Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Kejadian di Luar Dugaan


__ADS_3

Hari ini, Arsyilla kembali ke kampus dengan diantar oleh Aksara. Sekalipun Arsyilla sudah bersikeras bahwa dia bisa ke kampus sendiri dengan mobil miliknya atau menaiki taksi online, tetapi Aksara tetap bersikeras untuk mengantar istrinya itu ke kampus.


“Dianterin suami sendiri kok nolak sih?” tanya Aksara sembari mengemudikan stir mobilnya.


Saat ini keduanya tengah sama-sama mengendarai mobil itu menuju salah Universitas yang cukup bergengsi di Ibukota.


Arsyilla sendiri rasanya malas menghadapi suaminya itu. Sebab, Aksara memiliki berbagai cara untuk selalu mendekatinya. Itu pula yang membuat Arsyilla tampak jengah. Hingga tidak jarang, wanita itu selalu memasang wajah muram dan cenderung jutek tiap kali bersama dengan Aksara.


“Kan aku bisa berangkat sendiri, jangan sampai kita diberitakan yang macam-macam sama orang di kampus,” balas Arsyilla.


Apa yang diucapkan Arsyilla sebenarnya ada benarnya, karena pernikahan mereka memang sengaja tidak dipublikasikan. Hanya keluarga dan beberapa kerabat saja yang mengetahui pernikahan keduanya. Akan tetapi, pihak kampus sama sekali belum mendengar bahwa Dosen Muda itu telah menikah.


“Segitunya ya pernikahan kita enggak boleh dipublikasikan?” tanya Aksara sembari melirik pada Arsyilla.


Dengan cepat Arsyilla pun mengangguk, “Iya,” jawabnya dengan cepat.


“Sampai kapan?” tanya Aksara lagi.


“Minimal sampai kamu lulus, lagian kuliah pakai acara cuti. Kayak pejabat aja, cuti sekian tahun lamanya. Kamu enggak kasihan apa sama Bunda Kanaya dan Ayah Bisma yang membiayai kuliahmu? Walaupun cuti kan tetap harus membayar biaya awal semester,” ucap Kanaya yang seolah tengah memarahi anaknya yang membolos sekolah itu.


Aksara hanya diam mendengarkan setiap omelan Arsyilla. Sebab, apa yang disampaikan Arsyilla ada benarnya, mahasiswa yang cuti pun tetap harus membayar biaya awal semester supaya data mereka tidak hangus dari kampus. Sekalipun tidak ada tanggungan SKS, tetapi biaya awal semester tetap harus dibayarkan.


“Maaf deh, aku enggak akan cuti-cuti kuliah lagi. Biar aku bisa mempublikasikan kalau Bu Dosen ini adalah istriku,” balas Aksara sembari tersenyum menatap wajah Arsyilla yang begitu jutek.


“Ya cuti saja, biar jadi mahasiswa abadi sekalian,” sahut Arsyilla. Kali ini rasanya wanita di sampingnya itu terlihat begitu judes.

__ADS_1


Tidak terasa, mobil Aksara pun sudah tiba di parkiran kampus Fakultas Teknik. Sama dengan hari yang lalu, Aksara masih mengunci pintu mobilnya dan tidak membiarkan Arsyilla keluar dari mobilnya.


“Pinjam handphone kamu,” pinta Aksara sembari mengulurkan tangannya untuk meminta handphone Arsyilla.


“Buat apa?” sahut Arsyilla kemudian.


“Sini, pinjam sebentar,” ucap Aksara sembari menarik handphone yang kini berada di dalam genggaman Arsyilla saat itu.


Rupanya pria itu memasukkan nomor kontaknya ke dalam handphone Arsyilla, dan juga memasangkan pendeteksi lokasi dengan jaringan internet. Sehingga di mana pun Arsyilla berada, akan terdeteksi oleh Aksara. Dengan demikian, Aksara setidaknya bisa mengawasi Arsyilla dari jauh.


Aksara pun masih ingat bahwa ada Ravendra yang mungkin saja bisa bermain kasar kepada Arsyilla mengingat bahwa Arsyilla pun tidak diketahui bahwa statusnya telah menikah. Lebih baik baginya untuk mengetahui keberadaan Arsyilla dan memastikan bahwa istrinya itu akan selalu dalam keadaan baik-baik saja.


“Sudah, itu nomorku,” ucap Aksara sembari mengembalikan handphone milik Arsyilla. “Hubungi aku nanti sore, aku akan menjemputmu,” ucap Aksara lagi dengan menatap wajah Arsyilla.


Akhirnya Arsyilla pun mengangguk, “Iya, baru kali ini ada mahasiswa yang ngatur-ngatur Dosennya,” sahutnya dengan mengernyitkan keningnya.


***


Menjelang Sore …


Arsyilla telah selesai untuk mengajar. Hari ini entah rasanya, dia menjadi lebih letih dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Mungkinkah karena terlalu banyak berdebat dengan Aksara membuatnya kian lebih cepat merasa lelah dan letih.


Arsyilla keluar dari kampus fakultas Teknik Arsitektur dengan berjalan gontai, wanita itu kemudian menatap sekilas pada layar handphone, terdapat pesan yang tak lain dari Aksara.


[To: Arsyilla]

__ADS_1


[Aku menjemputmu agak terlambat ya.]


[Maaf …]


[Masih ada klien yang membahas hasil desainnya.]


[Tunggu aku 10 menit lagi.]


[Aksara]


Usai membaca pesan di layar handphonenya, Arsyilla menghela nafasnya. Dirinya sudah begitu capek, tetapi jemputan juga tak kunjung datang. Hingga akhirnya, Arsyilla memilih memasukkan handphonenya ke dalam tas.Wajah wanita itu menunduk, mengamati tatanan paving di tanah yang saat ini dia injak.


Hingga terdengar suara yang memanggil namanya, “Ar, Arsyilla,” suara seorang pria yang cukup familiar di telinga Arsyilla sebenarnya.


Perlahan Arsyilla mengangkat wajahnya, mengedarkan pandangannya pada sumber suara yang tengah memanggil namanya. Arsyilla membolakan kedua matanya, saat melihat sosok Ravendra yang berdiri tidak jauh darinya.


“Vendra,” ucap Arsyilla dengan lirih.


Perlahan Ravendra pun berjalan dan mengikis jaraknya dengan Arsyilla, pria itu tersenyum pada Arsyilla, “Lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?”


Sungguh, Arsyilla tidak mengira bahwa akan bertemu dengan Ravendra lagi. Kilasan bayangan bagaimana pria itu hendak melecehkannya pun tiba-tiba bermunculan begitu saja. Arsyilla memundurkan kakinya, berniat untuk menjauhi Ravendra. Sayangnya, Ravendra segera mencekal tangan Arsyilla.


“Jangan menjauhiku, Ar … kita perlu berbicara,” ucap pria itu.


Arsyilla pun berusaha menghempaskan tangannya yang tengah dipegang oleh Ravendra, “Lepaskan Ven, di antara kita sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi,” sahut Arsyilla dengan masih berusaha kabur.

__ADS_1


Hingga perlahan, pria itu mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya, menaruhnya tepat di antara hidung dan mulut Arsyilla. Membekap wanita itu, dan segera menyeretnya untuk masuk ke dalam mobilnya. Dengan cara itulah, Ravendra membawa Arsyilla bersamanya sore itu. Tidak mempedulikan bagaimana Arsyilla yang meronta dan menggigit tangannya, tetapi dengan kekuatan yang dia miliki Ravendra membawa Arsyilla untuk mengikutinya.


__ADS_2