Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Sarapan Istimewa


__ADS_3

Keesokan harinya, Arsyilla bangun lebih pagi. Untuk berterima kasih kepada Aksara yang sudah membantunya, Arsyilla berniat membuat sarapan untuk pria itu. Lagipula, sudah sewajarnya jika membalas kebaikan dengan kebaikan. Untuk itulah, pagi saat matahari belum menyingsing, Arsyilla sudah bangun dan segera menuju ke dapurnya.


Memang bukan ingin membuat sarapan yang wah, Arsyilla hanya berniat membuatkan Nasi Goreng Ayam dan Omelette untuk Aksara. Bahkan Arsyilla yang mengulek sendiri Cabai merah, Cabai rawit, Bawang Merah, dan Bawang Putih di atas ulekan. Walau pun menjadi Dosen, nyatanya Arsyilla memang piawai dalam hal memasak, itu semua karena Mama Khaira yang sering mengajarinya memasak saat akhir pekan. Lantaran, sering membantu mamanya dan juga belajar memasak di akhir pekan, Arsyilla pun menjadi piawai memasak.


Tumisan bumbu dasar nasi goreng itu begitu harum, Arsyilla kemudian menambahkan telor dan suwiran ayam dalam tumisan itu dan yang terakhir barulah dia menambahkan nasi putih. Nasi Goreng Ayam sudah siap. Selanjutnya, Arsyilla mengambil tiga butir telor, mengaduknya lepas, dan kemudian menambahkan susu, garam, sedikit lada, dan penyedap rasa. Mulailah dia membuat Omelette untuk Aksara.


Hingga akhirnya dua piring Nasi Goreng Ayam dan Omelette telah tersaji di depan, lengkap dengan Teh hangat untuk Aksara dan Teh Madu untuknya sendiri.


Baru saja, Arsyilla menata menu sarapan itu di meja makan, rupanya Aksara sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapi. Pria itu tersenyum dan menyapa Arsyilla.


“Pagi, Syilla … kamu masak apa pagi-pagi begini?” tanyanya dengan mengambil tempat duduk di hadapan Arsyilla.


“Hanya membuat sarapan,” jawab Arsyilla dengan menunduk.


Mata Aksara pun berbinar melihat menu sarapan yang berbeda dari biasanya. Jika, biasanya Arsyilla akan menyiapkan Teh hangat dan Roti Bakar dengan butter leleh, kali ini menu sarapan terlihat spesial. Dalam hatinya, pria itu pun tersenyum.


“Tumben, sarapannya istimewa,” ucap Aksara sembari menatap sepiring Nasi Goreng Ayam dengan Omelette di atas meja.


Arsyilla pun mengangguk, jika mengatakan bahwa dia membuat sarapan itu untuk berterima kasih rasanya tidak enak. Untuk itu, Arsyilla mengatakan hal yang lain, “Ini karena aku kangen dengan Papaku, Nasi Goreng dan Omelette adalah sarapan yang disukai Papaku, dan Mama akan selalu memasakkan sendiri dengan tangannya untuk Papa,” jawabnya.


Sebenarnya Arsyilla memang tidak sepenuhnya berbohong, karena Papa Radit memang menyukai Nasi Goreng Ayam dan Omelette. Aksara pun mendengarkan cerita Arsyilla pagi itu, lantas dia mengambil sendok dan garpu yang telah disiapkan di samping piringnya.


“Boleh aku memakannya?” tanyanya kepada Arsyilla.


Wanita itu mengangguk, “Iya, cobalah,” jawabnya dan Arsyilla juga mengambil sendok dan garpu dan mulai memakan nasi goreng buatannya.


Kemudian, Arsyilla sejenak menatap Aksara diam-diam, wanita itu menaruh sejenak sendok dan garpunya dan segera membuka mulutnya untuk berbicara.


“Euhm, makasih ya sudah membantuku,” ucap Arsyilla pada akhirnya.


Aksara pun seketika tampak mengangkat wajahnya dan menatap wajah Arsyilla. Bolehkah dia menebak bahwa sarapan yang istimewa ini adalah bentuk ucapan terima kasih dari Arsyilla kepada dirinya?

__ADS_1


Hingga perlahan Aksara pun mengangguk, “Sama-sama, lagi pula aku akan selalu menolongmu dan memastikanmu aman,” jawab pria itu dengan sungguh-sungguh.


“Hari ini kamu masih akan mengajar?” tanya Aksara lagi kali ini.


Arsyilla pun mengangguk, “Iya, lagipula wajahku sudah tidak bengkak. Jadi, aku bisa mengajar,” jawabnya.


Aksara pun menatap Arsyilla, “Kenapa tidak cuti dahulu? Pergelangan tanganmu masih lebam,” ucapnya dengan melihat pergelangan tangan Arsyilla yang masih berwarna biru semu keunguan di sana.


Kali ini Arsyilla justru tersenyum, “Tidak apa-apa, aku bisa mengenakan blouse panjang,” sahutnya dan kembali melanjutkan sarapannya.


Aksara pun mengangguk, dia akan menuruti saja apa yang direncanakan oleh istrinya itu. “Syilla,” ucapnya memanggil nama Arsyilla dan menatap wajah Arsyilla.


Hingga Arsyilla pun mengerjap dan segera menatap wajah Aksara, “Hmm, apa?” sahutnya.


“Jangan keluar dari fakultas sendirian, tunggu saja di ruangan dosenmu. Aku tidak ingin terjadi kejadian seperti itu lagi, keluarlah saat aku sudah menjemputmu,” ucap Aksara kali ini.


Tidak dipungkiri Aksara pun khawatir itu karena pihak kepolisian masih memproses laporannya, Ravendra masih bisa berkeliaran di luar sana dan itu tentu membuat Arsyilla tidak aman.


Arsyilla merasa apa yang diucapkan Aksara benar, lagipula dirinya juga sebenarnya masih takut, jadi Arsyilla memilih menurut dan akan menunggu Aksara hingga pria itu menjemputnya.


“Kabari aku beberapa jam atau menit sebelumnya, jika tidak bisa menjemputku. Aku akan meminta tolong Shaka atau Papa untuk menjemputku,” ucap Arsyilla saat ini.


Aksara pun mengangguk, “Iya, baiklah … mulai sekarang aku tidak akan menerima klien di jam menjelang pulang dan revisi desain bisa kukerjakan keesokan harinya.”


Mendengar ucapan Aksara, Arsyilla pun tanpa sengaja memerhatikan raut wajah Aksara, kali ini mengapa Arsyilla merasa bahwa pria itu terlihat peduli padanya. Jika hanya sekadar menjemput, seharusnya dia tidak perlu mengorbankan waktu bekerjanya, tetapi kali ini di balik sikap pria itu yang dingin dan juga acuh tak acuh, justru terlihat pada raut wajah pria itu memperlihatkan kepedulian padanya.


...🍃🍃🍃...


Dear All,


Yang minta visualnya Aksara dan Arsyilla, kira-kira seperti ini ya.

__ADS_1



Aksara





Alasannya karena di drama Lovestruk in The City, dia jadi Arsitek juga. Cocok buat vibesnya Aksara yang cakep, tenang, dan smart.🤭



Arsyilla





Vibesnya dia itu cantik, smart, wajahnya terkadang judes kayak Arsyilla.


Maaf ya, ini hanya menurutku. Semoga saja berkenan bagi kalian semua.


Gimana cocok enggak?🤭


Saranghae Bestie,


Kirana🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2