Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Happy 7 Weeks!


__ADS_3

Hari ini dengan berat hati, Aksara harus meninggalkan Arsyilla sendirian di unit apartemennya. Akan tetapi, Aksara sudah menyiasati dengan menghubungi seluruh kamera CCTV di unit apartemen untuk terhubung ke handphonenya. Dengan demikian, dia bisa mengawasi Arsyilla dari jauh. Bukannya terlalu khawatir, tetapi Aksara lebih memilih berjaga-jaga dan memastikan istrinya itu tetap aman.


“Yakin tidak apa-apa aku tinggal ke kantor?” tanya Aksara kali ini kepada istrinya itu.


“Iya,” sahut Arsyilla dengan cepat.


“Kalau kesepian atau apa pun hubungi aku yah. Aku tidak masalah kamu hubungi,” balas Aksara.


Wanita itu pun tersenyum. Hatinya begitu hangat menerima perlakuan manis dan perhatian dari Aksara. “Iya-iya Kak … aku akan baik-baik saja dan menunggumu pulang,” balas Arsyilla kali ini.


Aksara kemudian mengecup kening istrinya terlebih dahulu dan memeluknya dengan begitu erat. Sebenarnya enggan untuk meninggalkan Arsyilla sendirian, tetapi mau tidak mau Aksara harus bekerja dan berdiskusi terkait pekerjaan dengan Bunda Kanaya. Untuk itu, Aksara pun harus ke Jaya Corp sekarang.


“Semangat ya Hubby bekerjanya. Aku dan our baby akan tungguin kamu pulang,” ucap Arsyilla kali ini.


Teringat dengan janin di dalam rahim Arsyilla, Aksara pun menundukkan wajahnya dan mengecup perut Arsyilla yang masih rata itu.


“Ayah bekerja dulu ya Nak … sehat-sehat di rumah sama Bunda yah,” balasnya.


Arsyilla tertawa melihat perilaku lucu suaminya itu, “Jadi, officially kita dipanggil Ayah dan Bunda?” tanya Arsyilla.


Aksara pun turut tertawa, “Seenaknya kamu saja Honey. Ya sudah, aku ke kantor dulu yah,” pamit Aksara kali ini.


Begitu tiba di Jaya Corp, Aksara segera menemui Bundanya di ruangan CEO Jaya Corp. Pria itu menyapa Bundanya di sana.


“Selamat pagi Bunda,” sapanya kepada Bundanya.

__ADS_1


“Pagi Nak … gimana Arsyilla sudah makin membaik?” tanya Bunda Kanaya kali ini.


“Iya … sudah semakin membaik,” sahut Aksara.


“Kamu buatkan rancangan desain untuk projek dengan Agastya Property yah. Seperti biasanya saja. Untuk projek dengan Tiara sudah resmi Bunda batalkan,” ucap Bunda Kanaya kali ini.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, dan sepenuhnya menerima keputusan dari Bundanya itu. Sebab, Aksara juga tidak akan membiarkan Jaya Corp bekerja sama dengan wanita yang sudah mencelakakan istrinya.


Usai berbincang dengan Bundanya, kemudian Aksara menuju ke ruangannya. Pria itu tampak begitu lihai menggunakan drawing pad di tangannya dan membuat rancang bangun desain. Sesekali Aksara juga memantau situasi di unit apartemennya. Terlihat Arsyilla yang sedang tidur siang itu dengan memeluk gulingnya. Sungguh, rasanya Aksara ingin menggantikan guling yang saat ini dipeluk istrinya itu. Akan tetapi, tuntutan pekerjaan membuat Aksara harus tetap bekerja di kantor.


Menjelang sore, Aksara segera pulang karena dirinya akan mengantarkan Arsyilla mendatangi Dokter Spesialis Kandungan untuk memeriksakan janin mereka. Sehingga Aksara begitu bersemangat untuk pulang ke apartemennya.


“Sudah siap Honey?” tanya Aksara begitu tiba di apartemennya.


Terlihat Arsyilla yang sudah siap dan membukakan pintu bagi suaminya itu, “Sudah Kak,” balasnya.


Tanpa mandi terlebih dahulu, Aksara segera membawa istrinya itu menuju ke Rumah Sakit tempat Ayah Bisma praktik. Di sana mereka akan bertemu dengan Dokter Rinta dan memeriksakan kehamilan Arsyilla kali ini. Perjalanan menuju Rumah Sakit ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit, kemudian mereka mengantri di Poli Kandungan. Menunggu nama Arsyilla untuk dipanggil dan mendapatkan pemeriksaan.


Kurang lebih setengah jam, keduanya menunggu. Sampai akhirnya seorang perawat memanggil nama Arsyilla.


