
Hari yang dinanti pun akan segera tiba. Kali ini, adalah hari bahagia menjelang ulang tahun pertama Aurora. Bayi berusia 1 tahun yang sudah bisa berjalan itu, terlihat begitu menggemaskan dan mendapatkan begitu banyak cinta dari keluarganya.
“Jadi keinget dulu kamu tiba-tiba telepon aku dan bilang kalau sudah pembukaan Honey … sekarang, putri kita sudah satu tahun aja,” balas Aksara.
“Benar Kak … waktu itu, tiba-tiba sudah rembes saja. Untung bisa langsung ke Rumah Sakit. Kalau enggak, gimana coba Kak. Luar biasa banget, pengalaman melahirkan Aurora,” balas Arsyilla.
Rasanya seperti masih kemarin, dia melahirkan Ara dengan penuh tangisan dan rintihan, tetapi putri kecilnya itu sudah berusia 1 tahun. Sungguh, sangat menakjubkan melihat tumbuh kembang Ara yang sangat baik. Bahkan, menjelang ulang tahunnya, Ara sudah bisa berjalan. Hanya saja, untuk kemampuan berbicaranya masih belum jelas. Anak kecil itu masih suka melakukan babbling (mengoceh khas bayi) dengan sesekali memanggil-manggil Yayah dan Nda-nya.
“Kita rayakan ulang tahun Ara bersama keluarga saja yuk Kak?”
Seketika Arsyilla mendapatkan ide untuk merayakan ulang tahun Ara bersama keluarga. Cukup dengan keluarga besar Raditya dan keluarga besar Pradhana, rasanya sudah cukup. Lagipula, Ara memang belum memiliki anak yang seusia dengannya. Pengasuhannya juga lebih banyak dipegang sendiri oleh Arsyilla dan Mama Khaira saja.
“Boleh Honey … makan bersama keluarga saja di taman saja ya, sore-sore gitu,” balas Aksara.
“Iya … biar enggak panas,” balas Arsyilla.
Aksara menganggukkan kepalanya, “Cuma nanti, kita belikan kue ulang tahun buat Ara ya Bunda. Kan namanya tetap ulang tahun, jadi biar ada kuenya. Foto bersama, nanti minta tolong Shaka yah untuk fotoin kita bertiga,” ucap Aksara.
“Boleh Ayah … sederhana juga tidak apa-apa. Yang penting kan kebersamaannya,” balas Arsyilla.
“Iya Honey … sama doa kita untuk Ara. Kiranya Ara tumbuh sehat, cerdas, dan selalu bahagia. Syukur-syukur Bundanya nanti mau ngasih Dedek buat Ara,” balas Aksara.
Mendengar ucapan suaminya, Arsyilla hanya bisa tertawa dengan sesekali memukul lengan suaminya itu, “Ishhs, bisa saja sih … Ara belum lepas ASI, Kak. Biar Ara selesai ASI dulu. Kalau aku pengennya cuma punya satu anak saja gimana Kak?” tanya Arsyilla.
“Tidak apa-apa Honey … yang penting kita sudah punya satu anak. Sudah cukup,” balas Aksara.
“Beneran loh yah, gak boleh modusin loh,” balas Arsyilla.
“Kalau modusin jalan terus Honey … modusin itu penting, Honey. Yang penting kan enggak bikin kamu hamil,” balas Aksara dengan merangkul bahu istrinya itu.
***
Keesokan harinya ….
Di taman yang berada di serambi rumah mereka sudah ditata sedemikian rupa dengan beberapa meja dan juga kursi. Sebuah kue ulang tahun juga sudah dipesan keduanya untuk Ara. Walau hanya dirayakan bersama keluarga, tetapi Aksara dan Arsyilla mempersiapkan semuanya dengan matang. Berbagai hidangan kesukaan keluarga besar pun sudah tersaji di atas meja.
__ADS_1
Menjelang sore Mama Khaira, Papa Radit, dan Arshaka datang bersamaan. Mereka datang terlebih dahulu dibandingkan Bunda Kanaya dan juga Ayah Bisma.
“Halo cucu cantiknya, Eyang … yang hari ini ulang tahun, lutu banget sih bajunya,” ucap Mama Khaira dengan begitu gemas kepada Ara.
Si kecil yang kala itu mengenakan dress tutu berwarna pink, dan mengenakan bandana di kepalanya, terlihat begitu menggemaskan. Hingga Mama Khaira dan Papa Radit bergantian untuk menggendong Ara.
“Mau dibantuin apa Mas?” tanya Arshaka yang langsung menemui Aksara yang ada di dapur.
“Bantuin bawakan termos es batu ini keluar ya Shaka … adik iparku ini baik banget deh, aku doakan dapat jodoh yang cantik,” balas Aksara dengan tertawa.
Arshaka pun turut tertawa, “Yang cantik mah banyak Mas … yang susah itu, yang bisa ngertiin dan cocok di hati,” balasnya.
“Emang sudah ada calonnya?” tanya Aksara secara to the point.
Arshaka pun tertawa, “Nanti kalau sudah beneran yakin, dikenalin Mas,” balasnya.
