Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Masa Lalu dan Masa Depan


__ADS_3

Hari sudah semakin malam, Aksara dan Arsyilla pun kini kembali untuk pulang ke unit apartemen mereka. Rasanya kali ini tentu mereka berdua dengan perasaan yang amat lega. Ketika bisa melepaskan dendam di dalam hati itu memang membuat hati terasa begitu lega rasanya.


“Kak, boleh bicara sebentar?” tanya Arsyilla kepada suaminya begitu mereka telah tiba di unit apartemen mereka.


“Boleh dong, Honey. Ada apa?” tanya Aksara kepada istrinya itu.


“Euhm, begini Kak … bukannya aku meragukan Ravendra. Namun, kamu yakin dia benar-benar sudah melupakan dendamnya?” tanya Arsyilla kali ini kepada Aksara.


Saat seseorang yang dulu pernah melukaimu di masa lalu, tiba-tiba berbalik drastis dan bersikap sangat baik memang membuat hati terasa bertanya-tanya. Hanya saja Arsyilla memang ingin berbicara dengan suaminya itu sebelum akhirnya tidur malam ini.


Tampak Aksara yang melirik ke arah istrinya itu, “Sekali-kali kita memberi kepercayaan kepada orang lain tidak masalah, Honey. Ravendra pun memiliki kehendak bebas untuk memilih apa yang akan dia lakukan. Jika akhirnya dia benar-benar bertobat dan hidup di jalan yang benar, justru aku merasa senang,” jawab Aksara.


Dalam hatinya, Aksara agaknya benar-benar bisa melepaskan pengampunan untuk Ravendra. Lagipula, sebenarnya masalah antara dirinya dan Ravendra di masa lalu memang tidak begitu jelas. Membenci tanpa sebab, agaknya itulah yang terjadi antara dirinya dan Ravendra di masa lalu.


“Jadi, bagaimana Kak?” tanya Arsyilla lagi.


“Aku memilih untuk percaya kepadanya. Tidak masalah, lagipula semuanya hanyalah masa lalu. Mungkin dia memang pernah membenciku di masa lalu dulu. Akan tetapi, di masa sekarang dan masa depan kuharap, aku tidak akan berseteru lagi dengannya. Hidup bisa damai dengan orang lain itu menyenangkan,” balas Aksara lagi.


Terlihat jelas bagaimana pola pikir Aksara sebagai pria dewasa yang menyingkapi segala sesuatu dengan sudut pandang yang terlebih terbuka. Bahkan Aksara juga berharap bahwa dirinya tidak akan lagi berseteru dengan Ravendra.


Sementara Arsyilla tampak menatap sekilas pada suaminya itu, kemudian Arsyilla kini menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu.

__ADS_1


“Kamu baik banget, Kak … rasanya aku sangat bersyukur menikah denganmu. Sudut pandangmu sangat terbuka, kamu juga mudah memaafkan orang lain. Di awal pernikahan dulu, kamu juga sangat sabar sama aku,” balas Arsyilla kini.


Tentu saja ucapan Arsyilla itu berdasarkan pengalaman yang Arsyilla dapatkan. Dari hidup sehari-hari bersama Aksara membuat Arsyilla begitu mengenali sosok suaminya itu.


“Dulu … aku selalu berpikir bahwa sosok pria yang baik adalah Papaku. Papaku sangat mencintai Mama, menyayangiku dan Shaka. Aku selalu berharap memiliki suami sebaik Papa. Rupanya sekarang harapan itu terwujud. Kamu adalah pria yang baik. Ku harap nanti kamu akan menjadi sosok Ayah yang baik untuk baby kita nanti,” sambung Arsyilla lagi. Sekaligus Arsyilla tengah membagi harapannya dengan Aksara. Sungguh, Arsyilla berharap bahwa Aksara akan menjadi sosok Ayah yang baik untuk babynya nanti.


Aksara pun perlahan menganggukkan kepalanya dan menatap sekilas kepada Arsyilla. “Aku masih perlu belajar nanti, Honey. Jika mencintaimu, aku bisa. Bertahun-tahun lamanya aku mencintaimu. Hanya saja untuk menjadi seorang Ayah, aku harus belajar banyak,” balas Aksara.


“Aku yakin … kamu akan menjadi Ayah yang baik. Jika tidak bisa seperti Papa Radit, bisa dong seperti Ayah Bisma. Rasanya, Ayah Bisma juga adalah Ayah yang baik. Aku masih ingat dengan keramahan dan baik hatinya Ayah Bisma saat aku masih menjadi pasiennya. Bahkan Ayah Bisma sering memberiku karamel. Aku tidak menyangka jika karamel itu berhubungan denganmu,” cerita Arsyilla begitu panjang lebar kepada suaminya itu.


Tampak Aksara tersenyum mendengar cerita dari istrinya itu, “Andai kita bisa bertemu saat kita masih kecil dulu ya Honey … aku selalu berharap bisa bertemu denganmu. Sayangnya, saat kita bertemu, aku tidak berani untuk menatapmu secara langsung. Aku baru berani menatapmu di jebakan one night stand itu,” jawab Aksara.


