
Tanpa sepengetahuan Arsyilla, rupanya diam-diam Aksara mempersiapkan sebuah istana, sebuah rumah yang akan tempati tidak lama lagi. Rumah yang menjadi tempat tumbuh kembang bagi bayi kecilnya nanti. Bahkan sebagai seorang Arsitek, Aksara yang mendesain sendiri gambar rumahnya dan juga membuat rancang bangun sedemikian rupa.
Rumah dengan desain minimalis modern sedang Aksara siapkan sekarang. Bukan hanya desainnya, Aksara juga memilih bahan-bahan berkualitas terbaik untuk membuatkan rumah impian bagi istrinya itu. Aksara masih ingat bahwa beberapa saat yang lalu saat mengobrol dengan istrinya, rupanya Arsyilla menyukai rumah dengan desain minimalis modern yang terlihat sederhana. Sebab, Arsyilla seperti Mama Khaira bahwa rumah bukan berdasar pada mewah dan megahnya bangunan tersebut. Akan tetapi, di mana ada cinta, di situlah ada kehidupan. Di rumah yang akan dia tempati, penuh dengan cinta dari suami dan anak-anaknya kelak.
Bahkan kali ini, Aksara juga memilih lokasi yang dekat Jaya Corp dan juga kampus tempat Arsyilla mengajar supaya memudahkan mobilisasi mereka untuk bekerja nanti. Sekarang, Aksara sedang mengecek lahan yang dalam proses pembangunan untuk istana baru yang akan dia tempati bersama Arsyilla itu.
“Bagaimana Pak Joseph, progressnya? Kira-kira bisa selesai berapa lama lagi?” tanya Aksara kepada Pak Joseph yang merupakan kepala projek untuk rumah yang dia bangun dari awal itu.
“Tiga minggu mungkin, Pak … sudah jadi. Harus memasang jendela kaca di kamar seperti permintaan Pak Aksara,” jawab Pak Joseph.
Itu karena Arsyilla menyukai untuk melihat senja, sehingga Aksara akan membuat jendela kaca super besar di kamarnya. Jendela kaca di mana istrinya itu bisa duduk dan menikmati senja.
“Apa mau kita lihat-lihat ke dalam, supaya Pak Aksara tahu bagaimana progress rumah ini,” ajak Pak Joseph kepada Aksara.
“Boleh Pak,” sahut Aksara.
Dengan mengikuti Pak Joseph kemudian Aksara memasuki rumah yang dengan konsep minimalis modern itu. Didominasi dengan warna putih yang membuat rumah itu terlihat bersih, hanya saja di bagian kamarnya nanti, Aksara akan mengombinasikannya dengan warna merah muda kesukaan istrinya. Mendefinisikan sosok Arsyilla yang manis, feminis, dan juga lembut.
“Ini ruang tamunya Pak … nanti sekalian ada Desain Interior yang akan menempatkan setiap furniture di tempatnya dan tentunya disesuaikan dengan konsep rumah ini supaya lebih padu dan padan. Kemudian di sana ada dapur. Lantai dua untuk kamar tidur,” jelas Pak Josep memandu Aksara room tour ke rumahnya sendiri.
Aksara mengamati hasil akhir dari rumah yang dirancangnya dari awal. Dia sendiri yang menggambar desainnya, menentukan desain tiap ruangan, dan juga terlibat dalam pembangunannya. Untuk istri dan calon buah hatinya nanti Aksara memang ingin memberikan yang terbaik.
“Kolam renangnya juga sudah siap kan Pak?” tanya Aksara.
“Sudah Pak … aman, semua akan selesai tepat pada waktunya,” balas Pak Joseph.
__ADS_1
Rasanya Aksara bisa bernafas lega karena bangunan impian yang dia rancang sejak awal akan selesai dan dia bisa segera memberikan kejutan kepada istrinya.
***
Selang Tiga Pekan …
“Honey, nanti sore ikut aku yah,” ajak Aksara kali ini kepada Arsyilla.
“Kemana Kak?” tanya Arsyilla kepada suaminya itu.
“Rahasia … kita ngedate, sebelum baby bump kamu makin besar,” jawab Aksara sembari mengerlingkan matanya kepada istrinya itu.
“Tuh, sekarang pakai rahasia-rahasiaan deh,” balas Arsyilla.