Tidak berselang lama, giliran keluarga Pradhana yang datang. Bunda Kanaya, Ayah Bisma, Airlangga, dan juga si Kecil Thania.
“Daddy,” teriak Thania begitu melihat Aksara.
“Daddy, ini kado dari Thania untuk Ara,” ucapnya dengan memberikan kotak hadiah berpita pink itu kepada Aksara.
Aksara yang menerimanya pun tersenyum, “Makasih ya Thania, Ara pasti senang banget nanti,” balasnya.
Hingga akhirnya, seluruh keluarga berkumpul di taman. Ada Arshaka yang mengabadikan momen kumpul keluarga itu dengan jepretan kamera DSLR miliknya. Sementara Ara yang sebenarnya tidak terlalu mengerti apa itu ulang tahun, justru asyik berjalan-jalan, dan Eyang serta Oma dan Opanya bergantian untuk menggendongnya.
“Kak Syilla, foto dulu saja … mumpung Ara masih cantik dan moodnya bagus. Nanti kalau sudah gerah dan moodnya jelek, bakalan susah difoto,” ucap Arshaka.
“Boleh, fotoin ya Uncle Cakep,” balas Arsyilla kepada adiknya itu.
“Bisa aja sih Kak … tapi nanti giliran, fotoin Uncle sama Ara yah. Aku mau coba-coba ganti profilku dengan menggendong Ara. Pasti seru, nanti aku dikira Hot Daddy,” balas Arshaka dengan penuh percaya diri.
Akan tetapi, Arsyilla justru mengernyitkan keningnya, “Bagus kalau Hot Daddy. Kalau ternyata dianggap orang lain Single Daddy gimana coba? Pasaran kamu langsung turun deh,” goda Arsyilla kepada adik kandungnya itu.
Arshaka pun turut tertawa, “Kakak bisa saja sih. Daripada enggak pernah berubah buat ledekin aku,” balasnya.
__ADS_1
Hingga akhirnya, dengan dibantu oleh Arshaka, keluarga kecil Aksara mengambil foto terlebih dahulu. Apa yang diucapkan Arshaka sepenuhnya benar. Mumpung Ara masih memiliki mood yang bagus. Sebab, memotret anak kecil itu harus disesuaikan dengan moodnya.
“Ara … Ara, lihat Uncle yuk. Nah, gitu … satu … dua, oke!”
Arshaka memberikan instruksi untuk memotret keluarga kecil itu. Kemudian Arshaka memotret semua keluarga. Foto ini akan menjadi kenang-kenangan di masa depan kelak.
“Ikutan sekalian aja, Shaka,” ajak Rangga yang sedari tadi cukup mengamati Arshaka yang sibuk sendiri memotret, bahkan keseruan Thania dan Ara tidak luput dari jepretan kameranya.
“Oke, sebentar yah … aku atur timer dulu,” ucap Arshaka.
Mengatur timer di kamera dalam lima detik, kemudian Arshaka berlari masuk dalam barisan keluarga, dan jepretan kamera pun mengabadikan momen ulang tahun Ara itu. Dari Eyang Khaira dan Eyang Radit, serta dari Oma dan Opa, memberikan kado ulang tahun untuk cucu mereka. Pun dari Uncle Shaka dan Uncle Rangga yang juga turut memberikan kado untuk Ara.
“Makasih banyak,” ucap Arsyilla yang menerima banyak kado untuk Ara itu.
Arsyilla menunduk, dan mengajari Ara untuk mengucapkan terima kasih, “Yuk, Ara Sayang … ucapkan terima kasih,” ucapnya.
“Acih,” balas Ara dengan memegangi salah satu kado miliknya.
Mendengar begitu lucunya suara Ara, membuat seluruh keluarga yang hadir tertawa dan juga gemas kepada Ara.
“Ara sudah tahun, Syilla … kamu tidak ingin memberikan adik?” tanya Bunda Kanaya kepada menantunya itu.
Arsyilla pun tersenyum, “Ah, karena Bunda bertanya … jadi Syilla mau kasih kejutan kedua deh,” balasnya dengan tiba-tiba.
Arsyilla mengambil sebuah kotak hadiah berwarna biru yang ukurannya tidak terlalu besar dan memberikannya kepada Aksara. “Hadiah spesial buat Ayah,” ucapnya dengan tersenyum manis kepada Aksara.
Mendapat kotak hadiah dari istrinya, Aksara justru mengernyitkan keningnya, “Buat aku? Kan aku tidak ulang tahun,” kilahnya.
“Buka … buka … buka ….”
Seluruh keluarga pun meminta kepada Aksara untuk membuka kotak hadiah itu, karena juga ingin tahu apa yang sebenarnya diberikan Arsyilla kepada suaminya itu. Aksara pun menganggukkan kepalanya dan membuka kotak hadiah itu perlahan.
Betapa terkejutnya Aksara, saat mendapat kotak hadiah dan mendapati benda pipih digital dengan tulisannya yang membuat kedua matanya terbelalak. Hingga Aksara menghela nafas dan menatap istrinya itu.
“Serius Honey?” tanyanya.
__ADS_1
Arsyilla menganggukkan kepalanya perlahan, “Ya … serius.”