Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Suami Mode Manja


__ADS_3

Agaknya usai kencan dadakan kali itu, Arsyilla menyadari ada sesuatu yang berubah dari suaminya itu. Arsyilla merasa bahwa suaminya itu menjadi lebih manja. Padahal biasanya Aksara adalah seorang pria dewasa. Walaupun terkadang nakal dan usil, tetapi Aksara adalah pribadi yang begitu sabar dan begitu bisa memahami Arsyilla.


Akan tetapi, kali ini Aksara justru terlihat lebih manja dan nempelan dengan Arsyilla. Hingga beberapa kali Arsyilla meminta suaminya itu untuk menjaga jarak darinya.


"Kak, ini di Mall loh, jangan nempel-nempel kayak gini," pinta Arsyilla dengan berbicara lirih di sisi telinga suaminya itu.


"Kan sama Istri sendiri, Honey. Kamu halal juga kan buatku," balas Aksara.


"Ya memang halal, cuma kan gak enak dilihatin banyak orang," balas Arsyilla.


Lagipula bagi Arsyilla bukan lantaran halal dan tidaknya mereka berdua, tetapi negeri ini dengan adab ketimurannya tidak bisa menerima sesuatu yang terlewat batas. Penghakiman publik dan mata-mata yang menatapnya sinis tentu membuat Arsyilla merasa sungkan.


“Ya sudah … tapi nanti di rumah, boleh nempel sepuasnya kan?” tanya Aksara kali ini.


Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Iya boleh … kalau di apartemen sih, kamu bisa nempel sepuasnya,” balas Arsyilla.


“Oke, nanti aku kekepin kamu lama-lama,” jawab Aksara dengan frontal.


Arsyilla hanya geleng kepala mendengar ucapan dan tindakan suaminya itu. Rasanya sedikit aneh, tidak ada angin dan tidak ada hujan, tetapi Aksara justru terlihat nempelan dan juga mode manja. Padahal biasanya, Arsyilla lah yang sering kali manja jika tengah berdua dengan suaminya itu.


“Makan malam sekalian yuk Honey … nanti tinggal istirahat sampai di apartemen,” ucap Aksara sembari menggandeng tangan istrinya menyisir Mall yang cukup ramai malam itu.


“Boleh … yuk, sekali-kali makan di luar,” sahut Arsyilla dengan tersenyum. “Kamu pengen makan apa Kak?” tanya Arsyilla kali ini.


Aksara tampak terdiam dengan mata yang mengamati beberapa restoran yang menjajakan makanan cepat saji di Mall tersebut. Hingga akhirnya, Aksara pun memberikan jawabannya.


“Makan Mie Udon saja yuk Honey … tiba-tiba pengen Udon deh,” balas Aksara.


Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Boleh … yuk, tumben Kak kamu harus ini berbeda deh,” gumam Arsyilla kali ini.


“Beda gimana?” tanya Aksara.


“Hari ini banyak maunya … mulai dari kencan dadakan sampai sekarang tiba-tiba pengen Udon. Kayak lagi ngidam, BM-nya banyak,” sahut Arsyilla dengan terkekeh geli.


Aksara pun menatap wajah istrinya itu sembari mengernyitkan keningnya, “BM apaan tuh Honey?” tanyanya.


“Banyak Mau,” sahut Arsyilla sembari memanyunkan bibirnya kepada suaminya itu.


Tidak marah, nyatanya Aksara justru terkekeh geli, “Entahlah Honey … hari ini intinya aku enggak mau pisah sama kamu. Seharian tadi aja di kantor, aku pengennya cepet-cepet sore biar bisa ketemu sama kamu,” balas Aksara dengan tiba-tiba.

__ADS_1


Keduanya mengobrol sembari berjalan bersama, sekarang keduanya sampai di sebuah restoran yang menjual Udon dan Tempura yang begitu enak. Udon sendiri adalah salah satu jenis mie yang begitu terkenal di Jepang. Dibuat dari tepung terigu dan bentuknya lebih tebal dibandingkan mie biasanya.


“Kamu pesan apa?” tanya Aksara kali ini kepada istrinya itu.


“Niku Udon saja,” balas Arsyilla dengan cepat.


“Ya sudah, aku milih Kitsune Udon saja, beda pilihan biar bisa saling nyicip,” balas Aksara.


Arsyilla hanya terkekeh geli mendengar suaminya itu, mereka sembari menunggu pelayan yang menyiapkan Udon pesanan mereka dalam mangkok besar. Tidak lupa Aksara mengambil beberapa Tempura yang akan menjadi camilan sembari menikmati Udon.


“Jangan banyak-banyak Kak … aku saja gak yakin ini nanti habis,” ucap Arsyilla kali ini.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, “Iya … aku yang habisin nanti,” sahut Aksara.


Usai pesanan mereka lengkap, Aksara segera mengeluarkan dompetnya dan membayar semuanya dengan menggunakan uang cash kali ini. Tidak memakai kartu debit.


Lantas keduanya memilih tempat duduk, dan menikmati Udon dan Tempura yang sudah mereka pesan.


“Lama banget aku enggak makan Udon,” ucap Arsyilla sembari menyumpit Udon dan menyuapkannya kepada Aksara sebagai suapan pertama.


