
Momen romantis antara Arsyilla dan Aksara pun akhirnya mengundang tawa Arsyilla yang pecah. Bisa-bisanya suaminya itu justru modus kepadanya. Aksara memang benar-benar seorang suami yang pandai mengambil kesempatan di dalam kesempitan.
“Ishs, kamu modus banget sih Kak … suami paling modus sedunia,” ucap Arsyilla.
Tidak mengira bahwa suaminya itu memiliki otak yang terkoneksi pada kegiatan menengok dedek bayi. Sungguh itu adalah bukti betapa modusnya Aksara.
Sementara Aksara sendiri justru tertawa, “Modusin kamu enak, Honey … berkahnya banyak dan dapat pahala,” sahutnya dengan mengusapi perutnya istrinya.
Tawa keduanya pun pecah. Baik Aksara dan Arsyilla sama-sama tertawa, sekadar bercanda pun sudah membuat keduanya begitu bahagia.
“Kapan yuk Kak … baby moon,” ajak Arsyilla kepada suaminya itu.
“Boleh yuk … kapan maunya? Ke mana pun kamu mau, asalkan kamu dan dedek bayi sehat, aku pasti tidak masalah,” balas Aksara.
Pria itu justru senang karena Arsyilla mengatakan keinginannya. Mengajak baby moon tentu bukan sekadar membahagiakan diri sebelum memiliki anak nanti. Akan tetapi, juga merelaksasi diri sendiri menjaga kesehatan mental untuk mempersiapkan persalinan nanti.
“Ke mana ya Kak … ke Jogjakarta seru kali yah. Mau jalan-jalan di Malioboro itu sama kamu,” balasnya.
Tiba-tiba saja Arsyilla terpikir untuk bisa ke Jogjakarta bersama suaminya itu. Menikmati jalan-jalan malam di area Malioboro, terasa begitu romantis buat Arsyilla.
Aksara yang mendengarkan keinginan istrinya itu pun menganggukkan kepalanya, “Boleh … minggu depan yah, kita ke Jogjakarta. Tumben sih Istriku ini pengen jalan-jalan bersama,” balas Aksara.
“Iya … Dedek Bayi yang pengen Ayah,” ucapnya dengan terkekeh geli.
Rupanya Arsyilla pun melakukan hal yang sama yaitu mengatasnamakan keinginannya sebagai keinginan bayinya. Terasa lucu saat mengatasnamakan keinginan sendiri sebagai keinginan bayinya.
“Yang pengen Bundanya Dedek Bayi juga tidak apa-apa kok. Buat kamu kan aku selalu berusaha untuk mewujudkannya. Apa pun itu,” sahut Aksara.
Arsyilla pun menganggukkan kepalanya. Dia tahu dengan pasti bahwa Aksara selalu berusaha untuk mewujudkan apa yang dia mau. Sejak pernikahan, hingga sekarang Aksara adalah seseorang yang melakukan segala sesuatu untuk istrinya itu. Bahkan rumah baru yang sekarang mereka tempati bersama juga adalah hasil desain Aksara untuk sang istri tercinta.
__ADS_1
“Makasih Ayah … baik banget sih. Jadi bikin terharu,” balas Arsyilla.
“Cuma enggak gratis loh Honey,” sahut Aksara sembari mengedipkan matanya.
Tentu saja pria itu sekarang ini tengah menyusun segala sesuatu di otaknya. Kegiatan menyenangkan lainnya yang bisa dilakukannya bersama dengan Arsyilla. Kegiatan yang juga sering kali dilakukan oleh pasangan yang tengah menikmati Baby Moon.
“Ahh, tuh modus lagi kan,” sahut Arsyilla sembari memukul dada suaminya itu.
Arsyilla sampai geleng-geleng kepala, mengapa justru dirinya memiliki suami yang begitu modus. Bahkan Aksara terlihat sebagai pria yang mudah untuk mencari celah. Sementara Arsyilla sendiri, juga begitu mudah hanyut dalam permainan yang disulut oleh suaminya itu.
“Enggak modus Honey … aku kan jujur. Mana pernah aku modus sama kamu?” tanya Aksara sembari tertawa.
Tentu saja itu adalah kunci jawaban yang selalu diucapkan Aksara, bahwa dirinya selalu jujur kepada Arsyilla. Jujur berbalut kemodusan yang hakiki.
“Itu namanya apa coba kalau enggak modus?” tanya Arsyilla.
