Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Reuni SMA


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba. Menjelang malam minggu ini, Aksara dan Arsyilla akan mendatangi reuni akbar di SMA Bintang Cipta Jakarta, sebuah sekolah Swasta cukup bergengsi di kawasan Ibukota. Beberapa sebelumnya, Aksara bahkan telah membeli sebuah outfit dengan warna senada untuknya dan untuk Arsyilla. Pria itu seakan ingin menunjukkan kepada teman-temannya di SMA bahwa dia datang tidak sendirian, ada istrinya yang akan menemaninya di acara reuni akbar nanti.


"Kamu enggak mandi Kak?" tanya Arsyilla kepada Aksara.


Pria itu menggelengkan kepalanya, "Nanti aja Sayang, masih pengen kayak gini sama kamu," jawabnya.


Saat ini, keduanya tengah tidur bersama di sofa yang berada di ruang tamu sembari melihat Drama Korea kesukaan Arsyilla. Sofa saja muat untuk mereka tiduri bersama.


"Jangan sampai terlambat loh Kak," ucap Arsyilla lagi.


"Iya-iya Sayangku. Masih siang ini, masih pengen melukin kamu kayak gini," sahutnya dengan memeluk erat tubuh Arsyilla.


Arsyilla hanya geleng-geleng sendiri dengan perilaku suaminya itu, sudah sekian jam mereka dalam posisi seperti ini. Akan tetapi, agaknya Aksara masih ingin berlama-lama memeluk istrinya itu.


"Jangan terlalu erat dong meluknya, Kak ... aku jadi gak bisa bernafas," keluh Arsyilla.


Itu karena Aksara memeluknya dengan begitu erat. Seolah tidak memberikan celah bagi Arsyilla untuk bergerak. Memang terkesan posesif, tetap weekend kali ini rasanya Aksara tak ingin terpisah dari Arsyilla.


Hingga akhirnya, waktu berjalan dan sekarang sudah menjelang jam 15.00, Arsyilla memutuskan untuk menyudahi melihat Drama Korea. Dia berniat untuk mandi terlebih dahulu. "Kak, aku mandi dulu yah," pamitnya kali ini kepada Aksara.


Akan tetapi, pria itu justru menahan Arsyilla, "Mandi bareng yuk Sayang," ajaknya.


"Dengan cepat Arsyilla pun menggelengkan kepalanya, "Enggak bisa Kak, aku baru halangan," balasnya.


"Serius? Halangan itu dapat tamu bulanan?" tanya Aksara lagi.


Dengan cepat Arsyilla pun mengangguk, "Iya, tamu rutin tiap bulan," balasnya.


"Biasanya berapa lama?" tanya Aksara lagi.


"Seminggu," sahut Arsyilla.


Senyuman di wajah Aksara seketika redup, itu artinya dia juga harus berpuasa satu minggu lamanya. Tidak bisa menyentuh Arsyilla karena istrinya itu tengah berhalangan.


Lantaran Arsyilla tengah berhalangan, Aksara pun membiarkan istrinya itu untuk mandi terlebih dahulu. Sementara Aksara mengikuti ke dalam kamar. Menyiapkan kemeja yang dia beli untuk dirinya dan untuk Arsyilla.

__ADS_1


Kurang lebih dua puluh menit berlalu, Arsyilla keluar dari kamar mandi.


"Pakai kemeja ini Sayang," ucap Aksara dengan menyerahkan kemeja berwarna navy dengan garis merah dan putih melingkar di satu lengannya.


Arsyilla menerima kemeja itu, "Couple-an kita Kak?" tanyanya.


"Iya, couple. Kan yang penting enggak di kampus Sayang. Udah pakai aja, gak perlu berias cantik-cantik, nanti aku yang repot kalau kamu dilirik anak-anak di SMA-ku," ucap pria itu.


Arsyilla pun mengangguk, "Makasih ya Kak," ucapnya yang tidak lupa mengucapkan Terima kasih kepada Aksara.


...🌸🌸🌸...


Sekarang, mobil yang mereka tumpangi telah terparkir dengan rapi di SMA Bintang Widya Jakarta. Arsyilla berjalan di belakang suaminya itu. Akan tetapi, menyadari bahwa Arsyilla berada di belakangnya dengan cepat Aksara menggenggam tangan Arsyilla.


"Jangan di belakang Sayang... kalau ada apa-apa, aku enggak tahu," ucapnya.


Keduanya lantas memasuki gedung sekolah yang terlihat begitu megah dengan didominasi cat berwarna putih itu.


"SMA kamu berkelas juga ya Kak," ucap Arsyilla sembari mengamati bangunan gedung sekolah yang begitu megah itu.


"Enggak juga Sayang. Biasa aja," jawabnya.


