Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Hidup Berumah Tangga


__ADS_3

Setelah mendapatkan ucapan penyemangat dari istrinya, Aksara pun agaknya memang harus menyemangati dirinya sendiri bahwa dia harus juga bersemangat. Agaknya memang kalau dia mulai badmood, Aksara harus mengingat istrinya itu supaya bisa makin semangat. Yang dikatakan istrinya benar, jika dia hanya bad mood, yang ada justru Skripsinya tidak akan pernah selesai. Aksara tidak ingin menjadi mahasiswa abadi. Oleh karena itu, Aksara harus menjaga moodnya sendiri.


“Sekarang mandi dulu ya Hubby, aku sudah masak yang enak buat kamu,” ucap Arsyilla.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, pria itu segera memasuki kamar dan memilih untuk mandi. Setelah badannya bersih, mungkin Aksara akan bermalas-malasan dulu sembari memeluk istrinya itu. Lagipula, ini adalah hari pertama libur semester. Hari pertama Arsyilla hanya berada di unit apartemennya dan menjadi layaknya seorang Ibu Rumah tangga. Membayangkan Arsyilla yang mengurus rumah saja, tiba-tiba Aksara tersenyum sendiri.


Benar yang Arsyilla ucapkan, harusnya dia lebih bersyukur. Lagipula, konsultasi dengan Dosen Pembimbing tidak setiap hari. Oleh karena itu, Aksara harus mengatur dan mempersiapkan supaya tidak banyak revisi dari Pak Bagas nanti.


Kurang lebih selama 20 menit, Aksara sudah keluar dari kamar dan sudah bersih dan tentunya wangi dengan parfum beraroma Sandal Wood yang begitu segar. Membuat Arsyilla segera memeluk suaminya itu sembari menghirupi aroma Sandal Wood yang begitu tenang, seolah-olah kini dia tengah menyusuri hutan cemara.


“Wangi banget sih,” ucap Arsyilla.


Aksara pun tertawa, “Kamu ini lucu banget sih, hirupin parfumku sampai segitunya,” balas Aksara.


“Abis … wanginya enak. Maskulin yang segar, jadi aku suka,” balas Arsyilla.


“Aku wangi kan biar istriku ini nempelin aku terus. Kamu seharian ngapain aja Sayang?” tanya Aksara.


“Enggak banyak sih Kak … ngurus jemuran, setrikaan, memasak, waktu luang aku tiduran saja,” balasnya. Seketika Arsyilla langsung melirik ke suaminya itu, “Aku serasa menjadi Ibu rumah tangga fulltime deh kalau kayak gini,” akunya dengan terkekeh geli.


“Aku pun juga membayangkan itu Honey,” balas Aksara.


Ya, tadi waktu dirinya masih mandi, Aksara pun membayangkan Arsyilla yang sedang bergelut dengan pekerjaan rumah tangga. Sungguh membahagia ketika pulang ke rumah dan ada istri yang menyambutnya. Dirinya bahkan menjadi suami yang memiliki istri yang fulltime berada di rumah. Pagi semua keperluannya dipersiapkan oleh Arsyilla, diantar sampai keluar pintu unit apartemennya, dan sore begitu pulang istrinya sudah kembali menyambutnya dengan senyuman yang manis dan pelukan yang hangat.

__ADS_1


“Mau makan sekarang?” tawar Arsyilla kepada suaminya.


“Boleh … kamu masak apa?” tanya Aksara.


Arsyilla segera menggandeng tangan suaminya itu dan menuntunnya ke meja makan. Lantas Arsyilla membuka penang saji di sana. Di atas meja terlihat cah kangkung, Udang Saus Asam Manis, dan Ayam Goreng Bawang.


Melihat semua menu di atas meja itu, Aksara pun tersenyum bahagia. Pria itu lantas menatap istrinya yang sudah duduk manis di hadapannya.


“Kamu yang masak semua ini, Honey?” tanyanya.


“Iya Kak … lebih tepatnya belajar memasak,” jawabnya.


Arsyilla mengakui karena tadi dirinya sembari mengirim pesan kepada Mama Khaira untuk menanyakan resep Udang Saus Asam Manis dan juga Ayam Goreng Bawang. Sebab, Mama Khaira begitu jago memasak, sehingga Arsyilla pun bertanya resep kedua menu masakan tersebut kepada Mamanya. Usai memperhatikan resep dan cara memasaknya, barulah Arsyilla mulai memasaknya. Dirinya memang masih dalam kategori belajar, tetapi sebenarnya Arsyilla bisa memasak karena dulu selalu membantu Mamanya memasak saat masih sebelum menikah dulu.