Menjelang sore, Arsyilla pun sudah mandi, wanita itu bersiap mengikuti suaminya. Hanya mengenakan dress berwarna hijau toska yang lembut, dan juga merias wajahnya dengan riasan yang flawless.
“Ayo Ayahnya Dedek Bayi, mau ajak Bunda ke mana nih,” ucap Arsyilla yang kemudian mengambil duduk di samping suaminya itu.
“Bundanya Dedek Bayi sudah siap?” tanya Aksara.
“Sudah dong,” balas Arsyilla.
“Yuk, kita berangkat sekarang,” ucap Aksara.
Pria itu pun berdiri, mengulurkan tangannya kepada Arsyilla dan segera mengajak istrinya itu untuk berangkat. Dengan perlahan, Aksara mengemudikan mobilnya, menyusuri jalanan di Ibukota, sampai pada akhirnya mobil yang ditumpangi Aksara memasuki kawasan perumahan dengan konsep cluster yang jaraknya tidak jauh dari kediaman Mama Khaira dan Papa Radit.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya, mobil itu berhenti di sebuah rumah dengan konsep minimalis modern dan cat berwarna putih membuat rumah itu terlihat begitu indah.
“Rumah siapa Kak?” tanya Arsyilla kemudian.
Pria itu tersenyum, membuka gerbangnya dan terus menggandeng tangan Arsyilla. “Selamat datang di rumah masa depan kita. Istana penuh cintanya Aksara dan Arsyilla,” ucap Aksara dengan penuh percaya diri.
Ya, Aksara begitu bahagia bisa membawa Arsyilla melihat rumah yang akan menjadi tempat untuknya menua bersama dengan istri dan melihat tumbuh kembang anak-anaknya nanti. Sebuah rumah yang sejatinya adalah istana penuh cinta. Fondasinya adalah cinta, pilarnya adalah kasih sayang, dan atapnya adalah kesetiaan. Istana seperti itulah yang kini Aksara persembahkan untuk Arsyilla.
Kedua mata Arsyilla tampak berkaca-kaca. Dia sungguh tidak menyangka bahwa Aksara akan mempersiapkan rumah yang begitu indah untuknya. Rumah yang dia yakini adalah hasil buah karya dari suaminya yang berprofesi sebagai seorang arsitek itu.
“Kapan kamu menyiapkan semuanya ini Kak?” tanya Arsyilla.
“Sudah lama, Honey … tidak lama setelah menikahimu.”
Aksara menjawab dengan sungguh-sungguh bahwa dirinya memang sejak jauh-jauh jari membeli lahan dan membangun rumah itu dari awal. Memang membutuhkan waktu yang lama, tetapi Aksara yakin bahwa rumah yang menjadi istananya itu akan bertahan sangat lama. Untuk sebuah rumah yang akan dia tempati seumur hidupnya dengan Arsyilla memang terlihat bahwa Aksara tidak main-main untuk mempersiapkannya.
“Selama itukah?” tanya Arsyilla. Sungguh, Arsyilla sangat terkejut. Dia tidak mengira bahwa Aksara membutuhkan waktu selama itu untuk menyiapkan rumah yang begitu indah itu.
“Iya … aku mau mempersiapkannya sendiri. Bahkan ini hasil desain dan rancang bangun buatanmu. Bagaimana My Sexy Lecturer, apakah kamu puas dengan hasilnya?” tanya Aksara.
Perlahan Arsyilla membawa wajahnya untuk menatap wajah Aksara, wanita itu lantas memeluk tubuh suaminya.
“Makasih banget Hubby … kejutan yang luar biasa. Terima kasih sudah membuat istana yang begitu indah untuk aku dan Dedek Bayi nanti. Kamu memang Ayah yang luar biasa,” balas Arsyilla.
Aksara tersenyum, membalas pelukan dari istrinya dan mengusapi punggung istrinya perlahan. Dalam hatinya ada rasa bangga karena bisa memberikan yang terbaik bagi Arsyilla. Suami yang bisa memberikan yang terbaik untuk istrinya. Sementara Arsyilla sendiri akan menjadi wanita yang menghormati, menghargai, dan juga mencintai suaminya itu sepanjang hidupnya.
__ADS_1