
Rasa bahagia benar-benar melingkapi Papa Radit dan Mama Khaira saat itu. Hati mereka sebagai kedua orang tua terasa begitu bahagia saat mengetahui bahwa putrinya dicintai dan mendapatkan perhatian dari menantunya. Mama Khaira dan Papa Radit sendiri tidak pernah berpatokan harus memiliki menantu dengan latar belakang demikian, tetapi mereka lebih siap untuk memiliki menantu yang menyayangi putrinya dan tentunya bertanggung jawab.
Kini, melihat bagaimana Aksara yang terlihat begitu menyayangi Arsyilla dan juga bertanggung jawab penuh sebagai seorang suami, Mama Khaira dan Papa Radit merasa begitu lega.
“Yang sabar ya Aksara … terkadang mood Ibu hamil itu bisa berubah-ubah. Saat ini suasana hatinya bisa begitu baik, tetapi selang waktu berlalu suasana hatinya bisa berubah menjadi buruk. Untuk itu, jadilah suami yang sabar dan selalu mendampingi Syilla,” nasihat Papa Radit kepada Aksara.
“Baik Pa … Aksara akan selalu bersabar kok kepada Syilla,” jawab Aksara dengan yakin.
Mama Khaira lantas menatap wajah putrinya itu, “Kamu juga Syilla … rumah tangga itu adalah tentang bagaimana bisa memahami satu sama lain. Sekalipun, kamu tengah hamil … belajar juga untuk memperhatikan suamimu.” Kali ini giliran Mama Khaira yang memberikan nasihat kepada Arsyilla.
Jika mencari rumah tangga yang ideal, itu tidak akan ada. Masing-masing rumah tangga memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Yang diperlukan adalah suami dan istri mau sama-sama untuk mengerti dan memahami satu sama lain. Jika berpatokan bahwa dua pribadi berbeda, maka tentu berbeda. Akan tetapi, perbedaan itu akan bisa menyatukan jika ada rasa saling pengertian di antara suami dan istri.
“Iya Ma … Syilla juga belajar untuk memahami Kak Aksara. Ya, walaupun Syilla akui Kak Aksara yang begitu sabar dan mengalah kepada Syilla,” jawab Arsyilla kali ini dengan jujur.
Memang dalam berumah tangga, mengakui kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan tidak masalah. Sama seperti Arsyilla yang mengakui bahwa Aksara begitu sabar dan mengalah kepadanya.
“Syilla juga sabar kepada Aksara kok Ma … dia benar-benar wanita yang terbaik buat Aksara,” balas Aksara kali ini.
“Ma, Mama dan Papa kan jarang berantem. Gimana caranya biar bisa rukun seperti Mama dan Papa?” tanya Arsyilla kali ini kepada Mama dan Papanya.
Mendengar pertanyaan dari Arsyilla, Mama Khaira dan Papa Radit pun saling pandang satu sama lain. Kemudian Mama Khaira pun tersenyum. Perlahan mulainya Mama Khaira kembali berbicara.
__ADS_1
“Pernah juga kok Mama dan Papa berantem. Ada masalah dalam rumah tangga itu wajar dan kita akan belajar untuk memecahkan masalah yang terjadi atau problem solving. Hanya saja, Mama dan Papa dari dulu sudah berkomitmen tidak akan berantem di hadapan anak-anak kami. Sebab, anak-anak yang tumbuh dan melihat pertikaian kedua orang tuanya akan tumbuh menjadi anak yang diliputi merasa sedih, terluka, bahkan sampai dewasa nanti mereka akan merasa tidak percaya diri, dan memiliki trauma secara psikologis. Jadi, ya Mama dan Papa kalau berantem, kami akan tetap bersikap biasa dan baik-baik saja di hadapan kamu dan Shaka,” jawab Mama Khaira.
Tampak Arsyilla beberapa kali menganggukkan kepalanya mendengar nasihat dan wejangan dari Mamanya itu. Sama halnya dengan Aksara dengan terlalu serius mendengarkan nasihat Mama Khaira itu.
“Semarah apa pun kepada pasangan jangan pernah main tangan. Berusaha tenang menyingkapi masalah. Lakukan rekonsiliasi segera. Memaafkan dalam hubungan rumah tangga itu sangat penting. Dengarkan cerita versi kalian masing-masing tanpa ada maksud menghakimi. Apa kalian sedang berantem? Kenapa kok tanya seperti ini kepada Mama dan Papa,” jawab Papa Radit.
