Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Happy 18 Weeks!


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu pun telah berganti minggu. Tidak terasa bahwa usia kehamilan Arsyilla sudah memasuki usia 18 minggu. Kali ini, pasangan muda itu kembali mendatangi Rumah Sakit untuk bisa mengecek perkembangan janinnya. Keduanya tampak duduk di ruang tunggu sembari menunggu nama Arsyilla untuk dipanggil.


“Gak terasa perutku mulai kelihatan ya Kak,” ucap Arsyilla sembari mengelusi perutnya.


“Iya, cuma masih kecil Honey. Gak sabar lihat perut kamu kian menyembul,” balas Aksara.


Keduanya mengobrol bersama sembari menunggu sampai nomor antrian Arsyilla tiba. Hampir lebih dari setengah jam menunggu, akhirnya nama Arsyilla dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.


“Selanjutnya Ibu Arsyilla,” panggil seorang perawat.


“Ya,” balas Arsyilla.


Wanita itu kemudian berdiri dan memasuki ruang pemeriksaan Dokter Rinta. Serta ada Aksara yang mendampinginya.


“Selamat malam Dok,” sapa Arsyilla begitu ruangan Dokter Rinta.


“Ya, selamat malam Bu Arsyilla dan suami,” balas Dokter Rinta dengan ramah.


Dokter Rinta kemudian melihat catatan pemeriksaan Arsyilla di buku yang mereka bawa, lalu mulai menanyakan kepada Arsyilla. “Bagaimana sehat Bu Arsyilla? Apakah ada keluhan?” tanya Dokter Rinta.


Terlihat Arsyilla menggelengkan kepalanya perlahan, “Tidak Dok … saya sehat, hanya saja sekarang lebih merasa mengantuk saja Dok,” jawabnya.


Memang tidak dipungkiri bahwa Arsyilla merasa sehat. Hanya saja akhir-akhir ini dirinya merasa lebih mudah mengantuk.

__ADS_1


“Jika mengantuk itu alamiah ya Bu karena memang Ibu Hamil merasa lebih cepat lelah. Yang pasti selalu konsumsi makanan bernutrisi, konsumsi air putih yang cukup, dan beraktivitas ya Bu,” jelas Dokter Rinta kepada Arsyilla.


“Baik Dok,” balas Arsyilla.


“Jika tidak ada keluhan lagi, kita lanjutkan dengan pemeriksaan USG ya Bu,” ucap Dokter Rinta.


Kemudian Arsyilla dibantu dengan seorang perawat menaiki brankar dan USG Gell dioleskan di permukaan kulit perutnya. Dokter Rinta bersiap dengan transducer di tangannya.


“Baik … sekarang usia kehamilan Bu Arsyilla memasuki 18-19 minggu. Berat janin Ibu sekarang 200 gram, kurang lebih besarnya sekarang seukuran buah paprika,” penjelasan Dokter Rinta.


Kemudian Dokter Rinta mulai menekan transducer di tangannya dan mulai mengukur lingkar kepala, panjang tubuh bayi, panjang tangan, dan kakinya. Kemudian memperlihatkan perut bayi, dan letak plasentanya. Semuanya dijelaskan Dokter Rinta dengan begitu detail. Tentu Aksara dan Arsyilla begitu senang mendengar dan melihat penjelasan Dokter Rinta.


“Kondisi bayi saya sehat Dok?” tanya Arsyilla kemudian.


“Alhamdulillah,” balas Arsyilla.


Sebab, tidak ada kabar yang membahagiakan selain mendengar bahwa janinnya dalam keadaan sehat dan tumbuh dengan baik. Untuk itu Arsyilla pun memanjatkan syukur kepada Allah untuk anugerah yang sudah luar biasa indah itu.


“Mau lihat jenis kelaminya sekalian Bu?” tanya Dokter Rinta kali ini kepada Arsyilla.


“Kak, mau lihat jenis kelamin Dedek Bayi?” tanya Arsyilla kepada suaminya.


