
Semalam nyatanya, Aksara benar-benar memeluk Arsyilla dengan begitu eratnya. Seolah tidak akan membiarkan Arsyilla tertidur jika bukan menggunakan lengan dan dadanya sebagai sandaran. Seakan tidak pernah jemu untuk terus menempel kepada sang istri. Arsyilla sendiri tidak keberatan. Dirinya justru senang jika bisa menempel sembari menghirupi aroma parfum Aksara yang begitu segar dan menenangkan di indera penciumannya itu.
Lagipula, tidur dengan dipeluk Aksara rasanya juga begitu hangat dan membuatnya bisa tidur dengan lelap. Rasanya baru menyandarkan kepalanya, dengan tangan yang melingkari pinggang suaminya itu membuat Arsyilla dengan mudahnya terlelap.
Akan tetapi, saat menjelang pagi hari, Arsyilla merasa bahwa suaminya itu seakan mengigau dan terlihat seperti menggigil kedinginan. Pergerakan Aksara nyatanya membangunkan Arsyilla kala itu.
Wanita itu mengerjap dan melihat kening suaminya yang berkeringat. Lantas Arsyilla mengubah posisinya dan meraba kening suaminya. Rupanya saat itu, kening suaminya panas. Ya, menjelang pagi itu justru Aksara demam. Kening hingga telapak tangannya begitu panas. Arsyilla lantas berdiri dan hendak mengompress kening suaminya itu dengan menggunakan air hangat. Tidak lupa Arsyilla mengambil Termometer di kotak P3K miliknya untuk mengukur suhu suaminya sekarang ini.
“38℃, kamu demam tinggi Kak,” gumam Arsyilla dengan cukup panik.
Sebab, Aksara terbilang pria yang jarang sakit. Akan tetapi, sekarang tiba-tiba suaminya itu demam dan menggigil kedinginan. Perlahan Arsyilla pun membangunkan Aksara dan meminta suaminya itu untuk meminum obat yang mengandung Paracetamol untuk menurunkan demam.
“Kak, Kak Aksara … bangun yuk. Kamu demam, minum obat dulu yuk,” ucap Arsyilla kali ini.
Merasa dibangunkan oleh Arsyilla, Aksara pun terbangun dengan mata yang sayu karena masih mengantuk, “Hmm, apa Honey?” balasnya.
“Minum obat dulu yuk, kamu demam,” ucap Arsyilla kali ini.
Aksara lantas terbangun dan menatap istrinya. Pria itu hanya membuka mulutnya, menerima sebutir obat dan Arsyilla membantu memegangi gelas dan meminumkan ke suaminya itu.
“Dingin banget,” keluh Aksara kali ini.
Menyadari keluhan suaminya, Arsyilla segera mematikan AC di kamarnya. Kemudian membantu suaminya itu berbaring dan menyelimutinya hingga ke bagian dada.
Keringat dingin masih bermunculan di kening Aksara, Arsyilla pun menyeka keringat yang terus keluar di kening suaminya itu. Lantaran, tidak bisa tertidur. Arsyilla berpikir untuk membuatkan bubur. Sehingga nanti jika suaminya sudah bangun bisa langsung sarapan bubur.
Mulailah Arsyilla membuat bubur di panci. Mengaduk-aduknya hingga airnya menyusut dan tekstur kekentalannya tepat. Kemudian Arsyilla merebus telor ayam, membuat ayam suwir, dan mulai membuat kuah kuning yang gurih.
Bubur Ayam sudah siap, tinggal menyajikan jika nanti suaminya itu bangun. Usai membuat sarapan, Arsyilla kembali ke dalam kamar, kembali meraba kening suaminya itu. Syukurlah kali ini, demam Aksara sudah reda. Arsyilla sungguh berharap bahwa suaminya itu akan membaik dan kembali sehat.
Hingga pagi tiba, Aksara pun terbangun dengan kain kompress di keningnya. Pria itu menyingkirkan handuk kompress itu, dan kemudian duduk dan menyandarkan punggungnya di headboard ranjangnya. Aksara memijit keningnya yang terasa begitu pening pagi itu. Bahkan kali ini Aksara merasa perutnya begitu mual. Rasa menyeruak di perut hingga di kerongkonan membuat Aksara berlari memasuki kamar mandi dan mulai memuntahkan isi perutnya.
Mendengar suara Aksara dari kamar mandi, Arsyilla pun berlari ke kamar mandi dan melihat suaminya itu.
__ADS_1
“Kamu kenapa Kak?” tanya Arsyilla dengan panik.
“Keluar saja, Sayang … aku baru muntah,” ucap Aksara kali ini.
Akan tetapi, Arsyilla justru masuk dan memijit tengkuk suaminya itu. Pijatan yang berupaya mengeluarkan isi perut dan melegakan tenggorokan. Bahkan Arsyilla mulai menghidupkan keran air, dan terus memberikan pijatan di tengkuk suaminya itu.
“Kamu kenapa Kak? Aku panik,” ucap Arsyilla. Kali ini wanita itu tampak berkaca-kaca, karena suaminya itu selalu sehat. Sejak menikah, bisa dikatakan baru kali ini suaminya sakit hingga muntah-muntah seperti ini.