“Nyonya Arsyilla,” ucap perawat tersebut.


Arsyilla dan Aksara pun segera memasuki ruangan pemeriksaan dan menerima tensi terlebih dahulu, menimbang berat badan, dan kemudian menemui Dokter Rinta yang sudah tersenyum kepada mereka berdua.


“Selamat datang Ibu Arsyilla dan Bapak. Mungkinkah sudah ada kabar baik?” tanya Dokter Rinta kali ini.

__ADS_1


Terlihat Arsyilla yang mengangukkan kepala dan mengelus perutnya dengan lembut, “Iya Dok,” sahut Arsyilla.


“Kira-kira kapan nih positifnya?” tanya Dokter Rinta.


“Pekan lalu, Dok,” jawab Arsyilla.


Dokter Rinta pun melihat catatan hari pertama dan hari terakhir menstruasi di buku catatan pemeriksaan milik Arsyilla kemudian mempersilakan Arsyilla untuk berbaring di atas brankar dan pemeriksaan dilanjutkan dengan menggunakan USG. Mulailah perawat menyingkap kemeja yang dipakai Arsyilla dan mengoleskan USG Gell yang terasa dingin di permukaan kulit perut Arsyilla. Kemudian Dokter Rinta mulai menggerakkan transducer di tangannya.


“Silakan melihat hasil USG di monitor ya Pak … saya akan jelaskan pelan-pelan,” jelas Dokter Rinta.


Atensi Aksara pun sepenuhnya fokus ke monitor yang terlihat olehnya. Pria itu seakan menunggu bagaimana kondisi buah hatinya kini.


“Selamat ya Bu Arsyilla dan Bapak … benar positif yah. Sekarang janin sudah berusia 7 minggu,” ucap Dokter Rinta dengan menggerakkan transducer di tangannya menyisiri perut Arsyilla.


Aksara dan Arsyilla pun tersenyum. Tidak mengira bahwa kehidupan baru benar-benar ada di rahimnya sekarang ini. Allah benar-benar mempercayainya dan Aksara untuk menjadi orang tua baru.


“Di sini terlihat kantong rahim ya Bu … ini akan menjadi tempat tumbuhnya janin selama 9 bulan 10 hari. Yang kecil dan bergerak seperti melayang-layang ini adalah embrio atau bakal janin ya. Di usia 7 minggu ini ukurannya sebesar biji apel dengan panjang kurang lebih 1,27 centimeter. Di usia ini janin sedang beradaptasi untuk tumbuh di dalam rahim. Selain itu organnya juga berkembang dengan pesat. Wajah bayi sedang dalam proses pembentukan. Kontur mata, hidung, mulut, telinga, dan bagian di wajah bayi akan terbentuk. Plasenta atau ari-ari juga sudah terbentuk yah,” penjelasan Dokter Rinta dengan begitu detail kepada Aksara dan Arsyilla.


“Alhamdulillah,” sahut Arsyilla dan Aksara hampir bersamaan.


“Usia janin baik yah. Hanya saja di trimester awal sebaiknya tidak terlalu melakukan hubungan suami istri karena cairan pria mengandung hormon prostaglandin yang justru menyebabkan kontraksi dan melukai babynya. Kalau pun berhubungan sebaiknya tidak dikeluarkan di dalam,” jelas Dokter Rinta lagi.


Kali ini terlihat Aksara yang membuka telinganya lebar-lebar dan mendengarkan penjelasan Dokter Rinta. Sebab terkait dengan asupan vitamin boosternya. Akan tetapi, Aksara tentu akan menahan karena dirinya memprioritas kesehatan istri dan janin yang saat ini sedang tumbuh di dalam rahim istri tercintanya itu.


Usai melakukan pemeriksaan dengan USG, kemudian perawat membersihkan sisa-sisa USG Gell di perut Arsyilla dan membantu Arsyilla untuk turun dari brankar.

__ADS_1


“Pemeriksaan selanjutnya bulan depan ya Bu. Saya akan resepkan vitamin yang mengandung Asam Folat dan Omega 3 untuk perkembangan otak bayi. Selain itu, jaga pola makan. Ibu bisa makan lebih sering dengan porsi kecil. Selain itu jaga pola tidur dan konsumsi air putih. Jika ada keluhan Ibu bisa mengirimkan pesan kepada saya yah,” jelas Dokter Rinta kali ini.


Wah, rasanya begitu luar biasa. Setelah kejadian buruk yang Arsyilla alami dan sekarang Arsyilla bisa mendengar bahwa janinnya dalam keadaan sehat. Arsyilla berjanji akan menjaga janinnya dengan sebaik mungkin sampai tiba masa melahirkan nanti.


__ADS_2