
Usai menikmati semangkok Soto Lamongan, kali ini Aksara segera mengantarkan Arsyilla sampai ke Fakultas Teknik. Begitu banyak pesan yang diucapkan Aksara mulai tidak boleh kecapekan, jangan kebanyakan berdiri, minum air putih, dan hingga makan cookies khusus untuk Ibu hamil yang selalu dia belikan untuk Arsyilla secara rutin.
"Pesan kamu banyak banget sih Kak ... bisa satu lembar halaman kalau aku menulisnya," ucap Arsyilla.
"Aku khawatir saja Honey ... apalagi waktu periksa kemarin kan tekanan darah kamu rendah. Jadi, ya harus dijaga ... jangan sampai kecapekan,"pesan Aksara lagi.
Rupanya Aksara memberikan perhatian lebih untuk Arsyilla karena istrinya itu memiliki tekanan darah yang cukup rendah saat pemeriksaan kemarin. Sehingga, banyak pesannya yang diberikannya kepada Arsyilla.
"Siap Hubby ... ya sudah, aku mengajar dulu ya Hubbyku. Nanti jangan lupa jemput aku yah," pintanya.
Usai mencium punggung tangan suaminya dan berpamitan, Arsyilla pun memilih untuk langsung masuk menuju ruang dosennya, menunggu sampai waktunya mengajar tiba, barulah Arsyilla menuju ke Gedung F untuk memberikan mata kuliah Desain dan Perencanaan Arsitektur.
Melewati jam pertama mengajar, Arsyilla bisa menyampaikan semua materi ajar dengan baik. Kelas sangat hidup karena banyak mahasiswa yang bertanya. Sehingga Arsyilla pun dengan semangat menjelaskan kepada para mahasiswa.
"Masih ada yang ingin ditanyakan?" tanya Arsyilla sebelum menyudahi kelas siang itu.
"Tidak Bu," jawab para mahasiswa dengan serempak.
"Jika tidak ada pertanyaan, saya akhiri kelas untuk hari ini. Yang memiliki pertanyaan bisa dicatat terlebih dahulu dan minggu depan bisa ditanyakan," ucapnya.
120 menit waktu mengajar terlampaui. Arsyilla berniat istirahat lagi di ruangan dosennya dan menunggu untuk memberikan kuliah selanjutnya kurang lebih 20 menit lagi.
Di ruangan dosen miliknya, Arsyilla memilih untuk membaca kembali slide presentasi miliknya yang akan digunakan untuk mengajar. Namun, saat Arsyilla sedang membaca-baca materi ajarnya, ada Bu Ratna yang berkunjung ke ruangannya.
__ADS_1
"Siang Bu Arsyilla," sapa Bu Ratna.
"Iya Bu Ratna ... siang. Mengajar lagi jam berapa Bu Ratna?" tanya Arsyilla.
"Barengan sama Bu Arsyilla, hanya saja saya untuk Tingkat III," balas Bu Ratna. "Bu Arsyilla kok kelihatan pucat, apakah baru sakit?" tanya rekan dosennya itu sembari mengamati wajah Arsyilla yang memang terlihat pucat.
Arsyilla menggelengkan kepalanya, menurutnya tadi setelah makan Soto Lamongan, Arsyilla sudah berkaca dan wajahnya tidak terlihat pucat.
"Tidak itu Bu ... saya baik-baik saja," balas Arsyilla sembari memegangi wajahnya.
Bu Ratna kemudian mengamati wajah Arsyilla sekali lagi. "Pucat kok Bu Arsyilla ... sebaiknya Bu Arsyilla pulang saja, diganti dengan memberikan tugas kepada mahasiswa. Pasti Bu Arsyilla sakit sekarang, minta tolong Aksara saja untuk menjemput," ucap Bu Ratna.
Arsyilla mengambil kembali kaca berbentuk bulat berukuran kecil yang selalu berada di hand bag miliknya, kemudian dia berkaca lagi, melihat apakah wajahnya pucat seperti yang disampaikan rekan dosennya itu.
"Iya, kok saya pucat yah ... padahal saya sudah makan. Begitu tiba di kampus, saya juga beli Soto Lamongan di warung depan Universitas," balas Arsyilla.