“Enggak tahu, Sayang,” balas Aksara sembari berkumur dan menyeka wajahnya dengan air bersih.
Tangan Arsyilla bergerak demi meraih tissue dan segera menyeka bibir suaminya itu. “Rasanya gimana?” tanya Arsyilla kali ini.
“Mual, muntah. Udah lega sih, karena tadi sampai cairan pahitnya keluar,” jawab Aksara kali ini.
“Sarapan dulu yuk, abis ini ke Dokter yah,” ajak Arsyilla kepada suaminya itu.
“Enggak … aku di rumah saja. Istirahat sehari, pasti juga kembali sehat kok,” balas Aksara kali ini.
Akan tetapi, Arsyilla tampak menggelengkan kepalanya, “Periksa yuk Kak … aku takut,” balas Arsyilla lagi.
Usai itu, Arsyilla membawa semangkok Bubur Ayam buatannya ke dalam kamar, dan wanita itu begitu telaten menyuapi Aksara. Menyuapi suaminya itu perlahan hingga tandas. Setelahnya, Arsyilla mendekatkan segelas air putih ke bibir Aksara dan meminta suaminya itu untuk minum air putih hangat terlebih dahulu.
Selesai dengan mengurus sarapan suaminya, Arsyilla menaruh peralatan makan di dapur kemudian kembali ke kamar.
“Gimana Kak? Yuk ke Dokter yuk,” ajak Arsyilla lagi kali ini.
Akan tetapi dengan cepat Aksara menggelengkan kepalanya, “Sini peluk aku saja … kamu peluk, pasti aku akan segera sembuh,” sahutnya sembari merentangkan kedua tangan meminta istrinya itu untuk masuk dalam pelukannya.
Arsyilla pun segera masuk dalam pelukan suaminya, sembari mencerukkan kepalanya di dada suaminya itu.
“Aku khawatir kalau kamu sakit kayak gini,” ucap Arsyilla kini.
“Enggak apa-apa … cuma masuk angin dan demam biasa mungkin. Jangan khawatir,” balas Aksara.
__ADS_1
“Kamu biasanya sehat … terus tiba-tiba sakit kayak gini, tentu saja aku panik,” jawab Arsyilla kini.
“Aku sudah sehat kok … nih pelukan kamu bikin aku gak sakit lagi,” balas Aksara sembari mengusapi rambut istrinya itu.
Aksara lantas mengambil handphone yang berada di atas nakas dan segera menelpon bagian personalia di Jaya Corp. Dirinya akan meminta cuti hari ini.
“Sebentar yah … aku telepon ke kantor dulu, mau izin buat hari ini,” ucap Aksara.
Arsyilla menganggukkan kepalanya, dirinya sendiri juga pasti akan meminta Aksara untuk mengambil cuti karena kondisi badan yang tidak sehat. Usai menelpon, Aksara segera menaruh handphonenya di atas nakas dan kembali memeluk Arsyilla.
“Paling habis ini Bunda telepon cariin aku,” gumam Aksara kali ini.
“Pasti nyariin lah Kak … anaknya sendiri tidak masuk bekerja, sudah pasti Bunda Kanaya bakalan nyariin kamu,” balas Arsyilla.
Rupanya benar, selang sepuluh menit berlalu, terdapat panggilan telepon dari Bunda Kanaya. Tebakan Aksara begitu tepat, Arsyilla turut tersenyum mendengar tebakan suaminya yang benar itu. Arsyilla pun memahami bahwa sudah pasti Bunda Kanaya khawatir dengan kondisi Aksara, sehingga wajar saja jika Bunda Kanaya segera menghubungi Aksara.
...🍃🍃🍃...
Dear My Bestie,
Aku punya cerita baru nih yang bisa kalian ikuti dan baca setiap hari. Judulnya Hasrat Terlarang Sang Istri.
Rumah tangga yang terasa suram. Terasa hanya sekadar menjalani, tanpa pernah ada hasrat untuk berbagi kasih dengan pasangan yang cintai. Nyatanya justru membuat Marsha, menemukan kebahagiaan di luar rumahnya. Apakah salah jika sikap dingin suaminya memicunya untuk mencari kehangatan di luar rumah?
"Memang, aku bukanlah istri yang setia. Akan tetapi, dalam lima tahun ini aku berusaha bertahan di tengah badai dingin yang seolah menerpa rumah tanggaku tiada akhir. Hingga, satu hari aku kembali dengannya, cinta pertamaku, beberapa tahun lalu. Dia seolah memercikkan api dalam hatiku. Sayangnya, dia sudah menjadi milik wanita lain. Pantaskah aku merebut apa yang bukan menjadi milikku?" - Marsha Valentina.
"Ketidaksetiaan yang kamu torehkan, nyatanya benar-benar mengoyak rumah tangga kita. Hanya ada dua pilihan, tinggalkan pria itu atau kau harus merelakan hancurnya rumah tangga kita untuk selamanya." - Melvin Andrian.
Cerita ini akan update setiap hari yah. Tap suka, masukkan ke rak buku kamu dan ikuti ceritanya setiap hari yuk.
Dukung terus ya...
__ADS_1
Love U All,
Kirana💜