Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Ujian Skripsi


__ADS_3

Keesokan harinya, Arsyilla bangun lebih pagi. Itu dikarenakan suaminya akan menempuh ujian skripsi hari ini. Arsyilla benar-benar berharap bahwa suaminya bisa melampaui hari ini dengan baik. Begitu bangun, Arsyilla memilih mandi terlebih dahulu. Setelahnya dia menyiapkan kemeja putih, celana kain panjang berwarna hitam, kaos kaki, sepatu hitam untuk suaminya itu. Bahkan Arsyilla menyematkan pesan dalam secarik flip note di dekat dia menaruh pakaian ganti suaminya itu.


Dear Hubby,


Semua ini pakaian untukmu ujian hari ini …


Bersiap dengan rapi yah …


Sukses buat hari ini …


Istrimu ini ada di dapur dan membuat sarapan enak untukmu.


Love U,


Syilla


Tidak berselang lama, Aksara pun bangun dan tersenyum membaca flip note dari istrinya itu. Baginya, Arsyilla mampu membuat hal-hal sederhana yang dengan mudahnya mampu menggetarkan hatinya. Hanya saja mempersiapkan pakaian gantinya dengan sebuah flip note saja rasanya Aksara sudah begitu bahagia pagi. Pria itu lantas berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sementara di dapur, Aksara sudah membuat Beef Teriyaki dengan Rice Butter. Pikirnya dia membuat sarapan berat dengan nasi dan masakan yang istimewa untuk suaminya itu, tentu supaya Aksara lebih bersemangat menghadapi ujian kali ini.


Arsyilla sudah menyelesaikan pekerjaannya di dapur, tetapi suaminya itu masih berada di dalam kamar dan belum keluar. Hingga akhirnya, terdengar teriakan suara Aksara yang memanggilnya.


“Honey, tolong aku,” panggil Aksara kepada istrinya.


Arsyilla segera bergegas menuju ke dalam kamarnya. Berpikir apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh suaminya itu.


“Ada apa Kak?” tanya Arsyilla.


Wanita itu cukup terkejut karena suaminya usai mandi dan hanya mengenakan handuk berwarna putih yang melingkar di pinggangnya saja. Tercetak jelas otot-otot liat suaminya yang membuat pria itu laksana patung Yunani yang elok dan memiliki badan yang begitu proporsional. Rasanya Arsyilla sampai kesusahan untuk meneguk salivanya sendiri.

__ADS_1


“Bantuin aku pakai kemeja,” ucap Aksara dengan tiba-tiba.


“Ya ampun, Kak … kamu ini. Kayak pengantin baru saja, padahal kita sudah pengantin lama,” balas Arsyilla.


Aksara lantas mengenakan undershirt (kaos dalam) berwarna putih terlebih dahulu, kemudian membiarkan sang istri untuk mengenakan kemeja berwarna putih berlengan panjang itu.


Arsyilla tampak sedikit berjinjit memperbaiki posisi kerah kemeja, kemudian perlahan Arsyilla mulai mengancingkan satu demi satu kancing kemeja itu. Sekalipun sudah cukup lama mengenal suaminya dan tinggal satu atap, tetapi sebatas mengancingkan kemeja saja jantung Arsyilla justru berdebar-debar. Ditambah dengan mata suaminya yang seakan hanya memperhatikan wajahnya, benar-benar membuat Arsyilla salah tingkah dibuatnya.


Hingga akhirnya, adegan memakaikan kemeja itu selesai. Aksara lantas menundukkan wajahnya, dan melabuhkan bibirnya tepat di kening istrinya itu.


“Thanks Honey,” ucapnya.


Keduanya lantas keluar dari kamar dan menuju ke meja makan. Aksara lagi-lagi terkejut dengan menu sarapan yang berbeda dari biasanya ini.


“Kamu yang siapkan semua ini?” tanya Aksara.


“Iya, biar kamu kenyang dan bisa menjawab semua pertanyaan dari Dosen Penguji,” jawab Arsyilla.


“Honey, aku berangkat ujian dulu yah … doakan suamimu ini yah. Begitu ini selesai, aku akan mewujudkan semua impian kita berdua,” ucapnya.


Arsyilla pun menatap suaminya dengan memberikan anggukan kecil, “Selamat berjuang ya Hubby, sukses ujiannya kali ini … i am always be with u. Jangan panik,” pesan Arsyilla kali ini.


