
Menjelang petang, barulah Aksara dan Arsyilla selesai dari rumah makan Selat Solo itu. Kemudian keduanya memesan taksi online yang akan mengantarnya kembali ke hotel.
"Memasuki hotel biasa saja, Sayang … anggap saja semua berjalan normal," ucap Aksara.
Arsyilla pun mengangguk, ya setidaknya dia harus bersikap wajar. Biarkan semua berjalan normal saja.
"Iya," balas Arsyilla dengan singkat.
"Dapat connecting room lagi enggak?" tanya Arsyilla dengan lirih.
Aksara lantas menganggukkan kepalanya, "Tenang saja. Dapat. Aman kok," jawabnya.
Turun dari taksi, kemudian kedua berjalan biasa. Membiarkan semua berjalan normal, justru jika mereka menarik garis batas yang ada justru banyak mahasiswa dan rekan dosen lainnya akan mencurigainya.
Baru saja keduanya memasuki lobby hotel, tampaknya ada Pak Bagas yang akan keluar dari hotel.
"Bu Arsyilla dari mana?" tanya Pak Bagas.
"Traktir mahasiswa ini makan Selat Solo, Pak Bagas," jawabnya.
"Oh, yang tadi berhasil menjawab pertanyaan dari Bu Arsyilla yah?" tanya Pak Bagas lagi.
Aksara seketika menunjukkan wajah datarnya dan menyahut dosen itu. "Iya Pak, hadiah karena menjawab pertanyaan Bu Arsyilla," jawabnya.
"Enak yah, bisa makan bersama," sahut Pak Bagas.
Tak ingin berlama-lama, Arsyilla pun segera berpamitan dengan rekan dosennya itu.
"Saya duluan Pak Bagas, mari …."
"Saya duluan juga, Aksara," pamitnya pula kepada mahasiswanya itu.
Kedua pria itu sama-sama menganggukkan, kemudian Pak Bagas tampak menatap wajah Aksara yang memang datar itu.
"Ya sudah, kamu juga boleh beristirahat. Saya keluar dulu," ucapnya.
"Baik Pak, saya duluan," pamit Aksara.
__ADS_1
Setelah itu Aksara memilih mengambil kunci kamarnya yang memang dia titipkan ke resepsionis hotel dan barulah menunggu lift yang akan mengantarkannya naik ke kamarnya. Belum tiba di kamar, beberapa pesan sudah masuk ke dalam handphone Aksara.
[To: A]
[Kak, aku mandi dulu yah.]
[Kamu juga mandi dulu gih]
[Nanti kalau sudah aku ketuk pintunya yah… ]
Aksara sekilas tersenyum saat membaca pesan dari istrinya itu. Baiklah, Aksara juga akan membersihkan badannya terlebih dahulu sebelum mendapatkan reward dari Dosen sekaligus istrinya itu.
Hingga hampir setengah jam berlalu, terdengar ketukan di connecting door di kamar Aksara.
"Kak," sapaan itu diucapkan oleh Arsyilla sembari mengetuk pintu itu.
Tanpa menunggu waktu lama, pintu penghubung itu pun terbuka. Menunjukkan wajah Aksara yang sudah segar. Aroma Sandalwood menguar begitu segar dari tubuh pria itu.
Arsyilla pun tersenyum menatap suaminya itu, "Wangi banget sih," ungkapnya.
Pria itu membuka kedua tangannya, sebagai tanda bahwa dia ingin memeluk Arsyilla. Wanita itu sembari tersenyum dan menghambur ke pelukan suaminya. Arsyilla memilih memejamkan matanya dan menghirupi aroma Sandalwood yang begitu segar, rasanya Arsyilla tengah menjelajahi hutan cemara yang sejuk dan dingin saat menghirupi aroma parfum suaminya itu.
"Kamu kangen atau apa sih?" tanya Aksara sembari memeluk Arsyilla.
"Kamu wangi," sahut Arsyilla.
