
Rupanya, Aksara kali ini terlihat begitu excited mempersiapkan perjalanannya perdananya kali ini bersama istrinya tercinta. Bahkan kali ini, pria itu tak mempersiapkan sebuah kamera polaroid yang akan dia bawa menuju ke tempat yang akan menjadi persinggahannya selama satu pekan ini.
“Kok kelihatannya kamu yang terlihat excited banget sih Kak?” tanya Arsyilla sekarang.
“Iyalah harus semangat,” sahutnya.
Arsyilla lantas menatap suaminya itu, “Besok kita mau kemana sih Kak? Kamu belum kasih tahu kemana kita pergi loh,” tanyanya.
“Ke Lombok aja, Sayang …,” ucapnya kali ini.
Mendengar kemana tujuan Aksara membawa, Arsyilla hanya diam. Dia tidak mempeributkan kemana suaminya itu membawanya pergi. Hanya saja Arsyilla agaknya memahami bahwa suaminya itu menyukai laut dan berlayar, dan dua alasan itu yang membuat Arsyilla mengikuti kemana suaminya itu membawanya.
Aksara lantas menatap Arsyilla yang hanya diam, “Kenapa, kamu gak suka?” tanyanya kali ini.
Dengan cepat Arsyilla menggelengkan kepalanya, “Enggak, suka-suka aja kok. Yang penting aku liburan saja. Refreshing,” jawabnya dengan tersenyum penuh ragu.
Ya ragu, apakah nanti dia bisa menikmati liburan atau hanya mengikuti suaminya yang hanya akan menyuruhnya berdiam diri di dalam kamar hotel. Entahlah, agenda di Lombok tadi hanya Aksara yang tahu. Arsyilla cukup membawa diri dan mengikuti suaminya saja.
...🌸🌸🌸...
Keesokan harinya …
Dalam perjalanan udara dari Jakarta menuju Lombok kali ini, Arsyilla tampak mengamati awan-awan putih yang seolah bergerombol dan terbentang luas di depan mata. Sementara birunya laut di bawah, seolah menjadi panorama yang bisa dia lihat dari ketinggian udara.
__ADS_1
“Kalau mengantuk tidur saja dulu, nanti aku bangunin kalau mau landing,” ucap Aksara kini.
Akan tetapi, Arsyilla menggelengkan kepalanya, “Enggak, aku enggak ngantuk kok. Masih satu jam lagi ya Kak?” tanyanya kali ini.
Aksara kemudian mengangguk, “Iya, perjalanan udara masih satu jam lagi. Makanya kalau ngantuk atau capek istirahat dulu aja,” balasnya kali ini.
“Aku tidur begitu sampai hotel ada deh nanti, soalnya perbedaan waktu juga kan Waktu Indonesia Barat jadi Waktu Indonesia Tengah. Mau tidur sebentar boleh Kak?” tanyanya kali ini.
“Iya boleh … tidur aja,” jawabnya.
Arsyilla pun tersenyum, wanita itu lantas memalingkan wajah kembali melihat awan-awan putih yang laksana negeri di atas awan. Hingga tidak terasa, terdengar pemberitahuan dari awak kabin pesawat bahwa pesawat akan segera landing di Bandara Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok.
Hingga akhirnya pesawat mengambil posisi untuk mendarat, perlahan pesawat itu mulai turun, menukik, dan memutar. Semakin turun mengurangi ketinggiannya di udara, hingga akhirnya roda-roda pesawat telah kembali menapaki tanah.
Arsyilla pun mengernyitkan keningnya menatap pria yang masih duduk di sebelahnya itu, “Seseneng itu?” tanya Arsyilla.
“Iya dong, namanya juga bulan madu ya sudah pasti seneng dong. Mana ada perjalanan bulan madu malahan bersedih,” balas Aksara.
