
Memiliki anak lagi sebenarnya bukan hanya Aksara dan Arsyilla yang harus bersiap diri. Akan tetapi, keduanya juga harus mempersiapkan Ara menjadi seorang Kakak. Hanya sekarang, mereka juga kesulitan bagaimana caranya mempersiapkan si Sulung menjadi seorang Kakak. Mengingat usia Ara yang baru satu tahun lebih sedikit, menjelaskan berbagai macam hal kepada Ara juga masih susah.
Di rumah Mama Khaira kini, Arsyilla tampak bertanya-tanya seputar parenting kepada Mamanya itu.
"Ma, kalau mempersiapkan Ara menjadi Kakak bagaimana caranya? Mengingat usia Ara masih satu tahunan. Itu lebih susah untuk menjelaskan semuanya, dan rasa cemburu dari si Kakak yang nanti baru akan dua tahun juga relatif besar kepada adiknya yang baru lahir," tanya Arsyilla kepada Mamanya.
Mama Khaira tersenyum mendengar pertanyaan dari putrinya itu. Setidaknya Arsyilla peduli dengan pola pengasuhan anaknya dan berusaha juga mempersiapkan si Sulung menjadi seorang Kakak.
"Ya, kita beri tahu saja Syilla ... memang susah, tetapi apa yang kita tabur pasti akan dimengerti oleh Ara kok. Pelan-pelan. Misalnya saat perut kamu makin membuncit nanti, jelaskan kalau di sini ada Adik Bayi. Tunjukkan foto saat kamu hamil dia dulu. Pelan-pelan pasti nanti Ara bisa memahaminya," jawab Mama Khaira.
"Agak panik, Ma ... kalau Ara sudah agak besar, kasusnya beda. Dia mengerti instruksi. Namun, sekarang Ara masih seneng main-main, kemampuan berbicaranya pun juga belum benar. Baru suka jalan-jalan saja," balas Arsyilla.
Ya, di usianya yang satu tahun lebih, kemampuan berbicara Ara belum sepenuhnya berkembang. Kosakata yang dia kuasai juga belum banyak. Untuk itu, ada kekhawatiran dalam diri Arsyilla.
__ADS_1
“Tidak apa-apa, dijalani saja pelan-pelan. Justru nanti kalau si baby sudah lahir, Ara dan adiknya bisa rukun banget karena jarak usianya hanya hampir 2 tahun. Untuk pakaian baby kalau cewek lagi, bisa lebih hemat. Tinggal memakai milik Kakaknya, mainan pun sama. Jadi, ya banyak positifnya juga. Tidak usah memikirkan negatifnya. Yang penting kamu dan Ara bisa menjalani. Aksara juga, terlibat dalam pengasuhan Ara nanti.”
Mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Mama Khaira membuat Arsyilla pun menganggukkan kepalanya. Jika melihat sisi positifnya memang jarak usia yang tidak begitu banyak membuat si Sulung dan si Bungsu akan menjadi lebih rukun. Keuntungan lainnya, jika bayinya juga berjenis kelamin perempuan tentu saja Arsyilla dan Aksara bisa memakaikan kembali pakaian bayi dan jenis perlengkapan lainnya untuk si Adik. Hanya membelikan beberapa saja yang baru. Untuk mainan pun demikian, karena mainan Kakak bisa digunakan oleh Adik.
“Benar juga ya Ma … kalau anak kedua cewek, kelihatannya bakalan kayak punya anak kembar nanti,” balas Arsyilla.
Membayangkan semua itu saja membuat Arsyilla senang. Tinggi tubuh yang tidak terlampau jauh, wajah yang tentunya ada sisi kesamaan, dan juga bisa membelikan pakaian yang model yang sama hanya berbeda size saja.
Ya, sounding kepada anak itu sangat penting. Bisa menenangkan anak, bisa menaburkan pengajaran-pengajaran kepada anak sejak mereka kecil, bahkan bisa mengubah kebiasaan yang kurang baik anak. Sebab, apa yang disampaikan orang tua kepada anak secara berulang-ulang itu akan terekam dalam alam bawah sadar si bayi.