***


Selang beberapa jam di Fakultas Teknik Arsitektur …


Giliran Aksara yang memasuki ruangan sidang. Pria itu terlihat siap untuk mengikuti sidang skripsi. Padahal Dosen Pengujinya kali ini merupakan salah satu Guru Besar di Fakultas Arsitektur. Akan tetapi, Aksara mengingat pesan dari Arsyilla supaya dirinya tidak panik.


“Saudara Aksara Adhinata Pradhana, siap untuk memulai ujian skripsi kali ini?” tanya seorang Dosen yang bertugas sebagai moderator.

__ADS_1


“Ya, saya siap,” balas Aksara.


Mulailah Dosen Penguji memberikan pertanyaan kepada Aksara.


“Kenapa dalam membangun sebuah projek bangunan harus memperhatikan konsep ekologisnya?” tanya Dosen Penguji tersebut.


“Sebab ilmu arsitektur itu berdampingan dengan ilmu alam dan ekologis. Membangun tidak boleh mencemari lingkungan. Membangun sebuah bangun harus memperhatikan segala hal yang termasuk dalam area sekitarnya. Dengan demikian sekalipun membuat bangunan yang megah dan mewah, tetapi lingkungan bisa tetap terjaga keasriannya,” jawab Aksara dengan yakin.


Kemudian karena Aksara membuat objek penelitiannya adalah projek hotel dan resort yang sedang dikerjakan Jaya Corp sekarang ini, maka seorang penguji pun menanyakannya.


“Apakah dalam membangun sebuah projek, Jaya Corp sudah menerapkan konsep ekologis ini?” tanyanya.


“Sudah Pak, dalam membangun hotel dan resort, Jaya Corp melihat lahannya seperti apa tentu itu bukan hanya sebatas melakukan pembebasan lahan untuk kemudian dibangun, tetapi melihat alam sekitarnya. Bagaimana membuat sumur untuk mengambil air, membuat resapan air, mengolah limbah supaya tidak mencemari lingkungan, semuanya itu sudah dilakukan oleh Jaya Corp,” balas Aksara.


Bahkan Aksara sampai mempresentasikan projek Jaya Corp yang benar-benar berkomitmen untuk menerapkan konsep ekologis dalam setiap projeknya. Setidaknya Aksara ingin menyampaikan bahwa penelitian dalam skripsinya bersifat nyata dan bisa dibuktikan kebenarannya.


Hampir 90 menit, Aksara berada di dalam ruangan sidang dan menjawab satu demi satu pertanyaan dari para Dosen penguji. Hingga akhirnya, Dosen berdiskusi dan menentukan hasil dari ujian skripsi tersebut.


“Saudara Aksara Adhinata Pradhana dengan skripsi berjudul ‘Konsep Ekologis dalam Perancangan Arsitektur Hotel dan Resort di Kota ….’ dinyatakan lulus,” pengumuman yang dibacakan sang Moderator.


Aksara benar-benar tidak mengira bahwa hari ini akan tiba. Hari di mana dirinya benar-benar bisa menyelesaikan skripsinya. Setelah kuliah bertahun-tahun lamanya bahkan sampai hiatus akhirnya Aksara bisa menyelesaikan semuanya dan hanya tinggal menunggu pelaksanaan wisuda 1,5 bulan lagi. Pria itu menghela nafas panjang, begitu lega rasanya. Sampai di mana, dia bisa menjalani setiap proses demi proses pengerjaan skripsinya kali ini.


“Wah, selamat ya Aksara … setelah enam tahun kuliah Arsitektur akhirnya tinggal nunggu wisuda,” ucapan dari Pak Andreas memberikan selamat kepada mahasiswa yang dibimbingnya itu.


“Terima kasih Pak Andreas sudah membimbing saya selama ini,” balas Aksara.


“Selamat ya Aksara,” ucap Pak Bagas yang kali ini memberikan selamat.


“Ya, Pak … terima kasih juga buat bimbingannya,” balas Aksara.

__ADS_1


Keluar dari ruangan sidang, rasanya Aksara ingin segera pulang ke rumah dan mengucapkan terima untuk sang istri tercinta. Rasanya semua ini tidak akan pernah dia gapai apabila bukan Arsyilla yang sudah banyak membantu dan memotivasinya selama proses pengerjaan skripsi.


__ADS_2