
Kian berlalunya waktu, kian pulih kondisi kaki Aksara. Dengan perawatan yang maksimal dan juga terapi, membuat Aksara kini bisa berjalan tanpa mengenakan kruk. Untuk aktivitas di rumah juga sudah banyak, hanya saja kamar mereka masih berada di lantai satu, karena Arsyilla masih belum memperbolehkan suaminya itu naik dan turun tangga.
“Kapan kita akan pindah ke kamar atas, Honey?” tanya Aksara kepada istrinya itu.
“Di sini dulu aja Kak … aku takut deh lihat kamu harus naik dan turun tangga. Aku yang melihat kaki kamu menapaki lantai saja rasanya ngilu,” jawab Arsyilla dengan bergidik ngeri.
Sementara Aksara justru tertawa, pria itu menimang Ara di tangannya, dan duduk di sofa yang menghadap ke taman dengan kolam renang yang berada di sisi rumahnya.
“Aku sudah sepenuhnya pulih, Honey … aku bisa berjalan, bahkan berlari. Aku mungkin bisa menggendongmu juga,” jawab Aksara dengan tertawa.
Bukan ingin menakuti Arsyilla, hanya saja Aksara merasa percaya diri bahwa kakinya sudah sepenuhnya pulih.
“Isshs, gak usah gendong-gendong, Kak … aku jalan sendiri juga bisa kok,” balas Arsyilla.
“Ya udah, karena Bundanya gak mau digendong … Ayah gendong Ara saja,” balas Aksara. “Kalau Ara kan justru seneng digendong Ayah. Tanpa penolakan,” sahutnya dengan tertawa.
Memang rasanya begitu menyenangkan bisa menggodai istrinya itu. Rasanya hatinya benar-benar bahagia. Lagipula, Aksara bisa pulih dengan lebih cepat juga karena Arsyilla yang tulus merawatnya.
“Kapan kamu mau kembali bekerja Kak?” tanya Arsyilla kepada suaminya itu.
“Sesuai cuti yang diberikan perusahaan saja, Honey … tinggal seminggu lagi. Ini aku di rumah terlama yah, bekerja cuma kadang kala dari rumah saja. Seminggu lagi, Ayah sudah kembali ke kantor yah,” ucap Aksara kali ini.
“Iya Ayah … semangat bekerjanya. Hati-hati kalau survei lahan ya Ayah. Duh, aku jadi takut … jadi parno kalau ke bangunan gitu. Mana di mata kuliahku ada perencanaan rancang bangun, aku jadi takut ke lahan pembangunan gitu,” cerita Arsyilla kali ini.
Walaupun dia tidak melihat kecelakaan suaminya dengan matanya sendiri, tetapi rasanya ada rasa takut dan ngeri melihat lahan pembangunan kembali. Kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja, terkadang sudah waspada pun bisa terjadi kecelakaan.
“Penting hati-hati Sayang … safety first itu jangan sampai lupa. Aku juga kalau mengingat kecelakaan kemarin rasanya masih ngeri sih. Crane yang bergoyang di atas, dan materialnya jatuh menimpaku. Namun, masih ada satu hal yang aku syukuri, yaitu hanya kakiku saja yang tertimpa, bukan kepalaku. Kalau kepalaku, aku enggak tahu lagi deh. Mungkin saja aku bisa amnesia,” jawabnya.
Dengan cepat Arsyilla menggelengkan kepalanya, dan menutup bibir mulutnya itu dengan telapak tangannya. “Jangan kayak gitu Kak … udah, aku takut. Jangan sakit-sakit lagi ya Kak … pastikan kamu selalu sehat dan selamat. Aku dan Ara selalu menunggu kamu di rumah. Aku tidak tahu gimana kalutnya aku malam itu. Aku sangat ingin memelukmu dan mengobrol denganmu, tetapi kamu masih tak sadarkan diri dengan kaki yang terpasang gips. Aku taku, Kak,” cerita Arsyilla kali ini.
Setelah suaminya sembuh dan pulih barulah Arsyilla bisa mengatakan bagaimana kalutnya dia di waktu suaminya kecelakaan saat itu. Yang Arsyilla lakukan hanyalah menangis dan terus menangis.
__ADS_1
“Sebenarnya, pagi itu perasaanku udah enggak enak banget. Aku gak mau kamu survei ke lahan itu, ternyata semua menemukan jawabannya di malam harinya. Saat Bunda Kanaya dan Ayah Bisma datang dan mengatakan bahwa kamu kecelakaan,” ucap Arsyilla.
Aksara mendengarkan cerita dari istrinya itu, lantas tangannya bergerak dan memberikan usapan di punggung tangan istrinya.
“Maaf ya Honey … udah bikin kamu kalut, udah bikin kamu sedih, udah bikin kamu sebulanan ini ngerawat aku,” ucap Aksara.
“Tidak perlu minta maaf, Kak … hanya saja, lebih jaga diri kamu yah,” pinta Arsyilla kali ini.
“Iya Honeyku … aku akan menjaga diri lebih baik lagi,” sahutnya dengan sungguh-sungguh.
***
Sore harinya …
Saat hari sudah tidak begitu terik, dan matahari menunggu waktu untuk terbenam, kali ini Aksara dan Arsyilla berjalan-jalan di area cluster perumahan mereka. Dengan membawa stroller baby dan membawa Baby Ara untuk jalan-jalan sore bersama.
