
Akhirnya sepanjang hari Arsyilla benar-benar membolos. Wanita itu memilih tetap di rumah. Ketika Bunda Kanaya sudah pulang dari apartemen mereka, Arsyilla memilih untuk tidur siang. Tentu saja Aksara tidak keberatan, pria itu malahan dengan senang hati menemani Arsyilla dan memeluk wanitanya itu.
Menjelang sore hari, barulah Arsyilla terbangun. Wanita itu mengerjap, dan matanya perlahan membuka.
Sementara Aksara sendiri sudah terlebih bangun, pria itu tengah mengerjakan sesuatu dengan memangku laptop di pahanya.
"Sudah bangun Sayang?" tanya Aksara saat istrinya baru saja bangun.
Wanita itu mengangguk dan tersenyum, “Euhm, iya … udah. Baru ngapain Kak?” tanyanya kepada Aksara yang tengah sibuk dengan laptop di tangannya.
Saat Arsyilla menengok layar laptop milik suaminya, betapa wanita terkejut rupanya suaminya tengah scrolling media sosial miliknya. Arsyilla pun memincingkan matanya melihat suaminya itu, “Kamu stalker ya Kak?” tanyanya dengan tegas.
Tanpa bisa mengelak, Aksara pun tertawa dan mengangguk, “Iya … aku sudah follow akun kamu sejak lama,” jawabnya dengan jujur.
“Serius?” tanya Arsyilla.
Pria itu kemudian mengangguk, “Iya … sudah sejak awal kamu punya Instagram mungkin.”
“Kok bisa?” tanya Arsyilla yang heran dengan jawaban suaminya itu.
Aksara kemudian kembali tersenyum, “Bisa dong … di dunia ini segala kemungkinan bisa kan,” jawabnya.
***
Beberapa tahun yang lalu …
Saat media sosial kian berkembang dan semua orang berlomba-lomba membuat media sosial sebagai identitas mereka, Aksara merasa mungkin kali ini dia bisa menemukan kembali adik kecilnya yang nyatanya sejak dewasa, Aksara selalu mengingatnya.
Di depan sebuah komputer waktu itu, Aksara berpikir mungkinkah dia bisa menemukan Arsyilla saat dirinya mengetikkan nama gadis itu di mesin pencarian. Aksara mencobanya, tetapi tidak berhasil. Lantas, Aksara teringat dengan Mama Khaira yang berprofesi sebagai Dosen, lantas Aksara terpikir untuk mencari informasi Mama Khaira di mesin pencarian (Google - Mesin Pencarian adalah nama lain untuk Google), rupanya wanita yang dicarinya terdapat identitasnya sebagai salah satu dosen di perguruan tinggi di Jakarta.
Aksara meneteskan matanya saat melihat foto profil Mama Khaira, wanita berhati emas yang memiliki tempat tersendiri dalam hidupnya.
Khaira Amaira, MA (Master of Arts - gelar yang didapatkan Khaira saat kuliah S2 di University of Manchester)
Aksara pun lantas menyelusuri profil wanita itu. Rupanya Mama Khaira tidak hanya berhasil menjadi seorang Dosen, tetapi Mama Khaira sering menjadi narasumber untuk berbagai tema Pendidikan Teknologi dan Psikologi Keluarga. Bahkan di mesin pencarian itu, Aksara menemukan sebuah tautan (link) yang mengarah pada akun instagram milik Mama Khaira. Sebuah akun dengan foto profil Mama Khaira dan Papa Radit.
"Puluhan tahun berlalu, tetapi Ayah dan Ibu masih terlihat begitu muda. Seakan tidak menua, dan kalian berdua begitu harmonis," ucap Aksara dengan lirih.
Aksara terus berselancar di akun instagram milik Mama Khaira, hingga dia menemukan sebuah foto kelulusan seorang gadis di masa putih abu-abu. Gadis yang saat itu berhias dengan mengenakan kebaya berwarna pink, bertuliskan sebuah caption.
__ADS_1
"Resmi wisuda di bangku Putih Abu-Abu. Putri kecilnya Mama akan naik level dari siswa menjadi mahasiswa."
Kedua mata Aksara pun tiba-tiba berkaca-kaca melihat unggahan itu. Jantung berdebar dengan begitu cepat, melebihi ambang batasnya. Hingga akhirnya, jari tangan Aksara bergerak dan mengusapi foto di layar komputer itu perlahan.
"Syilla … kamu Syilla kan?" gumamnya lirih.
"Kamu tumbuh menjadi gadis cantik, Syilla … ingatkah kamu dulu kita bermain ayunan bersama di Panti Asuhan. Kamu membacakan buku dongeng Putri Aurora bagiku di usiamu yang ketiga tahun. Sekarang, kamu sudah lulus SMA. Aku kangen kamu, Syilla … mungkinkah kita bisa bertemu lagi? Mungkinkah kamu mengingatku? Sama seperti aku yang selalu mengingat kamu," ucapnya.
Setelah itu, Aksara mencoba menggerak-gerakan kursor di komputernya, rupanya foto itu ditandai (tagging) ke akun Arsyilla dengan user name "Arsyilla_Syilla".
Tanpa menunggu waktu lama, Aksara segera mengklik akun itu dan segera mengklik " Follow" (Mengikuti) di akun media sosial Arsyilla. Sejak saat itulah, Aksara secara resmi menjadi stalker Arsyilla.
