
Tidak terasa usia kehamilan Arsyilla sudah bertambah bulan. Perut yang kian hari kian membuncit. Namun, Arsyilla masih saja mengajar. Dia sama sekali belum mengambil cuti melahirkan. Menurutnya, kehamilannya yang juga sehat dan tidak banyak keluhan membuat Arsyilla masih terus mengajar.
"Sudah trimester akhir, Honey ... kamu mau sampai kapan mengajarnya?" tanya Aksara.
"Ini minggu terakhir kok Ayah, habis ini aku sudah stay di rumah. Sudah masuk 36 weeks," jawab Arsyilla.
Ya, kehamilan Arsyilla sudah memasuki 36 weeks. Itu artinya waktu persalinan pun kian dekat. Sehingga, minggu ini menjadi minggu terakhir bagi Arsyilla untuk mengajar di kampusnya.
"Ya sudah, pokoknya hati-hati Honey ... usai kehamilan kian bertambah. Harus dijaga dengan lebih baik. Ingat kalau ada apa-apa segera hubungi aku," ucap Aksara.
"Iya Ayah ... tenang saja. Pasti kok, aku akan selalu hubungi My King lebih dahulu. Kamu segitu khawatirnya sama aku yah?" tanya Arsyilla.
Aksara pun menganggukkan kepalanya, "Iya ... aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu. Aku mau jadi suami yang siaga. Oleh karena itu, tidak masalah jika aku pun meninggalkan pekerjaanku dulu buat kamu," balas Aksara.
Arsyilla pun mengembangkan senyuman di wajahnya, dan memeluk suaminya itu dengan melingkarkan tangannya di sana, "Makasih ... you are the best hubby. Makasih banget, Hubby," balas Arsyilla.
"Sama-sama Honey ... enggak terasa yah, kalau sebentar lagi si Little Princess akan launching. Rasanya kayak baru kemarin kamu kasih aku kejutan kalau sedang positif, sekarang sudah mau lahiran aja," ucap Aksara dengan mengusapi perut istrinya.
Terkadang waktu yang berjalan memang terasa begitu cepat. Sama seperti yang dirasakan Aksara. Seolah-olah baru kemarin, dirinya mendapatkan kejutan bahwa Arsyilla tengah hamil. Sementara tidak lama lagi, istrinya itu akan segera melahirkan.
"Sudah 36 minggu, Ayah ... aku seneng sih, kamar untuk si Little Princess sudah ready. Aku bahkan sudah siapin koper untuk melahirkan nanti. Sebab, kontraksi bisa datang kapan saja kan," jawabnya.
Aksara merespons ucapan istrinya itu dengan menganggukkan kepalanya, sembari merangkul bahu istrinya itu. "Benar Honey ... kapan pun terasa kontraksinya yang penting kamu tenang yah. Kan ini pengalaman kedua, jadi sudah lebih siap," balas Aksara.
"Ya, pernah mengalami, tetapi ya tetep saja panik, Kak," balas Arsyilla.
__ADS_1
Itulah para ibu yang tengah hamil. Walau kali ini, bukan kehamilan pertama, tetapi saat merasakan kontraksi tetap saja merasa panik. Akan tetapi, nanti Arsyilla saat merasakan gelombang cinta dari babynya, Arsyilla akan berusaha untuk tenang. Sebab, jika dirinya tenang, sudah pasti Aksara juga akan tenang.
Arsyilla pun juga berpikir bahwa di usia kehamilan yang kian tua, dia akan meminta Mama Khaira untuk menemaninya di rumah. Sehingga, saat kontraksi itu datang, sudah ada yang akan menghandle Ara. Sebab, tidak mungkin saat melahirkan nanti Arsyilla dan Aksara akan turut mengajak Ara yang masih bayi. Proses pembukaan bisa berjam-jam lamanya, sehingga lebih baik Ara dititipkan terlebih dahulu kepada Mama Khaira.