"IPA dong. Dulu niatnya aku usai SMA melanjutkan ke Kedokteran, di Universitas tempat Mama Khaira mengajar. Namun, aku merasa enggak cocok deh jadi Dokter. Terus aku pindah ke jurusan Arsitektur ini," jawab Aksara.


Beberapa saat berjalan, mereka disambut oleh penerima tamu yang terdiri dari beberapa angkatan lintas generasi.


"Boleh mengisi daftar hadir dulu, dengan Kakak siapa ini?" tanya seorang penerima tamu yang mungkin masih menjadi siswa di SMA itu.


"Aksara," jawab pria itu.


Kemudian Aksara segera mengisi daftar hadir dan membubuhkan tanda tangan sebagai bukti hadir di situ. Setelahnya, Aksara kembali menggandeng tangan Arsyilla memasuki aula sekolah yang digunakan untuk acara reuni.


Sebuah kolase foto terpajang di dinding yang sepanjang aula itu. Rasanya Arsyilla tertarik dengan berbagai foto-foto yang terpajang di sana.


"Ada foto kamu enggak Kak?" tanyanya berbisik lirih di telinga suaminya itu.

__ADS_1


"Mungkin aja enggak ada. Aku bukan siswa femes," sahut Aksara.


"Masak sih good looking gini masak enggak femes?" balas Arsyilla.


Keduanya pun tertawa bersama. Akan tetapi, beberapa saat kemudian terdengar suara seorang wanita yang menyapa Aksara.


"Hei Kak Aksara, datang juga ya."


Rupanya dia adalah Tiara. Ya, wanita itu kali ini juga turut menghadiri reuni akbar di SMA Bintang Widya. Terlebih Tiara memang adik kelasnya Aksara, sehingga sudah pasti dia pun juga menghadiri reuni itu.


Melihat kedatangan Tiara, tawa di wajah Arsyilla pun sirna seketika. Bahkan Arsyilla hendak melepaskan tangannya dari genggaman Aksara, tetapi Aksara tetap menahannya. Kali ini, Aksara tak akan melepaskan tangan Arsyilla dari genggamannya.


Aksara pun mengangguk, "Hei juga," balasnya singkat.


Terlihat Tiara yang memperhatikan penampilan Aksara dan Arsyilla yang mengenakan kemeja couple. Bukan hanya warnanya yang senada, tetapi memang kemeja itu mirip hanya satu untuk cowok dan satu untuk cewek.


"Kak Aksara couple-an sama adiknya yah?" tanya Tiara usai memperhatikan penampilan keduanya.


Dengan cepat Aksara pun menggelengkan kepalanya, "Sorry Tiara, dia bukan adik aku. Dia namanya Arsyilla, dia istri aku," ucap Aksara.


Dengan yakin Aksara mengatakan bahwa Arsyilla adalah istrinya bukan adiknya. Mungkin Arsyilla yang terlihat masih muda, dan juga Arsyilla yang memanggil Aksara dengan sebutan kakak membuat beberapa orang berspekulasi bahwa keduanya adalah kakak dan adik. Mungkin Tiara adalah salah satu dari beberapa orang yang juga berspekulasi bahwa keduanya hanya sebatas kakak dan adik.


Tiara pun tercengang, tak menyangka bahwa Aksara, sang kakak kelas di masa putih Abu-Abu, telah menikah dan wanita yang saat ini bersama Aksara adalah istrinya.


"Serius Kak Aksara sudah menikah?" tanya Tiara yang memang ingin memastikan.


Dengan pasti Aksara pun mengangguk, "Benar. Dia adalah istriku, namanya Arsyilla," jawab Aksara lagi dengan yakin bahwa Arsyilla adalah istrinya.


Kini tidak ada lagi keraguan dalam diri Arsyilla, kali ini Aksara mengakui dirinya sebagai istrinya. Dalam hatinya, Arsyilla pun bahagia saat sang suami memperkenalkannya sebagai istrinya.


"Mau lihat-lihat yang lain Sayang?" ajak Aksara kepada Arsyilla.


Aksara pikir sudah cukup dirinya berdiri di sini, lagipula dia tidak ingin membuat Arsyilla menjadi tidak nyaman.


Mendengar bahwa suaminya mengajaknya Arsyilla pun mengangguk, "Boleh Kak, yuk lihat foto-foto yang lain," sahut Arsyilla.

__ADS_1


"Baik Tiara, kami muter-muter dulu ya," pamit Aksara kepada Tiara.


Setelahnya, Aksara memilih meninggalkan Tiara. Pria itu segera menggandeng tangan Arsyilla dan membawanya untuk menuju ke kelasnya saat SMA dulu. Aksara ingat bahwa Arsyilla pernah berkata bahwa Aksara tidak boleh memberi celah, sekarang adalah bukti bahwa Aksara tidak akan memberikan celah bagi siapa pun.


__ADS_2