
Usai menikmati sweet morning bagi keduanya, setelah mandi rupanya Arsyilla memilih kembali bergelung di atas ranjangnya. Menarik kembali selimutnya, rasanya hujan yang masih turun, ditambah AC yang membuat kamarnya menjadi dingin itu, membuat Arsyilla ingin bermalas-malasan di atas ranjang pagi ini.
"Enggak sarapan Sayang?" tanya Aksara.
Pria itu cukup heran karena melihat istrinya yang justru kembali menaiki tempat tidurnya. Biasanya Arsyilla akan memilih untuk menuju ke dapur dan sarapan, tetapi kali ini wanita itu kembali bergelung di bawah selimut yang tebal dan hangat itu.
"Dingin Kak ... rasanya males banget. It's a lazy day. Rasanya pengen malas-malasan," jawab Arsyilla.
Aksara yakin bukan karena dingin yang membuat Arsyilla kembali bergelung di bawah selimut, itu tentu karena kegiatan panas keduanya barusan. Aksara lantas duduk di tepi ranjang dan membelai sisi wajah istrinya itu.
"Mau aku belikan bubur ayam di bawah?" tawar Aksara.
Ya, Aksara tahu bahwa usai kegiatan panas seseorang bisa kelaparan karena tubuh yang lelah dan juga ada kalori yang terbakar saat melakukan kegiatan suami istri. Sehingga Aksara menawarkan untuk membelikan bubur ayam bagi istrinya itu.
"Iya, mau," sahut Arsyilla.
"Ya sudah, aku turun dulu sebentar yah. Kasihan istriku ampe lemes kayak gini," goda Aksara.
Sontak saja Arsyilla mengerucutkan bibirnya, menatap wajah suaminya itu, "Yang bikin aku lemes sapa coba?" tanyanya.
Aksara justru tertawa, "Aku ... makanya aku tanggung jawab. Ya sudah, kamu istirahat dulu saja. Aku turun dulu sebentar ya Sayang. Awas, jangan kangen yah sama aku," goda pria itu lagi.
Rasanya menggoda istrinya itu sungguh mengasyikkan bahkan sehari jika tidak menggoda istrinya itu seakan ada yang kurang. Jadi, Aksara sekarang memiliki hobi baru yaitu menggoda istrinya sendiri.
Saat Aksara tengah keluar, rupanya handphone Arsyilla bergetar. Wanita itu segera terbangun dan mengambil handphonenya di atas nakas. Terdapat panggilan masuk dari Bunda Kanaya di sana. Jari Arsyilla pun dengan cepat menggeser ikon telepon berwarna hijau di layar handphonenya.
"Halo, selamat pagi Bunda," sapa Arsyilla melalui panggilan seluler itu.
"Iya, pagi Sayang ... sudah bangun? Kalian baru ngapain?" tanya Bunda Kanaya.
"Sudah bangun sejak tadi kok Bunda, tapi Kak Aksara sedang turun ke bawah membeli Bubur Ayam," jelas Arsyilla.
"Oh, Aksara sedang turun ke bawah yah. Tidak apa-apa, Syilla. Ini akhir pekan, nanti kalian ke rumah Bunda yah. Bawa baju ganti, kalian harus menginap di sini. Besok saja kembali ke apartemennya," pinta Bunda Kanaya.
Arsyilla pun tersenyum, tidak mengira mertuanya benar-benar memintanya untuk menginap di sana.
"Akses jalan ke rumah Bunda banjir tidak? Tadi pagi Syilla baca berita di aplikasi baca berita kalau beberapa ruas jalan tergenang air," jelas Arsyilla.
__ADS_1
"Enggak Sayang... rumahnya kita tidak banjir. Jadi, nanti ke sini yah. Jangan terlalu malam, berangkat lebih cepat lebih baik," sahut Bunda Kanaya sembari terkekeh.
"Iya Bunda ... nanti Syilla dan Kak Aksara ke sana," balasnya.
"Oke deh menantunya Bunda, sampai jumpa nanti yah," balas Bunda Kanaya sembari menutup panggilan selulernya.
Setelahnya Arsyilla menaruh handphonenya di atas nakas dan memilih kembali bergelung di bawah selimut. Hari libur di akhir pekan seperti ini sangat menyenangkan untuk Arsyilla. Bahkan tiba-tiba saja Arsyilla berencana di Semester depan meminta pengurangan jam mengajar supaya bisa lebih banyak di rumah.
Saat Arsyilla membayangkan semua itu, tiba-tiba saja suaminya sudah datang. Pria itu membawa beberapa kantong plastik di tangannya. Ya, Aksara membeli Bubur Ayam, Nasi Kuning, Cakwe, dan juga Susu Kedelai hangat.
