
Setelah tiga pekan berlalu, terjadi kejadian yang cukup mengejutkan di Dasa Corp. Sebab, siang itu terdapat beberapa polisi yang mendatangi Kantor Dasa Corp. Sontak saja bagian reseptionis dan beberapa karyawan Dasa Corp cukup kaget dengan pihak kepolisian yang datang ke Dasa Corp saat itu. Dan, yang lebih mengejutkan karena aparat kepolisian mencari Ravendra Wardhana, salah satu Manajer di Dasa Corp.
"Apa benar ini kantor Dasa Corp dan ada Saudara Ravendra Wardhana di sini?" tanya salah seorang polisi yang saat itu mengenakan jaket kulit berwarna hitam kepada seorang resepsionis.
"Ya, benar Pak," jawab resepsionis itu.
"Di manakah ruangan Saudara Ravendra?" tanyanya lagi.
"Di lantai lima, Pak," jawab resepsionis itu.
Setelah mengetahui letak ruangan Ravendra, dengan menggunakan lift aparat kepolisian pun langsung menuju lantai lima di tempat Ravendra. Polisi itu mengetuk pintu Manajer bersama Ravendra Wardhana itu.
"Masuk," terdengar sahutan suara dari dalam.
Pria yang berada di dalam ruangannya itu tidak menyangka jikalau aparat kepolisianlah yang datang kali ini. Sontak saja, Ravendra menghentikan aktivitasnya di depan layar Macbooknya, dan kemudian menatap aparat kepolisian yang memasuki ruangannya.
“Ada apa ini Pak?” tanya Ravendra dengan suaranya yang terdengar gagap.
“Benar Anda Saudara Ravendra?” tanya salah satu aparat kepolisian tersebut.
Ravendra pun menggeleng pias, “Ya, saya … ada apa ini ya Pak?” tanyanya dengan rasa panik yang menyeruak.
Lantas seorang polisi mengeluarkan sebuah surat yang berisi pemeriksanaan dan penangkapan terhadapan dirinya.
__ADS_1
“Berdasarkan laporan dari korban yakni Saudari Arsyilla Kirana, maka Anda harus ikut kami ke kantor polisi. Anda dilaporkan atas tuduhan tindakan kekerasan penganiayaan dan upaya pemerkosaan,” jelas sang Polisi kala itu.
Sungguh, Ravendra tidak mengira bahwa gadis seperti Arsyilla akan berani melaporkannya ke pihak yang berwajib. Pria itu mengepalkan tangannya, begitu marah dan emosi dengan tindakan Arsyilla. Rasanya dia harus cepat-cepat memberikan pelajaran kepada Arsyilla.
Dua orang polisi pun mendekat dan membawa sebuah borgol hendak mengunci kedua pergelangan tangan Ravendra dengan menggunakan borgol, tetapi pria itu menolak.
“Ayolah, Pak … saya bukan penjahat, saya bukan pengedar narkoba, untuk apa Bapak memborgol tangan saya,” ucapnya yang mengelak.
Akan tetapi, agaknya Polisi tersebut tidak menghiraukan ucapan Ravendra, “Mari Pak, tidak usah panjang lebar. Semuanya bisa Anda jelaskan di Kepolisian,” jawab seorang Polisi yang lain.
Merasa tidak bisa mengelak dan melawan, akhirnya kedua tangan Ravendra pun telah diborgol sekarang ini. Pria itu digelandang keluar dari ruangannya menuju ke kantor kepolisian. Beberapa staf Dasa Corp pun tampak memandang Ravendra yang tiba-tiba saja ditangkap di ruangannya.
Bahkan ada beberapa staf yang berbisik-bisik bagaimana bisa putra sang CEO justru ditangkap Polisi dan saat ini dilihat oleh sebagai besar karyawan Dasa Corp.
“Jalan,” teriak seorang Polisi yang membawa Ravendra dan tidak menghiraukan keluhan dari pria itu.
Saat mereka telah sampai di lobby keluar, aparat Kepolisian dan Ravendra berpapasan dengan CEO Dasa Corp yang tidak lain adalah Papanya Ravendra.
“Loh, ada apa ini? Anak saya mau dibawa kemana?” tanya sang CEO yang merasa kaget karena putranya ditangkap oleh pihak Kepolisian.
“Putra Anda dilaporkan atas tindakan kekerasan penganiayaan dan upaya pemerkosaan,” jawab seorang polisi dengan menunjukkan surat penangkapan itu.
Papa Ravendra pun menghela nafasnya dengan berat, tidak mengira bahwa putranya harus bersentuhan dengan hukum, dan untuk kasus yang sedemikian berat.
__ADS_1
“Siapa yang melaporkannya?” tanya sang CEO.
“Saudari Arsyilla Kirana, yang merupakan korban dari tindakan kekerasan itu,” jawab seorang Polisi.
Kemudian sang CEO pun menatap wajah putranya, “Bukankah dia pacarmu? Kekasihmu? Arsyilla?” tanyanya.
Ravendra mengangguk, tetapi belum sempat Ravendra menjelaskan seorang Polisi menginstruksikan untuk berjalan.
“Ayo, jalan … Bapak jika ada yang ditanyakan atau yang lain langsung ke pihak yang berwajib. Jangan berusaha menghalangi aparat yang sedang bertugas,” teriak seorang Polisi yang berkata bahwa CEO Dasa Corp berupaya menghalangi aparat yang sedang bertugas.
“Pa, tolong Ravendra, Pa … semua ini tidak benar, Pa,” ucap Ravendra seolah memohon-mohon kepada Papanya.
“Kamu ke kantor kepolisian dulu, Nak … Papa akan mencari cara untuk membebaskanmu,” sahutnya.
Rasanya begitu pilu dan sekaligus emosi melihat seorang anak yang ditangkap oleh pihak berwajib di hadapan mata sendiri. Untuk itu, sang Papa pun harus memutar otaknya dan mencari cara untuk membebaskan anaknya.
Info:
Berdasar Pasal 31 KUHAP, Batas waktu penyelesaian perkara sejak diterimanya Surat Perintah Penyidikan meliputi: 120 hari untuk perkara sangat sulit, 90 hari untuk perkara sulit, 60 hari untuk perkara sedang, dan 30 hari untuk perkara mudah.
Jadi, melihat dan mempertimbangan bukti dan laporan yang dibuat Arsyilla, maka dari laporan ke penangkapan Ravendra kurang lebih hanya kurang dari sebulan. Aku sertakan info yang akurat, sekaligus untuk mengedukasi dan melihat alurnya ya Bestie. Jeda dari Bab 38 ke bagian ini, kurang lebih tiga pekan ya, atau hampir sebulan. Ya, aku tahu tulisan ini memang halu, tetapi alur dan timeline waktu bisa realistis kok. :)
Happy Reading^^
__ADS_1