Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Sosok Alice!


__ADS_3

Selang beberapa hari berlalu, kini Bunda Kanaya menelpon kepada keluarga Aksara dan Arsyilla untuk datang ke rumahnya di akhir pekan. Akan ada sahabat lama Bunda Kanaya yang datang dari Bandung. Untuk itu, Bunda Kanaya meminta Aksara dan Arsyilla untuk datang dan akan berkenalan dengan keluarga Bunda Kanaya itu.


“Halo Aksara,” sapa Bunda Kanaya melalui panggilan telepon kepada Aksara.


“Ya, halo Bunda … ada apa?” tanya Aksara melalui sambungan telepon itu.


“Nanti, hari Sabtu ke rumah yah … ajak Syilla dan Ara juga,” ucap Bunda Kanaya lagi.


“Emangnya ada apa Bunda?” tanya Aksara yang tampak menanyakan akan ada acara apa di rumah.


“Ini Om Tono dan keluarga akan ke rumah. Kamu masih ingat kan dengan Alice? Teman kamu di SMA dulu, dia juga datang dan ingin bertemu dengan kamu,” ucap Bunda Kanaya.


“Ya Bunda, Aksara akan ke sana dengan Syilla dan juga Ara,” balasnya.


Sementara itu, di kediaman Aksara. Pria yang baru saja menerima telepon dari Bundanya pun memberitahu kepada istrinya perihal undangan dari Bunda Kanaya.


“Honey, akhir pekan nanti kita diminta ke rumahnya Bunda,” ucapnya memberitahu kepada Arsyilla.


“Tumben Kak … ada acara apa?” tanya Arsyilla.


“Ini temannya Bunda datang dari Bandung. Namanya Om Tono, terus Om Tono ini punya anak namanya Alice, dulu kami satu SMA,” ucap Aksara.


Mendengar apa yang disampaikan oleh suaminya, Arsyilla pun menganggukkan kepalanya. Hanya cukup mendampingi suaminya nanti di rumah Bunda Kanaya.


***


Akhir pekan tiba ….


Ketika akhir pekan tiba, keluarga Aksara sudah berada di kediaman Bunda Kanaya dan Ayah Bisma. Lantaran menjamu tamu, hari ini Bunda Kanaya dibantu asisten rumah tangga sudah mempersiapkan aneka hidangan. Arsyilla saja sampai heran kepada begitu banyak masakan yang dimasak hari ini.


“Om Tono itu orang penting ya Kak?” tanya Arsyilla kepada suaminya.


“Temannya Bunda, Honey … dia dulu yang berjasa sampai Novelnya Bunda bisa dibukukan,” jelas Aksara.

__ADS_1


“Oh, makanya yah … masak sampai banyak banget Kak,” gumam Arsyilla lagi.


Baru saja Arsyilla bergumam, rupanya sebuah mobil mewah sudah berhenti di depan rumah mereka. Bunda Kanaya dan Ayah Bisma pun menyambut kedatangan Om Tono dan keluarganya itu.


“Mari silakan masuk,” ucap Bunda Kanaya dengan begitu ramah.


“Ini cuma mampir loh, tidak usah repot-repot,” balas pria paruh baya dengan memiliki kumis di atas bibirnya itu.


“Ini pasti Alice yah?” tanya Bunda Kanaya kemudian.


“Halo Tante … Om,” sapa Alice dengan ramah.


Bunda Kanaya pun mempersilakan tamunya itu untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Kemudian Aksara dan Arsyilla turun dari kamar mereka, untuk menyapu tamu sang Bunda itu.


“Halo Om ….” sapa Aksara menyalami pria bernama Om Tono itu, diikuti oleh Arsyilla yang menggendong Ara.


“Halo-halo … wah, makin cakep saja Aksa. Om perhatikan kamu mirip pemain drama Korea yang jadi Healer itu,” ucap Om Tono dengan blak-blakan.


Aksara hanya tertawa, kemudian dia mengambil tempat duduk bersama dengan Syilla di ruang tamu itu.


“Sampai lupa mengenalkan. Dia istrinya Aksara, Om,” jawab Aksara. Pria itu mengenalkan bahwa Arsyilla adalah istrinya.


“Sudah punya istri to? Om kira kamu belum nikah,” sahut Om Tono dengan menunjukkan raut wajah yang berubah.


Kemudian Om Tono pun menatap ke Bunda Kanaya dan Ayah Bisma, “Gini loh … sebenarnya aku mampir main itu mau ngejodohin Alice sama Aksara. Sapa tahu cocok. Lagian mereka dulu kan sama-sama dekat waktu masih SMA. Enggak menyangka rupanya Aksara sudah menikah, padahal niatnya pengen aku jadikan mantu,” ucap Om Tono.