"Iya sih, namanya mau mengeluarkan baby, jadinya ya panik. Cuma, aku bersyukur banget ... kamu hamil dua kali dan semuanya mudah. Allah benar-benar mempermudah semuanya, sehingga bisa berjalan dengan lancar. Aku bersyukur banget, kamu kalau hamil tidak ngidam yang aneh-aneh, walaupun di awal hamil pening, tetapi kan setelahnya kamu sehat. Itu kehamilan yang luar biasa, Honey."
"Aku sebenarnya ngidam kok Kak, cuma kamu saja yang enggak tahu," sahut Arsyilla dengan cepat.
"Ngidam apa Honey?" tanya Aksara.
"Nempelin kamu kayak gini ... seneng banget nempelin kamu kayak gini," balas Arsyilla dengan tertawa.
Aksara pun turut tertawa, "Kamu enggak hamil pun sukanya nempelin aku kayak gini kok. I Love U My Love," balas Aksara.
“Kak, mulai minggu depan aku akan meminta Mama untuk menemani aku di rumah lagi deh, Kak … soalnya takutnya kalau pembukaan nanti, aku takut tidak ada yang menemani Ara,” balasnya.
“Boleh Honey … besok aku akan bilang langsung kepada Mama Khaira dan Papa Radit. Benar Honey, lamanya proses pembukaan kan kita tidak pernah tahu. Oleh karena itu, nanti aku bilang ke Mama untuk menemani kamu,” balas Aksara.
Jika orang berkata bahwa pembukaan di kehamilan kedua terasa lebih cepat, tetapi itu tidak berlaku untuk semua orang. Sebab, ada beberapa Ibu hamil yang merasakan proses pembukaan yang sangat lama seperti di kelahiran pertama. Membawa Ara ke Rumah Sakit juga berisiko, selain itu Aksara tentu ingin fokus untuk menemani Arsyilla terlebih dahulu.
“Makasih Kak … jadinya biar bisa lebih tenang dan fokus untuk melahirkan nanti. Semoga enggak lama, bisa melahirkan normal dan segera pulang ke rumah,” balas Arsyilla.
“Amin … semoga saja Honey. Ya, satu atau dua hari di Rumah Sakit dulu tidak apa-apa. Kamu biar pulih dulu,” jawab Aksara.
Cukup lama, Arsyilla termenung dengan kepala yang masih bersandar di lengan suaminya, dan satu tangannya memberikan usapan di perutnya yang kian buncit. Hingga akhirnya, Arsyilla pun kembali berbicara.
__ADS_1
"Kayaknya nanti si Little ini bakalan anak Ayah banget deh. Soalnya dari hamil, Bundanya sukanya nempelin Ayah melulu," balas Arsyilla.
"Bukan Ayah, Honey ... tetapi anaknya Ayah dan Bunda. Anak kita berdua," jawab Aksara.
Aksara mempertegas bahwa babynya nanti adalah anak mereka berdua. Anak yang di dalam darahnya mengalir perpaduan gentik antara dirinya dan juga Arsyilla. Anak yang kian melengkapi kebahagiaan rumah tangga keduanya. Anak yang akan menghiasi rumah tangga mereka dengan kisah dan ceritanya sendiri.
***
Dear All,
Aku mau memberitahukan bahwa Novel Aksara untuk Arsyilla akan segera tamat dalam satu-dua hari ini yah. Sembari menunggu ceritanya Ravendra yang akan launching tanggal 1 Oktober. Mampir dan dukung karyaku ini yuk.
Mas Duda Mencari Ibu Susu
Saat menyambut putri tercintanya, Tama Yudha Satria harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan istri tercintanya. Dengan duka yang masih menyelimuti hati, Tama harus mencari Ibu susu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya yang baru lahir. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Anaya, mantan kekasihnya yang ternyata melamar untuk menjadi Ibu susu bagi bayi Mas Duda. Bagaimana menjalani kisah hidup dan berusaha bersikap profesional dengan Anaya. Sekaligus, menghapus duka yang masih bergelayut di hati.
Para pembaca dari Meminang Tanpa Cinta tentu pernah dengar nama Tama kan? Iya, ini adalah kisahnya Tama. Cerita itu terbit juga setiap hari. Dukung yuk!
Yang sudah mendukung, tinggalkan jejak supaya bisa disapa yah.
Love U All,
Kirana^^
__ADS_1