"Yuk, bangun ... makan dulu, Syilla," panggilnya kepada istrinya itu.
"Makan di kamar boleh enggak sih Kak?" tawar Arsyilla kali ini.
"Mau makan di kamar?" tanya Aksara kemudian.
"Iya, aku mager (malas gerak) banget nih Kak," jawabnya.
Aksara lantas menganggukkan kepalanya. Lantas mengulurkan tangannya kepada Arsyilla.
"Yuk, kita makan bersama di balkon. Sambil menghirup udara segar, bukan udara AC," jawabnya.
Arsyilla lantas menikmati Bubur Ayam miliknya, sementara Aksara memakan Nasi Kuning terlebih dahulu.
"Kok belinya banyak banget sih Kak?" tanya Arsyilla melihat beberapa kantong plastik di atas meja.
Aksara pun menganggukkan kepalanya, "Iya, sekalian makan siang. Katanya kamu males gerak. Biar enggak kemana-mana aja," jawabnya enteng.
"Kita harus ke rumah Ayah dan Bunda, Kak ... barusan Bunda Kanaya menelponku. Kita diminta untuk menginap di sana malam ini," cerita Arsyilla.
"Lalu, kamu bagaimana? Katanya mager," sahut Aksara dengan cepat.
"Aku tidak apa-apa, tapi abis sarapan, aku tidur sebentar boleh?" tanya Arsyilla.
Aksara pun menganggukkan kepalanya, "Iya boleh, My Sexy Wife," balas pria itu.
"Ah, Kak ... jangan seperti itu. Aku gak suka," balas Arsyilla.
__ADS_1
Mendengar ucapan istrinya nyatanya Aksara justru tertawa. Pria itu menanggapi dengan santai sembari menyuapkan Nasi Kuning ke dalam mulutnya.
"Gak apa-apa. Aku bilangnya juga cuma kalau sendiri aja sama kamu. Udah, makan lagi aja. Abis ini istirahat dulu," balas Aksara.
Lantaran benar-benar lapar dan juga capek, Arsyilla pun menghabiskan Bubur Ayam dengan cepat. Setelahnya dia memilih meminum Susu Kedelai hangat itu. Usai makan, Arsyilla menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu.
"Pagi yang penuh rintik hujan kayak gini indah banget," ucap Arsyilla dengan tiba-tiba.
"Hmm, kenapa?" respons Aksara.
"Iya, begitu tenang dan syahdu," balasnya.
Aksara pun menganggukkan kepalanya, tangannya bergerak dan merangkul bahu istrinya itu. Mengusapi lengannya perlahan, membawa kepala istrinya bersandar di dadanya kini.
"Aku suka kamu yang begitu menyukai hal-hal sederhana seperti ini," balas Aksara dengan tiba-tiba.
Arsyilla lantas menengadahkan wajahnya, menatap wajah suaminya itu.
"Maksudnya Kak?" tanyanya.
"Iya ... kamu itu suka hal-hal sederhana. Matahari yang terbit, pagi yang syahdu seperti ini, seduhan teh melati, semua itu sederhana," balas Aksara.
Perlahan Arsyilla pun menyunggingkan senyuman di wajahnya, "Kamu memperhatikan aku ya Kak?" tanyanya.
"Sudah tentu aku memperhatikanmu. Kamu begitu istimewa buatku, rasanya mata ini tak jemu-jemu mengamatimu," balasnya.
"Pagi ini, ucapan kamu manis banget sih Kak," balas Arsyilla sembari tergelak dalam tawa.
Setelahnya Arsyilla menarik wajahnya dan menggeser duduknya. "Kak, aku ngantuk nih. Hujan dan udara dingin membuatku begitu ngantuk," ucap Arsyilla.
Rupanya Aksara pun berdiri, menggandeng tangan istrinya itu menuju ke dalam kamarnya. Aksara menyingkap selimut tebal dan mempersilakan Arsyilla untuk naik ke ranjang terlebih dahulu.
"Ayo, naiklah... tidurlah dulu. Istirahat dulu sebelum nanti ke rumah Ayah dan Bunda," ucap Aksara.
Arsyilla pun segera menaiki ranjang, wanita itu menepuk sisi ranjang yang kosong.
"Sini Kak, peluk aku. Rasanya akan lebih hangat jika kamu memberikanku pelukan," balasnya.
__ADS_1
Tidak menunggu waktu lama, Aksara pun menganggukkan kepalanya dan mulai merebahkan dirinya di sisi istrinya. Tanpa permisi, Aksara segera membawa istrinya itu dalam pelukannya.