“Ya enggak modus lah. Jujur itu namanya. Aku tuh suami paling jujur sedunia,” balasnya dengan penuh percaya diri.
“Jadi, mau enggak Baby Moon?” tanya Aksara lagi.
“Mau,” sahut Arsyilla dengan singkat.
“Ke mana?” tanya Aksara.
“Jogjakarta,” Arsyilla menjawab dengan yakin.
“Kasih suaminya yang enak-enak yah?” pinta Aksara kali ini kepada Arsyilla.
Ya Tuhan, rasanya Arsyilla ingin menghadiah seribu cubitan di pinggang suaminya itu. Bagaimana bisa suaminya itu terus-menerus mengatakan menginginkan hal yang enak-enak dengan maksud yang hanya bisa dilakukan oleh pasangan suami dan istri.
__ADS_1
“Kalau aku kecapekan?” tanya Arsyilla balik kepada suaminya.
“Nunggu kamu saja kalau tidak capek. Tenang saja Honey … keamanan dan kenyamananmu adalah nomor satu. Jadi, percaya saja padaku. Selain itu, yang pasti aku juga tidak akan menyakiti Dedek Bayi. Kalian berdua adalah prioritas utama untukku,” ucap Aksara.
“Ya sudah … tetapi anterin jalan-jalan di Malioboro ya Kak … pengen ke Candi Prambanan juga,” ucap Arsyilla.
“Iya Honey … anything for you,” jawab Aksara.
Tidak masalah mengajak Arsyilla jalan-jalan ke kota Jogjakarta dan mengunjungi tempat-tempat yang dia mau, asalkan Arsyilla tidak kecapekan dan tidak ada masalah dalam kandungannya.
“Yeay, makasih Ayah,” sahut Arsyilla dengan girang.
Mengetahui bahwa suaminya selalu memberikan apa yang dia mau dan melakukan yang terbaik untuknya membuat Arsyilla begitu bahagia.
“Dedek bayi belum lahir saja kamu sudah baik banget, apalagi nanti kalau Dedek Bayi sudah lahir, pasti kamu akan menjadi Ayah yang keren,” balas Arsyilla.
“Aku sebenarnya belum yakin Honey … bahkan takut, tetapi bersamamu, kita akan belajar bersama-sama menjadi Ayah dan Bunda untuk Dedek Bayi,” balas Aksara.
Memang keduanya masih awam dan begitu tidak berpengalaman. Akan tetapi, Aksara yakin bahwa bersama dengan Arsyilla, dia melakukan segala sesuatu untuk istrinya itu. Melakukan yang terbaik bahkan belajar untuk menjadi sosok seorang Ayah bagi putri kecilnya nanti. Ah, rasanya Aksara sangat tidak sabar untuk bisa segera menjadi seorang Ayah dan menimang putri kecilnya nanti.
“Amin. Semoga kita berdua bisa menjadi orang tua yang baik untuk Dedek Bayi nanti. Walaupun tidak ada orang tua yang sempurna, tetapi kita bisa mengusahakan untuk menjadi yang terjadi bagi anak-anak kita. Aku rasanya tidak sabar menunggu waktu Dedek Bayi lahir, Kak,” balas Arsyilla.
“Sabar Honey … sudah setengah jalan kan kata Dokter Rinta kemarin. Jadi, setengah jalan lagi menuju 40 minggu. Dinikmati, nanti lama-lama sudah genap bulannya dan tiba masanya Dedek Bayi lahir. Aku penasaran dia akan sepertiku atau sepertimu,” balas Aksara.
“Mirip sepertimu kelihatannya Kak,” balas Arsyilla.
“Kok bisa?” sahut Aksara dengan cepat.
“Ya, karena aku nempelan terus sama kamu. Jadi yah, mungkin saja Dedek Bayi nanti mirip sama Ayahnya.” Arsyilla menjawab demikian karena memang dirinya merasa bahwa di kehamilannya sekarang ini dirinya menempel dan seakan enggan untuk berjauh dari suaminya itu. Hanya sekadar ditinggal bekerja saja rasanya sudah membuatnya begitu rindu dengan suaminya.
__ADS_1
Atas semua alasan itulah, Arsyilla menebak bahwa mungkin saja putri kecilnya nanti akan mirip dengan suaminya itu. Lagipula, Arsyilla tidak keberatan. Sebab, jika putri kecilnya nanti mirip dengan suaminya, semoga saja putri kecilnya akan memiliki wajah yang cantik dan juga good looking seperti suaminya itu.