
Mendapatkan hadiah dari Sang Istri tentu membuat Aksara begitu bahagia. Pria yang tengah terharu hingga meneteskan air mata itu memeluk istrinya dengan begitu eratnya.
"Makasih Honey … ini adalah hadiah terbaik bagiku," ucap Aksara.
Bukan hanya Aksara, Mama Khaira, Papa Radit, Bunda Kanaya, dan Ayah Bisma juga terharu dengan kado khusus yang disiapkan Arsyilla kali ini. Itu berarti keluarga Raditya dan Pradhana akan mendapatkan anggota keluarga baru.
"Sejak kapan kamu tahu kalau kamu positif?" tanya Aksara kali ini kepada Arsyilla.
"Tiga hari lalu," balas Arsyilla.
Ayah Bisma dan Bunda Kanaya pun membelalakkan matanya. Itu berarti ketika mereka datang dan menjenguk Aksara yang sakit, artinya putranya itu tengah mengidap Couvade Syndrome atau Kehamilan Simpatik. Hal itu juga membuktikan bahwa usai kunjungan Bunda Kanaya dan Ayah Bisma, Arsyilla segera melakukan tes prediksi kehamilan dengan menggunakan test pack.
"Kamu sembunyikan hal sebesar ini dari aku?" tanya Aksara dengan dengan lirih.
Terlihat Arsyilla yang tersenyum dan menatap suaminya itu, "Bukan menyembunyikan … hanya saja, aku memberitahunya menunggu waktu yang tepat," jawab Arsyilla.
Hal itu memang benar adanya. Bukan maksud Arsyilla untuk berkilah atau menyembunyikan sesuatu. Akan tetapi, Arsyilla ingin menghadiahkan kado istimewa itu tepat di hari ulang tahun suaminya.
"Baiklah, aku terima kali ini. Akan tetapi, lain kali jangan sembunyikan apa pun dariku," balas Aksara.
Para orang tua pun terlihat begitu bahagia melihat Arsyilla dan Aksara yang begitu rukun dan saling menyayangi satu sama lain. Hingga akhirnya Mama Khaira yang menginterupsi keduanya.
“Makan dulu yuk … Mama dan Bunda sudah siapkan makanan spesial di ulang tahun Aksara kali ini,” ucap Mama Khaira.
“Iya Ma,” sahut Aksara.
Kemudian tiga pasangan itu berkumpul di meja makan. Begitu banyak menu masakan yang enak yang tersaji di ulang tahun Aksara kali ini. Pertama Bunda Kanaya yang mengambilkan untuk Ayah Bisma terlebih dahulu. Kemudian Mama Khaira yang mengambilkan untuk Papa Radit, kemudian barulah Arsyilla yang hendak mengisi piring kosong suaminya.
“Aku ambil sendiri saja Honey … lagipula, kamu masih sakit,” sergah Aksara kali ini.
“Cuma ambilin nasi dan lauk bisa kok Kak,” sahut Arsyilla.
Akan tetapi, terlihat Aksara yang menggelengkan kepalanya. Pria itu justru mengisi piring kosong Arsyilla terlebih dahulu. Setelah itu, barulah dia mengisi piring miliknya.
“Kamu makan saja, Honey … aku ambilkan buat kamu,” balas Aksara.
__ADS_1
Lantas mereka semua menikmati makan sore kali itu bersama-sama. Diiringi canda tawa dan obrolan hangat yang kian mengakrabkan keluarga Raditya dan Pradhana. Usai makan bersama, terlihat Mama Khaira dan Bunda Kanaya yang kembali merapikan dapur. Mereka meminta Arsyilla untuk istirahat dan tidak menyentuh pekerjaan di dapur.
“Kamu istirahat saja Nak,” pinta Bunda Kanaya.
Sebenarnya Arsyilla merasa tidak enak. Akan tetapi, karena Bunda Kanaya dan Mama Khaira yang mencegahnya, sehingga Arsyilla memilih duduk bersama Aksara dan Ayah Bisma serta Papa Radit di ruang tamu.
“Aksara, sebentar lagi kamu akan memiliki anak … apa tidak sebaiknya pindah ke rumah. Apartemen tidak masalah. Hanya saja, kalian butuh ruang untuk bergerak dan menerima udara yang segar untuk tumbuh kembang putra kalian nanti,” ucap Ayah Bisma kepada putranya itu.
“Iya Ayah … Aksara akan pikirkan untuk membuat rumah masa depan yang akan Aksara tempati bersama dengan Arsyilla,” jawabnya.
“Jika memungkinkan … beli di daerah yang dekat tempat mengajar Syilla dan dekat dengan Jaya Corps,” usul Papa Radit kali ini.
Terlihat Aksara yang menganggukkan kepalanya, “Iya Pa … coba nanti kalau liburan, Aksara akan lihat-lihat dulu. Sementara ini Aksara ingin memastikan Syilla pulih dan sembuh,” balasnya.
“Iya Aksara … Papa percaya kepadamu. Tolong kalian berdua lebih berhati-hati. Bahkan orang yang dirasa tidak akan menyakiti justru pada akhirnya juga menyakiti Arsyilla,” balas Papa Radit.
“Iya Pa … Syilla juga akan berhati-hati,” balas Arsyilla kepada Papanya.
