
Selang dua pekan berlalu, Aksara dan Arsyilla kini hendak mendatangi Rumah Sakit untuk memeriksakan kehamilannya lagi. Jika menurut hitungan mereka, Arsyilla sudah sampai separuh jalan menjalani proses kehamilan. Masih harus menunggu bulan demi bulan kian genap untuk menyambut bayi mungil yang akan menyemarakkan kehidupan rumah tangganya.
Keduanya sekarang sedang mengantri di ruang tunggu. Menunggu nomor antrian Arsyilla, sesekali Aksara tampak menggenggam tangan istrinya itu. Sesekali juga tangan Aksara bergerak dan juga mengusapi perut Arsyilla yang semakin menyembul.
“Lucu ya Honey,” ucap pria itu sembari mengusapi perut Arsyilla.
“Lucu gimana Kak?” tanyanya.
“Perut kamu bisa membuncit seperti ini … kayak balon,” jawab Aksara sembari terkekeh geli.
“Namanya juga baru hamil, Kak … jadi perutnya membuncit deh,” sahut Arsyilla.
Tidak menunggu waktu lama, kemudian nama Arsyilla pun dipanggil untuk mengikuti pemeriksaan.
“Silakan Ibu Arsyilla Kirana,” panggil seorang perawat kepadanya.
Aksara yang terlebih dahulu berdiri, mengulurkan tangannya kepada istrinya itu dan kemudian menggandengnya memasuki ruang pemeriksaan. Ada Dokter Rinta yang sudah berdiri dan menyambut keduanya.
“Malam Dok,” sapa Arsyilla dan Aksara bersamaan.
“Malam Bu Arsyilla dan Bapak,” balas Dokter Rinta.
Keduanya pun mengambil tempat duduk di kursi yang berada di depan meja Dokter Rinta. Tampak Aksara yang begitu perhatian kepada Arsyilla, sampai Dokter Rinta tersenyum melihat pasangan muda tersebut.
“Bagaimana kabarnya? Baik?” tanya Dokter Rinta lagi.
“Baik, Dok,” sahut Arsyilla.
“Ada keluhan tidak Bu Arsyilla?” tanya Dokter Rinta lagi.
Terlihat Arsyilla yang menggelengkan kepalanya perlahan, “Tidak … saya sehat, Dok … tidak ada keluhan,” balas Arsyilla.
__ADS_1
Usai itu kemudian Dokter Rinta mempersilakan Arsyilla untuk naik ke atas brankar dan pemeriksaan dengan USG akan segera dilakukan.
“Kita lakukan pemeriksaan dengan USG ya Bu Arsyilla … semoga debaynya sehat yah,” ucap Dokter Rinta.
Mulailah seorang perawat menyingkap kemeja Arsyilla, dan kemudian mengoleskan USG Gell di perut Arsyilla. Sementara itu, Dokter Rinta bersiap dengan transducer di tangannya.
“Baik, kita mulai pemeriksaannya yah Bu Arsyilla … sekarang usia kehamilan memasuki 21-22 minggu. Kita ukur panjang debaynya yah dari kepala hingga kaki, kira-kira 26,7 centimeter dan beratnya sekarang 340 gram. Rupa debaynya sekarang sudah menyerupai seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia karena wajahnya sudah terbentuk, organ tubuhnya juga terus berkembang, dan juga pada usia ini bayi di dalam rahim sudah bisa berkedip,” jelas Dokter Rinta.
Mendengarkan penjelasan dari Dokter Rinta bahwa di dalam sana janinnya sudah bisa berkedip, Arsyilla pun tersenyum lebar. Sangat menyenangkan bisa membayangkan bayinya yang berkedip-kedip di dalam sana. Pasti terasa begitu lucu bisa melihat bayinya yang berkedip di dalam sana.
“Kenapa tersenyum Bu?” tanya Dokter Rinta kepada Arsyilla.
“Membayangkan debaynya bisa berkedip pasti lucu, Dok,” jawab Arsyilla.
Dokter Rinta pun tersenyum dan juga menganggukkan kepalanya, “Benar Bu Arsyilla … bahkan di dalam rahim pun seorang bayi bisa melakukan berbagai kegiatan yang sangat luar biasa. Seperti berkedip, menguap, dan juga tetidur. Di usia sekarang ini, bayi di dalam rahim Ibu bisa tidur sampai 12 hingga 13 jam,” jelas Dokter Rinta lagi.
Ya Tuhan, mendengarkan penjelasan dari Dokter Rinta rasanya Arsyilla benar-benar takjub dengan perkembangan luar biasa dari debaynya yang masih berada di dalam rahim itu. Hati Arsyilla rasanya penuh dengan kebahagiaan sekarang ini.
Kali ini Aksara dan Arsyilla sama-sama menganggukkan kepalanya, “Boleh Dok … kami juga penasaran,” jawab Aksara kali ini.