Sehingga di saat Ravendra mengenal Arsyilla sebagai kekasihnya, tentu Aksara sudah tahu wajah Arsyilla karena pria itu sudah menjadi Stalker bagi wanita itu beberapa tahun lamanya.
***
Kini …
"Kenapa kamu punya banyak sekali cerita rahasia sih Kak?" tanya Arsyilla kepada suaminya itu.
Aksara justru tertawa, "Cerita rahasia gimana?" tanyanya.
Bagi Arsyilla, tetap saja banyak rahasia dalam diri Aksara yang baru saja dia ketahui. Entah memang Aksara yang tidak mau terbuka dengannya, atau memang dirinya yang tidak ingin mencari tahu tentang Aksara.
Tawa di wajah Aksara pun sirna. Pria itu lantas menatap wajah Arsyilla, "Bukan begitu Syilla … hanya saja kalau aku mengungkapkan semuanya yang ada kamu pasti tidak percaya sama aku. Jadi aku memang akan mengungkapkan semuanya perlahan," balasnya.
"Lalu, setelah ini rahasia apa lagi yang terkuak?" tanya Arsyilla kepada suaminya itu.
Dengan cepat Aksara pun menggelengkan kepalanya, "Tidak … tidak ada. Aku sudah tidak memiliki rahasia. Semua sudah kamu ketahui," jawabnya dengan jujur.
"Yakin?" tanya Arsyilla yang mencoba memastikan.
"Iya, yakin." Aksara menjawab dengan penuh kepastian.
Dalam benaknya, Aksara sudah jujur dengan Arsyilla. Tidak ada lagi yang dia sembunyikan.
"Kak, tapi kamu hanya sebatas Stalker kan? Bukan penguntit?" tanya Arsyilla kepada suaminya itu.
Dengan cepat Aksara pun mengangguk, "Iya … cuma stalker. Aku enggak pernah menguntit kamu. Cuma like postingan kamu aja," jawabnya.
__ADS_1
"Serius?" tanya Arsyilla lagi.
Aksara pun menganggukkan kepalanya, "Iya. Coba buka aja," jawabnya.
Arsyilla lantas mengambil handphone miliknya di atas nakas dan membuka akun instagram miliknya. "Nama akun kamu apa Kak?" tanyanya kepada suaminya itu.
"A. Adhinata," jawabnya.
Maka Arsyilla segera mencari nama akun itu di dalam akun miliknya, dan benarlah ada nama A. Adhinata di sana. Lebih mengherankan karena hampir di setiap postingan yang Arsyilla unggah, akun A. Adhinata selalu menekan tanda hati sebagai bentuk like untuk unggahannya.
"O … jadi nama akunnya. A. Adhinata? Ini akun asli atau fake akun?" tanya Arsyilla lagi.
Aksara pun kemudian tertawa, "Akun asli Sayang … coba tuh kamu lihat, sekali-kali stalking akun suami gak ada salahnya," jawabnya.
Merasa suaminya memberikan lampu hijau, Arsyilla pun berselancar di akun instagram milik suaminya. Hanya ada beberapa postingan di sana, tetapi ada satu postingan yang menarik dan itu adalah sebuah foto anak kecil berusaha 3 tahun, tersenyum sembari membawa sebuah buku.
Tertulis dalam postingan itu. "You are my sunshine. You make happy when sky are gray."
Usai membaca caption tersebut, Arsyilla pun mengernyitkan keningnya, "Ini foto aku kan?" tanyanya perlahan.
"Iya," jawab Aksara.
"Dapat foto ini dari mana?" tanya Arsyilla lagi.
"Dari Panti Asuhan Kasih Ibu, aku memintanya kepada Ibu Lisa. Itu kamu waktu berusia 3 tahun, dan kamu tahu itu dariku. Buku itu bahkan masih kamu baca sampai sekarang," jelas Aksara.
Ya, untuk bukunya memang Arsyilla masih menyimpan buku itu dan buku itu menjadi salah satu buku favoritnya sepanjang masa. Hanya saja memang Arsyilla tidak ingat sosok Aksara.
"Maaf … aku justru tidak mengingatmu," jawab Arsyilla lagi.
Pria itu tertawa dan menganggukkan kepalanya secara samar, "Tidak apa-apa … tidak masalah. Kamu masih terlalu kecil saat itu, masih berusia tiga tahun sehingga tidak hanya peristiwa yang kamu ingat. Akan tetapi, aku … aku ingat semua tentangmu," ucap Aksara dengan tulus.
Tanpa perlu meminta izin, Arsyilla segera memeluk suaminya ini. Mencerukkan kepalanya di dada bidang suaminya, kedua tangannya melingkari pinggang suaminya dengan erat. Wanita itu meneteskan air matanya, tidak mengira bahwa dia menemukan pria yang akan mengingat dirinya sekali pun tahun telah berganti tahun.
"Terima kasih sudah selalu mengingatku," ucap Arsyilla.
Aksara memeluk tubuh Arsyilla dengan erat dan menggerakkan dagunya di puncak kepala Arsyilla, "Aku akan selalu mengingatmu. Hati dan otakku akan secara otomatis mengingatmu. Aku cinta kamu, Syilla," ucap Aksara dengan sepenuh hatinya.
Bertahun-tahun menjadi stalker, mengagumi dari media sosial yang sifatnya maya. Kini Aksara bisa menyanding dan memeluk wanitanya yang sudah dicarinya dan disayanginya untuk waktu yang sangat lama. Kini Arsyilla benar-benar nyata baginya. Sama dengan perasaannya yang selalu nyata bagi Arsyilla.
__ADS_1