Pria itu tersenyum sembari membuka mulutnya sembari menerima suapan pertama dari istrinya itu.


“Kapan yah, mungkin tahun lalu sama Shaka,” balas Arsyilla.


“Kamu sering yah jalan-jalan sama Shaka?” tanya Aksara sembari menatap wajah istrinya itu.


Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Iya … sering. Cuma kan kalau Shaka liburan dan pulang ke Jakarta. Kalau Shaka sudah kembali ke Singapura kan tidak bisa jalan-jalan sama Shaka lagi,” balas Arsyilla.


“Oh … jadi kamu akrab lah yah sama Shaka?” tanya Aksara kali ini.


“Iya … akrab lah. Malahan dulu waktu Shaka pertama kali kuliah di Singapura, aku yang nangis-nangis karena jauhan sama dia,” cerita Arsyilla.


Seakan Arsyilla mengingat bagaimana dirinya yang menangis-nangis saat adiknya itu memilih untuk kuliah di Singapura. Terbiasa akrab dan dekat dengan Arshaka, tiba-tiba sang adik harus kuliah di Singapura tentu membuat Arsyilla begitu sedih.


Aksara menganggukkan kepalanya merespons setiap cerita istrinya saat itu. Pria itu benar-benar membuka telinganya untuk mendengarkan setiap cerita dari Arsyilla.


“Kakak Adik kalau cowok dan cewek bisa akrab yah? Kalau cowok sama cowok, susah akrabnya,” balas Aksara dengan tiba-tiba.


“Kamu sama Rangga enggak akrab?” tanya Arsyilla sembari mengamati wajah suaminya itu.

__ADS_1


“Ya, enggak begitu dekat. Cowok sama cowok kan begitu Honey … cowok biasanya gak bisa mengungkapkan rasa sayangnya ke adik sendiri,” balas Aksara.


Arsyilla pun menganggukkan kepalanya dan juga merespons cerita dari suaminya itu. Sembari bercerita rupanya semangkok Udon pun telah tandas. Beberapa tempura yang Aksara pesan pun juga sudah tandas.


“Ah, kenyang banget. Malam-malam makan terigu, nanti kalau aku ndut gimana coba?” ucap Arsyilla sembari mengusapi perutnya yang begitu kenyang usai menikmati Udon dan Tempura.


“Gendut enggak masalah. Lagian kamu itu tinggi, tambah beberapa kilogram enggak masalah,” balas Aksara.


Akan tetapi, Arsyilla dengan cepat menggelengkan kepalanya, “Enggak ah … aku gemuknya waktu hamil saja. Kalau sekarang ndut, nanti kalau hamil bakalan tambah ndut,” balas Arsyilla.


“Kamu ndut ya gak apa-apa. Cintaku gak ngaruh pada semua itu,” balas Aksara dengan sungguh-sungguh.


Hingga akhirnya, sekarang keduanya memilih pulang kembali ke apartemennya. Sudah kencan dadakan, sudah makan malam bersama. Sekarang waktunya pulang. Sejenak berhenti dari rutinitas yang ternyata bisa memberikan kebahagiaan buat Aksara dan Arsyilla.


Begitu sampai di apartemen, keduanya memilih bergantian mandi dan kini keduanya sudah sama-sama merebahkan dirinya di atas ranjang. Cukup lelah karena sama sekali tidak beristirahat dari pagi bekerja, tetapi kebahagiaan yang mereka dapatkan dan rasakan pun begitu sebanding.


Di atas ranjang rupanya, Aksara benar-benar menempel kepada istrinya itu. Bahkan kini pria itu menyandarkan kepalanya di bahu Arsyilla.


“Kangen,” ucap Aksara dengan tiba-tiba.


Arsyilla pun lantas tersenyum sembari mengusapi rambut suaminya itu, “Ya ampun, kita aja setiap hari ketemu, tapi masih aja kangen sih,” balas Arsyilla.


“Iya … seharian ini bawaannya kangen terus,” jawab Aksara kali ini.


“Manja banget sih Kak … tumben,” balas Arsyilla.


Kali ini Arsyilla benar-benar mengatakan bahwa suaminya itu tengah dalam mode manja. Arsyilla pun sampai heran dengan perangai suaminya itu.


“Gak boleh yah kalau suami itu manja?” tanya Aksara sembari menarik wajahnya dan melirik kepada istrinya itu.


“Boleh kok … aku enggak masalah. Toh, aku kan juga sering manja sama kamu,” balas Arsyilla kini.


“Ya sudah, kalau kamu mau manja boleh. Pasti aku manjain,” balas Aksara dengan begitu absurbnya.


Lagi-lagi Arsyilla terkekeh geli dengan ucapan suaminya itu. Kemudian Arsyilla pun melirik ke suaminya itu.


“Asal manjanya cuma sama aku, aku tidak masalah kok. Love U Hubby,” balas Arsyilla kini.


Rasanya benar-benar bahagia saat bisa mengisi dan menerima satu sama lain. Pun demikian dengan berumah tangga, bisa memahami dan mengerti satu sama lain supaya keutuhan rumah tangga tetap terjaga.

__ADS_1


__ADS_2