
Tidak terasa kehamilan Arsyilla sudah semakin besar. Sekarang, bahkan sekarang usia kandungan Arsyilla sudah menginjak bulan ke delapan. Hanya kurang lebih menyisakan waktu sebulan lagi bagi calon orang tua baru itu menimang baby kecil mereka.
Perut Arsyilla kian membuncit, pipinya juga semakin chubby, tetapi di mata Aksara, justru Istrinya itu lebih cantik berkali-kali lipat. Aksara tidak keberatan dengan pertambahan berat badan yang dialami Arsyilla, justru Aksara menghargai karena itu adalah bentuk pengorbanan seorang Ibu. Para wanita yang rela kehilangan bentuk tubuh idealnya ketika mengandung bayi selama 9 bulan lamanya.
“Ayah, nanti ke Mall yuk? Mau beli-beli buat Dedek Bayi,” ucap Arsyilla kepada suaminya.
“Oke boleh Honey … tinggal sebulan lagi,” ucap Aksara.
Memang mereka harus bersiap. Sebab, Dokter Rinta memberitahukan bahwa kehamilan bisa terjadi kapan saja. Mereka baru menyediakan sebuah kamar bayi yang terkoneksi dengan tempat tidur mereka. Kamar tidur bayi yang dicat warna pink muda yang begitu lembut itu. Terdapat beberapa ornamen dan hiasan di dinding yang membuat kamar itu begitu girly. Aksara juga yang mendesain sendiri kamar untuk bayinya. Sementara Arsyilla lebih menata untuk furniture dan dekorasinya. Menyambut anak pertama membuat keduanya benar-benar totalitas untuk menyiapkan yang terbaik untuk Dedek Bayi nanti.
“Bikin list Honey … apa saja yang kamu mau beli nanti. Biar sekalian pas keluar. Aku sebenarnya agak takut mengajak Ibu hamil besar jalan-jalan. Cuma ya gimana lagi, kita harus mempersiapkan barang-barangnya Dedek Bayi nanti,” balas Aksara.
“Tidak apa-apa Kak … kan kalau hamil aku masih bisa beraktivitas kan tidak masalah, biar Dedek bayinya juga sehat kan. Daripada nanti aku rebahan terus, justru bikin aku tambah dan tambah ndut lagi,” balas Arsyilla.
“Tidak apa-apa ndut, Honey … aku justru bersyukur karena ini adalah bentuk sebuah kasih sayang seorang ibu yang tanpa batas. Kasih sayang seorang Ibu yang rela kehilangan bentuk tubuh idealnya untuk mengandung baby selama 9 bulan. Jadi, jangan merasa insecure. Di mataku, kamu tetap cantik … justru kini kecantikanmu bertambah berkali-kali lipat,” ucap Aksara dengan sungguh-sungguh.
Mendengar perkataan semanis itu, membuat Arsyilla tersipu. Wajahnya merona merah, dan wanita itu menunduk. Bisa-bisanya suaminya itu mengatakan perkataan yang semanis itu. Dalam hatinya sendiri, Arsyilla begitu bersyukur karena suaminya itu sangat baik.
“Udah deh Kak … dengar ucapan manismu bisa-bisa bikin aku diabetes. Manis banget sih,” balasnya.
Aksara terkekeh geli mendengar balasan istrinya itu. Hanya sekadar mendengar ucapan manis saja, keduanya bisa tertawa bersama. Menghadirkan kebahagiaan di dalam biduk rumah tangga mereka seolah cukup dengan cinta yang melimpah-limpah dan candaan ringan dari keduanya.
Menjelang siang, barulah Aksara dan Arsyilla menuju salah satu pusat perbelanjaan di pusat Ibukota dan hendak membeli beberapa barang untuk putri kecilnya nanti. Arsyilla bahkan sudah membuat list terkait apa saja yang hendak dia beli. Mulai dari baju-baju bayi, diapers, pumping, kantong ASIP, dan berbagai barang kecil-kecil lainnya seperti sarung tangan dan sarung kaki bayi, topi untuk bayi, kain bedong, kapas, tissue basah, dan berbagai perlengkapan mandi si baby.
__ADS_1
Kini keduanya memasuki sebuah baby shop yang ada di Mall tersebut. Arsyilla begitu takjub melihat aneka pakaian bayi yang lucu-lucu. Rasanya Arsyilla ingin membeli semuanya untuk babynya nanti. Akan tetapi, Arsyilla pun ingat dengan nasihat dari Mamanya bahwa membeli perlengkapan untuk bayi itu secukupnya saja. Sebab, bayi akan bertumbuh dan menjadi kian dewasa. Membeli secukupnya dan sesuai dengan kebutuhan saja.
“Aku bingung milihnya Kak … semuanya lucu-lucu banget,” ucap Arsyilla.
“Pilih saja Honey … warna pink dan warna yang lembut-lembut gitu kan lucu,” balas Aksara.