Arsyilla pun segera mengisi piring suaminya dengan nasi putih, udang saus asam manis, dan juga ayam goreng bawang. Bahkan Arsyilla sedikit menunggu, melihat suaminya itu makan dan terlihat begitu lahap.


“Hmm, ini enak, Honey … enak banget. Masakan kamu memang selalu enak,” jawab Aksara.


Arsyilla pun terkekeh geli sembari menatap suaminya itu, “Makannya yang banyak Kak … dihabiskan yah. Aku seneng kalau kamu makannya lahap gitu,” jawab Arsyilla.


Hingga akhirnya, mereka menghabiskan makan malam sembari mengurai cerita sepanjang hari ini. Hingga tidak terasa semua masakan di atas meja makan pun ludes tak tersisa karena Aksara benar-benar makan dengan begitu lahap.


“Kamu sudah masak enak dan banyak menu hari ini, jadi kamu istirahat saja Sayang … biar aku yang mencuci piringnya,” ucap Aksara.

__ADS_1


Bagi mereka pasangan muda masa kini, tidak masalah berbagi tugas rumah tangga. Lagipula, Aksara pun melihat di rumahnya bahwa Ayah dan Bundanya terkadang juga berbagi untuk mengerjakan tugas rumah tangga, jadi Aksara pun melakukannya kali ini.


“Eh, Kak … jangan. Dapur itu kan milik istri,” balas Arsyilla.


“Kata siapa?” tanya Aksara dengan cepat.


“Biasanya kan begitu Kak … suami itu bekerja dan mencari nafkah, istri yang mengurus rumah dan dapur,” jelas Arsyilla.


Dengan cepat Aksara pun menggelengkan kepalanya, “Itu dulu Sayang … sekarang kita bisa berbagi beban pekerjaan rumah tangga. Suami mencuci piring tidak ada salahnya. Rumah tangga itu berbagi dan mengerjakan bersama-sama. Jadi dapur ini bukan hanya milikmu, tetapi juga milikku, milik kita bersama. Rumah tangga kita ini kita berdua yang menjalani, jadi mari lakukan bersama-sama dengan cara kita, bukan dengan cara mereka,” jawab Aksara.


Setelahnya Aksara segera mendorong punggung Arsyilla untuk menjauh dari area dapur. “Sudah, kamu duduk manis di depan spot terbaik di apartemen ini saja. Aku akan cuci piring dulu. Makasih sudah memasakan makanan yang begitu enak dan lezat. Cita rasa masakan kamu bikin aku benar-benar good mood,” ucap Aksara.


“Kak, aku bantuin yah?” pinta Arsyilla kali ini.


Sebab, Arsyilla sangat tidak enak. Dirinya harus duduk manis, sementara suaminya berjibaku dengan piring dan gelas kotor. Rasanya dirinya menjadi istri yang tidak baik saat ini.


Dengan cepat Aksara pun menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu Honey … suamimu ini bisa kamu andalkan. Tenang saja. Semuanya akan bersih dan rapi,” sahut Aksara.


Arsyilla pun tersenyum, melihat sosok Aksara kali ini mengingatkannya kepada sosok Papanya. Ya, di rumahnya pun Papa Radit juga sering kali berbagi peran dalam mengerjakan rumah tangga bersama Mama Khaira. Bahkan Papa dan Mama terlihat begitu padu saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama.


“Kak, yang bersih yah … Love U, Hubby,” teriak Arsyilla sembari terkekeh melihat punggung suaminya yang tengah serius menyabuni peralatan makan di dapur.


“Iya Honey … kamu duduk manis di sana saja. Tunggu aku,” balas Aksara sembari mengedipkan matanya kepada istrinya.

__ADS_1


Sungguh kehidupan rumah tangga yang seperti ini yang selalu Arsyilla impikan sejak dulu, dan dirinya tidak menyangka karena sekarang dia memiliki kehidupan rumah tangga yang seperti ini. Di mana suami dan istri bisa saling bantu membantu untuk mengerjakan beban rumah tangga. Tugas utama suami memang bekerja dan mencari nafkah, tugas utama istri adalah untuk melahirkan anak, mengasuh anak, dan mengurus rumah. Akan tetapi, bagian mengurus rumah bisa dikerjakan bersama. Dengan ketulusan hati dan sikap saling pengertian, maka semua pekerjaan rumah tangga bisa dikerjakan bersama-sama.


__ADS_2