Ya Tuhan, tidak mengira rupanya kunjungan Om Tono ke kediaman Bunda Kanaya hanya untuk sekadar ingin menjodohkan putrinya dengan Aksara. Hal ini wajar, karena pernikahan Aksara dan Arsyilla yang tidak begitu dipublikasikan sehingga banyak kenalan dan rekan bisnis Jaya Corp yang tidak tahu jika putra sang CEO yaitu Aksara sudah menikah dan sudah memiliki anak.


Mendengar apa yang disampaikan oleh Om Tono, Arsyilla pun cukup terkejut. Tidak mengira ada lamaran untuk suaminya itu. Walau terlihat biasa, tentu itu tidak baik-baik saja untuk hatinya. Terlebih saat melihat Alice yang menatapnya dalam dan seakan tidak menyukai Arsyilla.


Seolah tak ingin terlibat dengan pembicaraan itu, Arsyilla memilih berdiri, kebetulan Ara juga menangis sehingga Arsyilla berniat untuk menenangkan bayinya terlebih dahulu. Arsyilla memilih menepi di taman yang berada di serambi rumah yang teduh.


Tidak tahu dari mana asalnya, rupanya Airlangga sudah berdiri di sana dan berdiri di dekat Arsyilla.

__ADS_1


“Kenapa di sini sendirian Kak Syilla?” tanya Rangga dengan tiba-tiba.


“Ini, Ara nangis,” jawab Arsyilla. Masih berupaya tenang dan tidak terpengaruh dengan ucapan Om Tono barusan.


“Oh, aku kira karena ucapan Om Tono barusan,” balas Rangga.


“Kamu dengar?” tanya Arsyilla.


“Dengar … cuma aku malas Kak … jadi aku sengaja masuk ke rumah dari pintu samping dan menunggu di sini,” balas Rangga.


Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, dia masih menggendong Ara, dan memberikan usapan di pantat bayinya itu supaya tangisnya reda.


“Kak Alice memang teman SMA-nya Mas Aksa kok Kak … katanya sih sejak dulu Kak Alice itu naksir sama Mas Aksa. Ya, gimana enggak naksir kalau Mas Aksa aja cakep, pinter, dan anak orang kaya. Sudah pasti Mas Aksa bintang di sekolahannya dulu,” cerita Rangga dengan tiba-tiba.


“Oh, mungkin hanya teman aja, Rangga,” respons Arsyilla.


“Dianya naksir Kak … seluruh SMA juga tahu, cuma ya Mas Aksa kan cinta sama siapa. Mas Aksa dari kecil cuma sayang dan cinta sama satu wanita dan itu adalah Kakak,” balas Rangga kemudian.


Sampai detik ini, Arsyilla cukup lega karena rupanya walau ditaksir oleh wanita secantik Alice, Aksara nyatanya tetap setia dengan perasaannya. Namun, sekarang bagaimana jika Alice masih menginginkan Aksara padahal Aksara memiliki dia dan juga Ara.


Namun, saat Arsyilla dan Rangga mengobrol di taman itu, terdengar teriakan dari ruang tamu. Bisa dipastikan bahwa itu adalah teriakan Alice.


“Gak … gak bisa. Aksa cuma bisa sama Alice. Kalau Aksa sampai menikah dengan wanita lain, Alice akan bunuh dia!” teriak Alice kali ini.


Mendengar kata membunuh, sontak saja membuat jantung Arsyilla berdebar-debar. Terlebih sekarang ada Ara, bagaimana jika Alice nekad dan justru mengancam keselamatan mereka berdua.


Arsyilla dan Rangga saling pandang, mengantisipasi apa yang bakalan terjadi untuk beberapa menit ke depan.


“Rangga, bisa aku minta bawa Ara pergi,” pinta Arsyilla dengan tiba-tiba melihat Alice yang mendekat ke arah.


“Kak Syilla … tapi Kak,” balas Rangga dengan merasa tidak yakin.


“Please Rangga, jika terjadi apa-apa denganku … tolong jaga dan selamatkan Ara,” pinta Arsyilla kali ini.

__ADS_1


Setidaknya itu adalah yang Arsyilla pikirkan. Tidak ingin membahayakan keselamatan putri satu-satunya. Di antara langkah kaki Alice yang kian mendekat, Rangga menerima Ara dari tangan Arsyilla, kemudian pria itu bergegas membawa Ara untuk menjauh.


__ADS_2