Ah, rasanya Arsyilla baru teringat bahwa mereka berdua datang ke Lombok bukan sekadar piknik, tetapi perjalanan bulan madu. Sehingga pantas saja jika Aksara terlihat senang bukan kepalang.
Dari Bandara, sebuah Aksara menyewa sebuah mobil yang disewanya selama sepekan untuk mengeksplor keindahan pulau Lombok, dia dengan segera membawa Arsyilla untuk menuju sebuah resort di Lombok. Resort mewah yang berada di tepat di bibir pantai dengan perbukitan hijau yang membentang di sekelilingnya menjadi tempat yang akan didiami Aksara dan Arsyilla selama sepekan ke depan. Berada di daerah yang jauh dari kota memang menjadi pilihan bagi Aksara, karena dia ingin sejenak menepi dari hiruk pikuknya kota Jakarta, menepi menikmati panorama alam Lombok yang indah eksotis.
Begitu telah tiba di resort itu, Aksara segera melakukan check in terlebih dahulu. Pria itu membawa Arsyilla menaiki sebuah mobil dari resort yang akan mengantarkannya ke resort mereka. Resort ini memang berada di jalanan yang menanjak, sehingga pihak resort menyiapkan sebuah mobil khusus bagi para tamu untuk sampai di kamar mereka masing-masing.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, Arsyilla terpana melihat birunya air laut yang seolah berpadu dengan hijaunya perbukitan. Benar-benar tempat yang indah. Wanita itu tersenyum saat angin segar di pulau Lombok menerpa dirinya. Hanya sekian menit, dan sekarang mereka sudah turun di unit/kamar dari resort itu yang mereka sewa selama sepekan.
“Ayo masuk,” ajak Aksara.
Mengangguk, Arsyilla kemudian mengikuti pria itu memasuki resort. Terlihat sebuah resort yang ukurannya hampir separuh apartemen mereka. Lengkap dengan ruang tamu mini dan juga mini kitchen. Kemudian ada tempat tidur yang berukuran cukup besar, kamar mandi yang dilengkapi dengan bath up. Dari jendela kamar mereka, terbentang pantai dengan warnanya yang biru dan benteng perbukitan hijau.
“Indah banget,” gumam Arsyilla.
Jika tadi diperjalan udara, dia mengeluh ingin tertidur, tetapi melihat panorama yang begitu indah. Rasanya kantuk itu lenyap seketika. Semua yang ada di depan matanya benar-benar indah.
“Suka tempatnya?” tanya Aksara kemudian.
Wanita itu pun mengangguk, “Iya, ini bagus banget, tapi kok sepi ya Kak?” tanyanya.
Sebab, dari melakukan check in hingga mereka di antar ke tempat ini, hanya ada beberapa orang yang terlihat menginap di resort itu.
Aksara pun mengangkat satu alis matanya, “Honeymoon ya enaknya di tempat yang sepi dong, Syilla … mau di tempat rame-rame?” tanyanya sembari tertawa.
“Ya ampun Kak, sejak kapan sih kamu nakal banget? Aku cuma tanya kenapa tempat ini sepi, kenapa malahan dihubung-hubungkan dengan honeymoon terus sih?” jawabnya kini.
Aksara justru tertawa, “Ya enggak apa-apa dong, kan kita ke sini untuk honeymoon. Sepi gini kan berasa di resort milik sendiri,” sahutnya. Pria itu lantas mengangkat satu tangannya dan mengusapi puncak kepala Arsyilla, “Syilla kamu tahu enggak, kalau aku sayang banget sama kamu? Aku cinta banget sama kamu,” ucapnya.
Arsyilla hanya diam, kemudian dia mengangguk samar. Ya Arsyilla tahu, dari sikap dan perbuatan pria itu selama ini, Arsyilla cukup tahu bahwa Aksara menyayangi dan mencintainya.
__ADS_1
Lantas Aksara menghela nafasnya perlahan, “Lega rasanya, bisa sampai di titik ini bersama kamu,” ucapnya kemudian.