“Jalan-jalan sore ya Putri Kecilnya Ayah, setelah hampir sebulan nih akhirnya Ayah bisa ajakin kamu jalan-jalan,” ucap Aksara yang kelihatan begitu bahagia.
“Aku kasih minyak dulu, Ayah … takut Ara nanti kena gigit nyamuk,” ucap Arsyilla yang mengambil sedikit minyak telon dengan aroma lavender yang bisa melindungi bayi dari gigitan nyamuk bertutup ungu itu. Arsyilla mengoleskan minyak telon itu ke area kaki Arsyilla.
“Nah, gini kan Baby Ara hangat … juga tidak digigit nyamuk ya Sayang,” balas Arsyilla yang sembari merapikan celana panjang dikenakan babynya itu.
“Iya Bunda … nyamuknya nakal yah, sukanya gigit. Kalau Ayahnya yang gigit, namanya apa Bunda?” celetuk Aksara sembari menggerakkan alis matanya saat berbicara dengan Arsyilla.
“Namanya apa yah,” jawab Arsyilla yang masih sembari berpikir. “Ah, udah ah … jalan aja Ayah, nanti keburu sore,” ajak Arsyilla kali ini.
Keluarga kecil itu terlihat bahagia bisa berjalan-jalan sore dengan mendorong stroller baby yang di dalamnya ada Arsyilla. Kali ini mereka mengubah posisi strollernya, sehingga mereka bisa melihat wajah putri kecilnya yang menghadap kepadanya.
“Lucu banget sih kamu, Ara,” ucap Aksara lagi kali ini. “Mirip banget sama Bunda dulu,” lanjutnya.
Arsyilla kemudian tersenyum dan menundukkan wajahnya. “Mentang-mentang udah tahu waktu aku bayi dulu, jadi kayak gini deh … udah deh Kak, malu tahu,” balasnya.
__ADS_1
“Kenapa malu, orang kamu babynya aja cantik dan setelah menjadi istriku jadi tambah cantik,” balas Aksara dengan sepenuh hati.
“Cantik gimana, aku masih agak ndut nih … belum pulih sepenuh badan aku. Apalagi menyusui Ara, kadang malah bikin aku pengen ngemil dan juga makan terus,” jawabnya.
Tidak dipungkiri bahwa usai memberikan ASI dan melakukan pumping, yang Arsyilla rasakan justru dia merasa semakin lapar, sehingga stok makanan dan camilan di rumah selalu saja ada. Dari buah, kue, dan aneka camilan lainnya.
“Enggak apa-apa Honeyku … gak usah memikirkan berat badan kamu. Tambah beberapa kilogram tidak masalah. Di mataku, kamu selalu cantik kok … selalu sexy,” balas Aksara dengan menggenggam tangan istrinya itu sembari mendorong stroller baby.
“Bisa aja deh … nanti ilfeel sama aku,” sahut Arsyilla.
“Mana ada aku ilfeel sama kamu Honey … yang ada justru aku pengen nempelin kamu terus,” balasnya.
“Bucin,” sahut Arsyilla dengan singkat.
“Biarin … Bucin sama istri sendiri halal kok,” jawabnya dengan penuh rasa bangga.
Kini dengan keadaan kaki yang sudah sepenuhnya pulih membuat Aksara bisa beraktivitas dengan baik. Bisa mengelilingi cluster perumahan dengan mengajak Baby Ara jalan-jalan sore itu, disertai dengan obrilan dan candaan hangat dari keduanya, hidup penuh syukur. Kali ini di dalam hatinya Aksara berharap bahwa pelangi akan terus membujur indah dalam hidup rumah tangganya. Di dalam hatinya, Aksara berharap bahwa tidak ada lagi duka dan air mata. Semoga saja Tuhan mengabulkan harapannya kali ini.
“Ayah kamu Bucin nih Sayang … Yayah Aksara Bucin,” balas Arsyilla dengan menahan tawa.
“Bunda kan the best, jadi Ayah tambah Bucin aja deh,” balas Aksara.
“Biasanya anak gadis akan mengidamkan figur seorang suami sama seperti Ayahnya, jadi … kemungkinan besar Ara nanti pengen punya suami yang sama kayak Ayahnya,” balas Arsyilla kayak gini.
“Masak sih Honey?” tanya Aksara.
“Mungkin saja … kan semua Ayah adalah cinta pertama bagi putrinya, jadi yah … mereka menginginkan pendamping hidup yang seperti ayahnya,” sahut Arsyilla.
“Wah, aku beruntung banget ya Honey … kamu yang melahirkan, tapi aku cinta pertamanya Ara,” balas Aksara dengan tertawa.
“Iya … sedih kan Kak … Bunda yang ngos-ngosan berjuang, perjuangan dengan darah, keringat, dan air mata, tapi cinta pertama Ara adalah Ayah. Huhuhu Bunda sedih,” jawab Arsyilla sembari memperagakan seseorang yang sedang menangis.
__ADS_1
“Cup cup, Bunda jangan sedih. Bunda tetap nomor satu di hati Ayah kok, Love U Bunda,” jawab Aksara dengan terus berjalan dan menggenggam erat tangan istrinya itu.