
Tebakan Aksara sepenuhnya besar. Pria itu tersenyum begitu handphonenya di atas nakas berbunyi dan di sana tertera nama Bundanya. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit bagi Bunda Kanaya untuk segera menelpon putranya itu.
“Halo, Aksara,” sapa Bunda Kanaya melalui teleponnya pagi itu.
“Ya, halo Bunda,” sahut Aksara dengan suara yang masih terdengar lemah.
“Kamu kenapa kok izin hari ini? Sakit?” tanya Bunda Kanaya.
Terlihat Aksara menggelengkan kepalanya, “Tidak Bunda … Aksara hanya kurang sehat,” balasnya kali ini.
“Ya sudah … istirahat dan minum obat. Nanti jam makan siang, Bunda akan ke apartemenmu bersama Ayah. Ingin dibawakan sesuatu?” tanya Bunda Kanaya.
“Enggak Bunda, tidak perlu,” sahut Aksara.
Arsyilla pun mendengarkan percakapan suaminya dengan Bunda Kanaya melalui telepon. Lagipula, saat itu Aksara menekan loudspeaker, sehingga Arsyilla bisa dengan jelas mendengarkan perkataan Bunda Kanaya.
“Kenapa Kak?” tanya Arsyilla usai suaminya itu menelpon.
“Enggak … cuma nanti Bunda dan Ayah mau ke sini,” balas Aksara.
“Bunda dan Ayah kelihatan sayang banget sama kamu ya Kak,” ucap Arsyilla kali ini.
Aksara sekilas melirik istrinya yang masih berada di dalam pelukannya itu, “Semua orang tua pasti akan sangat menyayangi anak-anaknya, Honey,” balas Aksara. “Mama Khaira dan Papa Radit juga kelihatan banget sayang kamu dan Shaka,” ucap Aksara lagi.
Arsyilla pun merespons dengan menganggukkan kepalanya, “Benar … Mama dan Papa itu menyayangiku dan Shaka. Walaupun terkadang cara mengungkapkan sayangnya kepadaku dan Shaka berbeda, tetapi Mama dan Papa sangat sayang pada anak-anaknya,” balas Arsyilla kini.
Hingga menjelang makan siang, rupanya bel apartemen milik Aksara berbunyi, Arsyilla pun sedikit berlari dan membukakan pintu bagi mertuanya itu.
“Selamat datang Ayah dan Bunda … silakan masuk,” sapa Arsyilla kali ini.
Terlihat Bunda Kanaya yang tersenyum dan segera memeluk menantunya itu. Pun dengan Ayah Bisma yang tampak memeluk Arsyilla. Keduanya lantas memasuki apartemen milik Aksara dan duduk di ruang tamu.
__ADS_1
“Kamu sedang ngapain Syilla?” tanya Bunda Kanaya kepada menantunya itu.
“Baru masak Bunda … bikin Sup Ayam buat Kak Aksara,” jawabnya.
Meninggalkan sejenak Bunda Kanaya dan Ayah Bisma, Arsyilla lantas menuju ke kamar dan memanggil suaminya itu. Memberitahukan bahwa Bunda Kanaya dan Ayah Bisma sudah datang. Bahkan Arsyilla pun menggandeng tangan suaminya, seakan membantunya berjalan dan menuju ke sofa yang berada di ruang tamu.
“Tumben kamu sakit, Aksara?” tanya Ayah Bisma sembari mengamati wajah lesu putranya itu.
“Iya Ayah … cuma sekadar tidak enak badan,” balas Aksara.
“Yang kamu rasakan apa?” tanya Ayah Bisma lagi.
Seakan profesi Ayah Bisma sebagai Dokter, bisa sedikit mendiagnosis dari gejala yang timbul. Oleh karena itu, Ayah Bisma pun menanyai apa yang dirasakan Aksara saat ini.
“Demam, menggigil, terus tadi pagi sempat muntah dan mual sih Ayah … mungkin masuk angin,” jawab Aksara kali ini.
Dari tebakannya sendiri, Aksara juga hanya mengira bahwa dirinya masuk angin saja.
Lantas Bunda Kanaya tampak melirik ke arah suaminya itu. Seakan Bunda Kanaya teringat dengan peristiwa puluhan tahun yang lalu, di mana saat dirinya mengandung Aksara justru Ayah Bisma pun yang mengalami kehamilan simpatik.
“Syilla, kamu terakhir kali haid kapan Sayang?” tanya Bunda Kanaya kali ini kepada Arsyilla.
Ah, Arsyilla sendiri sampai lupa kapan terakhir kali dirinya mendapatkan masa periode. Bukankah sudah cukup lama. Bahkan sejak resepsi pernikahannya digelar, seingat Arsyilla sampai sekarang dirinya belum mendapatkan tamu bulanan lagi.
Untuk lebih memastikan, Arsyilla mengecek di kalender digitalnya yang berada di handphonenya, dan kemudian wanita itu membelalak. Pasalnya sudah satu setengah bulan, dirinya tidak mengalami masa menstruasi.
“Ya Tuhan, kenapa sudah lama sekali ya Bunda?” tanya Arsyilla kali ini.
