Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Kapan Pindahan Rumah Baru?


__ADS_3

“Jadi, kamu suka tidak dengan rumah kita ini?” tanya Aksara kemudian.


Sekalipun dari ekspresi wajah Arsyilla menunjukkan bahwa dia sangat menyukai rumah hasil karyanya, tetapi Aksara rasanya ingin mendengar jawaban dari Arsyilla secara langsung. Rasanya bisa mendengar bahwa Arsyilla menyukai rumah itu membuat Aksara benar-benar bahagia.


“Suka … suka banget, makasih Kak … padahal aku tidak keberatan untuk tinggal di apartemen bersamamu,” balas Arsyilla.


Arsyilla sendiri tidak keberatan untuk tinggal di apartemen bersama suaminya. Lagipula, mereka adalah keluarga kecil. Tinggal di apartemen pun cukup untuk mereka bersama dengan Dedek Bayinya. Akan tetapi, ternyata Aksara memiliki perencaan lain. Perencaan membangun sebuah rumah untuk mereka tempati.


“Aku yang keberatan, Honey … karena kita akan menyambut malaikat kecil kita. Dia membutuhkan ruang untuk bertumbuh dan bergerak. Dia membutuhkan udara segar, sehingga rumah adalah pilihan yang tepat untuk membesarkan Dedek Bayi nanti,” balas Aksara.


Mengingat bahwa apartemen terasa sempit dan sirkulasi udara segar di sana juga kurang, Aksara memang memilih untuk membangun sebuah istana impian untuk mereka tempati bersama.


Sebuah rumah yang akan menjadi tempat tumbuh kembang bagi bayinya nanti. Rumah yang bisa membuat bayinya mendapatkan sinar matahari yang cukup dan udara yang segar supaya bayinya tumbuh dengan sehat dan kondisi rumah yang kondusif.


"Kamu benar-benar memikirkan aku dan Dedek Bayi dengan sangat matang deh Kak," balas Arsyilla.


Tidak dipungkiri melihat rumah dengan tipe dia lantai dan juga setiap bagian ruangan yang benar-benar indah dan terkonsep dengan sempurna, Arsyilla yang juga mengajar di jurusan Arsitektur pun yakin bahwa rumah ini dibangun dan dipersiapkan dengan begitu matang. Tipe bangunan, desain per ruangan, bahkan penempatan furniturenya semuanya dipikirkan dengan matang.


"Tentu dong, Sayang. Aku mau menjadi suami yang bertanggung jawab dan figur Ayah yang baik bagi Debay kita nanti," balas Aksara. "Terus kapan kita pindahannya?" tanya Aksara kemudian kepada Arsyilla.


Terlihat Arsyilla yang tampak tengah berpikir, kemudian menatap wajah suaminya itu.


"Aku ngikut kamu saja, Kak. Kapan pun kamu mengajakku pindahan, aku mau-mau saja kok. Asalkan hidup berdua sama kamu, aku sama sekali tidak keberatan," balas Arsyilla.

__ADS_1


"Ya sudah, nanti kita packing dulu saja barang-barang kita di apartemen. Setelahnya, kita atur waktu untuk pindah ke mari. Asalkan kamu tidak kecapekan saja, Honey. Intinya itu, kamu dan Dedek Bayi baik-baik saja," balas Aksara kemudian.


Aksara tahu bahwa untuk pindahan itu membutuhkan waktu dan tenaga, dan persiapan yang matang. Aksara tentu akan memikirkan semuanya dan tidak akan membuat istrinya itu kecapekan.


***


Selang sehari kemudian ….


Aksara tampak mem-packing barang-barangnya di apartemen. Setiap sore sepulang kerja, Aksara seolah mencicil untuk membereskan apartemennya. Arsyilla pun turut serta untuk membantu suaminya itu.


"Yang banyak packing buku-buku kamu, Honey," ucap Aksara.


Memang tidak dipungkiri sebagai seorang Dosen, Arsyilla memiliki begitu banyak buku yang dia pakai sebagai sumber referensi untuk mengajar. Bagi para pengajar, buku adalah pegangan untuk menyusun setiap materi ajar, karena itulah Arsyilla memang memiliki banyak buku.


"Iya Kak, maaf … hartanya seorang Dosen atau pengajar ya buku, Kak. Dengan buku itu, aku bisa turut mencerdaskan kehidupan bangsa," balas Arsyilla.


