Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Babymoon Bersama Keluarga


__ADS_3

Babymoon adalah liburan bersama yang dilakukan pasangan suami dan istri yang masih belum menyandang status sebagai orang tua. Dalam kegiatan yang didominasi dengan kegiatan liburan ini, pasangan suami dan istri bebas melakukan apa pun yang dia mau, menikmati waktu bersama, melakukan berbagai kegiatan menyenangkan tanpa disibukkan dengan urusan Si Baby yang masih berada di dalam kandungan.


Hari ini adalah hari yang sudah ditentukan oleh Aksara dan Arsyilla untuk menikmati Babymoon. Akan tetapi, kali ini babymoon yang dilakukan Aksara dan Arsyilla akan dibersamai oleh keluarganya. Yah, Bunda Kanaya, Ayah Bisma, Mama Khaira, dan Papa Radit turut serta dalam perjalanan babymoon ke Jogjakarta hari ini.


“Kamu pengen ke Jogjakarta ya Syilla?” tanya Papa Radit kepada putrinya itu.


“Iya Pa, rasanya pengen ke Jogjakarta,” jawab Arsyilla.


“Kamu mirip dengan Mama kamu dulu, Syilla. Dulu, waktu Mama hamil kamu, kami juga jalan-jalan ke Jogjakarta bersama dengan Eyang kamu,” cerita Papa Radit kepada putrinya itu.


Arsyilla pun tersenyum, tidak mengira bahwa dirinya memiliki kesamaan dengan Mama Khaira yang juga menginginkan ke Jogjakarta untuk menikmati jalan-jalan babymoon.


“Apa benar Ma?” tanya Arsyilla kepada Mamanya.


“Iya, benar Sayang … dulu Mama dan Papa jalan-jalan ke Jogjakarta. Menikmati Nasi Kucing di Angkringan yang berada di dekat Stasiun Tugu, dan melihat Sendratari Ramayana di Candi Prambanan,” jawab Mama Khaira.


Bagi Mama Khaira kota Jogjakarta adalah sebuah kota yang istimewa. Kota di mana dia menikmati kebersamaan bersama Papa Radit. Melihat suasana malam di kota Gudeg, melihat kemegahan Candi Prambanan dan melihat epiknya pertunjukkan Sendratari Ramayana. Mama Khaira juga tidak mengira bahwa Arsyilla menginginkan hal yang sama dengan dirinya dulu.


Bunda Kanaya yang turut mendengarkan pun merespons cerita menantu dan besannya itu. “Sepertinya nanti Bu Khaira dan Pak Radit akan bernostalgia bersama,” ucap Bunda Kanaya.


Mama Khaira dan Papa Radit pun sama-sama tertawa, tujuan mereka datang ke Jogjakarta adalah untuk liburan, tetapi siapa tahu tidak menutup kemungkinan bagi Mama Khaira dan Papa Radit untuk bernostalgia bersama. Mengulang rendezvous berdua. :D


“Kamu sudah terlalu berumur untuk mengulang semua kenangan itu, Bu,” jawab Mama Khaira.


“Namun, kenangan itu indah, Bu Khaira. Tidak masalah kalau nanti Bu Khaira dan Pak Radit bernostalgia bersama. Lagipula, Syilla dan Aksara bisa jalan-jalan bersama. Jadi, silakan saja dinikmati waktu berdua,” ucap Bunda Kanaya.


“Kalau Bu Kanaya dan Pak Bisma, tempat yang paling dikenang di mana nih?” tanya Mama Khaira kepada besannya itu.


“Istanbul, Bu … waktu Ayahnya anak-anak, mengajak saja bulan madu ke Turki, waktu itu,” jawab Bunda Kanaya.


Jika bagi Mama Khaira dan Papa Radit, Jogjakarta terasa begitu istimewa. Sementara bagi Bunda Kanaya dan Ayah Bisma, Istanbul - Turki adalah tempat yang sangat menorehkan kenangan indah bagi keduanya.


“Wah, luar biasa … bulan madu sampai ke Istanbul, Turki,” respons Mama Khaira.

__ADS_1


“Benar Bu … itu hadiah bulan madu dari Papa Jaya, Ayah angkat saya,” jelas Bunda Kanaya.


Di Istanbul, Turki dengan latar Selat Bosporus yang indah, di tempat itulah Bunda Kanaya bersatu seutuhnya dan sepenuhnya dengan suaminya yaitu Ayah Bisma.


Mendengar cerita dari para orang tua, Arsyilla dan Aksara sama-sama bahagia. Setiap kota, setiap tempat memang memiliki kenangan sendiri untuk banyak orang. Sama halnya dengan orang tua mereka yang memiliki kenangan indah di kota-kota yang sudah mereka cerita.


Rombongan keluarga itu pun telah tiba di Jogjakarta dan menyewa sebuah villa yang mereka tempati bersama. Villa yang menawarkan pemandangan sawah hijau yang begitu permai dan Gunung Merapi sebagai latarnya. Semilir angin yang bertiup seakan membuat hati begitu damai. Suasana yang tidak mereka dapatkan saat berada di Ibukota.


“Ya sudah, kalian istirahat sana … tidak harus jalan-jalan sekarang kan?” tanya Mama Khaira kepada Aksara dan Arsyilla.


“Tidak Ma … lagipula baru saja landing. Masih capek,” jawab Arsyilla.


Hal itu memang karena mereka saja landing di Yogyakarta Internasional Airport, sebuah Bandara Udara baru yang jaraknya cukup jauh dari tempat yang mereka tinggali saat ini. Oleh karena itulah, Arsyilla pun merasa cukup capek dan membutuhkan waktu untuk rebahan dan mengistirahatkan dirinya.


