Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Sebuah Janji


__ADS_3

“Ayah dan Bunda bisa mempercayai Rangga,” ucap Rangga kali ini.


Rasanya memang aneh, tetapi di dalam hatinya sendiri ada sesuatu yang membuatnya cukup suka dengan Kakak Iparnya sendiri. Kali pertama bertemu, saat dia datang dari Melbourne, Australia, dan dia mengunjungi keluarga Kakaknya saat.


Masih Rangga ingat bahwa Arsyilla adalah wanita yang cantik, pintar, dan begitu mencintai Aksara. Rasanya Rangga pun seakan ingin memiliki wanita dengan karakter seperti itu. Arsyilla kian mempesona karena tutur katanya yang santun dan bijak. Dia adalah wanita yang bisa membuat Kakaknya, Aksara yang biasanya bersifat dingin dan acuh, tetapi bersama dengan Arsyilla, Kakaknya bisa menjadi sosok yang begitu hangat dan terlihat begitu menyayangi istrinya itu.


Terbersitlah sebuah pikiran, “Andai aku memiliki istri seperti itu, sudah aku akan sama bahagianya dengan Mas Aksara,” gumam Rangga dalam hati. Ya, Rangga mengakui bahwa pernah terbersit rasa seperti itu. Ingin memiliki yang menjadi milik Kakaknya. Sepenuhnya Rangga tahu bahwa itu adalah sebuah kesalahan dalam perasaannya, tetapi memang itu adalah kali pertama dia bertemu langsung dengan Arsyilla saat dirinya pulang dari Melbourne dulu.


Namun, dia bukan pria yang mengejar wanita yang terlarang baginya. Dia cukup mengakui perasaan itu dalam hati saja. Juga, berusaha untuk memupus perasaannnya.


“Aku jatuh cinta lagi … perasaan ini tidak salah, hanya saja waktunya yang salah, dan orang yang kusukai pun juga salah,” ucapnya.


Kini, di hadapan orang tuanya, Rangga mengakui bahwa dirinya memiliki perasaan dengan Arsyilla. Setidaknya karena Ayah Bisma dan Bunda Kanaya bertanya, sehingga Rangga pun memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Bukannya Ayah dan Bunda membela Kakakmu. Hanya saja merusak pagar ayu (pagar rumah tangga yang sudah indah) itu tidak baik. Lebih-lebih itu adalah rumah tangga Kakakmu sendiri. Mungkin kamu tidak tahu banyak, tetapi jika ada satu orang wanita yang selalu dicintai Kakakmu sejak kecil, maka itu adalah Arsyilla. Wanita yang datang ke hidup Kakakmu, mereka pernah berbagi kenangan masa kecil bersama. Saat Kakakmu terpisah jauh dari kami berdua, keduanya tumbuh dengan perasaan yang tulus satu sama lain. Bunda, yakin … kamu bisa memahami semuanya ini,” ucap Bunda Kanaya sekarang ini.


Rangga pun menganggukkan kepalanya dan juga mengusapi wajahnya, “Iya Bunda … Rangga tidak akan melakukan hal-hal yang terlarang dan menyimpang,” jawabnya.


“Kali ini Ayah dan Bunda bisa mempercayai kamu?” tanya Ayah Bisma kali ini.


“Bisa Ayah,” balas Rangga.

__ADS_1


Bukannya tidak percaya, hanya saja memang terkadang orang tua menginginkan kesungguhan hati dari anaknya. Sama seperti Ayah Bisma yang ingin melihat reaksi dan tentunya akan meminta pembuktian dari Rangga nantinya.


“Rangga berjanji Ayah dan Bunda … Rangga tidak akan mengusik rumah tangga Mas Aksara,” janji Rangga kali ini.


Bunda Kanaya dan Ayah Bisma yang mendengarkan Rangga pun perlahan menganggukkan kepalanya, “Baiklah … terima kasih banyak. Percayalah kepada kami, Rangga … bahwa kamu bisa melakukan yang terbaik. Jika bisa diperbaiki, perbaiki saja hubunganmu dengan Mamanya Thania. Kasihan Thania, dia membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan teladan dari Mama dan Papanya. Jika kamu membutuhkan tempat untuk curhat, Ayah dan Bunda siap untuk mendengarkan cerita darimu,” ucap Ayah Bisma kali ini.