Rupanya Si calon Ayah pun penasaran juga dengan jenis kelamin Dedek Bayi yang sudah lama dia nantikan itu.
Dokter Rinta segera menggerakkan transducer dengan tangan kanannya, dan sedikit menekan perut Arsyilla untuk mencari di mana letak bagian vital dari jenis kelamin bayi tersebut. Menggerakkan transducer ke kanan dan ke kiri, sampai pada akhirnya terlihat bagian yang menarik dan sudah mereka tunggu di monitor.
“Bapak dan Ibu Arsyilla pengennya Debaynya berjenis kelamin apa nih?” tanya Dokter Rinta.
“Sedikasihnya saja, Dok,” sahut Arsyilla.
Memang dari obrolan keduanya, Arsyilla dan Aksara sama-sama tidak mempermasalahkan jenis kelamin bayinya nanti. Mau laki-laki atau perempuan yang pasti mereka adalah anak mereka. Mau laki-laki atau perempuan, yang pasti dia adalah anugerah terindah yang diberikan Allah kepadanya.
“Yakin yah, semoga tidak kecewa,” ucap Dokter Rinta sembari tertawa.
__ADS_1
Kemudian mulailah Dokter Rinta menggerak-gerakkan transducer di tangannya, “Dedek bayinya berjenis kelamin perempuan ya Bu. Di sini terlihat dengan jelas bahwa tidak ada Monas yang terlihat di sini. Jadi, Bapak dan Ibu akan memiliki bayi perempuan yang lucu,” jelas Dokter Rinta.
Mendengar ucapan Dokter Rinta, Arsyilla pun sedikit tertawa. Sebab, itu adalah sesuai dengan permintaan suaminya yang menginginkan memiliki bayi perempuan yang lucu dan menggemaskan. Seakan teringat dengan masa kecil Arsyilla dulu.
“Bagaimana Bu Arsyilla?” tanya Dokter Rinta.
“Tidak apa-apa, Dok … hanya saja memang Ayahnya menginginkan anak perempuan,” jawab Arsyilla dengan sedikit tertawa.
Sementara Aksara yang mendengarkan bahwa bayinya kelak berjenis kelamin perempuan pun merasa begitu bahagia. Harapan dan keinginannya memang menginginkan bayi berjenis kelamin perempuan.
“Alhamdulillah, berarti Allah mengabulkan doa dan permintaan Bapak dan Ibu,” jawab Dokter Rinta.
Setelah pemeriksaan dengan USG, kemudian perawat menyeka sisa-sisa USG Gell di perut Arsyilla. Kemudian Arsyilla pun mengambil tempat duduk di samping suaminya.
“Kehamilan Ibu Arsyilla sudah memasuki setengah jalan yah … sudah tinggal 20 minggu lagi untuk menyambut buah hati. Sejauh ini, Ibu dan babynya baik dan sehat. Jadi, ya dijaga dengan baik ya Bu. Kelola emosi dengan baik, cukup tidur dan istirahat, juga konsumsi makanan bergizi,” ucap Dokter Rinta.
“Baik Dok,” balas Arsyilla.
“Perutnya tetapi belum terlalu besar ya Bu?” tanya Dokter Rinta kepada Arsyilla.
Lantas Arsyilla menunduk dan melihat perutnya, “Sebenarnya sudah sedikit menyembul sih, Dok … cuma belum seberapa,” balasnya.
“Tidak apa-apa Bu … sejauh ini berat badan bayi juga baik. Ibunya juga baik. Sehingga, tinggal menjalani masa kehamilan dengan baik dan menunggu hari H nanti,” jelas Dokter Rinta.
Usai mengatakan semuanya, kemudian Arsyilla dan Aksara mengakhiri pemeriksaan malam itu. Keduanya tampak saling bergandengan tangan, mengambil obat di apotek berdasarkan resep dari Dokter.
“Jadi seneng Kak, dapat dedek bayi yang cantik?” tanya Arsyilla.
Terlihat Aksara yang kemudian tertawa dan melirik ke arah istrinya itu, “Iya … seneng. Harapanku terwujud karena memiliki bayi perempuan yang lucu dan menggemaskan seakan aku melihat kamu lagi,” balas Aksara.
Sedalam apa ingatan Aksara waktu itu, yang pasti Aksara masih mengingat Arsyilla di waktu bayi. Bayi perempuan yang cantik dan lucu, sampai akhirnya kini dia bisa bersanding dengan wanita yang sudah masuk ke dalam hatinya sejak masih kecil itu. Itu adalah perasaan yang sangat indah. Itu adalah perasaan yang luar biasa. Aksara akan bersiap untuk menjadi seorang Ayah yang akan menyayangi putri kecilnya tercinta.
__ADS_1