Sebagai orang yang memiliki tekanan darah rendah, Bu Ratna pun mengatakan bahwa mungkin saja Arsyilla sedang mengalami tekanan darah rendah.
"Ah, iya ... benar Bu, kemarin periksa ke Dokter dan tekanan darah saya memang rendah. Hanya 90/110 saja," balas Arsyilla.
"Wah, itu tergolong rendah Bu Arsyilla, apalagi kalau baru hamil. Harus mengonsumsi penambah darah dan istirahat yang cukup," balas Bu Ratna.
Arsyilla terdiam, dia ingat bahwa dirinya tengah hamil sekarang dan untuk itu, memang sebaiknya dia memiliki tekanan darah yang normal. Akan tetapi, sekarang justru tekanan darahnya tergolong rendah.
__ADS_1
Teringat dengan semua itu, tiba-tiba saja Arsyilla merasakan kepalanya yang begitu pening. Keringat dingin seolah muncul dengan sendirinya di tubuhnya.
"Tuh, kening Bu Arsyilla berkeringat. Mungkin memang tekanan darah rendah Bu Arsyilla. Berikan tugas sebagai pengganti presensi saja Bu Arsyilla dan istirahat di rumah. Takutnya kalau dipaksakan bisa jatuh saat mengajar," ucap Bu Ratna lagi.
Arsyilla menyeka keringat dingin di keningnya dengan menggunakan tissue, kemudian dia berniat untuk memberikan tugas kepada para mahasiswa karena membatalkan pertemuan siang ini. Selanjutnya, dia akan menelpon Aksara untuk menjemputnya.
"Baik Bu Ratna, saya akan memberi tugas saja. Kepala saya tiba-tiba pening," ucapnya sembari memijat kepalanya yang terasa begitu pening.
"Iya Bu Arsyilla ... tidak apa-apa. Yang penting kan Bu Arsyilla sehat," balasnya. "Cuma kok tumben, biasanya Bu Arsyilla kan sehat banget. Habis cuti melahirkan saja, Bu Arsyilla sehat dan semangat banget untuk mengajar," ucap Bu Ratna lagi.
Arsyilla pun tersenyum samar, "Euhm, sebenarnya saya ... positif lagi Bu Ratna. Jadi ya, mungkin ini gejala awal kehamilan," balas Arsyilla.
Ketika menikmati masa awal kehamilan tidak jarang wanita yang merasa sakit seperti pening, mual, muntah, dan rasanya seperti masuk angin. Maka dari itu, Arsyilla yakin ini adalah gejala awal kehamilan yang dia rasakan. Rasanya aneh dan tidak enak, karena ini kali pertama Arsyilla merasakannya. Dulu, waktu hamil Ara, Arsyilla merasa baik-baik saja, sehat, dan bisa beraktivitas dengan normal. Akan tetapi, sekarang beberapa kali dia merasakan kepalanya begitu pening.
"Wah, kabar bagus Bu Arsyilla ... anak itu rezeki Bu Arsyilla. Hanya saja, Aksara semangat banget ya tancap gasnya. Si Sulung baru satu tahun kan Bu?" tanya Bu Ratna.
"Iya Bu Ratna, sekalian yang repot. Setelah itu tutup pabrik," jawab Arsyilla.
Orang lain pun yang mendengar dalam dua tahun akan melahirkan anak dua kali memang akan mengira bahwa Aksara tancap gas banget, hanya saja Arsyilla tidak mempermasalahkan semuanya. Yang pasti dirinya dan Aksara akan siap dengan segala konsekuensi dan risikonya.
"Tidak apa-apa Bu Arsyilla ... anak saya saja sudah tiga dan Suami masih meminta lagi. Berarti Bu Arsyilla nanti kelahirannya barengan sama saya," balas Bu Ratna dengan terkekeh geli.
Arsyilla membolakan keduanya matanya, "Jadi, Bu Ratna juga sedang isi?" tanyanya.
__ADS_1
"Benar Bu ... nanti bisa barengan launching babynya," balasnya dengan tertawa.
Arsyilla tertawa sembari menggelengkan kepalanya, tidak mengira jika rekan dosennya itu sudah tengah mengandung. Itu berarti ini akan menjadi anak keempat untuk Bu Ratna.