Hampir petang, kedua pasangan orang tua itu akhirnya berpamitan dari apartemen Aksara dan Arsyilla. Mereka tentu memberikan waktu untuk istirahat kepada Arsyilla yang masih memerlukan waktu untuk pulih.
“Kamu ngapain Honey?” tanya Aksara kepada istrinya itu.
“Nungguin kamu,” sahut Arsyilla.
Wanita itu kemudian mengeluarkan sesuatu dari hand bag miliknya yang ada di atas nakas. Menyerahkannya kepada Aksara.
“Kado lagi buat kamu, Kak,” ucap Arsyilla kali ini.
“Tadi kan sudah kadonya,” sahut Aksara.
Terlihat Arsyilla tersenyum dan menyerahkan sebuah kotak hadiah lainnya kepada Aksara. “Ini kadonya yang aku beli waktu itu. Aku beli ini sampai mempertaruhkan keselamatanku,” balas Arsyilla.
Aksara lantas menerima kotak hadiah itu, dan membelai sisi wajah istrinya, “Jangan pertaruhkan apa pun lagi. Cukup dengan semuanya ini. Aku tidak akan membiarkanmu kesakitan seperti ini,” balas Aksara. “Lebih baik tidak memberiku apa pun, asalkan kamu aman,” sambung Aksara.
Bukan sebuah ucapan basa-basi, tetapi Aksara memang memilih Arsyilla aman dan selamat di sisinya. Daripada Arsyilla yang membelikan kado ulang tahun untuknya dan justru keselamatannya dipertaruhkan.
__ADS_1
“Iya,” sahut Arsyilla dengan singkat. “Buka dong Kak … kuharap, kamu menyukainya,” lanjut Arsyilla yang meminta suaminya itu untuk membuka kotak hadiah darinya.
Aksara pun akhirnya membuka kotak hadiah itu, dan pria itu tersenyum saat mendapati sebuah arloji dengan salah satu merek terkenal yang dihadiahkan oleh istrinya itu.
“Bagus banget,” ucap Aksara.
Tangan Arsyilla bergerak, lantas memasangkan arloji itu melingkari pergelangan tangan suaminya. Wanita itu tersenyum melihat arloji dengan warna hitam yang terlihat begitu cocok dikenakan oleh suaminya itu.
“Suka enggak?” tanya Arsyilla.
Aksara menganggukkan kepalanya dan memeluk istrinya itu, “Suka banget … hanya saja kado yang pertama itu lebih bernilai dibandingkan apa pun. Terima kasih sudah memberikan kejutan istimewa untukku. Aku mendapatkan kado terbaik dari istriku tercinta ini,” ucap Aksara.
Ya, dibandingkan dengan arloji mewah yang diberikan oleh Arsyilla. Kado pertama yang diberikan istrinya itu jauh lebih bernilai dan berharga. Kado yang akan membuat hidup Aksara berubah. Dirinya akan bersiap menjadi seorang Ayah untuk bayi kecilnya nanti.
Aksara pun menundukkan wajahnya dan mengecupi kening Arsyilla dengan penuh sayang. “Makasih Honey … berkatmu hidupku berubah. Aku akan memantaskan diriku untuk menjadi suami yang baik buatmu dan Ayah untuk baby kita,” balasnya.
Tanpa terasa air mata Arsyilla berlinangan begitu saja. Dirinya merasa sangat dicintai oleh suaminya itu. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan Aksara membuat Arsyilla merasa begitu terharu.
“Makasih Kak … jadi siap untuk menjadi orang tua baru?” tanya Arsyilla kali ini kepada suaminya itu.
“Iya … aku akan belajar untuk menjadi Ayah yang baik dan suami yang siaga buat kamu,” balasnya dengan yakin.
Aksara lantas mengurai pelukannya, dan tangannya bergerak memberikan usapan yang begitu lembut di perut Arsyilla.
“Honey, waktu Tiara dan Bagas melukaimu. Bagian perutmu tidak terkena hantaman benda keras dan sebagainya kan?” tanya Aksara.
Tentu saja Aksara menanyakan demikian karena dia begitu takut dengan janin yang berada di dalam perut Arsyilla sekarang ini.
Terlihat Arsyilla yang menggelengkan kepalanya, “Tidak … aku berusaha melindunginya semampuku. Ya walau pun, Tiara melukai wajahku dan ingin membuatmu membenci wajahku ini,” cerita Arsyilla kini kepada suaminya.
“Pasti sakit banget … maafkan aku yang gagal melindungimu,” balas Aksara.
Terlihat Arsyilla yang menggelengkan kepalanya dan melingkari pinggang suaminya itu, “Jangan meminta maaf lagi Kak … aku yakin kamu sudah berusaha maksimal. Besok antar aku ke kampus ya Kak?” pinta Arsyilla kali ini.
“Iya … aku akan temani kamu ke kampus. Kita selesaikan semuanya dengan cepat supaya Bagas Tengik itu segera mendapatkan balasannya. Aku juga akan memutuskan projek dengan Tiara,” balas Aksara.
__ADS_1
Lebih baik untuk menyelesaikan kerja sama dengan Tiara dan tidak berurusan lagi dengan wanita yang sudah begitu tega menyakiti Arsyilla. Sungguh, Aksara akan membalas Tiara dengan caranya sendiri.