“Istirahat dulu, Syilla … kasihan baby kamu sejak tadi diajak duduk terus,” sahut Mama Khaira.


Usai itu Arsyilla bersama dengan Aksara pun menuju ke kamar mereka. Kamar yang didominasi dengan berbagai furniture dari kayu itu memang membuat keduanya memiliki pengalaman menginap yang berbeda.


“Capek?” tanya Aksara kepada istrinya.


Aksara lantas mengambil sebuah bantal dan menempatkannya di pinggang Arsyilla, “Dipakein bantal ini, Honey … semoga pegalnya bisa hilang,” balas Aksara.


“Makasih Ayah Aksara,” balas Arsyilla.


Pria itu tersenyum dan kemudian mengambil tempat untuk berbaring di sisi Arsyilla, mengusapi perut istrinya yang sudah kelihatan lebih besar itu.


“Sehat-sehat yah Dedek Bayinya Ayah … istirahat dulu, besok kita jalan-jalan bersama. Rupanya keinginan Dedek Bayi sama kayak Bunda Syilla dulu yah, pengennya jalan-jalan ke Jogjakarta,” ucap Aksara.


“Iya, kok bisa ya Kak?” tanya Arsyilla.


“Enggak tahu juga, Honey … mendengar cerita dari Mama Khaira tadi, aku yakin bahwa Dedek Bayi nanti akan mirip sepertimu. Arsyillaku yang lucu, manis, dan cantik,” ucap Aksara.


Bahkan dalam benaknya, pria itu membayangkan bagaimana lucunya putri kecilnya nanti yang mungkin saja akan menyerupai masa kecil istrinya dulu.

__ADS_1


“Kamu curang … kamu tahu masa kecilku, bahkan punya fotoku waktu masih bayi. Jadi, kamu bisa membayangkannya. Kalau aku tidak punya ingatan itu, padahal aku juga pengen mengingat kembali masa-masa itu,” jawab Arsyilla.


“Tidak masalah Honey … yang penting kamu mengingatku masa kini sampai aku tua nanti,” balas Aksara.


“Iya Kak … aku akan selalu mengingatmu. Pria hebat yang namanya sudah terpatri di dalam hatiku,” sahut Arsyilla.


“Pinter banget sih sekarang berbicara manis kayak gini,” balas Aksara.


“Aku kan belajar dari kamu Kak,” alibi Arsyilla sembari terkekeh geli.


Ya, Arsyilla mengakui bahwa dirinya bisa berbicara manis seperti itu karena sudah belajar dari ahlinya, yaitu suaminya itu. Sebab itulah, Arsyilla bisa mengikuti gaya bercanda suaminya itu.


“Ya sudah … kamu istirahat dulu yah. Kasihan Dedek Bayi seharian duduk terus,” balas Aksara.


“Habis gimana lagi, Kak … sekarang untuk turun ke Jogjakarta harus landing di Yogyakarta Internasional Airport. Sementara bandara yang Adi Sutjipto sudah difungsikan sebagai Bandara militer,” jawab Arsyilla.


Itu adalah fakta, Bandara Yogyakarta Internasional Airport memang letaknya lebih dekat dengan Purworejo dan Muntilan, sehingga akses menuju pusat kota Jogjakarta memang agak jauh.


“Benar Honey … untuk perjalanan darat saja sudah jauh yah. Aku tadi khawatir kalau kamu kecapekan. Apalagi kamu dalam kondisi hamil. Kasihan Dedek Bayi juga,” sahut Aksara.


“Iya Kak … cuma sekarang sudah sampai di Jogja aku sudah seneng banget sih. Keingat waktu kita Field Trip ke Jogjakarta dan Solo dulu. Waktu kamu modusin aku,” cerita Arsyilla.


Aksara pun terkekeh geli mendengar ucapan dari istrinya itu, kemudian Aksara pun memeluk erat istrinya itu.


“Sudah ah … jangan ingatin aku dengan segala kemodusanku. Bikin aku malu,” sahut Aksara.


Pasangan muda itu pun terkekeh geli karena mengingat kisah mereka yang sudah-sudah. Semoga saja dengan tertawa, bercanda, dan mengingat kenangan manis bisa meningkatkan imunitas dan membuat Arsyilla memiliki perasaan hati yang selalu baik. Sebab, sangat penting bagi Ibu hamil memiliki suasana hati yang baik dan juga bahagia.


“Tuh Dedek, dengarin tuh betapa modusnya Ayah kamu,” ucap Arsyilla yang seakan memberitahu babynya yang masih dalam kandungan.


Aksara dengan cepat membungkam mulut Arsyilla dengan tangannya. “Jangan kasih tahu putri kecil kita dong Honey … cukup kamu saja yang tahu betapa modusnya aku. Cuma aku jujur loh. Aku suami paling jujur sedunia,” balas Aksara.


Tawa Arsyilla kembali pecah. Wanita itu sampai meneteskan air matanya saat tertawa bersama dengan Aksara.

__ADS_1


“Aku dan Dedek Bayi bahagia deh punya suami dan Ayah kayak kamu Kak … hari-hariku penuh dengan tawa, hatiku juga bahagia. Makasih banyak Hubby,” balas Arysilla kepada suaminya itu.


Itu adalah sebuah ungkapan jujur dari Arsyilla bahwa dirinya sangat bahagia hidup bersama Aksara. Bahkan Arsyilla menyadari bahwa kehidupannya sekarang penuh dengan tawa. Suaminya memang menjadi mood booster tersendiri bagi Arsyilla. Mendengar ucapan pria itu yang terdengar layaknya sebuah gombalan, tapi syarat akan kesungguhan membuat Arsyilla sangat menyukai bisa menghabiskan waktu yang panjang bersama dengan suaminya itu.


__ADS_2