Aksara dan Arsyilla sama-sama tersenyum. Kemudian Arsyilla mulai merespons ucapan Papanya itu. “Kami tidak berantem kok Pa … cuma mungkin benar yang Papa katakan tadi, Syilla merasa bahwa akhir-akhir ini mengalami mood swing. Kadang bisa bahagia, kadang sedih, kadang juga sebel,” cerita Arsyilla dengan jujur.
“Tidak apa-apa, Nak … namanya juga kamu sedang hamil. Kamu mengalami perubahan hormon di dalam tubuhmu. Terlebih meningkatnya produksi hormon estrogen dan progesteron yang membuat kamu mengalami mood swing. Yang penting apa-apa diomongkan dengan Aksara. Mama yakin, Aksara bisa memahami kamu,” balas Mama Khaira.
“Iya Ma … malahan Kak Aksara sabar banget sama aku,” jawab Arsyilla.
“Sabar ya Aksara … lebih banyak memaklumi putri Mama yang sedang hamil ini,” balas Mama Khaira.
“Iya Ma … Aksara akan benar-benar berusaha menjadi sosok suami yang baik, sabar, dan bertanggung jawab,” respons Aksara.
Rasanya memiliki orang tua yang baik dan bijaksana membuat Arsyilla dan Aksara begitu bahagia. Setiap nasihat, setiap kisah yang dibagikan Mama Khaira dan Papa Radit membuat keduanya ingin membingkai rumah tangga dengan cinta kasih dan rasa saling pengertian layaknya Mama Khaira dan Papa Radit. Figur keluarga bahagia dan bisa memecahkan setiap masalah yang mereka hadapi bersama-sama.
Rumah tangga Mama Khaira dan Papa Radit pun pernah mengalami pasang surut dalam berumahtangga. Akan tetapi, dengan menyadari setiap masalah yang terjadi, berdamai dengan passangan, dan terus bekerja sama untuk membina rumah tangga. Sampai pada akhirnya Mama Khaira dan Papa Radit bisa mempertahankan rumah tangganya.
“Ya sudah … ini sudah malam, Mama dan Papa pulang dulu yah? Lain kali Mama dan Papa akan mengunjungi kalian lagi. Telepon Mama saja Syilla jika ingin dimasakkan Mama,” balas Mama Khaira.
__ADS_1
“Iya Ma, Pa … terima kasih sudah mau main-main ke sini. Syilla kangen banget sama Mama dan Papa,” balasnya.
“Makasih Ma, Pa,” ucap Aksara juga yang berterima kasih kepada Mama dan Papanya.
Keduanya pun mengantarkan Mama Khaira dan Papa Radit sampai ke depan pintu unit apartemen mereka. Terlihat Arsyilla yang melambaikan tangannya kepada kedua orang tuanya itu.
“Sudah senang hari ini?” tanya Aksara dengan tiba-tiba kepada istrinya itu.
“Iya … senang banget, makasih Kak,” balas Arsyilla.
“Iya Honey … apa pun buatmu selalu aku wujudkan,” jawab Aksara kemudian.
Terlihat Arsyilla yang menolehkan lehernya untuk menatap wajah suaminya yang masih berdiri di sampingnya itu.
“Tahu enggak Kak … bagiku keluarga itu always everything. Dulu, aku menganggap Mama, Papa, dan Shaka adalah segalanya bagiku. Kini, aku lebih dan lebih bersyukur karena memiliki kamu sebagai pasangan hidupku. Selain itu aku juga memiliki Bunda Kanaya dan Ayah Bisma yang juga begitu baik kepadaku. Ah, rasanya aku benar-benar bersyukur,” aku Arsyilla dengan jujur.
Aksara tersenyum mendengarkan ucapan dari istrinya itu. Tangan Aksara terulur dan mengusap puncak kepala istrinya itu dengan penuh sayang.
“Iya Honey … aku juga bersyukur. Sekarang aku merasa lebih bersyukur saat mendapati dirimu tengah mengandung buah cinta kita. Rasanya kebahagiaan dan kisah kita akan semakin semarak dengan lahirnya Dedek Bayi nanti. Jadi, Bunda dan Dedek Bayi sehat-sehat selalu yah. Ayah akan selalu jagain Bunda Syilla dan Dedek Bayi,” jawab Aksara.
Ya, Aksara akan selalu menjaga istrinya dan buah hatinya. Itu bukan hanya sekadar janji, tetapi Aksara akan membuktikan bahwa seumur hidup dia akan selalu menjaga istri dan buah hatinya nanti.
__ADS_1