“Baik Ma … ya, walau jujur ada kalanya Syilla sedih. Ara masih kecil harus lepas ASI, dia masih kecil harus memahami jika Bundanya sudah hamil lagi, sedih sebenarnya Ma … tetapi, Syilla selalu mengatakan kepada diri Syilla sendiri bahwa Syilla bisa menjalani semua ini,” ucapnya.
Mama Khaira menganggukkan kepalanya, sepenuhnya memahami bahwa putrinya itu memiliki keresahan-keresahan sendiri. Mama Khaira justru senang karena Arsyilla mau berbagai keresahannya itu dengannya. Sehingga Mama Khaira bisa memberikan saran kepada putrinya.
__ADS_1
“Kalau dulu aku dan Shaka juga rukun atau ada berantemnya Ma?” tanya Arsyilla kepada Mamanya.
“Namanya saudara sekandung pasti ada Sibling Rivalry nya. Kamu ngambek jika Mama atau Papa gendong Shaka. Terus berebut mainan, dan lain-lainnya. Persaudaraan itu tetap ada marahnya, ngambeknya, sayangnya, bahkan berantemnya. Akan tetapi, semua emosi itu bisa dikelola dengan baik. Kalau Mama sedang sama kamu, ya kami gantian Papa yang pegang Shaka. Ada kalanya kalian bermain bersama. Seru kok. Selisih kalian tiga tahun, dan Mama dan papa senang karena rumah kita jadi ramai. Kamu yang ceriwis dan banyak bertanya, sementara Shaka yang aktif dan heboh. Rumah lebih ramai dengan tawa dan tangisan bayi,” jawab Mama Khaira.
Jarak usia Arsyilla dan Arshaka memang hanya tiga tahun, setidaknya Arsyilla memiliki bayangan jika Ara dan si Adik nanti jarak usianya juga tidak terlalu jauh. Agaknya memang Arsyilla harus memiliki waktu untuk mengobrol seperti ini dengan Mamanya. Membicarakan seputar pengasuhan anak, supaya dia dan suaminya bisa membersamai anak dalam setiap fase tumbuh kembangnya.
“Santai saja, Mama yakin bahwa kamu dan Aksara bisa menjalani semua ini. Terlebih, Aksara itu setipe dengan Papa kamu. Dia tipe suami yang bisa diandalkan. Enggak akan mungkin, Aksara ngebiarin kamu susah payah sendirian mengasuh anak-anak. Tenang saja, dengan menjalani dengan tulus, semuanya ada jalannya. Pengasuhan anak tidak semenakutkan itu,” ucap Mama Khaira.
Walaupun terasa ribet, tetapi Mama Khaira percaya bahwa Aksara adalah pria yang satu tipe dengan Papa Radit. Pria yang tidak akan membiarkan istrinya kepayahan sendiri. Untuk itu Mama Khaira justru meminta kepada Arsyilla untuk tenang dan menjalani semuanya dengan santai.
Arsyilla lantas menatap suaminya yang ada di halaman depan rumah dan berjalan-jalan dengan Ara itu. Wanita itu tersenyum, ya Aksara adalah pria yang baik. Pria yang mencintai istrinya dan sayang kepada putrinya. Ucapan Mama Khaira ada benarnya. Hidup bersama dengan pria sebaik itu Arsyilla tidak perlu khawatir karena sudah pasti Aksara siap untuk turut serta dan membantu istrinya. Tidak akan dibiarkannya istrinya kewalahan seorang diri.
Itulah kunci pengasuhan untuk anak, saling bekerja sama, saling membersamai setiap fase tumbuh kembang anak. Apa pun yang terjadi di depan, asalkan bisa menyatukan kepala dan bergandengan tangan sudah pasti semuanya akan bisa dilewati dengan baik.
__ADS_1