Memang benar apa yang diucapkan suaminya itu, jika Aksara tidak wangi, maka mungkin Arsyilla tidak suka nempelin suaminya itu.
"Kamu bisa aja sih," sahut Aksara.
"Serius. Aku gak bohong," jawab Arsyilla. Wanita lantas mengurai pelukannya dan menutup connecting door.
"Iya, aku percaya … kalau kamu gak akan bohong," sahut Aksara.
Aksara lantas menggandeng tangan istrinya, membawa istrinya itu untuk duduk bersama di sofa.
"Kamu duduk di sini saja, Sayang," ucap Aksara sembari menepuk pahanya. Mengisyaratkan kepada Arsyilla untuk duduk di pangkuannya.
__ADS_1
Tak menjawab, tetapi Arsyilla tersenyum. Wanita itu mendaratkan pantatnya di kedua paha Aksara, duduk menyamping layaknya wanita yang mengenakan rok tengah membonceng sepeda motor. Duduk menyamping, dengan kedua tangannya yang melingkari leher suaminya itu.
Aksara menatap wajah Arsyilla yang hanya sejengkal jaraknya darinya, menelisipkan juntai rambut istrinya ke belakang telinga.
"Bisa deket sama kamu kayak gini seperti mimpi," ucap Aksara.
Arsyilla pun tersenyum, wanita itu mengikis jarak wajah keduanya, dan mengecup bibir Aksara perlahan.
Chup~
Usai mengecup bibir suaminya, Arsyilla tersenyum dan mencerukkan wajahnya di leher suaminya itu. Wanita itu tengah malu sebenarnya, sehingga Arsyilla memilih menyembunyikan wajahnya di leher suaminya.
"Sayang, katakan dong kalau kamu cinta aku," pinta Aksara kali ini.
"Itu penting ya Kak?" tanya Arsyilla pada akhirnya.
"Penting pake banget," sahut Aksara.
Arsyilla pun menatap lekat wajah suaminya itu, jantungnya begitu berdebar-debar saat ini. Lantas, wanita itu menghela nafasnya perlahan.
"Aku … cinta … kamu, Kak Aksara," ucap Arsyilla.
Wajah wanita itu bersemu merah, wajahnya tertunduk. Malu sebenarnya mengakui perasaan cintanya untuk suaminya. Akan tetapi, Arsyilla pun merasa lega karena bisa mengutarakan kalimat tersebut untuk sang suami.
"Aku juga cinta kamu, Arsyilla," balas Aksara.
Pria itu lantas memajukan wajahnya, mengikis jarak sejengkal wajahnya dengan wajah Arsyilla dan mendaratkan bibirnya dengan sempurna untuk menyapa bibir Arsyilla. Mengecupnya perlahan, memagutnya dengan begitu lembut, menjulurkan ujung lidahnya untuk mencecap rasa manis yang selalu dia rasakan tiap hari mencium bibir istrinya itu.
Bak gayung bersambut, Arsyilla membalas ciuman suaminya itu. Saat Aksara mengecup bibirnya, dia akan membalas dengan mengecup bibir suaminya. Saat Aksara memagutnya bibirnya, Arsyilla pun membalasnya. Saling berbalas dalam tekanan dan ritme yang serupa. Hingga satu tangan Aksara bergerak dan menahan tengkuk Arsyilla untuk memperdalam ciumannya.
Memberikan tekanan setiap kali kedua bibir itu bertemu. Saling menyapa, saling membuai, saling merasai manis dan hangatnya saat bertemu. Seakan tak ada pernah kata jemu bagi keduanya untuk saling mencecap, memagut, dan mengecupi bibir itu.
Sejenak menarik wajahnya, Aksara lantas tersenyum menatap wajah istrinya.
"Jadi mau kasih reward buat aku?" tanya Aksara tiba-tiba.
Arsyilla hanya mengulas senyuman di wajahnya. Apakah arti senyuman Arsyilla itu, mengiyakan atau justru meminta suaminya untuk bersabar sampai mereka kembali ke Jakarta lagi?
__ADS_1