Lagi-lagi Arsyilla menunjukkan wajah khawatir karena sudah cukup lama juga dirinya tidak menerima tamu bulanan.
“Coba saja kamu yang cek, Syilla … bukan apa-apa, karena dulu Bunda waktu hamil Aksara itu yang kena kehamilan simpatik juga Ayah kamu kok. Jadi, bisa saja kan Aksara tiba-tiba tidak enak badan dan sakit kayak gini karena Couvade Syndrom atau Kehamilan Simpatik,” jelas Bunda Kanaya.
__ADS_1
Nyatanya usai mendengarkan ucapan Bunda Kanaya, Aksara dan Arsyilla pun saling tatap. Jika perkataan Bunda Kanaya benar, maka berarti sekarang ini sedang ada kehidupan baru di dalam rahim Arsyilla.
“Mau aku belikan testpack?” tanya Aksara kali ini.
“Gak usah Kak … aku sendiri belum yakin kok,” balas Arsyilla.
“Coba saja dicek, Syilla … hanya dicek. Ayah dan Bunda sih tidak mengharuskan kamu hamil karena kami tahu bahwa anak itu juga adalah anugerah dan karunia dari Allah,” ucap Bunda Kanaya kali ini.
“Benar Syilla … soalnya dulu waktu Bundamu hamil Aksara, Ayah yang mual dan muntah setiap pagi. Gak nyaman banget, teler gitu Ayah. Hanya saja Ayah tidak masalah, asalkan Bundamu dan bayi Aksara sehat,” balas Ayah Bisma kini.
Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Iya Ayah … nanti Syilla akan cek,” balasnya.
“Tidak usah terburu-buru, Honey. Sesiapnya kamu saja,” balas Aksara.
Akan tetapi, terlihat Ayah Bisma yang segera menatap tajam keduanya, “Tidak boleh ditunda-tunda loh … hamil muda itu harus mendapatkan pantauan medis dan ada beberapa vitamin supaya janinnya kuat. Justru semakin cepat, kamu melakukan cek, semakin baik,” jelas Ayah Bisma kali ini.
Apa yang dikatakan Ayah Bisma benar karena di Trimester Awal banyak sekali perkembangan bayi yang bisa dipantau dengan USG setiap kali melakukan pemeriksaan. Melihat kondisi rahim, ukuran embrio, memastikan tidak terjadi hamil anggur, dan lain sebagainya. Mendengar penjelasan Ayah Bisma, Arsyilla kemudian menganggukkan kepalanya.
“Baik Ayah … akan secepatnya Syilla test,” balasnya kali ini.
Kanaya lantas menatap ke Arsyilla, dan tangannya bergerak mengusapi lengan menantunya itu. “Santai saja Syilla … itu semua hanya dugaan kami, berdasarkan pengalaman Ayah dan Bunda saat Bunda hamil Aksara dulu. Hanya saja, semua bisa berubah kan. Intinya jangan membuat berat dirimu sendiri,” nasihat Bunda Kanaya kali ini.
“Iya Bunda, toh Arsyilla juga siap apa pun hasilnya nanti. Lagipula, beberapa waktu lalu kami juga sudah datang ke Dokter Rinta untuk melakukan medical cek up dan melakukan serangkaian tes kesehatan. Syilla dan Kak Aksara juga sudah sama-sama mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua. Semoga saja kali ini Allah berbaik hati dan ada hasil yang baik tidak lama lagi,” jawab Arsyilla.
Bunda Kanaya pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum kepada Arsyilla. Dia tidak ingin menjadi mertua yang menekan menantunya. Bunda Kanaya sepenuh mendukung Arsyilla, lagipula itu semua masih sebatas dugaan. Dugaan itu sifatnya sementara bukan? Saat sudah melakukan test dan pemeriksaan ke Dokter barulah dugaan itu menjadi kenyataan. Hanya saja Bunda Kanaya akan begitu bahagia jika menantunya itu benar-benar membawa berita baik. Tentu ini adalah sebuah berita yang sangat ditunggu dan dinanti oleh Bunda Kanaya dan Ayah Bisma.
“Besok pagi kami tes deh Bunda dan Ayah,” jawab Aksara kali ini.
Pria itu kemudian tersenyum menatap istrinya yang duduk di hadapannya, “Lagipula, Aksara juga sudah siap untuk menjadi seorang Ayah. Kami sudah sama-sama menyiapkan diri,” balas Aksara dengan yakin kali ini.
Ya, tidak masalah dengan apa pun hasil tes nanti. Yang pasti Aksara akan menerima apa pun hasil dari tes prediksi kehamilan yang dilakukan istrinya nanti. Tidak ingin terlalu menekan Arsyilla, tetapi juga Aksara memberikan dukung kepada istrinya. Justru dirinya akan sangat senang jika istrinya itu benar-benar hamil. Itu berarti usahanya untuk menabur benih di ladang istrinya berhasil dan membuahkan hasil. Aksara pun tersenyum dalam hati, dirinya akan benar-benar bahagia jika ternyata dugaan dan tebakan dari Bunda dan Ayahnya itu akan menjadi nyata. Ya, Aksara memastikan bahwa dirinya akan menjadi pria yang begitu berbahagia begitu mengetahui kabar bahagia dari istrinya itu.
__ADS_1