“Makasih Ayah, makasih sudah begitu baik pada Rangga,” balas Rangga.


“Baiklah … sekarang sudah malam, jadi istirahatlah,” ucap Ayah Bisma yang kemudian berpamitan dengan Rangga. Memberi waktu kepada putranya itu untuk beristirahat.


Kembali ke dalam kamarnya, ada helaan nafas yang berat dari Bunda Kanaya. Wanita itu segera melingkari pinggang suaminya dan memeluknya erat.


“Kita bisa percaya kepada Rangga kan Ayah?” tanya Bunda Kanaya kepada Ayah Bisma.


“Untung saja Bunda sensitif, jadi kerasa ada yang tidak beres dengan anak-anaknya. Semoga saja ke depannya akan semakin baik,” lanjut Ayah Bisma yang berbicara kepada Bunda Kanaya.


Mendengar janji Rangga dan juga memberikan waktu untuk percaya kepada anaknya sendiri, sampai akhirnya Bunda Kanaya dan Ayah Bisma mengambil satu kesimpul untuk memberikan kesempatan kepada anaknya untuk membuktikan janjinya. Selain itu, orang tua akan siap menjadi tempat curhat bagi anak, saling berbagi masalah dan menemukan solusinya bersama.


***


Sementara itu, di kamar milik Aksara …

__ADS_1


Rupanya Aksara dan Arsyilla masih saling menyalurkan perasaan mereka. Ada Aksara yang seakan tak pernah jemu untuk memeluk dan menciumi istrinya itu. Seakan rasa di dadanya bergejolak dan yang ingin Aksara lakukan adalah terus melakukan kontak fisik dengan istrinya itu.


Merasa dadanya kian kembang kempis dan asupan oksigen yang mereka hirup kian menepis, Aksara pun menarik wajahnya, dan memeluk istrinya itu dengan begitu eratnya.


“Aku cinta kamu, Syilla … sangat cinta kamu. Aku bisa gila jika berpisah darimu. Sebab, Aksara tidak pernah ada artinya tanpa Arsyilla,” ucap Aksara kali ini.


Mendengar apa yang diucapkan suaminya, Arsyilla pun merasa bahwa memang cinta yang dimiliki suaminya itu terlampau besar. Bagi orang lain, itu terkesan posesif, tetapi bagi Arsyilla itu adalah sebuah bukti bahwa suaminya itu memang benar-benar mencintainya.


Arsyilla pun mengurai pelukannya, membawa kedua tangannya di dada suaminya, dan menengadahkan wajahnya guna melihat wajah suaminya itu.


“Kak, aku berjanji padamu … bahwa aku tidak akan tergoda oleh siapa pun. Baik itu Rangga, mau pun orang lain. Aku cinta padamu, Kak … aku pun hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu dan Ara,” balas Arsyillla.


Itu adalah sebuah harapan yang tulus dan sungguh-sungguh yang bersumber dari hati Arsyilla. Baginya, dia pun hanya menginginkan untuk menghabiskan sisa hidup yang panjang bersama dengan suami dan putri kecilnya.


Aral dan rintangan bisa mewarnai perjalanan rumah tangga keduanya. Namun, dengan kekuatan cinta yang saling berpaut satu sama lain, Arsyilla yakin bisa melewati semuanya dengan Aksara. Cinta memang penuh ujian, begitu juga dengan rumah tangga. Namun, banyak juga orang bisa melewati berbagai fase dalam rumah tangga.


“Janji yah kita akan selalu bersama?” balas Aksara kini.


Arsyilla berusaha untuk berdiri, kedua tangan yang masih berada di dada dan di bahu suaminya itu, kemudian Arsyilla segera berjinjit dan mendaratkan sebuah kecupan di bibir suaminya.


Chup!

__ADS_1


“Aku berjanji Kak … kita akan selalu bersama,” balas Arsyilla dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya mulutnya yang berucap, tetapi juga hatinya.


Sebab tidak ada lagi pengesahan yang lebih indah selain memberikan sebuah kecupan yang hangat di bibir suaminya itu. Kecupan layaknya sebuah meterai yang akan memperkukuh janji keduanya untuk selalu bersama.


__ADS_2