
Menyambut kelahiran seorang bayi selalu saja memiliki cerita yang dramatis. Sama seperti yang dialami Aksara dan Arsyilla. Hati keduanya benar-benar terharu melihat putri kecil keduanya yang sudah lahir ke dunia.
Aksara pun tak kuasa menitikkan air matanya, perjuangan istrinya benar-benar luar biasanya. Ucapan terima kasih dan pengakuan cinta seakan tidak cukup untuk menumpahkan perasaannya kali ini kepada Arsyilla.
Keduanya kian haru, saat Dokter Rinta menaruh di atas dada Arsyilla, tak henti-hentinya Arsyilla menangis dan sekaligus bersyukur dalam hatinya.
"Adik ... Bunda sangat sayang kamu," ucap Arsyilla sembari mengelus kepala bayinya yang berada di dadanya itu.
Sementara Aksara kali membawa jari telunjuknya berada di dalam genggaman jari mungil bayinya itu. Permukaan kulit yang hangat dan terasa begitu lembut yang dirasakan Aksara saat menyentuh jari bayinya.
"Ini Ayah, Nak ... My Little Princess," ucap Aksara seakan memperkenalkan dirinya sebagai Ayah bagi putri kecilnya itu.
Kurang lebih hampir satu jam, bayi mereka berada di atas dada Arsyilla dan melakukan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dan di bawah sana Dokter Rinta melakukan tindakan untuk mengeluarkan plasenta dan kembali menjahit jalan lahir milik Arsyilla. Setelahnya, bayi itu diambil untuk dibersihkan dari sisa-sisa air ketuban yang masih menempel di badannya, memakaikannya diapers perekat, dan juga memakaikan baju bayi. Lantas Dokter Rinta menyuntikkan Vitamin K dan HB 0 (Hepatitis B) yang harus diberikan dalam jangka waktu 12 setelah bayi dilahirkan.
Suntikan Vitamin K diberikan di otot paha. Tujuan suntikan ini adalah untuk mencegah pendarahan di berbagai organ tubuh. Sementara HB 0 diberikan untuk melindungi bayi dari virus Hepatitis B yang bisa menimbulkan gangguan berbahaya pada tubuh.
Setelah bayi ditangani dengan baik, Arsyilla juga dibersihkan dan dipakaikan diapers karena usai melahirkan dia akan mengalami pendarahan post partum atau nifas, memang Arsyilla yang meminta untuk mengenakan diapers yang memiliki daya tampung lebih banyak. Dokter Rinta pun mendekat dan mengucapkan selamat kepada Arsyilla.
"Selamat ya Bu Arsyilla ... Ibu dan babynya sehat, lengkap, dan selamat," ucapannya untuk Arsyilla.
__ADS_1
Arsyilla pun mengangguk dan meneteskan air matanya, "Terima kasih ya Dok ... saya sudah dibantu dari mulai kehamilan sampai kelahiran. Dari Aurora samapi adiknya. Terima kasih banyak, Dok."
Bayi kecil yang baru saja dilahirkan itu kemudian ditaruh terlebih dahulu ke dalam inkubator untuk diobservasi. Sementara Arsyilla menatap suaminya yang masih duduk di depannya.
"Ayah, peluk aku sebentar ...."
Kali ini Arsyilla meminta kepada suaminya untuk memeluknya sebentar. Agaknya setelah perjuangan sekian jam lamanya, kali ini Arsyilla membutuhkan pelukan dari suaminya terlebih dahulu.
Aksara pun menganggukkan kepalanya, kemudian dia mendekat dan memeluk Arsyilla. Tangannya tidak hanya sebatas mendekap, tetapi juga bergerak untuk membelai kepala hingga punggung istrinya itu. Sementara Arsyilla justru lagi-lagi menangis. Wanita itu membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Aku tadi takut banget ... rasanya justru lebih sakit kali ini daripada waktu melahirkan Ara. Bahkan badanku gemetaran semuanya," akunya kali ini.
Bukan hanya Arsyilla, Aksara pun turut menitikkan air matanya, "Sama Honey ... aku juga turut banget. Setelah, babynya lahir, aku lega banget," jawabnya.
Keduanya sama-sama menangis. Namun, tentu ini adalah tangis kebahagiaan. Tangisan penuh haru dan bahagia karena menyambut bayi kecil mereka.
"Makasih ya Honey ... sudah memberikan aku dua putri yang sangat cantik. Jadi, kamu mau kita namakan siapa putri kecil kita?" tanya Aksara lagi.
"Kan Ayah yang mau berikan nama untuk Little Princess kita," balas Arsyilla.
__ADS_1
"Boleh, yakin?" tanya Aksara.
"Iya ... siapa Ayah?" tanya Arsyilla dengan tidak sabar mendengar nama yang Aksara sematkan untuk putri kecilnya.
Aksara mengurai pelukannya, dan menatap kedua mata Arsyilla.
"Anna ... Princess Anna," balasnya dengan tersenyum.
"Serius? Kenapa Anna dan bukan Elsa?" tanya Arsyilla.
"Anna dan Elsa sama-sama princess yang hebat dan unik. Hanya saja, aku ingin putri kecil kita memiliki keberanian seperti Anna, berada untuk mencoba tantangan dan hal baru, selain itu Anna lebih ceria, sementara Elsa terkesan pendiam dan introvert," balas Aksara.
Arsyilla tersenyum, rupanya Aksara sungguh-sungguh mengambil nama salah satu karakter Princess itu untuk nama putrinya. Tidak menyangka juga bahwa Aksara akan menjelaskan kenapa dirinya memilih nama Anna.
"Oke boleh ... we have two Princess!" Arsyilla menganggukkan kepala dan membentuk simbol angka dua dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya, wajahnya tersenyum menatap Aksara.
"And, I have the Queen. I Love U," balas Aksara.
Welcome to the world Baby Anna!
__ADS_1