Arsyilla pun lantas tersenyum, "Ya maaf Kak. Abis ya dari kecil dibiasakan sama Mama dan Papa untuk membaca buku. Kamu kan juga tahu kalau sejak kecil aku sudah bisa membaca," balas Arsyilla.


Memang tidak dipungkiri bahwa sedari kecil Papa Radit dan Mama Khaira sudah membiasakan Arsyilla untuk berinteraksi dengan buku, berteman dengan buku. Sehingga hampir setiap bulan, Arsyilla kecil selalu mengunjungi Toko Buku dan membeli berbagai jenis buku.


Mendengarkan cerita Arsyilla, seakan Aksara teringat dengan Arsyilla kecil yang mengunjunginya di Panti Asuhan Kasih Ibu. Arsyilla kecil yang dengan begitu percaya diri menunjukkan bahwa dirinya bisa membaca.


Hingga tiba-tiba senyuman kecil tersungging begitu saja di wajah Aksara.

__ADS_1


"Iya, kamu waktu kecil sudah bisa membaca buku Putri Aurora. Pinter banget sih kamu, Honey," balas Aksara.


Rasanya Aksara kembali teringat dengan sosok masa kecil istrinya itu. Gadis kecil bermata bulat dengan rambut sebahu yang begitu gemar membaca. Semua kenangan masa kecil Arsyilla pun masih diingat dengan baik oleh Aksara.


“Kamu ingat masa kecilku ya Kak?” tanya Arsyilla.


“Iya … masih ingat sama kamu. Gimana aku bisa lupain gadis manis dan imut seperti kamu,” balas Aksara.


Mendengar perkataan suaminya, Arsyilla pun lantas tertawa, “Bisa banget sih … padahal aku tidak mengingatnya. Andai aku bisa mengingat semuanya,” balas Arsyilla.


“Tidak perlu memaksakan untuk mengingat semuanya. Yang pasti sekarang, kamu ingat aku dan akan terus mencintaiku,” balas Aksara.


Arsyilla tersenyum manis melihat suaminya itu. “Jadi, pengen menghuni rumah baru kita … baru melihatnya sekali saja, aku sudah jatuh cinta pada rumah itu. Aku benar-benar keren, Kak … hasil desainmu bagus banget,” puji Arsyilla kepada suaminya itu.


“Kamu berlebihan, Honey … aku jadi malu,” sahut Aksara sembari terkekeh geli. “Untuk kamu, aku akan buatkan dan sediakan apa pun itu. Selama aku bisa, aku akan mewujudkannya untuk kamu,” balas Aksara dengan sungguh-sungguh.


Sungguh luar biasa kasih dan kesungguhan hati Aksara. Bahkan Aksara pun tak segan untuk mewujudkan apa pun yang diinginkan Arsyilla. Asalkan dia mampu, tentu Aksara akan siap melakukan semuanya untuk istrinya tercinta.


“Kamu mau menyiapkan untuk Dedek Bayi kapan Honey? Aku juga sudah mendesain kamar untuk Dedek Bayi di rumah kita,” ucap Aksara kali ini.


“Menunggu setelah tujuh bulan, Kak … katanya Mama Pamali kalau sebelum tujuh bulan sudah membeli dan menyiapkan semua untuk baby. Lagipula, kita sendiri belum tahu jenis kelamin Dedek Bayinya. Jadi, nunggu tujuh bulan dulu ya Kak,” sahut Arsyilla.


“Iya Honey … nanti kita persiapkan bersama-sama ya Honey … aku ingin terlibat semuanya untuk menyambut Dedek Bayi. Wah, rasanya aku tidak sabar untuk segera menggendongnya dengan tanganku, menimangnya, dan juga menatap wajahnya dengan kedua mataku,” balas Aksara.

__ADS_1


Memang Aksara sangat ingin terlibat dalam semua proses demi proses yang dialami oleh Arsyilla. Dari mulai melahirkan, mempersiapkan kelahiran, sampai menunggu proses kelahiran, sampai pada akhirnya Aksara akan menyambut Dedek Bayi yang sudah dia nanti-nantikan selama ini.


Dalam hatinya, Aksara hanya berharap bahwa Arsyilla bisa selalu sehat dan bahagia selama menjalani masa kehamilan. Apa pun yang terjadi, Aksara akan selalu mendampingi istrinya itu.


__ADS_2