Tampak Aksara diam dan seolah tengah berpikir, “Bulan depan saja Dok,” ucap Aksara kemudian.

__ADS_1


“Baik Pak … jadi disembunyikan terlebih dahulu yah? Ibu Arsyilla dan suami sendiri inginnya memiliki anak berjenis kelamin apa?” tanya Dokter Rinta kemudian.


“Tidak masalah Dokter … mau cewek atau cowok tidak masalah,” balas Aksara kemudian.


“Benar Pak … mau cewek atau cowok semuanya adalah anugerah dari Tuhan ya Pak. Anak perempuan pun jika dibesarkan dengan baik, diberikan pendidikan tinggi, pasti bisa menjaga harkat dan martabat orang tua,” balas Dokter Rinta.


“Benar Dok … kami tidak masalah dengan jenis kelamin Dedek Bayinya nanti. Apa pun itu, anak adalah karunia dari Allah untuk kami,” sahut Aksara yang kali membalas Dokter Rinta.


Begitu pemeriksaan dengan USG selesai, kemudian perawat membersihkan sisa USG Gell di perut Arsyilla dengan menggunakan tissue. Kemudian Arsyilla turun dari brankar dan duduk kembali di samping suaminya.


“Jadi, sekarang … usia kandungan Bu Arsyilla sudah sehat. Hanya perlu dijaga saja Bu. Biasanya di usia ini morning sickness sudah berkurang, plasenta bayi juga sudah ada, sehingga bayi lebih kuat. Sudah diizinkan untuk melakukan hubungan suami istri, hanya saja hindari menekan perut dan utamakan kenyamanannya Istri ya Pak,” pesan dari Dokter Rinta kali ini kepada Aksara.


Seakan mendapatkan lampu hijau dari Dokter Rinta, tentu itu menjadi angin segar bagi Aksara. Sebab, jika memang hubungan suami istri tidak membahayakan Dedek Bayinya sudah pasti Aksara akan lebih rajin menyemai di ladang istrinya itu. Kendati demikian, Aksara pun juga pasti akan lebih mengedepankan kenyamanan istrinya. Aksara bukan pria egois yang hanya menuntut kepuasan dirinya sendiri, tetapi Aksara selalu mengedepankan kenyamanan istrinya itu.


“Nanti saya akan berikan vitamin seperti biasa dan saya berikan kalsium karena janin dalam Ibu Arsyilla akan kian bertumbuh dan juga pertumbuhan tulangnya akan lebih cepat. Untuk itu, Ibu hamil harus mengonsumsi kalsium. Jika Ibu Arsyilla juga mengonsumsi Susu ibu hamil juga dipersilakan untuk meminumnya secara rutin,” ucap Dokter Rinta kemudian.


Arsyilla kemudian menganggukkan kepalanya. Hatinya terasa lega karena janinnya dalam keadaan sehat. Keduanya mengakhiri pemeriksaan malam itu dengan perasaan bahagia.


Begitu Arsyilla dan Aksara sudah berada di dalam mobil, kemudian Arsyilla bertanya kepada suaminya itu.


“Kak, kenapa tadi tidak ingin tahu jenis kelamin Dedek Bayi?” tanya Arsyilla yang ingin tahu mengapa suaminya itu tidak ingin mengetahui jenis kelamin Dedek Bayi.


“Sabar saja, Honey. Sebulan lagi. Sekalian nanti kita adakan pengajian yah buat kamu dan anak kita. Biar Allah berikan berkah untuk Ibu dan bayinya,” jawab Aksara.

__ADS_1


Ah, ternyata Aksara memilih menunda untuk mengetahui jenis kelamin bayinya karena ingin melakukan pengajian terlebih dahulu untuk istri dan bayinya. Semoga Allah berikan berkah dan perlindungan untuk wanita yang dia cintai dan untuk bayi yang dikandung istrinya itu.


__ADS_2