“Kak … kini semua masa laluku, aku tinggalkan di belakangku. Termasuk kisahku dengan Ravendra dulu. Begitu aku telah membuka hatiku untuk menerimamu, kamu adalah masa kini dan masa depanku. Terima kasih sudah mengisi hidupku dengan cintamu. Terima kasih sudah sabar denganku,” ucap Arsyilla kali ini dengan sungguh-sungguh.


Aksara yang mendengarkan pengakuan dari Arsyilla itu hanya bisa tersenyum dan merangkul istrinya itu.


“Sama-sama, Honey. Aku setuju denganmu, semuanya adalah masa lalu. Aku pun bisa menerima dan memaklumi masa lalumu. Semua itu karena aku begitu mencintaimu,” balas Aksara.


Ketika mencintai seseorang, maka harus memaklumi masa lalu mereka. Menerima masa lalu mereka. Itulah yang dilakukan Aksara. Memang dirinya memaklumi ada pria lain yang pernah singgah di hati Arsyilla dulu. Akan tetapi, Aksara membuktikan bahwa dirinya akan menjadi pelabuhan terakhir bagi Arsyilla. Sama seperti Arsyilla yang menjadi pelabuhan terakhir baginya.


“Aku rasanya ingin menyongsong masa depan bersamamu dan baby kita … mengisi hari-hari di hidupku dengan orang-orang yang aku cintai,” ucap Aksara lagi.

__ADS_1


Terlihat Arsyilla menengadahkan wajahnya guna melihat wajah suaminya itu, “Iya Kak … aku pun menantikan saat-saat itu. Dedek bayi baru sekitaran 8 weeks nih di perut Bunda. Masih harus menunggu lama sampai dedek bayinya lahir,” ucap Arsyilla kali ini.


“Tidak apa-apa, Honey. Disyukuri dan dinikmati saja. Kehamilan itu masa yang indah. Jadi gak perlu buru-buru. Aku akan selalu mendampingi kamu,” balas Aksara kali ini.


Jika memang mengingat lamanya momen kehamilan hingga 9 bulan 10 hari memang terasa begitu lama. Hanya saja, semua itu tidak terasa jika dijalani dengan penuh syukur. Aksara sendiri akan selalu mendampingi Arsyilla selama menjalani masa-masa kehamilannya. Mencurahkan perhatian dan cintanya untuk istrinya yang tengah mengandung buah cinta mereka berdua itu.


“Ya sudah tidur yuk Kak … sudah malam banget. Takut besok tidak bisa bangun pagi,” balas Arsyilla kini.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, pria itu membantu istrinya untuk merebahkan dirinya. Setelahnya barulah Aksara berbaring di sisi Arsyilla. Pria itu segera menelisipkan tangannya di bawah kepala Arsyilla, membiarkan Arsyilla berbaring di antara lengan dan dadanya. Posisi seperti ini selalu menjadi favorit bagi keduanya.


“Dedek bayi juga tidur yah. Sehat-sehat di dalam perutnya Bunda. Bertahan di dalam sini sampai usia kamu cukup, kamu lengkap, sempurna, dan sehat. Nanti jika waktunya sudah tiba Ayah dan Bunda, juga keluarga besar kita akan menyambutmu. I Love U Dedek bayi,” ucap Aksara sembari mengusapi perut istrinya itu.


Ah, rasanya Arsyilla begitu bahagia. Suaminya itu sangat menyayangi buah hati mereka. Dari ucapan dan perhatiannya menjadi bukti nyata bahwa Aksara akan menjadi sosok Ayah yang baik bagi buah hatinya nanti.


“Makasih Ayah … bahkan saat dedek bayi masih begitu kecil, Ayah udah sayang banget sama dedek bayi. Mungkin karena kamu yang begitu baik dan sayang sama dedek bayinya, aku jadi enggak merasa hamil. Biasa aja rasanya, cuma memang jadi lebih sering mengantuk,” balas Arsyilla.


Memang seakan Arsyilla tidak mengalami tanda-tanda kehamilan seperti mual, muntah, lesu, dan sebagainya. Hanya saja Arsyilla merasa bahwa dirinya menjadi lebih mengantuk setelah hamil ini. Berteman dengan ranjang, lengkap dengan bantal, guling, dan ruangan ber-AC membuat Arsyilla dengan begitu mudahnya terlelap.


“Tidak apa-apa Honey. Kamu dan dedek bayinya sehat-sehat terus. Ayahnya yang morning sickness gak apa-apa. Doaku di kehamilanmu ini kamu dan dedek bayi selalu sehat dan bahagia. Jangan sampai sakit, jangan sampai kena musibah lagi. Itu adalah doaku untuk istri dan anakku ini,” sahut Aksara.


Sebab memang Aksara masih mengalami Couvade Syndrom. Pria itu sering kali terbangun di pagi buta untuk memuntahkan isi perutnya. Entah sampai kapan morning sickness yang dialaminya akan segera usai. Yang pasti Aksara pun tidak mempermasalahkannya. Yang penting istri dan babynya bisa selalu sehat.

__ADS_1


__ADS_2