“Bantu pilihin ya Kak,” pinta Arsyilla kepada suaminya itu.
Aksara menganggukkan kepalanya, kemudian dia juga turut memilih setelan pakaian bayi berukuran New Born yang biasanya dipakai bayi berusia 0 hingga 3 bulan. Sama seperti Arsyilla, Aksara juga ingin membeli semuanya. Sebab, pakaian bayi itu sangat lucu.
“Ini ya Bunda … yang Unicorn lucu nih, sama apa ya Honey … yang butterfly motifnya ini juga lucu,” ucap Aksara.
Saat Aksara memilih-milih setelan pakaian bayi untuk Dedek Bayi nanti, diam-diam Arsyilla memotret suaminya yang tengah serius memilih pakaian itu. Kemudian Arsyilla mempostingnya sebagai pembaharuan story di Whatsappnya.
“Best Daddy … Pilihin yang banyak buat Dedek Bayi ya Ayah.”
“Kamu enggak dengerin aku?” tanya Aksara sembari menilik layar handphone yang masih dipegang istrinya itu.
“Dengar kok,” sahut Arsyilla.
“Aku bilang apa coba?” tanya Aksara.
“Tuh, Ayah pilihin yang Unicorn dan motif Butterfly,” sahut Arsyilla.
__ADS_1
Walaupun seolah-olah dirinya tidak fokus, tetapi Arsyilla mendengar ucapan suaminya itu. Kemudian Aksara tersenyum melihat pembaharuan status istrinya itu.
“Kamu diem-diem curi foto aku yah?” tanya Aksara sembari menunjukkan layar handphonenya kepada Arsyilla.
“Hehehe, lucu kok Ayah,” balasnya.
“Makanya serius banget. Yuk, pilih lagi yuk … masih banyak nih yang harus dibeli buat Dedek Bayi. Jangan lupa Bundanya juga beli, kan Bundanya mau bersalin juga. Harus memikirkan kebutuhannya sendiri,” balas Aksara.
Pria itu mengingatkan Arsyilla untuk tidak lupa membeli perlengkapan bersalin untuk dirinya sendiri. Sebab, bukan hanya berbagai hal tentang si Kecil yang harus dipersiapkan. Ibu yang hendak melahirkan juga membutuhkan persiapan mulai dari baju bersalin bentuk kemeja dari kain yang tidak panas, diapers yang dipakai selama masa nifas, juga berbagai keperluan lainnya. Ibu yang hendak melahirkan juga harus mempersiapkan semuanya itu.
“Beliin pumping juga ya Ayah … cuma ini aku beli sendiri saja, Kak … mahal soalnya,” ucap Arsyilla.
“Ambil saja Honey … semua perlengkapan untuk kamu dan Dedek Bayi ambil saja. Jangan pikirkan uangnya. Ingat aku sudah mempersiapkan semuanya, secara finansial aku sudah mampu dan bisa. Katamu kita harus memiliki anak dengan persiapan, jadi ambil saja,” balas Aksara.
“Ya kan masih harus menyiapkan untuk biaya persalinan nanti Kak,” balas Arsyilla.
“Tenang saja Bumilku. Aku siap. Kita berdua siap,” balas Aksara meyakinkan istrinya itu.
Ini adalah buah karena Aksara berencana memiliki buah hati dengan persiapan. Bukan hanya persiapan mental dan juga fisik, tetapi Aksara juga sudah sangat siap secara finansial. Untuk itu, Aksara bisa mengatakan kepada istrinya untuk tidak memikirkan terkait hal-hal finansial karena dia sudah sangat siap.
“Makasih Ayah … kamu selalu satu langkah di depan. Aku dan Dedek Bayi bangga banget punya kamu,” balas Arsyilla.
“Sama-sama Bunda … jadi, kamu fokus saja ke kehamilan kamu dan mempersiapkan diri untuk bersalin. Selebihnya biar aku yang memikirkannya. Aku kan sudah bilang bahwa aku akan terus bersama denganmu. Kita akan mempersiapkan semuanya bersama-sama,” balas Aksara.
__ADS_1
Rasanya pasangan calon orang tua itu begitu siap. Memang mempersiapkan untuk persalinan itu banyak hal yang harus dipersiapkan. Akan tetapi, keduanya mempersiapkan segala sesuatunya bersama-sama. Saling mengingatkan, saling mempedulikan, kasih di antara calon orang tua baru itu seakan kian kuat dan saling mempedulikan satu sama lain. Arsyilla akan fokus untuk kehamilan dan persalinannya yang tinggal sebentar lagi. Sementara Aksara akan memikirkan hal yang lainnya.
Selain itu, mereka berdua akan melakukan persiapan lainnya supaya kian mantap untuk menjadi orang tua baru nanti. Sungguh, jika semuanya dijalani secara bersama-sama, semuanya akan terasa sangat menyenangkan dan tidak ada yang memberatkan.