahagialah Honey,” ucap Aksara kali ini.
Nyatanya Arsyilla justru terisak, “Bukan cengeng. Hanya saja perkataanmu bikin aku terharu,” sahut Arsyilla.
Apa yang diucapkan Arsyilla benar adanya. Dia merasa begitu terharu saat mendengar bahwa suaminya itu menginginkan dirinya untuk bahagia. Arsyilla pun berharap bahwa usai badai yang menghampiri di dalam hidupnya, tidak akan ada lagi tangisan air mata. Semoga sang pemilik Semesta menganugerahkan banyak kebahagiaan untuknya dan Aksara.
Aksara segera bergerak dan memeluk istrinya itu, “Cup dong Honey. Jangan menangis sampai terisak kayak gini. Apa pun itu, terima kasih Honey. Terima kasih sudah memberikan hadiah yang sangat indah buatku. I Love U, Bumilku,” balas Aksara kali ini.
Di sela-sela isakan tangisnya rupanya Arsyilla pun tersenyum dan mencerukkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
“Sama-sama Hubby. Aku juga senang banget mengandung buah cinta kita berdua. Aku akan menjalani semuanya dengan tulus dan ikhlas. Menjaga dengan baik buah cinta kita berdua, sampai hari di mana dia dilahirkan nanti aku berharap baby kita akan tumbuh sehat, lengkap, dan sempurna di dalam sini,” balas Arsyilla.
__ADS_1
Ya, Arsyilla akan benar-benar menjaga buah hatinya dengan Aksara. Tidak akan membiarkan hal buruk yang menghambat pertumbuhan janinnya. Saat ini, prioritas Arsyilla adalah memastikan janin dalam rahimnya terus bertumbuh hingga menjadi buah hati yang sehat, lengkap, dan sempurna sampai akhirnya bayinya akan dilahirkan di usia 9 bulan 10 hari nanti.